TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain


__ADS_3

Disisi lain dipinggiran lautan Chu Lian sedang menghadapi tiga orang dari Ras Raja Laut, dia tidak tahu apa masalahnya dan sekarang dia diserang secara mendadak. Tubuh mereka dipenuhi sisik seperti ikan dan Kultivasi mereka berada di Tahap Menengah Tingkat Virtual.


Chu Lian juga baru melakukan terobosan dan melawan ketiganya masihlah hal yang sulit, benturan antara Tombak menciptakan gelombang kejut yang mengguncang lautan hingga menciptakan ombak.


"****** ini sungguh sangat merepotkan !" Sosok Ras Raja Laut muncul dibelakang Chu Lian dan membawa bongkahan karang yang besar.


Ras Raja Laut itu melemparnya dan Chu Lian memutar Tombaknya, Petir yang ganas mengamuk disekitarnya dan Tombak Chu Lian menusuk tubuh Ras Raja Laut. Organ dalamnya meledak karena Petir yang kuat dan Chu Lian bergegas mundur.


Aura Chu Lian meledak dan dia menusukkan Tombaknya, "Teknik Soaring Heaven."


Pusaran Badai Petir yang kuat bergerak langsung kearah mereka, kedua Ras Raja Laut itu ditelan kedalam Pusaran Badai Petir dan tubuh mereka hancur menjadi debu. Chu Lian terlihat kelelahan dan dia hampir menggunakan semua Sumber Qi miliknya untuk membunuh ketiganya.


Air laut menunjukan gelombang yang besar disertai Aura membunuh yang kuat, puluhan Ras Raja Laut keluar dari dalam air dan mereka semua jauh lebih kuat dari yang sebelumnya Chu Lian lawan.


"Kenapa ini tidak ada habisnya... aku harus lari !" Chu Lian merasa bahwa dirinya tidak akan mampu melawan mereka semua.


"Jangan berpikir kau bisa lari dari tempat ini setelah membunuh banyak dari kami." Sebuah Tombak yang terbentuk dari Air melesat kearah Chu Lian.


Ekspresi Chu Lian menjadi pucat dan kecepatan Tombak ini bukanlah sesuatu yang bisa dia hindari begitu saja. Bahkan sekalipun dia menahannya maka dapat dipastikan jika dirinya akan menderita luka yang berat.

__ADS_1


*Bang.*


Kilatan cahaya menghadang laju Tombak Air dan membuatnya hancur, sosok Pria dengan Pedang dipinggangnya perlahan turun dan Pria itu adalah Lin Dong. Putra Suci dari Sekte Samudra dan baru menerobos ke Tingkat Raja, dia menatap dengan dingin kearah Ras Raja Laut dan mengangkat Pedangnya.


"Sekumpulan Ikan ini membuly gadis yang tidak berdaya, jangan pikir kalian bisa lepas begitu saja." Tebasan Pedang Lin Dong menciptakan Qi Pedang yang ganas dan melesat langsung kearah Ras Raja Laut.


Serangannya membelah laut dalam jarak yang sangat jauh, dia belum terbiasa dengan kekuatannya dan gumpalan cahaya masuk kedalam punggung tangannya. Tidak ada satupun yang dapat selamat dari serangan Pedangnya dan Lin Dong menghampiri Chu Lian sambil mengulurkan tangannya.


"Apakah Nona ini baik-baik saja ?" Tanya Lin Dong dengan senyum yang ramah.


Chu Lian berdiri dan mengepalkan tinjunya, "Chu Lian ini sangat berterimakasih dengan kebaikan Tuan Muda."


"Nona Chu sepertinya sudah mengenal diriku bukan, aku cukup penasaran mengapa Gadis sehebat Nona Chu tidak dikenal dan terlihat asing. Nona tidak berasal dari Sekte Iblis bukan ?" Tanya Lin Dong dengan penasaran.


