TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya


__ADS_3

Disebuah hutan seorang Pria bernama Duan Wuya berdiri dengan tenang menunggu semua Gadis yang dia culik. Kultivasinya berada di Tahap Akhir Tingkat Virtual dan merupakan salah satu Jenius dari Sekte Dewa Iblis.


Kepala Suku Pedalaman sudah berhasil dia lumpuhkan dan dia mengendalikan semua orang dengan Teknik Dewa Iblis. Dia berniat menerobos Tingkat Raja dan membutuhkan banyak asupan darah dari Wanita yang memiliki Yin Qi.


Duan Wuya terbang keatas langit dan merasakan Aura yang kuat terbang kearahnya, "Sepertinya aku memiliki Tamu !"


Qin Chen melesat dengan cepat dan berhenti didepan Duan Wuya, mereka berdua saling berhadapan satu sama lain dan terdapat pandangan lebih baik mengenai kekuatan mereka masing-masing.


"Siapa yang memberimu keberanian untuk membuat keributan di Kerajaan Langitku, apakah kau pikir Raja ini akan diam menyaksikan kau membunuh banyak orang begitu saja ?" Qin Chen sedikit menggertak dan niat membunuhnya sedikit menusuk kulit Duan Wuya.


"Raja dari Kerajaan Langit yang baru Qin Chen... sungguh kesempatan yang langka untuk bisa bersaing dengan jenius nomer satu di Benua terpencil. Namaku Duan Wuya... Murid dari Sekte Dewa Iblis, seharusnya kau tidak terlalu percaya diri dan datang kemari melawanku !" Kata Duan Wuya sambil menyeka rambutnya.


"Sekte Dewa Iblis... tidak seharusnya kau menggunakan tindakan yang tidak bermoral, bukankah lebih bagus jika kau memburu Beast dan mengkultivasikan darahnya." Kata Qin Chen dengan serius.


"Sepertinya kau sangat mengenal Teknik Kultivasi Sekte kami, kenapa kau tidak mencobanya saja sendiri dari pada menebaknya !" Kata Duan Wuya dengan senyuman penuh arti.


"Kenapa juga aku harus melakukan hal itu jika pada akhirnya mendapatkan pencapaian sepertimu." Kata Qin Chen yang terlihat mengejek.


"Hanya sedikit orang yang mampu bertarung denganku di Generasi yang sama, aku harap kau tidak mengecewakanku." Aura merah meledak dari tubuh Duan Wuya.


Qin Chen juga tidak ingin kalah dan Auranya saling bersaing, Duan Wuya tersenyum dan melesat kearah Qin Chen dengan pukulannya yang diselimuti kekuatan yang aneh. Tentunya Qin Chen membalas dengan pukulan dan keduanya saling berbenturan satu sama lain menciptakan gelombang kejut yang kuat.

__ADS_1


Keduanya mundur secara dan tangan kanan Duan Wuya merasa kebas, dia tidak menyangka kekuatan fisik Qin Chen akan sangat mengerikan dan tidak bisa diremehkan. Qin Chen merasakan sakit ditangannya yang terlihat melepuh, jelas dia kebal terhadap segala jenis Racun dan Api biasa tidak mungkin dapat melukainya.


Kemungkinan besar Duan Wuya memiliki Jiwa yang sangat spesial dan sangat cocok dengan Teknik Kultivasinya. Sekarang dia harus waspada dengan setiap serangannya dan menjaga jarak aman.


Duan Wuya mengaktifkan kekuatan jiwanya dan membentuk Domain, Giok Darah yang dia bawa bercahaya dan armor merah darah terpasang ditubuhnya. Pertahanannya menjadi lebih kuat dan dia tidak ingin meremehkan lawannya sekarang.


"Kau harus bangga karena Tuan Muda ini mengakuimu sebagai lawan yang tangguh !" Duan Wuya membentuk segel dan tiga ular yang terbentuk dari darah segar muncul dibalakangnya.


Ukuran yang sangat besar dan Aura panas yang menusuk sangat terasa, Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan Qi Pedang tajam mengamuk membentuk badai. Duan Wuya tidak bisa melihat celah dari Qi Pedang Qin Chen, serangannya selalu ditahan oleh Qin Chen dan menciptakan ledakan yang dahsyat.


