TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 70 - Kematian Sheng Yan


__ADS_3

Sheng Yan tidak menyangka jika Qin Chen dapat menahan kekuatan itu, kemampuannya terlalu mengerikan untuk seseorang yang hanya berada di Tahap Awal Tingkat Raja. Namun melihat kondisinya yang sekarang adalah kesempatan emas baginya untuk bergerak.


Sheng Yan mengeluarkan Tombaknya dan menuangkan semua Qi miliknya, Tombak ditangannya berdengung dan Qin Chen yang melihat hal ini mengeluarkan Pedang hitam.


"Kau sudah membayar banyak untuk menahan serangan tadi dan sekarang matilah dibawah kengerian Tombak ini." Sheng Yan melesat kearah Qin Chen dengan gerakan menusuk.


Pusaran Api dan angin yang ganas bergerak bersama dengannya, kekuatan penghancur yang luar biasa kuat tertuju langsung kepada Qin Chen.


"Justru sebaliknya... ketika kau datang kepadaku maka takdirmu hanya satu yaitu mati." Qin Chen mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang hitam yang diselimuti kekuatan ruang membentuk sebuah bilah.


Serangan Sheng Yan ditelan oleh ruang hampa yang tak terbatas bersamaan dengan Tombaknya, bilah ruang itu menebas tubuhnya hingga menjadi dua bagian. Bahkan Artifak Armor yang digunakan Sheng Yan ikut terpotong, semua orang yang melihat hal ini sangat terkejut dibuatnya.


Qi Pedang Qin Chen memanfaatkan kekuatan Ruang, semua orang mungkin berpikir kalau serangannya sangat tajam dan ganas sampai bisa memotong Artifak Tingkat Saint. Namun apa yang sebenarnya terjadi adalah Qin Chen menciptakan lintasan Ruang Hampa berbentuk bilah, bagian tubuh Sheng Yan yang terkena bilah ruang dikirim keruang hampa dan tidak akan ada Artifak yang bisa melindunginya.


Sheng Yan terkapar ditanah dan darahnya terus menyembur keluar, untungnya serangan Qin Chen tidak langsung menghancurkan jiwanya dan untuk sekarang dia masih bisa bertahan hidup.


"Aku menye..."


"Siapa yang mengijinkanmu untuk menyerah lebih awal." Qin Chen bergerak sangat cepat dan tangannya berubah menjadi cakar naga yang diselimuti api.


*Boom.*


Tanpa ampun Qin Chen menghancurkan Sheng Yan dibawah keganasannya dan ledakan kobaran api yang besar membumbung tinggi keatas langit. Semua orang hanya bisa dibuat terkejut dengan keberanian Qin Chen, dapat dipastikan bahwa Qin Chen tidak akan hidup lama setelah Medan Perang Kuno ini selesai.

__ADS_1


Didunia luar Master Sekte Jurang Naga Fu Chi mengeluarkan Aura membunuhnya, salah satu jenius terbaik mereka dibunuh tepat saat semua orang berpengaruh melihatnya. Hal ini sangat memalukan bagi Sekte Jurang Naga dan sekarang mereka menerima kerugian yang amat besar dari matinya Sheng Yan.


"Kalian berdua pergi dan ketika Medan Perang Kuno selesai maka bunuh Bocah bernama Qin Chen itu. Berikan dia siksaan yang menyakitkan karena sudah berani memprovokasi Sekte Jurang Naga." Kata Fu Chi dengan penuh amarah.


Qin Chen mengambil Cincin Ruang Sheng Yan dan melihat banyak harta yang dia bawa, dia menatap kearah Yao Jun dan menunjuknya, "Berdoalah agar kau tidak menjadi lawanku... jika tidak nasibmu akan berakhir sama seperti bajingan ini."


Yao Jun sedikit khawatir dengan ancaman Qin Chen dan jika diharuskan lebih baik dia tidak melawannya. Sheng Yan mati dengan tragis dan bahkan setelah menggunakan kemampuan Liontin miliknya Qin Chen masih selamat, dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk menang dan mustahil baginya untuk terus melanjutkan hal ini.


Pertarungan akhirnya dilanjutkan dan Qin Chen dikirim kembali, lukanya pulih sepenuhnya dan Duan Wuya tersenyum kearah Qin Chen dengan penuh kepuasan.


