TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya


__ADS_3

Sepuluh menit akhirnya berlalu dan kedua sosok dikirim kedalam penghalang, semuanya sudah kembali normal dan semua orang di Benua Utama dapat melihatnya melalui Cermin besar. Puncak pertarungan dari Medan Perang Kuno yaitu Qin Chen melawan Duan Wuya.


"Sekarang saatnya... tunjukan semua kekuatanmu Qin Chen." Aura Duan Wuya meledak dan dia langsung menggunakan Transformasi Jiwa.


Sisik merah yang keras mulai terlihat ditubuhnya dan Auranya sangat mendominasi, dia terbang lurus menuju Qin Chen dan pukulannya menciptakan gelombang Qi yang korosif. Cakar Naga dan Sayap Api Petir Phoenix membentang, Qin Chen menahan serangan Duan Wuya dan terbang menuju kearahnya.


Pukulan demi pukulan saling bertabrakan diatas langit, setiap benturan membuat gelombang besat yang sangat kuat. Namun dalam hal kekuatan fisik Duan Wuya sama sekali tidak sebanding dengan Qin Chen, dia terus terdesak dan tekanan Binatang Suci membuatnya sedikit gentar.


Duan Wuya memuntahkan esensi darahnya dan membuatnya seperti cambuk besar yang berayun kearah Qin Chen. Cakar Naga menahannya dan Qin Chen terpental kebawah hingga menabrak tanah cukup keras, dalam sekejap tubuhnya yang terkikis langsung sembuh dan Qin Chen mengangkat satu jarinya.


"Tahanlah ini jika kau merasa mampu." Jari Penghancur Yin Yang menukik dari atas kepala Duan Wuya.


Tekanan yang dia rasakan sangat kuat dan Duan Wuya terbang untuk menyambutnya, dia mengeluarkan Pagoda miliknya dan ujung dari Pagoda itu menghancurkan Jari Penghancur Yin Yang. Ledakan yang besar menyebar dan Qin Chen tahu bahwa ini tidak akan berjalan mulus jika dia menyerangnya dengan kekuatan setengah-setengah.


Duan Wuya membentuk segel dan ratusan hantu keluar dari dalam Pagoda, sekumpulan hantu itu melayang disekitarnya dan Duan Wuya mengontrolnya dengan sangat baik. Jiwa Ular Darah berkepala tiga keluar dan menelan semua Hantu itu.


"Hahaha... inilah kekuatan nyata yang memungkinkanku menandingi level kekuatan fisikmu." Duan Wuya tertawa dan Jiwa Ular itu melebur kedalam tubuh Duan Wuya.


Kulitnya dilapisi dengan lapisan merah darah dan Auranya sangat menakutkan. Qin Chen merasakan sensasi yang mengerikan dan terdorong mundur oleh Auranya.

__ADS_1


Duan Wuya menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap berada disamping Qin Chen, pukulan yang keras tepat menghantam wajahnya dan Qin Chen terpental sangat jauh hingga membentur batu besar. Duan Wuya memadatkan sebuah Tombak Darah dan mengayunkannya dengan kekuatan penuh.


Qin Chen tidak dapat menghindarinya dan terkena serangan telak. Luka diperutnya segera menutup dan Jiwa Naga dan Phoenix menerjang kearah Duan Wuya, namun hanya dengan ayunan Tombaknya Jiwa Naga dan Phoenix berhasil dipukul mundur oleh Duan Wuya.


"Kekuatanmu yang sekarang tidak akan mampu menunjukan potensi penuh dari Jiwa Binatang Suci. Kau mungkin kuat tapi masih terlalu dini untuk menghadapiku." Kata Duan Wuya dengan penuh kebanggaan.


Qi Pedang Hitam yang dilapisi dengan kekuatan Ruang melesat kearah Duan Wuya, dia segera mendesak Qi miliknya dan melempar Tombak Darah miliknya untuk menghadang laju Qi Pedang Hitam. Tombak Darah itu ditelan kedalam kekuatan Ruang dan meledak didalamnya.


"Menyerahlah... kau sudah bukan lawanku ketika aku menggunakan Seni Beladiri ini, tapi untuk memaksaku mengeluarkan kekuatan penuhku kau harusnya sudah bangga." Kata Duan Wuya sambil mengibaskan tangannya.


