TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 42 - Memberi Pelajaran


__ADS_3

Qin Chen dan Ru Mei mengobrol untuk waktu yang lama, dia mendengar keributan diluar dan pintu masuk didobrak oleh seorang Pemuda dari Keluarga ternama di Kerajaan yaitu Cang Lang.


"Nyonya apa-apaan yang terjadi diluar dan mengapa kau meminta Ru Que untuk melayani Bocah liar ini. Tuan Muda ini tidak bisa menerimanya !" Kata Cang Lang dengan nada yang arogan.


"Apakah kau tidak bisa mengetuk pintu dengan benar ?" Teriak Ru Mei dengan marah.


"Tenang saja... aku akan menggantinya." Cang Lang berdiri didepan Qin Chen dan berkata, "Enyah dari sini atau Tuan Muda ini akan bersikap kasar."


Ru Que berdiri untuk menengahi mereka namun Qi Chen manarik tangannya dan memintanya untuk tetap duduk. Qin Chen sendiri tidak menaruh minat apapun namun hatinya cukup tersinggung dengan arogansi yang ditunjukan Cang Lang.


Qin Chen menatapnya dengan dingin dan Qi yang memadat seperti jarum mengenai kedua lutut Cang Lang hingga membuatnya berlutut sambil mengerang kesakitan. Ru Mei menggelengkan kepalanya dan sekarang masalah akan menjadi lebih panjang.


"Kau sialan... tidak pernah ada yang berani melakukan ini kepadaku, Keluargaku tidak akan melepaskanmu begitu saja." Kata Cang Lang sambil menatap Qin Chen dengan marah.


"Suruh mereka kesini dan aku akan menampar wajah mereka satu persatu." Qin Chen berdiri dan menendang wajah Cang Lang hingga membuatnya terpental menembus dinding.


Mulut Cang Lang mengeluarkan darah dan rahangnya hancur, bahkan giginya terlepas dan Qin Chen sama sekali tidak peduli. Selama itu bukan Kultivator Tingkat Raja maka dia siap untuk bertarung.


Bawahan Cang Lang membawanya pergi dari sana dan akan melaporkan masalah ini kepada Kepala Keluarga, tentunya mereka pasti akan membuat perhitungan dengan Qin Chen demi nama baik Keluarga.


Ru Que menarik lengan baju Qin Chen dan berkata, "Maaf Tuan... masalah ini tercipta karena Ru Que !"


"Bukan masalah." Qin Chen meminum anggurnya dan tidak keberatan sama sekali.

__ADS_1


Ru Mei dapat menebak bahwa hal ini pasti tidak baik untuk Qin Chen, tapi Qin Chen lebih tidak peduli dan menganggapnya seperti angin.


Setelah beberapa waktu akhirnya kelompok yang ditunggu-tunggu datang, Qin Chen tidak menyangka kalau mereka akan membawa seorang Ahli Tahap Menengah disisinya dan Qin Chen merasa kalau ini akan menarik.


"Bajingan sialan... berani kau melukai Anakku, keluar dan matilah !" Teriak Patriak Cang Ren dengan keras.


"Biarkan saya yang mengurusnya Tuan !" Ru Mei menawarkan diri untuk membantu Qin Chen.


"Tidak perlu... aku bisa mengurusnya sendiri." Qin Chen berdiri dan berjalan keluar tanpa rasa takut.


"Jadi kau yang sudah melukai Anakku." Cang Ren menatap Qin Chen dengan penuh kemarahan, "Tuan Gao Jian... aku serahkan dia kepadamu dan Tungku itu milikmu !"


"Masalah kecil." Gao Jian mendesak kekuatan jiwanya dan Auranya meledak.


"Masalah kecil kau bilang... kita lihat berapa lama kau bisa bertahan dariku." Qin Chen menghilang dan terbang keatas langit.


Gao Jian terlempar keatas dan mendesak Qi miliknya, Domain lawannya sangatlah aneh dan dia tidak berani untuk tidak serius. Gao Jian mengepalkan tinjunya dan Tinju Petir yang dahsyat menyapu kearah Qin Chen.


