TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 60 - Momentum Duan Wuya


__ADS_3

Array Teleportasi menyala dan sekumpulan Gadis yang cantik dari Sekte Giok Murni keluar, mereka adalah keindahan yang mencuri banyak perhatian dan Qin Chen dengan cepat mengalihkan pandangannya dan bersiul.


Tatapan mata Yun Shuang dan Chu Lian dipenuhi dengan niat membunuh yang tertuju kearahnya, dia tidak bisa menggoda wanita lain jika ada mereka berdua disekitarnya.


"Salam Kakak Sheng Yan, Yao Jun dan Lin Dong !" Kata seorang Gadis cantik yang bernama Meng Yan.


Sheng Yan dengan cepat mengambil langkah pertama dan berkata, "Sudah lama tidak bertemu Adik Junior Meng Yan... aku memiliki banyak hadiah untukmu !"


"Paling hanya beberapa Pil Roh sampah, hadiah yang sudah Tuan Muda ini siapkan jauh lebih baik darimu." Kata Yao Jun yang terlihat tidak senang.


Lin Dong terlihat acuh dan dia tidak ingin ambil bagian, Meng Yan mungkin sangat cantik dan bakatnya sangat memukau. Tapi Wanita ini terlalu pintar memanfaatkan keunggulannya, lebih baik tidak ikut campur dan juga Lin Dong tidak kekurangan wanita sama sekali.


"Terimakasih banyak untuk Kakak Sheng dan Yao." Kata Meng Yan dengan senyum yang menggoda.


Aura yang kuat meledak dari Array Gerbang Teleportasi, lima orang melewatinya dan Aura yang mereka pancarkan sangat mengintimidasi. Kelima orang itu berasal dari Sekte Iblis dan salah satu dari mereka adalah Duan Wuya yang merupakan pemimpin sejati.


Semua orang menghindari tatapan langsung dengan mereka, bahkan ketiga Putra Suci tidak yakin apakah bisa menang dalam pertarungan satu lawan satu dengan Duan Wuya atau tidak.


"Tuan Muda... sepertinya ketiga Putra Suci sangat memperhatikan Anda." Kata seorang Pria disamping Duan Wuya.


"He... memangnya apa bagusnya mereka, hanya sekumpulan sampah yang selalu menghindari Tuan Muda ini." Kata Duan Wuya dengan senyum yang ganas.


Sheng Yan dan Yao Jun mendengar hinaan Duan Wuya dan tidak menerimanya, namun Lin Dong dengan cepat menghentikan mereka agar tidak memulai pertarungan sampai Gerbang Medan Perang Kuno dibuka.


Penilaian Lin Dong sangat tajam dan dia dapat menilai kalau Duan Wuya tidak sederhana, kekuatannya sangat mengerikan dan dalam kekuatan pribadi mereka bertiga bukan tandingan untuknya.


Duan Wuya merasakan hawa kehadiran seseorang dan tersenyum dengan niat bertarung yang jelas, dia berjalan kearah Qin Chen dengan Aura yang sangat menakutkan. Semua orang membuka jalan untuknya dan tidak ada yang berani untuk menghentikannya.


"Lama tidak bertemu Raja dari Kerajaan Langit Qin Chen !" Kata Duan Wuya yang berdiri 3 meter dari Qin Chen.


"Sepertinya kau punya banyak wajah." Qin Chen berdiri dan Aura mereka saling berbenturan menciptakan badai yang memaksa semua orang mundur.


"Sekte Dewa Iblisku memang bukan kekuatan besar seperti milik mereka, tapi berbicara soal kekuatan pribadi apakah mereka layak untuk sombong didepanku tanpa orang tua itu. Kau juga... Tuan Muda ini menganggapmu sebagai lawan, jangan jatuh ketingkat menyedihkan seperti mereka." Kata Duan Wuya dengan penuh semangat bertarung.


"Kau datang kemari menghampiriku... apakah kau bermaksud memulainya lebih awal ?" Tanya Qin Chen dengan ekspresi yang dingin.


"Tidak usah buru-buru... Tuan Muda ini hanya ingin memastikan satu hal. Kau memiliki janji pertarungan denganku, ketika aku masuk maka aku akan langsung menerobos ke Tingkat Raja. Apakah kau masih mampu untuk melawan Tuan Muda ini ?" Duan Wuya menginginkan pertarungan yang menyenangkan dan dia harus memastikan apakah lawannya mampu mengimbanginya atau tidak.