"Tidak sama sekali... Saya berasal dari Sekte Soaring Heaven yang berada di Benua Seberang, Tuan Muda Lin tidak akan menaruh mata di Sekte kecil seperti milik kami. Berkat Raja dari Kerajaan Langit Qin Chen orang-orang Benua seberang dapat datang kemari dan menempa diri mereka." Chu Lian tidak berniat mengungkap identitasnya sebagai Istri Qin Chen.


Lin Dong dan Putra Suci lainya sebelumnya memiliki konflik, dia yang sekarang tidak akan mampu melawan Lin Dong dan Chu Lian tidak bisa merepotkan Qin Chen.


"Sepertinya Nona Chu sangat mengenal baik tentangnya !" Kata Lin Dong dengan santai.

__ADS_1


"Dulu Sekte Dewa Iblis pernah menyerang dan memaksa ketiga Sekte untuk bersatu, Qin Chen adalah orang yang membunuhnya dan Sekte Dewa Iblis mengincarnya. Sekarang selain dia adalah orang terkuat di Benua seberang dia juga adalah dermawan besar, contohnya aku yang juga jatuh hati kepadanya." Kata Chu Lian dengan jujur.


Lin Dong sedikit tidak senang dan patah hati diwaktu yang bersamaan, dia dipaksa mengakui bahwa Qin Chen mungkin benar-benar hebat. Untuk seseorang yang lahir di Benua yang tipis dengan Aura dia bisa mencapai ketinggian Putra Suci dengan mengandalkan dirinya sendiri.


"Jujur saja Tuan Lin Dong dan Qin Chen memiliki karakteristik yang sama yaitu sama-sama Ahli dalam Niat Pedang. Aku sendiri tidak bisa membandingkannya namun jika Tuan Lin Dong bersaing dalam Niat Pedang aku rasa akan ada kemajuan besar." Kata Chu Lian dengan santai.


"Aku pikir dia hanya Kultivator yang fokus dengan kekuatan fisiknya tapi setelah mendengar hal ini niatku bertarung dengannya menjadi lebih menyenangkan. Aku pasti tidak akan kalah darinya dalam perbandingan Niat Pedang." Kata Lin Dong sambil memegang Pedangnya.


"Kalau begitu kita berpisah disini dan terimakasih karena sudah menolongku. Suatu hari aku akan membalas kebaikan Tuan Lin Dong dengan pantas." Kata Chu Lian sambil menundukkan kepalanya.


"Ambil ini sebagai hadiah." Lin Dong melambaikan tangannya dan memberikan gumpalan poin kepada Chu Lian, "Walaupun tidak mungkin bagimu untuk masuk ke Tahap ketiga namun jika kau bisa masuk ke Tahap kedua maka itu akan memberikan keuntungan besar."


"Sekali lagi terimakasih." Chu Lian memberi hormat dan pergi.


Untungnya Lin Dong tidak berbuat sesuatu yang berbahaya, dengan kekuatannya mustahil baginya untuk melawan dan nantinya Qin Chen akan mendapatkan masalah lebih untuknya.


Lin Dong menghela nafas dan berkata, "Sayang sekali Bunga yang bagus sudah dipetik oleh orang lain. Aku penasaran apakah Qin Chen ini sebaik apa yang dia katakan atau tidak, ketika saatnya tiba maka aku akan mencoba bertarung dengannya."


Lin Dong memiliki pemahaman Niat Pedang yang kuat dan sangat unggul di Generasinya, namun jika Qin Chen bisa memberikannya perlawanan maka itu semua akan sebanding. Tidak salah jika Duan Wuya sangat ingin bertarung dengan Qin Chen, faktanya dia memang lawan yang sangat tangguh dan layak untuk dikalahkan.

__ADS_1


Segera Lin Dong pergi dan mencari tempat yang tenang untuk berkultivasi, dia harus terus memperkuat dirinya sendiri dan persyaratan untuk menuju Tahap kedua sudah terpenuhi. Pada saatnya nanti dia akan bertarung satu sama lain dan tidak ada gunanya untuk memikirkannya sekarang.


__ADS_2