TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 36 - Teknik Pamungkas


__ADS_3

Qin Chen tersenyum dan terbang keatas langit untuk menarik perhatian Hu Xue, Aura disekitarnya terus diserap dan lubang hitam terbentuk diatas langit. Tungku didalam dirinya menyuling semua jenis energi dan Yin Yang menyembur keatas langit.


"Teknik macam apa yang kau gunakan Bocah ?" Teriak Hu Xue dengan cemas.


Kesadaran Ilahi Qin Chen menyebar bersamaan dengan kekuatan jiwanya, sebelumnya diwaktu pertarungan Qin Chen sudah memberikan pesan secara diam-diam dan meminta mereka mengulur waktu untuk mempersiapkan serangan terbaiknya.


"Domain Pelahap." Qin Chen menciptakan ruang dan semua energi disekitarnya mengering dalam jangkauan Domainnya.


Bahkan Hu Xue merasakan energinya dikuras secara perlahan oleh kekuatan aneh Qin Chen, dia tidak bisa bereaksi dan akar hitam muncul dibelakang Qin Chen. Selain tubuh Abadi dan Qin Chen memiliki keunikannya sendiri yaitu memiliki dua Jiwa didalam dirinya dan Tungku Emas yang dapat menyimpan jumlah besar energi.


Setelah kekalahan terakhirnya dari Mu Shengfeng Qin Chen sadar bahwa dimasa depan dia mungkin akan bertemu musuh yang sama. Untuk menghindari hal buruk yang mungkin saja terulang Qin Chen membutuhkan solusi, karena itulah dia menyimpan banyak energi didalam Tubuhnya melalui Tungku Emas dan ketika dia melepaskan semuanya maka itu akan menjadi serangan yang mampu melukai Ahli Tahap Akhir Tingkat Virtual.


"Rasakan kekuatan dari Teknik versi terbaruku yang aku gabungkan dari pemahaman dalam Komik. Jari Yin Yang Mengguncang Dunia." Qin Chen mengangkat jari telunjuknya dan menurunkannya.


Yin Yang saling terhubung diatas langit dan berputar menjadi pusaran badai, sebuah Jari Telunjuk Hitam dan Putih yang terbentuk dari Yin Yang saling melengkapi bergerak langsung kearah Hu Xue. Ukurannya sudah bisa menghancurkan Gunung dan ini adalah kekuatan penuh dari apa yang bisa Qin Chen gunakan.


Penindasan yang semua orang rasakan sangat luar biasa dan mereka hanya bisa terkejut dibuatnya. Hu Xue mengeluarkan semua kemampuannya dan menahan Jari Raksasa itu dengan kedua tangannya, tekanan yang mengerikan tidak mampu membuatnya bertahan dan Hu Xue diseret kebawah hingga menabrak tanah dengan keras.


Tanah berguncang dengan hebat dan serangan Qin Chen perlahan memudar. Hu Xue masih bisa bertahan namun sayangnya lukanya sangat parah, Armor yang dia gunakan hancur dan tulangnya remuk. Bahkan berdiri saja dia sudah tidak sanggup dan jiwanya terluka sangat parah.


Zhen Yan berdiri menghampirinya dan berkata, "Dimana kesombonganmu yang tadi sialan !"

__ADS_1


"Aku tidak terima..."


*Slash.*


Zhen Yan memotong kepala Hu Xue dan mengakhiri Perang, dia tidak bisa membiarkan Hu Xue pulih dan bertarung lagi. Kesempatan membunuhnya sudah ada didepan mata dan Qin Chen tidak mungkin mengeluarkan serangan sehebat itu untuk kedua kalinya.


Qin Chen membunuh Mu Shengfeng dengan tangannya sendiri dan ekspresinya terlihat sangat kelelahan. Tubuhnya terasa sangat berat dan dia mendapatkan serangan balik ketika mengeluarkan serangan besar.


Untuk sekarang tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang lain, ini adalah kemenangan telak dan Pasukan Raja Iblis dipaksa untuk menyerah. Chu Lian segera terbang kearah Qin Chen dan memberikannya Pil Roh untuk pemulihan.