"Lakukan apapun yang kau mau... aku paling benci mengatakan omong kosong, percaya atau tidak kau tetap akan kalah nantinya. Posisi pertama adalah milikku." Qin Chen terlihat penuh percaya diri.


"Kalian berdua terlalu sombong untuk seukuran Bocah." Dua orang melesat kearah mereka dan Tombak yang penuh dengan niat membunuh.


Duan Wuya mendesak Qi miliknya dan menjentikkan darahnya, seekor ular darah besar perlahan mulai terbentuk dan Pria dengan Tombak ditangannya itu ditelan.


Ujung Tombak yang tajam mengarah langsung kepada Qin Chen, namun dengan santai Qin Chen menangkapnya. Qin Chen mendesak Qi miliknya dan meremasnya sampai hancur berkeping-keping. Qin Chen menangkap kepala Pria itu dan melemparnya sangat jauh kebelakang.

__ADS_1


Semua orang dibuat terkejut oleh gerakan mereka berdua, mereka masih sama-sama Ahli Tahap Akhir Tingkat Virtual namun perbedaan kekuatan terlalu jauh. Duan Wuya mungkin sudah sangat terkenal dengan kekuatan dan kekejamannya, tapi melihat wajah baru seperti Qin Chen juga sesuatu yang langka.


Artifak Tingkat Virtual dengan kualitas tinggi hancur hanya dengan genggamannya saja, jelas kekuatan fisiknya sudah diatas rata-rata dan layak disebut sebagai Monster.


"Hahaha... kau terlalu baik hati karena tidak langsung membunuhnya." Kata Duan Wuya sambil tertawa.


"Jangan samakan aku sepertimu... mereka hanya orang yang menerima perintah dan tidak layak untuk mati." Qin Chen tahu bahwa pergerakan mereka berdua pasti atas perintah ketiga Putra Suci untuk menebak kekuatannya.


Duan Wuya terlalu banyak menarik perhatian untuknya, awalnya Qin Chen ingin tetap diam dan berjalan ke puncak secara perlahan. Namun karena Duan Wuya sekarang semuanya sudah sangat mustahil.


Duan Wuya menunjuk kearah ketiga Putra Suci dan berkata, "Mereka bertiga itu sangat lemah dan bukan tandinganmu. Tapi aku ingatkan demi kebaikanmu... mereka berasal dari Sekte Utama dan memiliki Artifak Liontin yang menyimpan serangan Ahli dari Tahap Awal Tingkat Saint."


Duan Wuya melanjutkan, "Ketika mereka terdesak karena tidak mampu mengalahkan lawannya maka sifat alami mereka akan keluar dan mengeluarkan Artifak itu. Kau itu terlalu banyak pertimbangan dan tidak akan berani membunuh mereka karena Kerajaanmu, jadi pilihanmu adalah kalahkan mereka dengan satu kali gerakan atau menghindar saja."


Sheng Yan berdiri dan niat membunuhnya meledak, "Kau terlalu banyak bicara bajingan !"


"He... anjing rumahan akhirnya berani berbicara kepadaku, memangnya kenapa jika aku mengatakannya. Jika kau memang bangga dengan kekuatanmu dan sangat percaya diri beranikah kau bertarung sampai mati denganku tanpa menggunakan Liontin itu ?" Duan Wuya menatap Sheng Yan dengan penuh niat membunuh.


"Urgh..." Sheng Yan terlihat marah namun dia juga tidak berani bertaruh dalam pertarungan lebih awal.


Yao Jun dan Lin Dong tidak ingin ikut ambil bagian untuk dipermalukan, mereka tidak bisa melawan Duan Wuya ditempat ini dan lebih baik menunggu waktu yang tepat. Terlalu implusif hanya akan membuat wajah mereka semakin rusak didepan banyak orang.


Terlebih mereka tidak tahu dimana posisi Qin Chen akan memihak, dia terlihat memiliki persaingan dengan Duan Wuya dan sulit menebaknya. Kekuatannya juga tidaklah rendah dan sesuatu yang harus diperhitungkan.


