
Yun Shuang terlihat bingung dan berkata, "Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantu Senior Tian Mo keluar. Terkurung disini dalam waktu yang sangat lama pasti membuatnya sangat tersiksa ?"
"Entahlah." Qin Chen berpikir sebentar dan mencoba mencari solusi.
Tian Mo tersenyum dan berkata, "Terimakasih atas kebaikanmu Gadis kecil... orang tua ini sangat menghargainya. Disini sangat banyak Sumber daya, diarah selatan terdapat danau hitam yang mengandung unsur pemahaman Dao. Jika kalian bisa berlatih disana maka peningkatan kalian tidak akan sedikit, disini tidak akan ada Beast dan berlatihlah dengan nyaman."
"Kau pergilah terlebih dahulu kesana dan aku ingin melakukan beberapa hal disini." Kata Qin Chen dengan santai.
Yun Shuang setuju dan segera pergi untuk berlatih menjadi lebih kuat, Qin Chen menghela nafas panjang dan melangkah maju kedekat Anak tangga pertama. Dia tidak merasakan Aura apapun namun bukti sudah ada didepan mata dia tidak boleh ceroboh.
"Jangan bodoh... meskipun aku sudah menjadi Budakmu tapi aku tidak ingin kau mati, sekali kau melangkah masuk maka kau tidak akan bisa keluar selain menyelesaikan ini sampai ke Anak tangga ketujuh." Kata Tian Mo dengan tegas.
Qin Chen berdoa dan berkata, "Semoga ini masih dalam jangkauan dari pemahamanku tentang komik !"
"Komik... Dao apa itu ?" Tian Mo terlihat bingung dengan apa yang Qin Chen maksudkan.
Qin Chen mengambil langkah dan masuk ke anak tangga pertama, tekanan yang luar biasa kuat membuatnya berlutut dan Api yang ganas menyembur dari bawah. Qin Chen dibakar oleh Api secara hidup-hidup dan Tian Mo hanya melihatnya tanpa rasa ragu.
Aura Qin Chen meledak dengan gila dan akar hitam menyerap api itu tanpa ampun, kekuatannya dalam melahap energi menjadi lebih tajam dan api tidak akan bisa membunuhnya. Vitalitasnya tidak akan berkurang karena dia memiliki Tubuh Abadi Phoenix, dia hanya perlu menahan tekanannya saja dan kesulitannya sedikit berkurang.
"Ini masih belum cukup membuatku menyerah sialan !" Qin Chen melompat ke tangga kedua dengan semua kemampuannya.
__ADS_1
Badai salju yang dingin membuat tubuhnya membeku dalam sekejap, energi dingin yang menusuk sangat menyakitkan dan Api Petir menyelimuti tubuh Qin Chen menahan energi dingin itu.
Tian Mo bahkan sangat terkejut melihat dalam waktu yang singkat Qin Chen bisa naik dua tangga sekaligus. Apa yang menyulitkan dari ujian ini bukanlah tekanan Elemennya melainkan Vitalitas yang hilang secara bertahap, namun dihadapan Qin Chen semua itu tidak ada artinya sama sekali.
"Sangat hebat... apakah kau memiliki pelatihan tubuh fisik yang khusus ?" Tanya Tian Mo dengan penasaran.
"Aku memiliki dua Jiwa Binatang Suci yang terintegritas denganku, orang lain tidak mungkin bisa melakukannya dan hanya aku seorang yang memiliki kemampuan itu." Kata Qin Chen dengan tegas.
"Jiwa Akar Hitam itu memiliki kemampuan yang hebat, entah kau beruntung atau tidak tapi siapa yang peduli. Jika kau bisa membebaskanku dari sini maka aku akan memberikan kesetianku yang sebenarnya." Kata Tian Mo dengan penuh semangat.
"Duduk saja disitu dan tunggu kabar baiknya." Qin Chen menstabilkan dirinya dan melompat ke tangga ketiga.