"Jangan terlalu bangga Duan Wuya... aku mengakui bahwa pengalaman tempurku tidak sebaik dirimu. Tapi aku tidak akan menyerahkan tempat pertama kepada siapapun." Kata Qin Chen sambil mengusap darah disudut mulutnya.


Duan Wuya tersenyum dan mengambil kembali Pagoda miliknya, dia mendesak Qi miliknya dan dari dalam Pagoda kecil darah mengalir keluar dalam jumlah yang besar hingga memenuhi tempat itu seperti sebuah Danau.


"Aku akan memberikanmu sedikit pengetahuan, sebenarnya aku memiliki tiga jiwa dan apa yang aku tunjukan hanya Jiwa Binatang Suci yang tidak lebih hanya penggabungan. Jiwa sebenarnya milikku adalah ini !" Qin Chen mendesak kekuatan jiwanya dan Akar Hitam mulai muncul dibelakangnya.


Duan Wuya merasa bingung dengan apa yang sebenarnya Qin Chen ingin lakukan, pemilik Jiwa Ganda itu sudah langka dan sekarang tiga Jiwa dalam satu tubuh itu adalah sesuatu yang sangat spesial.


Yao Jun tertawa dengan keras dan berteriak, "Kartu andalannya adalah sebuah tanaman rambat yang sering dimakan ternak !"

__ADS_1


Meng Yan dan Lin Dong juga ingin tertawa melihatnya, bahkan penonton lain yang diluar juga tertawa terbahak-bahak. Naga dan Phoenix mungkin luar biasa kuat, namun menyebut Jiwa Tanaman biasa sebagai kartu terakhirnya itu sangat berlebihan seolah Qin Chen sedang menghina keberadaan Binatang Suci secara langsung.


"Tertawalah sesuka hati kalian... mulai sekarang kau tidak akan bisa bergerak. Transformasi Iblis Surgawi." Akar hitam melebur kedalam tubuh Qin Chen dan dia melakukan Transformasi Jiwa.


Dua tanduk hitam tumbuh bersamaan dengan kedua lengannya yang berubah menjadi cakar hitam. Aura yang agung membanjiri tempat itu dan mata Qin Chen berubah menjadi merah darah.


Duan Wuya tanpa sadar mundur dan merasakan perasaan yang mengerikan, dia tidak pernah merasakan perasaan semacam ini sebelumnya dan penindasan Aura Qin Chen bahkan jauh lebih mengerikan dari kedua Binatang Suci.


Transformasi Iblis Surgawi adalah pemahaman yang berikan Pendahulunya sewaktu memurnikan Jiwa Phoenix. Walaupun Qin Chen belum layak untuk menunjukan kekuatan penuh Akar Hitam dan memiliki batas waktu untuk menggunakan Transformasi Iblis Surgawi seharusnya mengalahkan Duan Wuya sudah cukup baginya.


Duan Wuya membentuk segel dan Kolam darah memadat menjadi sosok hantu darah yang mengerikan. Kegelapan tanpa batas mengurungnya didalam sebuah kubah dan ledakan yang besar menghancurkan segalanya.


Qin Chen menghancurkannya dengan mudah dan momentumnya sama sekali tidak terhentikan, "Satu pukulan... aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan satu serangan !"


"Jangan sombong hanya kekuatanmu meningkat pesat, apakah kau pikir aku ini selemah itu !" Duan Wuya terlihat panik dan memompa semua tenaganya.


Duan Wuya memukul kearah Qin Chen dan sosok Ular merah darah menerjang kearah Qin Chen sambil membuka mulutnya. Lubang hitam menghadang serangan Duan Wuya dan menelan Ular merah itu masuk kedalam, energi Qin Chen meluap-luap dan dia mengangkat tangan kirinya.


Tubuh Duan Wuya perlahan mulai ditarik dan dia tidak bisa melawan, semua tenaga yang dia keluarkan menghilang seolah ditelan oleh kekuatan aneh Qin Chen dan dia ditarik kearahnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Yin Yang berkumpul dilengan kanannya dan Qin Chen bersiap untuk menyerang, pukulan yang keras menciptakan ledakan penghancur Yin Yang. Kedua tangan Duan Wuya hancur bersama dengan pertahanan sisiknya, Sumber Qi miliknya seolah dikuras habis dan tubuhnya terpental hingga terseret ketanah.


Pukulan Qin Chen meremukkan tulangnya dan melukai Jiwanya, dia berguling-guling ditanah dan terlempar hingga tubuhnya menabrak penghalang sangat keras.


__ADS_2