Meng Yan menggigit bibirnya dan melihat kearah Qin Chen dan Duan Wuya, Putra Suci memang kuat tapi didepan kedua orang ini mereka sama sekali tidak berkutik. Tentunya ini membuatnya ingin jauh lebih mengenal tentang Qin Chen.


"Mengapa ?" Tanya Qin Chen yang berniat menggali informasi lebih.


"Capailah sepuluh peringkat teratas dan nanti aku akan memberitahumu." Duan Wuya berbalik dan pergi mencari tempat duduk.


Yao Jun menyipitkan matanya dan berkata, "Kerajaan Langit hanya kekuatan Tingkat ketiga... aku tidak menyangka akan melahirkan karakter kuat seperti ini. Jika kau bergabung kedalam Pasukanku maka aku akan memberikanmu keuntungan atau mungkin bergabung dengan Sekte Jiwa Ilahi dan menjadi Bawahanku. Bagaimana menurutmu ?"


"Aku tidak tertarik." Qin Chen duduk ditanah dan bersandar dipohon.


"Apakah kau tidak takut jika aku mengerahkan banyak orang pergi ke Kerajaan Langit dan menghancurkannya ?" Yao Jun terlihat tidak senang dengan penolakan Qin Chen.


Chu Lian dan Yun Shuang merasa hal ini tidak adil bagi Qin Chen, namun Qin Chen memberikan kode agar mereka tidak menarik perhatian lebih. Jadi mereka memutuskan untuk diam dan melihat perkembangan dari perseteruan ini.


"Lakukan saja... aku tidak memiliki hati lebih untuk Kerajaan Langit, lagi pula aku juga dipaksa untuk menjadi Raja. Jika kau mau aku bisa memberikan posisi itu kepadamu, jadi aku bisa fokus untuk berlatih tanpa harus mengatur pemerintahan yang memuakkan." Qin Chen tersenyum dengan ramah.


Yao Jun menunjuk Qin Chen dan berkata, "Siapapun diantara kalian yang bisa membunuhnya maka aku akan memberikan satu Pil Roh dan Artifak Tingkat Raja dengan kualitas tinggi."


Semua orang memandang Qin Chen dengan penuh niat membunuh yang kuat, siapa yang tidak tertarik dengan tawaran semacam itu dan Duan Wuya tersenyum dengan geli.


"Hahaha... Kau memang kejam... Tuan Muda ini juga menambahkan hal yang sama dengan Yao Jun. Hal itu juga termasuk untuk Duan Wuya yang merupakan Iblis keji." Sheng Yan tertawa dan membuat keadaan menjadi lebih menarik.

__ADS_1


"Menarik... ketika Dewa Kematian nanti berada dihadapan kalian maka aku harap kalian tidak menangis memohon ampun. Sekalipun kalian memiliki Liontin itu atau berasal dari Sekte utama aku sama sekali tidak peduli. Mereka yang ingin datang bertarung akan mati, aku pasti akan mengincar kalian berdua nanti. Jika kau tidak percaya maka tunggu saja, cuci leher kalian berdua sebelum aku memotongnya nanti." Qin Chen berkata dengan dingin.


Aura membunuh yang kuat menyembur dan gelombang Qi yang kuat ditembakkan langsung kepada Qin Chen. Mata Qin Chen bersinar dan sebuah lubang hitam menelan serangan Yao Jun dan Sheng Yan secara bersamaan, energi Qin Chen meluap dan tekanan jiwa yang kuat menyapu kesegala arah.


Qin Chen mengangkat tangannya dan Api Petir membentuk sebuah Bunga Lotus, panasnya membuat semua orang mundur dan berlarian dengan panik. Beberapa Jenius berusaha menghentikan Qin Chen dan menghadang jalannya.


"Sudah cukup sampai disini !" Lin Dong turun tangan dan menghadang Qin Chen.


"Aku tidak memusuhimu tapi jika kau tidak menyingkir dari jalan maka aku akan membunuhmu bersama dengan mereka !" Kata Qin Chen dengan penuh niat membunuh.


"Sebelumnya aku menahan diri dan jangan salah paham jika kau takut denganmu atau Duan Wuya, jika tempat ini hancur maka Medan Perang Kuno tidak akan dibuka. Berpikirlah dengan jernih... jika kau ingin bertarung selesaikan ketika berada disana, aku berjanji pada saat itu aku tidak akan menghentikanmu." Kata Lin Dong sambil memegang Pedang dipinggangnya.