Perang sudah berakhir dan sudah banyak korban yang jatuh dari kedua belah pihak, mendapatkan kompensasi untuk menebus kerugian adalah hal yang penting. Song Min menyuruh Qin Chen untuk kembali dan sisanya akan dia urus sendiri, untungnya sudah ada Array Teleportasi dan dia bisa pergi dengan nyaman.


Qin Chen mengasingkan diri di Kolam Kehidupan dan Kematian di Pegunungan Naga, disana jauh dari dunia luar dan Qin Chen bisa fokus untuk mengisi kembali Sumber Qi miliknya. Qin Chen juga sudah membayar Serikat Perdagangan melalui Chu Lian, dia menambahkan sedikit lebih banyak dan memberikan kompensasi kepada salah satu Ahli mereka yang mati.


"Sudah membaik ?" Tanya Chu Lian dengan cemas.


"Berkat energi dari Kolam ini aku bisa pulih lebih cepat, bagaimana kondisinya saat ini dan pengaturan apa yang Master buat ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Kita membagi hasil rampasan Perang... Sekte kita mendapatkan setengahnya dan yang lainya harus membagi dua. Semuanya sudah disimpan didalam Gudang Harta, hanya kau dan Leluhur saja yang bisa mengaksesnya dengan Token Master Sekte. Sisanya untuk tahanan perang mereka hanya diminta untuk memperbaiki kerusakan yang sudah diciptakan." Jawab Chu Lian dengan jujur.


"Master memiliki pemikirannya sendiri dan itu sudah bagus." Qin Chen tidak memiliki pendapat dan mungkin ini hasil terbaik yang bisa mereka dapatkan.

__ADS_1


Chu Lian menyentuh bahu Qin Chen dan memijatnya, "Aku minta maaf... aku bahkan kesulitan untuk menerobos Tingkat Spirit dan membuatmu berjuang sendirian."


Qin Chen berbalik dan memberikan Chu Lian pelukan hangat, "Jangan terlalu memaksakan dirimu sendiri. Dalam jangka waktu beberapa tahun kau sudah mencapai Tingkat ini itu sudah sangat bagus. Bahkan jika itu orang lain aku tidak yakin mereka bisa mengimbangi kecepatanmu, akan ada saatnya kita saling bahu membahu dan kau hanya perlu berlatih seperti biasa."


"Terimakasih." Chu Lian mengungkapkan rasa terimakasihnya dengan tulus.


"Kau luang bukan ?"


"Ya... tidak ada sesuatu yang spesial yang harus dilakukan. Apakah kau butuh sesuatu ?" Tanya Chu Lian dengan penasaran.


"Maka tinggallah disini bersamaku... aku sangat kesepian dan butuh dikasih sayangmu." Qin Chen menenggelamkan kepalanya didada Chu Lian dan merasakan kelembutan dan aroma yang menyenangkan.


Chu Lian mengelus kepala Qin Chen dan berkata, "Baiklah... tapi tidak untuk tidur denganmu, tunggu sampai kau benar-benar pulih."


"Dimengerti." Qin Chen tidak menolaknya.


Mereka berdua menikmati waktu berdua bersama-sama dalam beberapa hari, ada banyak cerita dan pengalaman dalam Kultivasi. Saling mencerahkan satu sama lain dan memperkuat diri mereka sendiri.


Qin Chen juga belajar tentang Alkimia dan mulai memurnikan Pil Roh Dasar, namun semuanya selalu berjalan mulus dan sederhana. Bahkan sampai dia membuat Pil Roh Tingkat Spirit itu adalah hal yang mudah.


Dalam tiga hari Chu Lian melakukan penerobosan dan memicu Malapetaka Surgawi, masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan dirinya sendiri daj gemuruh petir terdengar cukup keras. Qin Chen mengawasinya dengan menggunakan Kesadaran Ilahinya, selama Chu Lian baik-baik saja maka dia bisa tenang.

__ADS_1


Qin Chen juga sudah menyiapkan banyak Pil Roh yang akan digunakannya untuk berlatih, setelah melalui pertarungan yang hebat dia juga merasa kalau tidak akan lama baginya untuk menerobos ke Tahap Akhir. Qin Chen sudah memutuskan sendiri rencana masa depannya nanti dan untuk itu dia membutuhkan kekutan yang nyata demi memenuhi tujuannya di masa depan.


__ADS_2