TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan


__ADS_3

Setelah beberapa hari memulihkan dirinya Qin Chen segera pergi menuju Kota terdekat, dia melihat banyak orang dan perdagangan disepanjang jalan. Untungnya mata uang tidak berubah sama sekali dan Qin Chen bisa masuk kedalam dengan sedikit biaya.


"Permisi... sepertinya Tuan adalah orang baru !" Seorang Pria Tua menghampiri Qin Chen dan mengusap tangannya.


"Ya... apa yang kau mau ?" Tanya Qin Chen dengan rasa penasaran.


"Saya hanya seorang Pemandu... jika Tuan Muda bersedia membayar seribu Batu Roh maka saya bersedia memandu Tuan Muda mengelilingi Kota." Kata Orang tua itu yang telah melihat peluang bisnis.


Qin Chen memberikan lima ribu batu roh dan sebaliknya dia hanya meminta informasi mengenai tempat ini. Tentunya Orang tua itu sangat senang dan mengatakan semua yang dia ketahui sekaligus memberikan Peta spesifik tentang tempat ini.


Kota Naga ini sangat bagus dan banyak Kultivator luar yang berdatangan, perdagangan dapat dilihat disepanjang jalan dan apa yang paling menarik disini adalah Pelelangan Naga. Banyak harta yang bisa dibeli ataupun dilelang disini dan keamanannya sangat terjamin karena Tuan Kota Shang Guan adalah Kultivator Tahap Awal Tingkat Saint.


Setidaknya dengan reputasi besar pelelangan itu membuat Qin Chen sangat tertarik, dia mungkin akan tinggal beberapa hari dan segera mencari penginapan sesuai petunjuk dari Pemandu itu.


Qin Chen mengambil kamar terbaik dan berbaring dengan nyaman, dia memeriksa kondisi didalam Dunianya.


Qing Yue dan Yun Shuang terlihat sibuk dengan latihan, sedangkan Chu Lian masih belum memulai. Qin Chen mengeluarkan Chu Lian dan hal ini sedikit membuatnya terkejut.


"Aku baru saja ingin berlatih !" Kata Chu Lian sambil melihat sekitarnya.


"Kenapa buru-buru... mereka berdua sibuk dan hanya kau yang bisa menemaniku. Lihatnya ini adalah Daratan Iblis Suci, apakah kau tidak ingin jalan-jalan bersama dengan Suamimu ini ?" Qin Chen membawa Chu Lian melihat pemandangan diluar jendela.

__ADS_1


"Jadi sudah sampai... baiklah mari kita jalan-jalan." Chu Lian tidak menolak ajakan Qin Chen dan menerimanya.


Mereka selalu fokus dalam berlatih untuk menjadi kuat, terkadang sulit untuk memiliki waktu yang normal dan setidaknya dia bisa bersenang-senang bersama dengan Qin Chen.


Qin Chen menggandeng tangan Chu Lian dan membawanya berjalan-jalan keluar, tentunya menyenangkan Istrinya juga hal penting dan dia membelikan banyak pakaian serta perhiasan yang bagus. Senyum yang indah tidak pernah surut dan Chu Lian merasa sangat bahagia karena mendapat kesempatan ini.


Qin Chen membawanya pergi menuju Pavilun yang besar, disana Pelelangan akan diselenggarakan dan tentunya ini membuat Qin Chen ingin melihatnya. Tentunya Qin Chen juga berharap untuk mendapatkan hal baik.


Qin Chen mengambil papan nama dan tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua, banyaknya orang besar yang berpartisipasi membuat Paviliun ini sesuai dengan reputasinya.


Beberapa Buku Seni Beladiri Tingkat Tinggi mulai terjual dengan harga yang fantastis, Qin Chen sendiri tidak tertarik mengingat apa yang dimilikinya seratus kali lebih bagus dari Seni Beladiri biasa.


"Mohon perhatiannya." Pelayan itu membuka sebuah Tirai dan sebuah Tungku Obat berwarna hijau dipamerkan didepan banyak orang, "Bagi seorang Alkemis Tungku Tingkat Raja ini sangat berharga dan mengandung esensi kayu yang kaya. Kami akan memulainya dengan harga 50 juta Batu Roh... apakah ada yang mau menawar."