Qin Chen menghela nafas dan mengangguk setuju dengan Lin Dong, dia tidak bisa melewatkan kesempatan ini dan lagi pula saat didalam nantinya mereka juga akan bertarung satu sama lain.


Aura yang kuat meledak dan pusaran ruang perlahan terbentuk, gerbang menuju Medan Perang Kuno sudah terbuka dan semua orang bersiap untuk masuk. Qin Chen mengirimkan Pesan Kesadaran Ilahi kepada Chu Lian agar mereka tetap waspada disana.


Qin Chen merasakan banyak orang kuat yang bersembunyi dibalik bayang-bayang, jadi kemungkinan kesulitan untuk mencapai posisi pertama bukanlah hal yang mudah.


"Duan Wuya... Qin Chen... kalian akan mati saat bertemu denganku." Sheng Yan masuk kedalam diikuti dengan Kelompoknya.


Yao Jun dan Lin Dong juga bergegas masuk kedalam, sisanya semua orang mulai berebutan dan segera masuk. Duan Wuya juga sangat bersemangat dan tidak sabar untuk bertarung dengan para Jenius lainya, Qin Chen juga tidak ingin kalah dan bergegas masuk sesudah Yun Shuang dan Chu Lian.


.....


Disisi lain sebuah Monumen berbentuk Piramid muncul di Pusat Benua Utama, disana terdapat berbagai nama dan daftar peringkat dari semua orang yang masuk kedalam Medan Perang Kuno.


Semua kekuatan kelas dua dan pertama berkumpul disana, tentunya ini akan menjadi perhatian yang menarik dimana semua Jenius yang mereka miliki saling bersaing satu sama lainnya.


Tentunya orang yang paling diunggulkan sekarang adalah ketiga Putra Suci, namun terdapat banyak Monster Tua yang menahan kekuatan mereka untuk mencoba mendapatkan peruntungan di Medan Perang Kuno.


Tempat yang memiliki banyak harta sekaligus bahaya yang mengerikan, mereka yang dapat menyelesaikannya akan menjadi orang hebat dan jika melangkah sampai seratus orang terkuat maka mereka akan menjadi Ahli dengan masa depan yang cerah.


Ye Mo dan Dong Shen mendapatkan kabar perseteruan Qin Chen dengan Putra Suci, mereka dengan cepat memberitahu orang-orang dari Kerajaan Langit untuk mempersiapkan diri terutama untuk mereka yang berasal dari Benua Terpencil.


Qin Chen terlalu liar dan tidak mengenal rasa takut sedikitpun, jika dia memang bertarung dan membuhuh Putra Suci maka itu akan menjadi kegemparan yang besar. Duan Wuya juga sangat pintar dan menyeret Qin Chen bersama dengannya.


Kultivator Iblis memang sangat menakutkan dan memanipulasi emosi lawan juga hal yang sering mereka lakukan. Dengan tempranmen sombong yang dimiliki Putra Suci dan menambahkan sedikit api kepada Qin Chen maka Duan Wuya menciptakan situasi dimana bukan dirinya seorang yang diincar.


"Anak ini sangat tajam dan perhitungannya sangat tepat." Kata Dong Shen dengan penuh senyuman.


Fang Que mengangguk dan berkata, "Kita tidak mungkin menyinggung kekuatan utama secara langsung. Apa yang Tetua Agung rencanakan ?"


"Jika memang terjadi sesuatu diluar dugaan maka pilihan satu-satunya adalah mengevakuasi mereka secara diam-diam. Kita bisa membawa kedua Istrinya untuk menjadi Murid Sekte Api Pemurnian atau menyembunyikannya di Serikat Perdagangan, sisanya ada Array Teleportasi dan mengirim mereka kembali adalah pilihan yang tepat." Dong Shen memberitahukan rencanannya.


"Jika aku tahu Anak itu akan seliar ini maka aku tidak akan mau bersumpah waktu itu." Fang Que sedikit marah dan menyesali tindakannya.

__ADS_1


"Justru sebaliknya... aku sangat menantikan badai apa yang akan dia buat." Dong Shen tersenyum penuh arti.


__ADS_2