
Roh itu melambaikan tangannya dan lima token emas terbang kearah mereka berlima, "Itu adalah hadiah yang diperuntukan lima besar... kalian dapat menyalin harta apapun dengan cukup menempelkannya saja ke Token Emas."
Mereka berlima tersenyum penuh semangat dan setidaknya ini adalah sesuatu yang berharga, jika mereka bisa menyalin tamanan obat Tingkat Saint dengan kualitas tinggi maka kecepatan mereka akan jauh lebih bagus.
"Qin Chen, Duan Wuya dan Lin Dong... mereka adalah kandidat yang dapat memasuki ujian pewaris. Menilai dari poin yang didapatkan Qin Chen adalah posisi pertama, dia bebas memilih apakah langsung menuju final atau memilih lawan." Kata Roh itu sambil melihat mereka bertiga.
"Aku memilih menuju final." Qin Chen memutuskan untuk langsung menuju final dan membiarkan Lin Dong dan Duan Wuya bertarung memperebutkan posisinya.
"Menarik... akhirnya aku memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Putra Suci Sekte Samudra." Duan Wuya langsung pergi dan tidak sabar untuk bertarung.
"Siapapun lawanku aku akan membuatnya berlutut." Lin Dong juga masuk dan keduanya saling berhadapan.
Lin Dong tidak ingin bermain dan menarik Pedang dipinggangnya, dia mengangkatnya keatas langit dan Niat Pedang yang kuat menyapu seperti badai. Ratusan Qi Pedang terbentuk dibelakang Lin Dong dan Duan Wuya sedikit waspada dalam hal kekuatan Niat Pedang.
Kekuatan diri sendiri memang sangat penting tapi bagi mereka yang mengkultivasikan Artifak dan memahami Niatnya sendiri maka kekuatan mereka tidak sepantasnya untuk diremehkan. Pedang ditangan Lin Dong adalah Artifak Tingkat Saint, walaupun dia tidak bisa menggunakan kemampuan penuhnya namun dengan Niat Pedang seganas ini serangannya mungkin bisa memberikan luka yang fatal terhadap Kultivator Tahap Awal Tingkat Saint.
"Aku tarik perkataanku sebelumnya.... diantara ketiga Putra Suci aku mengakui kekuatanmu yang hebat." Duan Wuya mendesak Saint Qi miliknya dan mengeluarkan sebuah Pagoda Hitam yang memancarkan Aura yang jahat. Tangisan hantu menggema diseluruh tempat dan Duan Wuya berinisiatif mengakhirinya dengan satu serangan.
"Aku akan mengerahkan segalanya dalam satu serangan ini... Gelombang Pedang." Lin Dong mengayunkan Pedangnya dan ratusan Pedang itu berkumpul dengan Aura tajam seperti ombak.
"Seni Beladiri Wajah Hantu." Duan Wuya mengumpulkan semua Roh Jahat dan wajah Hantu terbentuk.
Teriakannya menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat, semua orang menutup telingannya dan merasakan Laut Kesadaran Ilahi mereka berguncang. Bahkan mereka yang berdiri diluar penghalang saja terkena dampak dari pertarungan ini.
__ADS_1
*Boom.*
Serangan mereka saling berbenturan dan menciptakan ledakan penghancur yang mengerikan. Tanah disekitar mereka hancur dan asap debu menutup pandangan semua orang.
Perlahan asap mulai memudar dan Duan Wuya kehilangan lengan kanannya dengan banyak luka ditubuhnya. Lin Dong terkapar tidak sadarkan diri dan jiwanya terluka sangat parah, semua orang terdiam dengan pertarungan singkat yang luar biasa hebat ini.
Keduanya dikirim kembali dan bagian tubuh yang hilang serta luka semuanya dipulihkan dalam keadaan yang semula. Lin Dong perlahan bangun dan menundukkan kepalanya, dia sedikit kecewa karena kalah dari Duan Wuya dan setidaknya dia sudah melakukan yang terbaik.
