
Seminggu berlalu dengan cepat dan mereka yang hanya berada di Tingkat Virtual dikeluarkan dengan paksa, tersisa 50 orang Ahli Tingkat Raja termasuk Qin Chen yang sudah siap memulai babak akhir.
Gumpalan cahaya memadat menjadi sebuah jiwa dan dia adalah Roh dari Medan Perang Kuno, "Medan Perang Kuno diadakan untuk mencari pewaris yang mampu, kalian akan bertarung satu persatu dan hanya lima orang saja yang akan memiliki kesempatan mendapatkan warisan."
Aura yang sangat kuat dan semua orang dapat merasakan kekuatan ruang yang mendorong mereka. Sebuah lapisan penghalang yang sangat kuat terbentuk dan sosok Qin Chen diseret masuk kedalam bersama salah seorang Pria.
Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain dan semua orang melihat hal ini dari kejauhan, ini adalah pertarungan penentu dan aturannya sangat sederhana yaitu menyerah atau mati. Dilihat dari pakaian lawannya dia berasal dari Sekte Jurang Naga.
"Bunuh dia Dou Zhe... Putra Suci ini akan memberikanmu harta yang tak ternilai !" Teriak Sheng Yan dengan keras.
"Hehehe... sesuai dengan keinginan Putra Suci." Dou Zhe mengeluarkan sebuah kendi dan ribuan serangga mayat keluar dari dalam Kendi itu.
Auranya terlihat menakutkan dan Duan Wuya tidak menyangka kalau Sekte Jurang Naga akan memiliki Serangga yang menakutkan. Untuk mengkultivasikannya membutuhkan banyak mayat dan darah untuk pertumbuhannya dan metode pembunuhan ini sangat brutal.
Menggunakan Api biasa tidak akan mampu membunuh serangga ini, namun Duan Wuya sudah tahu bahwa Qin Chen akan dapat menang dengan sangat mudah.
"Mengepungku dengan serangga menjijikan seperti ini apakah aku terlihat lemah dimata kalian." Kobaran Api Petir menyala dari tubuh Qin Chen dan meledak menjadi gambaran seekor Phoenix.
Kekuatan Api Qin Chen melahap habis ribuan serangga itu menjadi abu dan Qin Chen melesat maju kearah Dou Zhe. Pukulannya yang keras menghantam tepat didadanya dan membuatnya terpental, saat Dou Zhe menerima pukulan itu energi didalam tubuhnya seolah dikuras oleh kekuatan Qin Chen dan dia tidak tahu apa penyebabnya.
Saint Qi memadat menjadi sebuah cakar dan menerjang kearah Dou Zhe dengan tekanan jiwa yang mengerikan. Dou Zhe mencoba bertahan namun keganasan cakar itu menekannya sampai hancur menjadi genangan darah.
__ADS_1
"Mereka yang ingin membunuhku akan bernasib sama sepertinya." Qin Chen menunjuk genangan darah dan menatap semua orang dengan niat membunuh yang kuat.
Qin Chen dikirim kembali ketempatnya dan dilanjutkan dengan beberapa orang, Duan Wuya dan yang lainya juga dapat menang dengan cara yang telak hanya saja metode pembunuhannya sangat mengerikan dan mengkultivasikan darah korbannya.
Sheng Yan dan Yao Jun juga menang dengan sangat mudah, sedangkan Lin Dong membuat lawannya menyerah dibawah keganasan Pedangnya. Qin Chen harus mengakui bahwa kekuatan mereka sangat kuat dan mungkin mereka akan menjadi lawan terberatnya.
Meng Yan sendiri memiliki seni beladiri dengan tipe pesona, menjebak lawannya dalam ilusi yang dia ciptakan dan membunuhnya dengan mudah. Dua orang Pria dikirim masuk kedalam Arena dan itu adalah Ye Tianqu, Cucu pertama dari Ye Mo dan kebanggaan dari Serikat Perdagangan.
"Tinju Serigala Cahaya." Pukulan Ye Tianqu menyemburkan gelombang cahaya yang membentuk sebuah Serigala.
Serigala cahaya itu menerjang lawannya dan menciptakan ledakan yang besar, untuk ukuran kekuatan kelas dua kekuatan Ye Tianqu adalah yang terbaik dan lawannya sama sekali tidak bisa berkutik didepannya.
