TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang


__ADS_3

Yun Shuang berpikir sebentar dan berkata, "Sepertinya kau sudah bosan dengan kami bertiga sampai tidak sabar bertemu dengannya ?"


"Mana mungkin... aku selalu menjadi Pria yang jujur dan adil, jika kecantikan sepertimu tidak bisa maka siapa yang dapat melakukannya. Bahkan setiap aku memiliki waktu luang bukankah aku memanjakan kalian." Qin Chen berkata dengan jujur dan sedikit menggoda.


"Pria hanya selalu mementingkan kepuasan mereka sendiri dan berpikir dengan kepala bagaian bawah mereka." Yun Shuang ingin bermain dengan sebentar dengan Qin Chen dan menggodanya.


"Apakah itu salah... kita adalah Suami Istri yang berjanji hidup bersama sampai mati, berbagi senang dan duka bersama dan melewati banyak hal. Berlatih bersama dan berbagi cerita hingga saling menyayangi." Qin Chen mengeluarkan kata-kata manisnya dan membuat Yun Shuang tersipu malu.


Qin Chen mungkin menyukai mereka semua dengan adil, terlebih sebagai Pria yang dikelilingi kecantikan teratas hanya orang bodoh yang akan menolak dan bisa bertahan. Mereka terlalu sempurna untuk disebut sebagai wanita idamannya.


"Sebenarnya apa yang kau suka dari kami ?" Tanya Yun Shuang dengan penasaran.


"Mungkin karena kalian memiliki dada yang besar dan wajah yang cantik." Qin Chen sedikit menggoda Yun Shuang.


"Keluar lagi otak sialannya." Yun Shuang menggembungkan pipinya dan terlihat kesal.


Qin Chen mengusap kepala dan perut Yun Shuang dengan lembut sambil tersenyum, "Karena kalian baik, perhatian dan tulus... aku bukanlah Pria yang pintar mengurus diri karena aku tidak memiliki keluarga, setelah merasakan kehangatan ini membuatku sadar pentingnya kalian bagiku."


"Kau juga sama pentingnya untuk kami." Yun Shuang terlihat sedang bersungguh-sungguh.


Qin Chen mengusap dagu Yun Shuang dan mencium bibirnya dengan lembut, dia menindih tubuhnya dan ciumannya turun sampai keleher hingga dadanya. Yun Shuang menggigit bibirnya dan merasakan rangsangan yang Qin Chen berikan kepadanya. Tidak sedikit bekas ciuman yang Qin Chen tinggalkan ditubuhnya dan tangan mereka saling berpegangan dengan erat.


Dua hari kemudian Qin Chen memutuskan untuk keluar, dia meminta Chu Lian dan Yun Shuang berlatih dan secepatnya menerobos Tingkat Saint. Kali ini dia membawa Qing Yue dan walaupun enggan Qin Chen sengaja memaksanya untuk melihat Dunia luar.

__ADS_1


Mereka berdua berkeliling di Domain Raja Pembunuh, tidak banyak hal yang bisa mereka lihat mengingat tempat ini sebelumnya sudah dijelajahi dan Qing Yue juga merasa tidak puas.


"Tempat ini tidak sebagus milikmu !" Kata Qing Yue sambil melihat sekelilingnya.


"Bagaimana mungkin bisa dibandingkan." Qin Chen mengusap kepala Qing Yue.


Kilatan Saint Qi yang ganas menyembur kearah mereka dengan kecepatan yang luar biasa kuat, Qin Chen yang dalam posisi terkejut segera buru-buru menciptakan penghalang dan memblokir serangan itu.


Qing Yue memeluk Qin Chen dan merasa tidak senang dengan sosok yang baru datang, "Siapa ?"


Niat membunuh Qin Chen meledak dan Yang Wudi menunjukan dirinya bersama Rong Hui, Qin Chen merasa sangat marah dan jika dia terlambat sedikit saja maka Qing Yue mungkin akan terluka parah karena serangan itu.


"Rong Hui bukan... sebelumnya aku memperlakukan dirimu dengan baik dan apakah ini balasanmu." Qin Chen tidak bisa menahan niat membunuhnya dari sorot matanya.