Tekanan yang dia rasakan membuatnya tersungkur kelantai, darah mengalir dari sudut mulutnya dan Qin Chen merasa kalau tubuhnya sedang ditimpa oleh sebuah batu besar yang menekannya sampai habis. Kedua tangannya berubah menjadi cakar Naga dan Auranya meledak dengan gila.
Qin Chen menetapkan tekadnya dan melangkah ketangga keempat, angin yang tajam menyayat tubuhnya dan Qin Chen menahannya dengan sangat baik. Akar hitam terus menyerapnya dan Qin Chen mendapatkan pemahaman lebih dari setiap elemen.
Tian Mo tersenyum dan harus mengakui bahwa Qin Chen adalah Monster, ketika dia mencapai tangga keempat Tian Mo menahan angin yang tajam dengan jeritan yang memilukan. Namun Qin Chen dapat menahannya seolah semua rasa sakit itu tidak ada apa-apanya untuknya.
Qin Chen menelan beberapa Pil Roh dan beristirahat sebentar, dari kejauhan Yun Shuang memperhatikan Qin Chen dan tahu kalau Suaminya akan mengambil resiko seperti ini. Sudah menjadi tugasnya untuk mendukung Qin Chen dan dia harus siap membantunya kapanpun.
Setelah seharian penuh menyerap manfaat Pil Roh dan memulihkan tenaganya Qin Chen melompat menuju tangga kelima kesamping Tian Mo. Petir yang ganas menyambarnya dengan kekuatan penghancur yang sangat kuat.
__ADS_1
Tangan Qin Chen berubah menjadi Cakar Naga dan tubuhnya diselimuti armor, Jiwa Naga miliknya melindunginya secara langsung dan melakukan transformasi.
Qin Chen memuntahkan darah dari mulutnya dan berlutut, "Orang gila macam apa yang meninggalkan warisan dengan cara seperti ini !"
"Kekuatan hanya bisa didapatkan mereka yang memiliki kemampuan, jika setiap orang bisa mendapatkannya dengan mudah maka tidak ada yang istimewa dari tempat ini. Tuan Muda adalah orang yang hebat, selesaikan dan bebaskan aku dari penderitaan ini." Kata Tian Mo dengan penuh semangat.
"Tenang saja... aku juga tidak memiliki rencana untuk meperbudakmu selamanya, hanya saja sangat disayangkan jika aku tidak bisa memanfaatkan kondisi dengan kekuatanmu demi keselamatanku dimasa depan." Kata Qin Chen dengan jujur.
"Dunia ini hanya mengenal tentang kekuatan dan mengikutimu bukan sesuatu yang buruk." Tian Mo merasa kalau mengikuti Qin Chen mungkin akan memberikan manfaat lebih untuknya.
Generasi muda akan selalu menggantikan mereka yang sudah tua, keberuntungan Qin Chen sama sekali tidak kecil dan mungkin dengan bakatnya dia akan menciptakan gelombang besar dimasa depan.
"Bisakah aku bertanya satu hal... apakah menurutmu kau bisa melintasi Alam Semesta ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.
"Mustahil... tapi itu masih bukan hal yang tidak bisa dilakukan, hanya saja orang tua ini tidak memiliki solusinya." Kata Tian Mo dengan tegas.
"Ambilah... itu bisa membantumu." Qin Chen memberikan lima buah emas kepada Tian Mo.
Merasakan efek Buah Emas membuatnya sangat terkejut, jika dia memiliki seribu Buah Emas ini maka menyelesaikan tangga ini bukan masalah yang serius. Namun sekarang ada kesempatan untuk hidup dan Tian Mo tidak ingin mengambil resiko.
Warisan itu sudah tidak berarti apa-apa baginya mengingat hidupnya jauh lebih penting dari apapun. Dapat memiliki kesemapatan untuk melihat dunia luar sekali lagi adalah berkah untuknya, lagi pula warisan ini sudah didepan mata Qin Chen yang ditakdirkan mendapatkannya.
__ADS_1
Qin Chen mengepalkan tinjunya dan bersiap untuk mendaki tangga keenam, dia tidak tahu hal apa yang menantinya tapi jika dia bisa melewati dua Anak tangga lagi maka warisan itu akan menjadi miliknya.