"Pertarungan final akan dilakukan sepuluh menit lagi. Kalian berdua bisa bersiap !" Kata Roh itu sambil melihat kearah Qin Chen dan Duan Wuya.
"Akhirnya tiba juga saat aku harus melawanmu sampai akhir." Duan Wuya tidak sabar dan merapikan bajunya.
Qin Chen tersenyum dan cukup menantikannya, "Tenang saja... aku tidak memiliki minat untuk membunuhmu !"
"Kau akan melihatnya nanti." Qin Chen akan mengeluarkan semua kemampuannya untuk menang. Qin Chen berjalan kearah Lin Dong dan sedikit mengundang perhatiannya.
"Apa yang kau mau... apakah kau bermaksud mengejekku karena kalah darinya !" Kata Lin Dong dengan dingin.
"Chu Lian... kau tahu dia bukan ?" Tanya Qin Chen dengan santai.
"Ya." Lin Dong mengangguk dan membenarkan.
"Aku berhutang budi kepadamu dan sebagai Pria sekaligus Suaminya aku akan membayarnya didisini." Qin Chen memberikan Pil Roh kepada Lin Dong, "Itu adalah Pil Roh Tingkat Saint dengan kualitas tinggi... jika kau memurnikannya maka akan merubah Saint Qi menjadi setengahnya. Aku sarankan gunakan Token itu dan maka dimasa depan kau tidak perlu kesulitan untuk menerobos Tingkat Saint."
__ADS_1
Yao Jun, Meng Yan dan Duan Wuya sangat terkejut dengan pemberian Qin Chen, itu adalah harta yang nyata dan keserakahan terlihat jelas dimata mereka.
"Kau memberikan sesuatu yang sangat berharga... bahkan di Benua Utama tidak akan ada Alkemis yang mampu membuatnya." Kata Lin Dong dengan penuh keterkejutan.
"Itu buatanku sendiri dan kebaikan yang kau berikan kepada Istriku itu layak mendapatkan lebih banyak rasa hormat dariku." Qin Chen berkata dengan jujur.
Lin Dong menyimpannya dan berdiri, "Wanita yang baik hanya ditakdirkan untuk Pria yang bagus, sebaiknya kau tetap menjaganya dan jika hal buruk terjadi aku tidak akan memaafkanmu."
"Hei... Hei... kau menyukai wanita yang sudah memiliki Suami, jika aku tidak menghitung kebaikanmu maka aku bisa saja membunuhmu." Kata Qin Chen dengan niat membunuh yang kuat.
"Kau hanya perlu melakukan kewajibanmu karena setelah kau membunuh Sheng Yan maka hidupmu akan dalam bahaya." Kata Lin Dong dengan dingin.
"Aku tahu dan sudah memikirkan semuanya... lagi pula aku Suaminya dan tidak mungkin membiarkannya dalam bahaya. Aku lebih memilih menidurinya setiap hari." Kata Qin Chen sambil membayangkan Chu Lian.
Lin Dong hanya bisa tersenyum masam melihat tingkah Qin Chen, kekuatannya memang luar biasa namun tingkahnya sangat buruk. Lin Dong tidak tahu lagi bagaimana cara dia memikat hati Chu Lian sampai membuatnya tergila-gila dengannya.
"Sebenarnya cara macam apa yang sudah kau gunakan untuk memikat Gadis sepertinya ?" Lin Dong terlihat kesal.
"Hm... karena aku besar dan tahan lama, kau tidak mungkin sebaik diriku." Qin Chen segera pergi dan Yao Jun mengutuk Qin Chen yang tidak tahu malu.
Lin Dong berbalik dan bertanya kepada mereka berdua, "Apa sebenarnya yang dia maksud ?"
Meng Yan tersipu malu dan menjawab, "Kakak Lin Dong bisa bertanya kepada Istri-Istrimu ketika sudah kembali."
__ADS_1