"Teknik Seni Beladiri Jiwa... Raungan Langit." Qin Chen menarik nafas dan berteriak sangat keras.


"Kita akhiri sampai disini dulu... terlalu banyak orang yang ikut campur sama sekali tidak menyenangkan. Kali ini aku akan melepaskanmu dan saat di Medan Perang Kuno kita akan menentukan siapa pemenangnya." Duan Wuya perlahan menghilang menjadi kabut darah dan Qin Chen juga tidak memiliki minat untuk mengejarnya.


Sejak awal jika dia mau Qin Chen bisa saja membunuh Duan Wuya, namun dia hanya menahan diri dan tidak menggunakan kemampuan Jiwa Naga dan Phoenix. Alasan mengapa dia tidak membunuh Duan Wuya adalah karena Qin Chen tidak ingin memancing perhatian lebih Sekte Dewa Iblis.


Qin Chen sangat sadar bahwa dia bukan karakter utama dan nyawanya hanya ada satu, jika ini didalam komik Karakter utama pasti akan langsung membunuhnya dan sisanya bergantung dari keberuntungan untuk mengatasi pembalasan dendam.


Tetapi semua itu tidak berlaku bagi dirinya dan Qin Chen lebih memilih berpikir realistis, hidupnya bukan miliknya sendiri sekarang karena miliki Istri dan Kerajaan Langit. Sekte Api Pemurnian tidak akan peduli dan secara otomatis tidak ada yang benar-benar mendukungnya, sejak dia bertemu dengan Dong Shen membuatnya sadar bahwa terlalu sombong juga tidaklah baik.


Dari pada dia harus menerima balas dendam karena membunuh Duan Wuya lebih baik membuat mereka berpikir kalau dirinya adalah orang lemah. Jadi dia bisa meningkatkan kekuatannya dengan aman dan jika suatu saat dia menerobos Tingkat Raja maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

__ADS_1


Qin Chen turun kebawah dan membebaskan Kepala Suku, "Siapa namamu ?"


"Argh... terimakasih atas bantuanmu, namaku Bufan."


"Kau sudah bebas dan orang-orangmu akan kami lepaskan, beberapa dari mereka mungkin mati tetapi kau tidak bisa menyalahkanku." Kata Qin Chen dengan tegas.


"Aku mengerti... ambilah ini sebagai hadiah terimakasih." Bufan mengambil kalung bambu dan mengambil penyumbatnya.


Bufan memberikan sebuah peta yang terbuat dari kulit Beast, Qin Chen tidak tahu Peta apa yang sebenarnya diberikan Bufan namun melihat dari lokasinya Qin Chen pikir ini tidaklah terlalu jauh.


"Apa ini ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Kami dikenal sebagai Ras Barbar yang terlahir dengan kekuatan fisik yang kuat, Peta itu menunjukan tempat peninggalan Leluhur kami dan aku ingin kau mengambil Teknik Penguatan Fisik Leluhur kami dan sisa harta lainya akan menjadi milikmu sabagai ucapan terimakasih." Kata Bufan dengan jujur.


"Kenapa kau tidak mencoba pergi sendiri ?" Tanya Qin Chen yang sedikit menaruh kecurigaan.


"Medannya terlalu sulit dan mustahil bagiku untuk pergi. Kau sangat kuat dan jika itu kau maka aku yakin semuanya akan berjalan lancar." Jawab Bufan dengan tegas.


"Aku akan mencoba yang terbaik tapi tidak dalam waktu yang dekat, setidaknya aku butuh persiapan matang selama beberapa bulan." Qin Chen berkata dengan jujur.


Bufan tidak keberatan dan Qin Chen juga tidak ingin melewatkannya, jika benar terdapat harta yang dapat menunjang Kultivasinya maka semuanya layak untuk dicoba. Semakin tinggi basis Kultivasinya maka akan membutuhkan banyak sumber daya yang dibutuhkannya, Qin Chen juga tidak bisa tertinggal jauh dari Duan Wuya mengingat nyawanya yang sedang terancam.

__ADS_1


__ADS_2