
Hu Xue tidak menyangka kalau dirinya akan menemukan sosok mengerikan disini, jika dia yang ada dalam posisi Mu Shengfeng maka dia mungkin akan mendapatkan luka yang sangat parah.
Mu Shengfeng jatuh dari atas langit dan tubuhnya memiliki luka bakar yang mengerikan, dia sudah tidak sadarkan diri dan Hu Xue dengan cepat bergerak. Zhen Yan mencoba menghentikannya namun kecepatannya sudah seperti sebuah bayangan dan melewati mereka dengan cepat.
Faktanya Mu Shengfeng memang sebuah pion bagi Sekte Dewa Iblis namun bakat bawaannya cukup bagus. Membiarkannya mati begitu cepat adalah sebuah pemborosan, bahkan jika dia gagal menaklukan tempat ini tenaganya masih diperlukan.
Qin Chen terlihat kelelahan dan sayap dipunggungnya menghilang, "Ini adalah pertarungan kami, dia sudah kalah tapi belum mati. Apa maksud Senior menggangguku ?"
"Orang ini berada dibawah perlindunganku... kau jangan terlalu sombong Anak muda, aku sudah memenuhi tujuanku disini. Tapi melihatmu membuatku sedikit tertarik, jika kau mau bergabung dengan Sekte Dewa Iblis dan bersumpah setia kepadaku sepertinya maka aku akan mengampuni hidupmu." Hu Xue berniat merekrut Qin Chen.
"Untuk seukuran Sekte yang hanya tahu berbuat kejahatan berlarian kesana kemari kenapa sangat sombong." Kata Zhen Yan dengan dingin.
"Kau tidak diijinkan untuk bicara dihadapanku." Hu Xue mendesak Qi miliknya dan Auranya meledak.
Telapak tangan yang besar menyapu kearah mereka berlima dan Zhen Yan melawannya dengan kekuatannya. Namun karena perbedaan Tahap dan kepadatan Domain mereka Zhen Yan bukan tandingan Hu Xue, mereka berlima diseret kebawah dengan tubuh menghantam tanah dengan keras.
Hu Xue mengangkat tangannya dan dalam pertarungan yang sengit ketiga Raja Iblis lainya tiba-tiba berhenti, mereka bertiga terbang kearahnya dan mengerang kesakitan.
"Tuan... Apa salah kami..."
*Boom.*
__ADS_1
Ketiganya meledak menjadi dan esensi darah mereka ditelan oleh Jiwa Ular Merah. Kekuatan Jiwa yang kuat meledak dan entah itu lawan atau teman mereka semua berlutut ditanah, darah mereka seolah dikuras dan tujuannya kali ini sudah tercapai.
Mendirikan basis Sekte Dewa Iblis disini bukan tujuan utamanya melainkan memicu perang dalam skala besar hingga memakan banyak korban. Sekte Dewa Iblis memiliki Teknik Kultivasi Darah Gila dan metodenya harus menyaring esensi darah dari Kultivator, semakin kuat mereka akan semakin bagus untuk pertumbuhan Kultivasinya dan karena itulah dia menyuruh Mu Shengfeng untuk menciptakan situasi Perang terbuka.
Yun Shuang membentuk segel ditangannya dan Jiwa Teratai miliknya keluar, cahaya lima warna yang menyilaukan menciptakan pelindung yang menutupi medan perang dan dapat mencegah gerakan Hu Xue.
"Cari mati kau Gadis kecil !" Hu Xue mengangkat tangannya dan memadatkan Tombak Darah.
Hu Xue melemparnya dan Tombak Darah itu melesat lurus kearah Yun Shuang, dia tidak bisa bergerak sama sekali dan kecepatan ini bukanlah sesuatu yang dapat dia tahan. Namun Qin Chen dengan cepat berdiri menghadangnya dan Tombak Darah itu menghujam tepat diperutnya.
Qin Chen mencabut Tombak itu dan darah menyembur keluar dari lukanya. Semua orang sangat khawatir tidak terkecuali Chu Lian, namun Qin Chen masih berdiri dengan tegas sambil menatap Hu Xue dengan dingin.
"Gadis kecil... kau menanyakan pertanyaan yang bodoh. Aku sudah mengatakannya dengan jelas bahwa suatu saat aku ingin melihat wajahmu yang ada dibalik cadar, sekarang mundurlah dan serahkan semuanya kepadaku." Kata Qin Chen dengan senyum yang tipis.