Semua orang tidak berani menawar dan lagi pula kebanyakan dari mereka adalah Kultivator, sekalipun ini adalah harta yang berharga tapi tidak ada kegunaan untuk mereka.


"70 Juta Batu Roh." Qin Chen mengangkat papan nama dan menawarnya.


Gang Yin merasa tidak senang dan menaikan harga, "75 Juta Batu Roh."


"100 Juta Batu Roh." Qin Chen menaikan harganya menjadi sangat tinggi.

__ADS_1


Gang Yin mengerutkan keningnya dan berkata, "Tuan ini... apakah bermaksud untuk bersaing dengan Asosiasi Alkemis ?"


"Raja ini memiliki uang dan juga seorang Alkemis, wajar jika Raja ini menginginkannya !" Qin Chen berkata dengan dingin tanpa menunjukan rasa takut.


Qin Chen bermaksud memberikan Tungku ini kepada Qing Yue dan membantunya belajar, dia sendiri tidak membutuhkannya dan dapat membuat Pil Roh dengan cara yang mudah selama memiliki resepnya. Qing Yue tidak suka dengan pertarungan dan dengan kemampuannya lebih baik Qin Chen mengembangkannya.


"Lalu lencana apa yang Tuan ini punya sampai menyebut dirinya sebagai Alkemis ?" Tanya Gang Yin yang terlihat tidak percaya.


"Aku hanya tinggal di gunung bersama Master dan juga Istriku. Alkemis tidak dinilai dari lencana yang mereka punya melainkan apakah mereka mampu membuat Pil Roh atau tidak." Qin Chen berkata dengan santai.


"Omong kosong... jika kau memiliki kemampuan maka tunjukan, jika kau menyebut dirimu seorang Alkemis maka seharusnya kau memiliki Pil Roh yang disimpan. Orang tua ini bersedia melelang Pil Roh Tingkat Virtual, apakah kau berani melakukannya ?" Teriak Gang Yin dengan penuh emosi.


Qin Chen menghela nafas dan berjalan kearah Gang Yin, dia mengeluarkan sebuah Kotak Obat dan memberikannya kepadanya, "Belum lama ini Tuan Muda ini membuat sebuah Pil Roh... kau seorang Alkemis dan bisa membedakan apakah aku berkata jujur atau tidak. Periksa Kotak itu dan katakan... apakah menurutmu Pil Roh ini layak dilelang ?"


Gang Yin memeriksanya dan dengan cepat dia menutupnya, aroma obat yang kuat sekilas tercium dan jelas bahwa ini adalah Pil Roh Tingkat Saint dengan kualitas tinggi. Bahkan Alkemis terbaik yang berada dibawah langsung Sang Kaisar hanya berada di Tingkat Raja dan Pria muda didepannya ini adalah Alkemis yang jauh lebih hebat.


"Orang tua ini buta dan tidak bisa melihat luasnya laut, tolong maafkan saya Master !" Gang Yin berlutut dan memberi hormat.


Qin Chen mengambil kembali Kotaknya dan berkata, "Baguslah... Tungku ini milikku mengerti !"


Gang Yin tidak memiliki komentar dan Qin Chen mendapatkan Tungku itu, dia menyimpannya dan mata semua orang tertuju kearahnya. Mereka bukan orang buta yang tidak tahu apa isi Kotak harta itu, beberapa Ahli memiliki niat yang jahat dan Qin Chen menatap mereka semua dengan niat membunuhnya yang mengerikan.

__ADS_1


Chu Lian menarik lengan baju Qin Chen dan berbisik, "Apakah ini baik-baik saja ?"


"Jangan lupakan satu hal... di Tingkatan yang sama tidak ada seorangpun yang dapat menjadi lawanku. Tidak peduli berapa jumlah mereka dan jika berniat merampok maka itu sama saja dengan mengantarkan nyawa mereka sendiri." Qin Chen tidak takut dengan masalah dan bersedia untuk bertarung.


__ADS_2