
Keesokan paginya Qin Chen berangkat sendirian dan meminta mereka berdua berlatih, Kota yang awalnya ramai dengan Kultivator mendadak sepi karena insiden ini dan Qin Chen harus segera pergi.
Qin Chen mencari tempat yang sepi dan duduk berkultivasi, Yin Yang didalam tubuhnya berputar dan basis Kultivasinya meningkat. Setelah mengkonsumsi Pil Roh Tingkat Langit Qin Chen mendapatkan dorongan lebih untuk memulai terobosan.
Tubuhnya perlahan melayang diudara dan Petir yang ganas menyambar kearahnya, untuk melangkah ke Tingkat Langit Qin Chen harus melalui malapetaka dan karena itulah Tingkat Langit disebut sebagai awal perjalanan dari seorang Kultivator.
*Boom.*
Ledakan Petir yang kuat menghancurkan tanah dan Akar hitam menyerap Petir Surgawi, kilatan Petir itu menciptakan pemahaman baru untuk Qin Chen dalam menggunakan kekuatan jiwanya dan Atribut Petir mulai terikat kedalam dirinya.
Setelah melewati empat kali sambaran Petir Qin Chen akhirnya menerobos, tubuhnya yang semula kesakitan saat ini menjadi lebih kuat dan Qin Chen dapat melayang diudara dengan bebas.
Aura Qin Chen meledak dan tersenyum, "Jadi inikah Tingkat Langit... kekuatan ini sungguh luar biasa, aku bisa terbang kemanapun yang aku suka sekarang."
Qin Chen meremas tinjunya dan menyebar kekuatan jiwanya, gas hitam keluar dari tubuhnya dan menyebar dalam jarak 30 meter. Semua tanaman disekitarnya layu bahkan dalam sekejap semuanya berubah menjadi tandus.
"Kemampuan Cheat bawaan ini sungguh luar biasa kuat, setelah aku naik Tingkat pemahaman yang aku punya jauh lebih mendalam. Semua makhluk hidup dapat dilahap energinya dan aku penasaran bagaimana jika aku melahap Kultivator yang lebih kuat dariku, bukankah aku akan menjadi kuat lebih cepat." Qin Chen menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan yang aneh.
__ADS_1
Dirinya yang sekarang memang mengejar kekuatan namun dia tidak boleh tersesat, tidak masalah menggunakannya terhadap musuh namun jika untuk orang yang tidak bersalah maka tidak sepantasnya Qin Chen menggunakannya.
Qin Chen terbang dengan cepat menuju tujuannya dan mencoba terbiasa, hanya dalam waktu tiga jam Qin Chen sudah mencapai lokasi Gunung Berapi. Qin Chen melihat sekelilingnya dan tersenyum, dia melihat Tuan Kota Cai Rong bersama dengan orang-orangnya.
Namun dia segera menekan niat membunuhnya karena tidak ingin memancing perhatian, dia merasakan setidaknya ada empat Kultivator Tingkat Spirit dan jika mereka turun tangan maka situasinya akan menjadi sangat berbahaya.
*Boom.*
Gunung berapi menyemburkan magma yang panas, penghalang yang kuat perlahan memudar dan semua orang berlari masuk kedalam. Seorang Pria di Tingkat Spirit mendesak Qi miliknya dan maju kedepan lebih awal, dia membentuk segel ditangannya dan racun yang ganas menyebar seperti Bom Asap.
"Hahaha... Tunggu saja disana selamanya dan Tuan ini akan mendapatkan Harta itu !" Sosoknya tiba-tiba menghilang.
Qin Chen merasakan tekanan ruang dan dia dikirim ditempat yang suram, awan diatas langit menjadi gelap dan seolah dia berada ditempat yang berbeda dari sebelumnya. Disekitarnya terdapat tanaman berwarna perak yang sangat tajam, Tanaman ini memancarkan sesuatu yang kuat dan berhubungan dengan niat Pedang.
"Jangan pikir kau bisa mengambil Rumput Pedang Bocah !" Seorang Pria berbadan kekar melesat kearah Qin Chen dengan tinjunya yang ganas.
Qin Chen menghindari pukulan itu dan mengambil langkah kebelakang dengan cepat, gelombang Qi yang mengerikan menciptakan daya hancur yang kuat dan Qin Chen merasa tidak senang karena lengah. Untungnya dia berhasil menghindar tepat waktu jika tidak dia akan menderita luka yang cukup parah.
__ADS_1
Aura Pria itu meledak dan dia meninju kearah Qin Chen beberapa kali, gelombang Qi memadat menjadi berapa pukulan dan Qin Chen mengeluarkan Pedangnya. Dia mengayunkan Pedangnya dan menghancurkan setiap pukulan yang terarah kepadanya.
Qin Chen dipaksa mundur kebelakang dan memuntahkan darah, "Tahap Menengah Tingkat Langit ?"
"Matilah kau Bocah." Pria itu membentuk segel ditangannya, "Tangan Raja."
Sebuah tangan raksasa yang terbentuk dari Spiritual Qi melesat dari atas langit. Qin Chen merasa tertekan dan Auranya meledak, Qin Chen mengayunkan Pedangnya sekuat tenaga dan Qi Pedang yang terbentuk dari Yin Yang menyapu kearah Tangan raksasa.
*Boom.*
Keduanya saling berbenturan dan menciptakan gelombang kejut yang memaksa keduanya untuk mundur. Qin Chen terbang keatas langit dan Aura disekitarnya ditarik masuk kedalam tubuhnya, Sumber Qi miliknya terisi kembali dan Pria itu terkejut dengan Seni Beladiri yang digunakan oleh Qin Chen.
Qin Chen mengangkat Pedangnya dan ratusan duri es perlahan mulai terbentuk, Qin Chen tidak bisa meremehkan lawannya dan harus menanggapinya dengan serius.
"Matilah !" Qin Chen mengayunkan Pedangnya dan semua Duri Es itu melesat kebawah.
"Kau pikir serangan remeh ini cukup untuk mengalahkanku." Pria itu mendesak Qi miliknya dan Auranya meledak-ledak menjadi sebuah Pelindung.
__ADS_1
Duri Es milik Qin Chen ditahan namun Qin Chen juga terus memaksanya untuk menembus pertahanan Pria itu. Tiba-tiba tanah mulai bergetar dan seekor Kadal bertanduk hitam keluar dari tanah yang tepat berada dibelakang Pria itu.
Tanduknya yang tajam menembus tubuh Pria itu hingga menghancurkan organ dalamnya, perlahan penghalang Aura yang dia buat meredup dan ratusan Duri Es menghujam kearah tubuh Pria itu bersama Kadal Bertanduk. Keduanya mati secara bersamaan dan Qin Chen hanya bisa berterimakasih dengan keberuntungannya.