TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 62 - Hati Yang Beracun


__ADS_3

Semua orang segera berbaris dan tidak tahu apa yang sebenarnya Qin Chen inginkan, pastinya ini adalah sesuatu yang tidak baik dan mereka juga tidak bisa lari ataupun pergi mati.


Gadis itu terbang kearah Qin Chen dan tersenyum, "Terimakasih Senior sudah membantuku... bisakah Senior membantuku membunuh Pria itu ?"


"Sialan kau Gadis kecil... kau mengambil harta Gorila itu dan memancingnya kearah kami, kaulah orang yang harus disalahkan dalam hal ini." Teriak Pria itu dengan penuh kemarahan dan semua orang setuju.


Qin Chen berpikir kalau Gadis ini bukan sesuatu yang baik, dengan cepat dia merubah pandangan dan berniat menggunakan tangannya untuk membunuh musuhnya. Tapi Qin Chen membutuhkannya dan mungkin nantinya dia akan berguna untuknya.


Pria itu sudah tidak tahan dengan situasi ini dan menilai dari kekuatan Qin Chen seharusnya hanya tersisa sedikit. Setelah bertarung dengan sengit seharusnya ini adalah kesempatan bagus untuknya membunuhnya.


Qin Chen meraih pinggang Gadis itu dan mengusap dagunya, "Kau membuat permintaan yang sulit Nona dan aku tidak bekerja tanpa adanya bayaran, hal baik apa yang bisa kau berikan kepada Raja ini ?"


"Apapun yang Senior inginkan." Kata Gadis itu dengan senyum yang malu.


"Kalian pikir aku akan menunggu untuk mati." Pria itu terbang kerah Qin Chen dan menusukkan Pedangnya yang bergabung dengan kekuatan Domain.


Qin Chen menurunkan jari telunjuknya dan Jari Penghancur Yin Yang menerjang kearah Pria yang menyerangnya. Pedangnya hancur berkeping-keping dan tekanan yang kuat menyeretnya kebawah hingga membuat tubuhnya meledak.


"Jika ada yang masih ingin melawan maka lakukan saja sekarang atau datanglah secara bersamaan." Kata Qin Chen dengan niat membunuh yang intens.


Semua orang menunduk dan tidak berani melawan sama sekali, kebanyakan dari mereka berasal dari kekuatan kelas dua. Walaupun Qin Chen hanya berasal dari kekuatan kelas tiga namun dia berani menantang Duan Wuya dan Putra Suci. Semakin mereka memprovokasinya maka itu akan menjadi masalah kedepannya, kehilangan sedikit tidak akan jadi masalah selama mereka masih tetap hidup.

__ADS_1


"Bagus... sekarang katakan padaku bagaimana cara untuk lulus ditahap pertama medan perang kuno dan apa arti dari empat helai daun ini ?" Tanya Qin Chen kepada semua orang.


Seorang Pria mengangkat tangannya dan berkata, "Tuan Qin harus mengumpulkan lima helai untuk lolos, orang yang memiliki kualifikasi akan dipindahkan secara otomatis. Jangka waktunya hanya satu tahun dan itu merupakan aturannya."


"Jadi seperti itu... terimakasih sudah menjelaskan tentang hal ini, kau bisa pergi dari sini dan jika kau ingin melihat maka silahkan saja. Sisanya karena kalian tidak secerdas teman ini maka seharusnya kalian paham untuk menberikan poin kalian bukan ?" Tanya Qin Chen dengan eksperesi yang dingin.


Mereka semua mengangkat tangannya dan gumpalan cahaya keluar dari punggung tangannya, semuanya berjalan kearah Qin Chen dan Tato ditangannya menjadi tujuh helai sesuai dengan persyaratan.


Pria yang selamat dan menghela nafas dengan lega karena mengamankan poinnya, untungnya dia langsung menjawab tadi jika tidak maka dia harus mengumpulkan ulang poinnya dan melawan Beast yang kuat.


"Tujuanku sudah tercapai dan aku tidak akan mempermalukan kalian lebih jauh, kalian semua bisa pergi dari sini !" Qin Chen berbalik dan membawa Gadis itu pergi bersama dengannya.


