TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci


__ADS_3

Setelah seharian penuh bercinta Qin Chen mendapatkan hari yang tenang, dia hanya berbaring dengan malas sambil melatih Prinsip Waktu yang baru saja dia dapatkan.


Qing Yue membuka matanya dan terbangun sambil mengusap matanya, Qin Chen membuatnya berbaring nyaman didalam pelukannya dan menikmati momen berdua.


"Beginilah nikmatnya hidup... ketika bangun tidur apa yang kau lihat adalah kecantikan dunia." Kata Qin Chen yang menggoda Qing Yue.


"Bisa saja... ngomong-ngomong bolehkan aku meminta satu hal, Pohon Emas itu bisakah aku naik dan mempelajarinya. Aku tidak akan merusak atau merubah apapun, tapi firasat alamiku mengatakan ada banyak hal baik disana !" Qing Yue meminta ijin dan berharap jika Qin Chen tidak keberatan dengan permintaannya.


"Lakukan apapun yang kau mau dan Suamimu ini menunggu kabar baik, tapi untuk sekarang temani aku sebentar. Waktu masih banyak dan aku ingin bersantai." Qin Chen menenggelamkan kepalanya didada Qing Yue yang besar dan lembut.


Qing Yue tidak keberatan bersantai bersama dengan Qin Chen lebih lama. Setelah beberapa waktu Qin Chen membiarkannya pergi dan tidak menahannya untuk mempelajari misteri Pohon Emas, sedangkan Qin Chen pergi keruang latihan dan memahami kemampuan barunya.


Chu Lian dan Yun Shuang juga ikut bersama dengan Qing Yue, mereka tidak ingin mengganggu Qin Chen berlatih dan bersenang-senang bersama.


Pengaruh Prinsip Waktu terhadap Dunia ini sangat besar, melalui Pohon Emas Qin Chen dapat membuat siang dan malam serta memperlambat aliran waktu didalam Dunia miliknya hingga sepuluh kali lebih lambat dari Dunia luar.


Namun karena tidak ada hal mendesak jadi dia tidak ingin melakukannya, takutnya ini akan merubah banyak tatanan karena apa yang dia pelajari adalah Divine Dao Takdir yang belum sepenuhnya dia kuasai.


Sebulan penuh sudah berlalu dengan cepat dan Qin Chen memahami Prinsip Waktu yang dia pelajari. Qin Chen menciptakan sebuah Teknik dari kemampuannya yaitu Penjarahan Waktu dan memadukan dengan Niat Pedangnya.

__ADS_1


Kultivasinya juga sudah sepenuhnya stabil dan Qin Chen juga merasakan beberapa Bawahannya yang menerobos ke Tingkat Saint. Sedangkan Long Teng dan Kun Shan menerobos ke Tahap Akhir Tingkat Saint dan ini merupakan kabar baik untuknya.


Tempat ini tidak kekurangan sumber daya dan Aura jauh lebih padat, bagi mereka Dunia ini adalah surga kultivasi yang cukup untuk membuat pencapaian besar.


Qin Chen keluar dan memanggil keduanya, segera semua Istrinya berkumpul bersama dengannya dan selang beberapa waktu Long Teng dan Kun Shan datang memberi hormat.


"Selamat karena sudah menerobos Tahap Akhir Tingkat Saint !" Kata Qin Chen dengan senyuman yang tulus.


"Semua ini berkat Tuan... kami tidak berharap jika tempat ini adalah Surga Kultivasi bagi Kultivator seperti kami. Setelah Tuan menanam Pohon Emas Prinsip Dunia menjadi lebih padat dan seolah memberikan kami kelonggaran untuk menerobos Tingkat yang lebih tinggi." Jawab mereka berdua dengan penuh rasa bersyukur.


"Bukan hal yang serius... Kultivasi kalian belum stabil, kalian diijinkan untuk menggunakan Danau Air Hitam dan berendam disana akan membantu kalian. Bawa juga orang-orang yang baru menerobos Tingkat Saint, setelah itu aku akan mengirim beberapa Elf untuk memberikan kalian Sumber Daya." Qin Chen melambaikan tangannya.