Qin Chen melihat reaksi Rong Hui dan sepertinya dia tidak berbohong kepadanya, pandangannya sekarang beralih kepada Yang Wudi dan Qin Chen menatapnya dengan niat membunuh yang kuat.


"Tidak usah menatapku seperti itu... hari ini aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri bersama dengan wanitamu itu. Kau tidak layak untuk Pemimpin kami dan hanya aku saja yang bisa memilikinya." Kata Yang Wudi sambil mengangkat Pedangnya.


"Bagus... aku mungkin tidak akan menahan diri dan apapun alasannya hari ini aku akan membunuhmu." Qin Chen mengirim Qing Yue kembali melalui pusaran ruang dan bersiap untuk bertarung.


Yang Wudi menghunuskan Pedangnya dan melesat kearah Qin Chen, Saint Qi yang ganas berputar diujung Pedangnya dan menciptakan pusaran badai angin yang tajam. Rong Hui segera mundur dan tidak ingin ikut campur dalam masalah ini.


Qin Chen memadatkan Bola hitam dan melemparkannya, Bola itu dengan cepat membesar dan melahap serangan Yang Wudi tanpa ampun. Domain Pelahap menguras kekuatan Yang Wudi sangat banyak dan dia terlihat bingung dengan kemampuan yang Qin Chen gunakan.

__ADS_1


"Dengan kekuatan selemah ini kau ingin menantangku, aku akan memberitahumu apa itu yang disebut dengan kekuatan mutlak." Qin Chen mengangkat tangannya dan menggunakan kekuatan Tulang Dao.


Cakar Naga yang sangat besar terbentuk dan menerjang kearah Yang Wudi, Domain Pelahap tidak bisa membuatnya menggunakan Domain miliknya dan Saint Qi miliknya perlahan terus dikuras oleh Qin Chen.


*Bang.*


Yang Wudi ditampar dengan keras dan Artifak pertahanannya hancur berkeping-keping, darah menyembur dari lukanya dan Yang Wudi menabrak tanah dengan keras. Yang Wudi tidak bisa menerima kenyataan pahit ini, informasi yang dia dapatkan dari Qin Chen semuanya salah.


Qin Chen bukan Kultivator Tahap Menengah Tingkat Raja melainkan Tahap Awal Tingkat Saint, terlebih kekuatan tempurnya mendekat Kultivator Tahap Akhir Tingkat Saint dan masih banyak kemampuan aneh yang sangat kuat.


"Sialan... Kita berada dikubu yang sama dan jika kau berani membunuhku maka itu akan menjadi kerugian untuk Pasukan Pemberontak." Teriak Yang Wudi dengan ekspresi yang panik.


Pupil mata Qin Chen bersinar dan dalam sekejap dia sudah berada didepan Yang Wudi, dia dengan cepat memotong kedua lengan Yang Wudi dan darah menyembur dari lukanya.


Qin Chen menggunakan Prinsip Waktu dan membekukan waktu dalam beberapa detik, kecepatannya mustahil diikuti oleh Kesadaran Ilahi ataupun mata mengingat apa yang dia bekukan adalah waktu disekitar tempatnya.


Qin Chen mencengkram leher Yang Wudi dan berkata, "Orang sepertimu sama sekali tidak dibutuhkan, kau mendambakan Istriku dan mencoba membunuhku. Namun kesalahan terbesarmu kau melibatkan Istriku yang lain, Qin Chen ini ingin membunuh dan tidak akan ada satupun orang yang dapat menghentikannya."


Api Petir dalam sekejap melahap tubuh Yang Wudi dalam waktu hitungan detik, Jiwanya ditangkap oleh Akar Hitam dan dilahap dengan sangat mudah. Keberadaan Yang Wudi dalam sekejap menghilang dan sepenuhnya mati ditangan Qin Chen.


"Anggap dirimu beruntung karena aku percaya jika kau tidak terlibat. Sekarang antarkan aku ketempat Xia Ning, untuknya anggap saja dia tidak pernah ada." Qin Chen mengambil Cincin Ruang Yang Wudi.


"Baik." Rong Hui dengan patuh menuntun jalan untuk Qin Chen.

__ADS_1


__ADS_2