
Qin Chen duduk dengan santai diatas batu dan berkata, "Hu Yin dan Ren Hao.... kalian adalah orang-orang dari Wilayah Iblis dan aku tidak akan mempermasalahkannya. Informasi apa yang kalian ketahui tentang Harta ini ?"
"Maaf... tidak ada yang bisa menebak harta yang terlahir secara alami." Kata Ren Hao sambil menundukkan kepalanya.
"Hah... aku sudah menanyakan sesuatu yang bodoh." Qin Chen menghela nafas panjang.
Hu Yin mendekat kearah Qin Chen dan menempelkan tubuhnya, "Maaf karena kami tidak memiliki informasi yang Tuan inginkan, tapi kami bersedia melayani Tuan dalam kondisi apapun."
Ren Hao berpikir kalau Hu Yin ini tidak tahu malu, namun mengingat hidup dan mati mereka sudah berada ditangan Qin Chen maka lebih baik untuk menyenangkannya dan sedikit berkorban.
Qin Chen meraih pinggang mereka berdua dan berkata, "Aku puas dengan sikap kalian... tapi ini bukan waktu yang tepat. Ada tugas penting yang harus kalian kerjakan secepatnya !"
Qin Chen menjelaskan secara detail dan meminta mereka berdua keluar dengan semua harta yang dia temukan. Ren Hao dan Hu Yin tidak keberatan sama sekali, Qin Chen mengijinkan mereka menggunakan tanaman obat dan memberikan 20 talisman kepada mereka.
Melihat manfaat ini membuat mereka sangat terkejut dan pandangan mereka terhadap Qin Chen meningkat. Namun Qin Chen juga memberikan ekspetasi yang tinggi terhadap mereka berdua agar terus bekerja keras.
"Temui Bing Yun dan tugas kalian sederhana... merekrut orang sebanyak mungkin dan tentunya harus setia. Jika aku kembali dan kalian belum menerobos ke Tahap Menengah aku akan memberikan kalian hukuman, sekarang pergilah !" Kata Qin Chen sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Mereka berdua memberi hormat dan pergi keluar dari tempat ini. Qin Chen tidak perlu khawatir dengan mereka, karena dia sudah meletakkan tanda jiwanya maka mustahil mereka mengkhianatinya. Lagi pula selama Qin Chen memperlakukan Pelayannya dengan baik maka secara otomatis mereka akan menghargainya.
Qin Chen bergegas keluar dari Gua dan pergi menuju pusat area, semakin dia pergi kedalam Qin Chen menemukan banyak Kultivator. Tidak sedikit dari mereka yang berada di Tahap Akhir Tingkat Langit dan mereka hanya menatapnya sekilas lalu mengabaikannya.
Wajar saja mengingat dia hanya berada di Tahap Awal dan kekuatannya sama sekali tidak diperhitungkan dimata mereka. Jika dirinya merasa tidak ada peluang untuk mendapatkan harta itu maka lebih baik untuk menonton saja, namun entah mengapa dia merasakan firasat yang tidak menyenangkan.
*Boom.*
Tanah mulai berguncang dan Gunung Berapi perlahan menyusut menjadi sebuah Tungku Emas yang menarik. Nyala Api yang ganas seolah memancarkan kehidupan didalamnya dan beberapa orang segera bergerak.
"Itu milikku !"
Namun Hantu Tua itu berhasil menghindarinya seolah tubuhnya berubah menjadi bentuk roh yang lincah. Hantu Tua itu dengan cepat mencapai Tungku namun tiba-tiba Api yang besar menyembur dan sebuah Cakar Api mencengkram tubuh Hantu Tua. Api yang ganas dalam hitungan detik merubahnya menjadi abu dan semua orang tanpa sadar segera mundur kebelakang.
Nyala Api itu keluar dari dalam tungku dan menyembur keatas langit. Qin Chen merasa kalau ini adalah kesempatan baginya dan menyelinap dengan cepat kedepan sambil menyembunyikan dirinya dibalik bayangan.
*Bang.*
__ADS_1
Pukulan yang kuat menyapu tubuh bagian belakang Qin Chen, dia terlempar kearah Tungku dan menabraknya dengan keras. Darah menyembur dari mulutnya dan punggungnya terasa sangat sakit.
Komandan Iblis Racun sangat terkejut dengan sosok orang yang memukul Qin Chen dan segera terbang melarikan diri. Orang itu merupakan salah satu dari Raja Iblis yaitu Raja Iblis Tiran Mu Shenfeng, kekuatannya berada di Tahap Akhir Tingkat Spirit atau bisa dikatakan dia berada di Puncaknya.
"Ingin lari... apakah kau sudah meminta ijin kepada Raja ini ?" Mu Shenfeng mendesak Qi miliknya dan melempar Bola Petir.
Komandan Iblis tidak memiliki tempat untuk lari dan ledakannya menciptakan daya hancur yang sangat besar hingga cukup membuat ratusan orang dimati ditempat. Semua orang segera lari menjauh daru Mu Shenfeng dan berada didekatnya sama saja dengan mencari kematian.
Qin Chen menyimpan Tungku itu kedalam Cincin Ruang, dia berniat memanfaatkan situasi yang kacau ini untuk melarikan diri dan terbang dengan cepat. Namun kilatan petir muncul tepat diatasnya dan Mu Shenfeng mengejar Qin Chen dengan tatapan yang dingin.
"Masih mencoba untuk membawanya." Mu Shengfeng mendesak Qi miliknya dan hanya dengan tatapan matanya saja Qin Chen merasakan gelombang kekuatan besar yang menyeretnya kebawah.
Qin Chen menghantam tanah dengan sangat keras dan kilatan petir menyambarnya tanpa ampun, namun Qin Chen masih mencoba untuk berdiri dan terlihat gigih menatap Mu Shengfeng.
"Menarik." Mu Shengfeng menghilang dari tempatnya dan muncul tepat dihadapan Qin Chen.
Pukulannya yang santai menghantam perut Qin Chen hingga membuatnya memuntahkan darah, Mu Shengfeng mencengkram kepalanya dan menghantamkannya ketanah dengan keras.
__ADS_1
"Raja ini paling suka membuat orang sepertimu jatuh kedalam keputusasaan, aku akan menikmati momen ini secara perlahan." Mu Shengfeng terlihat senang dengan sorot mata Qin Chen yang gigih.
Qin Chen mengangkat kepalanya dan meludahkan darah kewajah Mu Shengfeng, "Putus asa... aku sudah jatuh sangat lama hingga ingin mati, hanya sedikit rasa sakit menjelang kematian dan ingin membuatku putus asa. Jangan bermimpi sialan !"