"Katakan kepadaku... dimana aku bisa mencari kedua Putra Suci itu ?" Tanya Qin Chen dengan dingin.


"Senior... aku tidak tahu dimana mereka berada dan apa yang ingin kau lakukan ?" Tanya Gadis itu dengan cemas.


"Bukankah itu sudah jelas." Qin Chen berniat ingin mengakhiri masalah dengan tangannya sendiri.


"Senior memang orang yang luar biasa !" Gadis itu menyentuh dada Qin Chen dan menggodanya.


"Aku jauh lebih luar biasa dalam hal memuaskan seseorang. Karena kau yang mengundangku maka jangan minta pertanggung jawaban." Qin Chen mencium lehernya dan mendorongnya bersandar dinding.

__ADS_1


Qin Chen sedikit lebih liar dan merobek pakaian Gadis itu, dia merasakan setiap inci bagian dari tubuhnya dan menahannya dengan kuat. Senjatanya mulai masuk sampai bagian terdalam dan erangan nakal mereka memenuhi Gua.


Gadis itu tersenyum dan memeluk Qin Chen dengan erat, dia merasa kalau ini adalah waktu yang tepat untuk bergerak dan dia mengeluarkan Belati yang dilumuri racun mematikan. Baginya mengorbankan tubuhnya untuk membunuh Qin Chen bukan suatu masalah, jika dia bisa mendapat Artifak dan Pil Roh Tingkat Saint maka semuanya sepadan.


Belati itu langsung menusuk punggung Qin Chen namun karena tubuhnya yang sangat keras membuatnya tidak masuk terlalu dalam. Qin Chen melepaskan Gadis itu dan membuangnya kesamping.


"Hahaha... kau Pria yang sangat bodoh dan mesum, terlepas dari penampilanmu yang menarik dan kekuatan kau sangat bodoh. Setelah racun memasuki tubuhmu maka dalam hitungan detik kau akan segera mati." Gadis itu tertawa dengan keras.


"Mengerikan sekali... kau bahkan tidak ragu menjual tubuhmu yang kau jaga, sensasi dari seorang Gadis yang masih suci itu sangat menyenangkan. Sayangnya hatinya penuh dengan racun." Qin Chen mencabut belati dipunggungnya dan lukanya langsung tertutup.


Qin Chen sadar benar kalau Gadis ini memiliki sifat yang buruk dan tidak bisa dipercaya, tapi dia juga tidak akan menolak kesenangan begitu saja dan adapun racun yang didalam tubuhnya semuanya tidak akan berguna karena Qin Chen memiliki Tubuh Khusus Keabadian.


"Kau bagaimana mungkin racun itu tidak melemahkanmu ?" Gadis itu mengambil langkah mundur dan merasakan firasat buruk.


"Untuk membunuhku kau terlalu gegabah dalam mengambil kesimpulan, racun atau kutukan tidak akan mempan kepadaku. Satu-satunya hal yang bisa membahayakan diriku hanya satu yaitu jika kekuatanmu benar-benar diatasku." Qin Chen melambaikan tangannya dan benang Qi menggores leher Gadis itu.


Darah menyembur dari lehernya dan tubuhnya jatuh ketanah, Qin Chen sedikit menyayangkan jika dia belum menyelesaikan kegiatannya. Andaikan saja dia menurut dan patuh tanpa memikirkan keserakahan maka semuanya tidak akan berakhir seperti ini.


Qin Chen mengambil Cincin Ruangnya dan memeriksanya. Buah Lilin Api dan beberapa Artifak lemah yang pada umumnya tidak berguna, namun Buah Lilin Api ini sangat bagus dan Qin Chen akan menggunakannya nanti.


Qin Chen membuka sebuah Buku dan disana terdapat catatan dari Medan Perang Kuno, ada beberapa hal yang membuatnya terkejut dari lapisan pertama yaitu terdapat Ras lain selain Manusia. Sejauh ini dia tidak pernah melihat Ras lain dan ditempat ini terdapat empat, Ras Naga, Ras Raja Laut, Ras Elf dan Ras Vermilion.

__ADS_1


__ADS_2