"Kau berani menunjukan trik rendahan dihadapanku !" Qin Chen melahap Tinju Petir itu dengan kekuatan Domainnya dan mengejutkan Guo Jian.


Qin Chen bergerak sangat cepat dan Guo Jian mengeluarkan Pedang besar, tinju Qin Chen dihadang oleh badan Pedang. Tangan Guo Jian gemetar dan dia merasakan langsung kuatnya kekuatan fisik Qin Chen.


Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan berniat mengakhiri semuanya dengan cepat. Api Petir menyelimuti Pedangnya dan kilatan Pedang Qin Chen menebas beberapa kali kearah Guo Jian hingga memotong tubuhnya kecil-kecil.

__ADS_1


Api yang besar menyembur dari telapak tangannya dan membakar jiwanya hingga menjadi abu. Qin Chen mengambil Cincin Ruang dan Pedang Guo Jian, dia mendapatkan jarahan yang bagus dan turun kebawah.


Qin Chen menatap Cang Ren dan berkata, "Bawa harta yang dia inginkan kepadaku... untuk kali ini saja aku akan melepaskanmu, jika dimasa depan kau tidak mengajari anakmu sopan santun maka aku pastikan untuk mengubur seluruh Keluargamu."


Cang Ren menundukkan kepalanya dan tidak berani menentang langsung perintah Qin Chen, dia tidak memiliki pilihan lain sekarang dan lebih baik menyerahkan harta Keluarga demi hidupnya.


Qin Chen masuk kedalam dan merasa bangga, dia akhirnya bisa bersikap seperti layaknya Karakter utama yang mendominasi. Ru Mei harus merubah pandangannya terhadap Qin Chen dan tidak meremehkannya, dia sangat kuat dan mungkin menjalin hubungan baik dengannya adalah sesuatu yang harus.


Untuk sekarang Qin Chen hanya ingin beristirahat dan memurnikan Pil Roh, akan sangat disayangkan jika mengabaikan kemampuannya dan mungkin dia bisa menjualnya nanti. Xia Ning meninggalkan Buku tentang Alkemis, tidak sedikit resep dan bahan obat yang tertulis dicatatan itu.


Ru Que terkadang datang ke kamarnya dan berusaha untuk menggodanya, sejak terakhir kali pertarungannya pesona Qin Chen dimatanya meningkat. Penampilannya cukup baik sekaligus bakat muda yang sangat menjanjikan, tentunya setiap Gadis akan tertarik dengan sendirinya kearahnya namun Qin Chen menolaknya.


Setelah tidur dengan banyaknya wanita pilihan Qin Chen sedikit lebih tinggi, dia memiliki seleranya sendiri dan sekalipun Ru Que masih bisa dikatakan sangat cantik namun bukan tipe Qin Chen sama sekali.


Keesokan paginya Cang Ren datang seorang diri dan memberikan apa yang Qin Chen inginkan, Jiwa Phoenix milik Qin Chen sedikit lepas kendali dan entah mengapa dia mendapatkan sedikit reaksi. Qin Chen memeriksa kedalam Cincin Ruang dan disana terdapat Tungku yang sama persis dengan apa yang dia dapatkan seperti Jiwa Phoenix.


Bayangan mata seekor Naga membuat guncangan yang besar pada dirinya, sosok yang perkasa dan dikenal dengan yang terkuat diantara Binatang Suci sekarang berakhir menjadi jiwa di Tungku ini.


"Katakan kepadaku... dari mana kau mendapatkan hal semacam ini ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Saya mendapatkannya dari pelelangan dengan harga yang murah. Tidak ada yang tahu manfaat dari Tungku ini namun berlatih didekatnya dapat meningkatkan kekuatan jiwa Kultivator." Jawab Cang Ren dengan jujur.


Qin Chen melemparkan Cincin Ruang dan memberikannya kepada Cang Ren, "Ada Pil Roh yang akan membantumu menerobos Tingkat Virtual dan Artifak milik orang yang sudah aku bunuh. Masalah kita aku tidak akan memperpanjangnya, tapi ingat baik-baik peringatan yang aku berikan sebelumnya jika tidak maka itu akan menjadi akhir bagi hidupmu."

__ADS_1


__ADS_2