"Terimakasih atas kemurahan hatinya." Long Teng dan Kun Shan segera mundur dan merasa sangat senang dengan perlakuan yang mereka terima.


"Kau salah... niatku sebenarnya adalah mencari kedamaian bersama dengan kalian, tidak bisa dipungkiri bahwa aku mungkin akan menggunakan mereka dimasa depan tapi bukan untuk mencari kekuasaan ataupun menguasai wilayah secara sepihak." Kata Qin Chen yang menegaskan niatnya.


"Maaf... aku tidak memahami maksudmu." Yun Shuang meminta maaf dengan tulus.


"Tidak apa... aku tidak tahu situasi yang dihadapi Xia Ning dan situasiku sendiri di Benua Utama juga sangat buruk. Hanya dengan kekuatanku sendiri mustahil untuk menciptakan dunia yang aku inginkan, aku butuh semua orang termasuk Istri-Istriku." Qin Chen mengusap kepala Yun Shuang.

__ADS_1


Chu Lian tersenyum dan bersandar dibahu Qin Chen, "Kami akan mendukungmu dengan segala apa yang kami punya."


"Kalau begitu jangan malas dan terus berlatih... kalian tidak perlu bertarung disisiku dan hanya perlu memastikan keamanan kalian sendiri itu sudah lebih dari cukup untukku." Qin Chen berkata dengan jujur.


Qin Chen menemani mereka sebentar untuk bersantai, selang beberapa waktu dia memutuskan untuk keluar dan merasa kalau tempatnya sudah aman. Medan Perang Kuno tidak akan runtuh tidak lama lagi dan dia harus bergegas menuju perbatasan.


Qin Chen terbang dengan kecepatan yang tinggi sambil menyembunyikan hawa keberadaannya, dia tidak tahu apakah pihak lain masih ada atau tidak namun lebih baik untuk tetap waspada.


Selang beberapa hari Qin Chen sudah mencapai perbatasan dan mengeluarkan Pedang Hitam, Aura yang kuat meledak dan jika dia tidak salah maka Tian Mo memintanya untuk merobek ruang hampa dan memasukinya.


"Terbukalah." Qin Chen mengayunkan Pedangnya dan membuka celah ruang dengan kekuatannya.


Qin Chen merasakan kengerian langsung dari kekuatan ruang dan seolah dia harus masuk kedalam mulut buaya, namun pantang baginya untuk mundur karena dia sudah sampai sejauh ini. Sekarang dia hanya bisa percaya dengan perkataan Tian Mo dan masuk kedalam tanpa pikir panjang.


Qin Chen merakan tubuhnya terombang ambing tanpa adanya perlawanan, Akar Hitam menyerapnya dan memberikan Qin Chen wawasan baru. Namun tekanan kekuatan ruang terasa sangat mencekik, untungnya Qin Chen memiliki Teratai Murni yang membuat Jiwanya tetap aman.


Setelah diseret kekuatan ruang dalam waktu yang sangat lama Qin Chen akhirnya keluar melalui gerbang cahaya. Tubuhnya terjatuh dari atas langit dan menghantam tanah dengan keras, tidak sedikit luka ditubuhnya namun itu langsung tertutup dengan vitalitas tubuhnya yang melimpah.


Qin Chen berada ditanah yang luas dengan hamparan rumput yang indah, "Akhirnya aku berhasil melewatinya... Daratan Iblis Suci tidak seperti apa yang aku bayangkan, aku pikir tempat ini seperti Neraka faktanya tempat ini tidak jauh berbeda dengan Benua Utama. Aku harap aku bisa segera menemukanmu Xia Ning !"

__ADS_1


Terlihat jelas jejak kerinduan dimata Qin Chen dan dia tidak sabar untuk mencarinya, namun apa yang terpenting sekarang adalah memulihkan dirinya dengan cepat dan mencari informasi tentang Daratan Iblis Suci.


Berbeda tempat maka akan beda kekuatan serta budaya, Qin Chen tidak tahu masalah apa yang sedang Xia Ning hadapi namun setidaknya Qin Chen harus membangun kekuatan untuk persiapan jangka panjang. Setelah menemukan tempat yang aman Qin Chen mulai mengasingkan diri dan berlatih secara perlahan.


__ADS_2