"Dua bentuk jiwa dan semua itu adalah asli... kau bisa mengikat kedua Binatang Suci dan membuatnya sepenuhnya menyatu dengan Jiwamu. Bahkan Kultivator hebat dimasa lalu tidak akan bisa melakukannya, sebenarnya siapa dirimu itu ?" Tanya Duan Wuya dengan serius.


Qin Chen sangat terkejut dan berkata, "Matamu sangat tajam... tidak mungkin... tidak ada satupun orang yang tahu jika Jiwa milikku ini adalah asli, untuk orang seusia kita yang bahkan tidak mengenal ataupun melihat langsung sosok Binatang Suci tidak mungkin kau bisa menebaknya."


Duan Wuya mengirimkan pesan kesadaran ilahi, "Musuh yang sebenarnya ada dibalik ketiga kekuatan besar... selama dia masih hidup maka kita tidak akan bisa bergerak. Kau mengincar warisan ini begitu pula denganku... jalan takdir mulai tidak menentu dan siapapun yang mendapatkannya akan diincar sampai mati olehnya."


"Seberapa kuat ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Sangat... berada diatas Tingkat Saint yaitu Tahap Akhir Tingkat Saint King." Jawab Duan Wuya dengan jujur.


Qin Chen tidak menyangka jika ada keberadaan sehebat ini yang bersembunyi serta memerintah tiga kekuatan besar. Namun untuk niat dan tujuan yang dipunya masih belum pasti dan setelah Qin Chen membunuh salah satu Putra Suci tidak mungkin dia akan dilepaskan begitu saja.


"Sekarang apa yang kau butuhkan adalah mengamankan lima besar dan pergi ke Daratan Iblis Suci." Kata Duan Wuya dengan terus terang.

__ADS_1


"Lalu kau ?" Tanya Qin Chen dengan rencana Duan Wuya.


"Sekte Dewa Iblisku tidak diketahui oleh orang lain dan mustahil untuk ditemukan. Tapi jika kau mau menjadi bawahanku dan bergabung dengan Sekte aku akan mempertimbangkan untuk memberikan dirimu posisi nomer dua dan melindungimu." Kata Duan Wuya dengan senyum yang khas.


"Mana mungkin aku mau melakukan hal semacam itu." Qin Chen menolaknya dengan enggan.


"Begitulah seharusnya... dua harimau tidak bisa menempati satu gunung yang sama." Duan Wuya menganggap Qin Chen adalah lawan yang sepadan dan tidak meremehkannya.


Pertarungan terus berlanjut dan pada akhirnya sampai dimana lima orang terpilih. Lin Dong, Qin Chen, Yao Jun, Meng Yan dan Duan Wuya adalah kandidat teratas yang mampu menerobosnya.


Lingkaran cahaya muncul dibawah kaki Qin Chen dan Yao Jun, keduanya dikirim kedalam Arena dan Yao Jun mengutuk keberuntungannya karena harus melawan Monster ini.


"Aku menyerah." Yao Jun mundur dengan cepat sambil mengangkat tangannya.


Qin Chen terlihat bingung dan semua orang yang ada diluar menahan tawa geli, salah satu Putra Suci menyerah bahkan sebelum memulai pertarungan. Namun Yao Jun sama sekali tidak peduli dengan reputasinya, lebih baik untuk menyelamatkan hidupnya dari pada mati konyol seperti Sheng Yan.


"Ingin menyerah kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu ?" Qin Chen mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang melesat kearah Yao Jun.


Namun sebelum Qi Pedang itu mengenainya Yao Jun sudah menghilang dari tempatnya dan dikirim kembali. Qin Chen hanya bisa mengutuknya dari dalam hatinya dan apa yang disebut Putra Suci Jenius pertama hanya sebuah omong kosong.


Duan Wuya tertawa sambil memegang perutnya, "Hahaha... sudah aku bilang bukan jika dia itu sangat kuat, namun kalian malah memprovokasi Qin Chen dan ingin membunuhnya. Aku tidak menyangka Putra Suci Yao Jun akan seberani ini !"


"Tutup mulutmu... aku mungkin sekarang bukan lawannya dan dimasa depan setelah aku memiliki pencapaian aku akan datang membunuhnya dengan tanganku sendiri." Teriak Yao Jun dengan marah.

__ADS_1


Pertarungan antara Meng Yan dan Lin Dong juga berakhir dengan sangat cepat, dibawah keganasan Pedang Lin Dong Teknik Penggoda milik Meng Yan tidak bisa melakukan apapun. Lin Dong sudah mengharapkan ini sejak awal dan siapapun lawannya dia sepenuhnya siap.


__ADS_2