Dong Jie menilai keadaan dengan cepat dan berteriak, "Kawan atau musuh... jika kalian tidak ingin mati maka segera pergi dari tempat ini, jika tidak orang ini akan menggunakan darah kalian sampai kering."
Xuan Mu mengangguk dan berkata, "Sekarang pergi sekarang juga !"
Semua orang mundur dengan cepat dan terbang menjauh dari lembah. Sekarang yang ada disana hanya Qin Chen dan delapan Ahli Tingkat Virtual lainya. Sejak awal Qin Chen sudah mengingatkan bahwa apa yang mereka waspadai bukanlah Raja Iblis melainkan orang yang ada dibelakangnya.
Tebakan Qin Chen mungkin salah dalam menilai tujuan mereka tapi sebagian besar semuanya benar. Sekarang lawan mereka ini berada di Puncak Tingkat Virtual, untungnya Yun Shuang mengambil tindakan dengan cepat dan mencegahnya untuk bertambah kuat.
__ADS_1
Luka Qin Chen perlahan pulih dan dia melahap Aura disekitarnya untuk memulihkan Sumber Qi miliknya. Song Min juga bersiap untuk bertarung dan mengeluarkan Seruling miliknya, Zhen Yan sudah tidak peduli lagi dengan tugasnya dan sekarang tujuannya hanya satu yaitu bertarung.
"Jadi ini pilahanmu Bocah ?" Tanya Hu Xue dengan niat membunuh yang intens.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan... kita hanya akan bertarung sampai mati. Serang dia semuanya !" Qin Chen menelan Pil Roh dan mulai berkultivasi.
Zhen Yan mengeluarkan Artifak sebuah Cakra dan melemparnya, Cakra itu terus berputar menjadi cincin api yang besar. Xuan Mu mengeluarkan Pedangnya dan menyerang bersama Dong Jie, semuanya menyerang secara bersamaan dan berpusat kepada Hu Xue.
Aura Hu Xue meledak dan dia menggunakan Teknik Darah Terlarang, semua serangan yang tertuju kearannya dihempaskan dan dia mengeluarkan Tombaknya. Qi Merah yang mematikan melesat kebawah dan suara Seruling menciptakan gema yang mampu menahan serangan Hu Xue, semua orang mendapatkan kesempatan untuk menghindar dan empat orang Bawahan Zhen Yan mengepungnya.
Rantai hitam mengikat tubuh Hu Xue namun semuanya meleleh oleh darah yang panas, dia bergerak sangat cepat menghajar mereka berempat tanpa ampun. Zhen Yan terbang kearah Hu Xue dengan cepat dan bertarung, benturan kekuatan mereka menciptakan banyak kehancuran dan ketiga Leluhur juga ikut bergabung.
Teknik Pengorbanan Darah Sekte Dewa Iblis memang kejam namun efeknya sangatlah kuat, bahkan setelah dikepung banyak orang Hu Xue masih sangat unggul dan mendominasi jalannya pertarungan.
Semua orang melihat gelombang pertarungan besar dari kejauhan, bahkan mereka yang menyandang Gelar Master Sekte tidak memiliki keyakinan penuh untuk ikut dalam persaingan ini.
Mereka semua bergabung dengan bentuk jiwa mereka dan kekuatan yang ditampilkan semakin besar. Ular Merah menghempaskan mereka semua dan masuk kedalam tubuh Hu Xue, tubuhnya dipenuhi sisik merah yang menyala dan kekuatannya melonjak dengan penuh kegilaan.
Hu Xue menangkap satu orang bawahan Zhen Yan dan tangannya menembus jantungnya, dia meremasnya sampai hancur dan membuangnya kebawah. Esensi darah yang ingin dia serap semuanya berbalik kearah Qin Chen, dia tidak bisa mengambil resiko dan membuat lawan menjadi semakin kuat.
"Keberanian kalian sungguh layak untuk mendapatkan pujian, sayangnya keberanian tanpa memiliki kekuatan sama saja dengan kebodohan. Orang seperti kalian yang tidak bisa mengukur luasnya langit lebih baik mati saja !" Teriak Hu Xue dengan tawa yang keras.
__ADS_1