Ketika semua orang dikirim keluar luka dan energi didalam tubuh dipulihkan dalam keadaan normal, lingkaran cahaya muncul dibawah kaki Qin Chen dan dia dikirim masuk kembali bersama lawannya.
"Hahaha... aku tidak menyangka jika waktu kematianmu akan secepat ini !" Kata Sheng Yan dengan niat membunuh yang kuat.
"Hidup dan matiku bukan kau yang menentukannya, hari ini akan menjadi hari dimana kau akan mati. Identitas Sekte Jurang Naga tidak akan membuatku mundur untuk mengambil hidupmu." Qin Chen juga tidak sabar dan ingin bertarung.
Mereka berdua maju secara bersamaan dan pukulan yang kuat saling berbenturan, tanah yang menjadi pijakan mereka hancur dan Sheng Yan dipukul mundur oleh Qin Chen. Tangannya terasa sangat sakit dan dia tidak menduga bahwa jurang kekuatan fisik mereka akan sedalam ini.
Qi Sheng Yan memadat menjadi sebuah telapak tangan dan Qin Chen juga menggunakan Jari Penghancur Yin Yang. Kedua serangan mereka saling bertabrakan dan menciptakan ledakan yang sangat dahsyat.
__ADS_1
"Seriusan... apakah Qin Chen sekuat ini sampai bisa mengimbangi Tuan Muda Sheng Yan ?" Tanya semua orang yang melihatnya.
Meng Yan menyeka rambutnya dan berkata, "Kalian salah... dia belum serius menghadapi Kakak Sheng Yan, ketika dia mulai menggunakan transformasi jiwa maka kalian akan melihat sesuatu yang menakjubkan."
Sheng Yan mengeluarkan Liontin miliknya dan berteriak, "Kau berbahaya dan hari ini aku ingin kau mati !"
Liontin itu memancarkan cahaya yang menakutkan dan meledak, dua sarung tangan besi terbentuk dibelakang Sheng Yan dan memancarkan Aura yang setara dengan Tingkat Saint. Karena Roh itu tidak melarang Sheng Yan dalam menggunakan Artifak seperti ini maka seharusnya itu juga berlaku untuknya.
"Hahaha... bukankah kau bilang sebelumnya jika aku sangat menyedihkan, sekarang kau menggunakan Liontin itu untuk melawannya dan kau sudah menjilat ludahmu sendiri." Tawa Yao Jun menggema keseluruh tempat.
Sheng Yan tidak peduli dengan perkataan Yao Jun dan fokus dengan Qin Chen, dia mengakui bahwa Qin Chen ini sangat kuat dan jika dia bertarung lebih lama lagi maka dirinya yang akan dirugikan.
Pilahan terbaik adalah menggunakan Liontin miliknya dan membunuh Qin Chen dengan sekali gerakan. Jika dia membiarkan Qin Chen terus tumbuh maka itu akan menjadi ancaman yang berbahaya dimasa depan.
"Matilah !" Sheng Yan menggerakankan kedua tangannya dan Sarung Tangan Besi itu menerjang kearah Qin Chen.
Jiwa Naga dan Phoenix keluar secara bersamaan dan mengejutkan semua orang, penindasan yang luar biasa dapat mereka rasakan dan kedua pukulan itu ditahan oleh Naga dan Phoenix.
Benturan kedua kekuatan besar ini menciptakan gelombang penghancur yang mengerikan, jika bukan karena penghalang mungkin mereka yang menonton akan terkena dampak dari pertarungan.
Kedua Jiwa Naga dan Phoenix tidak dapat bersaing karena perbedaan kekuatan, keduanya ditarik kembali oleh Qin Chen dan setidaknya dia sudah melemahkan Sarung Tangan Besi itu.
__ADS_1
"Hanya dengan kekuatan pinjaman dan kau ingin membunuhku." Qin Chen mengangkat kedua tangannya dan pusaran hitam melahap energi Sarung Tangan Besi.
Sheng Yan tidak tahu seni beladiri macam apa yang Qin Chen gunakan namun dia dapat merasakan jika kekuatan serangannya melemah dan semua energi ditarik masuk kedalam lubang hitam. Akar Hitam keluar dan memaksa sarung tangan besi itu masuk kedalam, Qin Chen memuntahkan darah dari mulutnya dan mendapatkan sedikit luka karena terlalu banyak memaksakan kekuatannya.