TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga


__ADS_3

Qin Chen tanpa pikir panjang masuk kedalam untuk melihatnya, disana dia sudah berada disebuah jembatan yang sangat panjang dan air dibawah jembatan adalah sesuatu yang sangat familiar baginya.


Aura langit dan Bumi terasa sangat agung dan jauh lebih kuat dari Dunianya. Qin Chen tidak menyangka jika didalam Peti Mati itu memiliki rahasia besar seperti ini, Domain Raja Pembunuh ini menyimpan banyak rahasia dan Qin Chen menemukan sesuatu yang hebat.


"Untuk sekarang aku akan maju dan melihat apa yang ada diujung jalan ini." Qin Chen mengambil langkah dan berjalan kedepan.


Setelah beberapa waktu akhirnya dia sampai pada satu titik dan melihat kesamping, raungan Naga yang keras membuat air disekitarnya bergetar dan Qin Chen merasakan sesuatu yang berbahaya.


Seekor Naga Emas keluar dari dalam air dan meraung keatas langit, tekanan yang luar biasa membombardir tubuh Qin Chen dan Naga Emedas itu jauh lebih kuat dari Jiwa Naga miliknya.


"Naga Sejati dan Phoenix Api Petir yang kuat... selamat datang di Jalan Keabadian Surga dimana hanya mereka yang memiliki kemampuan saja yang layak melakukannya." Naga itu berbicara kepada Qin Chen dan mengintimidasinya.


"Senior Naga... aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan. Jalan Keabadian Surga mungkin terdengar sangat keren, tapi bicara soal kemampuan aku hanya melawan tiruanku sendiri dan tidak ada yang bisa dibanggakan." Kata Qin Chen sambil tersipu malu.


"Menurutmu apa itu Dao ?" Tanya Naga itu dengan sungguh-sungguh.


"Sebuah kekuatan yang dipraktekan oleh Kultivator." Jawab Qin Chen sesuai dengan pemahamannya.


"Benar tapi kurang... Dao adalah kebenaran mutlak yang ada karena Hukum Surga. Kehidupan dan Kematian adalah Dao, bahkan sehelai rumput mengandung unsur dari kekuatan Dao. Jika aku tidak salah apa kau mengkultivasikan tiga Divine Dao Penguasa, Yin Yang dan Takdir bukan ?" Naga Sejati sedikit menebak.

__ADS_1


"Tolong pencerahannya... aku sudah menguasai kedua Divine Dao namun untuk Divine Dao Takdir ini aku sangat bingung." Qin Chen memberi hormat dan meminta petunjuk.


"Kau akan menemukannya nanti dan untuk menguasai Prinsip Waktu bakatmu dalam Dao mungkin adalah yang tertinggi dari orang-orang yang pernah aku lihat. Tugasku hanya memberikan hadiah untukmu karena sudah mencapai tempat ini." Sebuah Piringan Emas melayang kearah Qin Chen.


"Murnikan itu kedalam dirimu dan setelah itu kau akan memiliki Tulang Dao, sekarang mundurlah dan jangan maju lagi. Kau belum layak untuk melihat rahasia surga, dimasa depan jika kekuatanmu tumbuh maka kau mungkin bisa masuk kedalam sini lagi." Naga itu menghembuskan nafasnya dan memaksa Qin Chen mundur sampai keluar dari Gerbang.


Gerbang itu perlahan menutup dan menghilang menjadi percikan cahaya. Qin Chen tidak ingin terlalu berpikir dan masuk kedalam Dunia miliknya, sesaat setelah itu dia mulai memurnikan Piringan emas.


Tulangnya mulai berdenyut dan berubah warna menjadi emas, tentunya Qin Chen juga menyerap gumpalan energi inti Kekacauan dan tenggelam dalam Kultivasinya.


.....


Petir yang ganas saling berbenturan satu sama lain dan menciptakan gelombang penghancur yang kuat. Tian Mo bukan lawan Ding Yue yang sudah mencapai setengah langkah dari Tingkat Saint King, dia yang baru saja mendapatkan kembali kekuatannya tidak akan sebanding dengan Ding Yue.


"Menyerahlah Senior... Kaisar ini sangat menghargai kekuatanmu, jadilah bawahanku dan mari kita menguasai Benua Utama bersama-sama dimasa depan." Kata Ding Yue dengan penuh arogansi.


"Hahaha... Pak Tua ini hanya penggila Seni Beladiri dan sudah Tua. Aku menantangmu bertarung semata-mata hanya demi kepuasanku saja, siapa tahu dalam pertarungan ini aku juga bisa menerobos." Kata Tian Mo dengan geli.


Ding Yue tahu benar bahwa Tian Mo ini adalah pembuat masalah, dulu sewaktu dia baru berkultivasi namanya sudah menggema ditelinga semua orang dengan sebutan orang gila yang tak takut mati.

__ADS_1


Kemanapun dia pergi Tian Mo akan selalu membuat pertarungan, dia adalah penggila Seni Beladiri dan sangat suka bertarung dengan lawan yang jauh lebih kuat. Dipuncak kekuatannya hanya Xia Run saja yang dapat mengalahkannya, setelah Tian Mo kalah dia pergi dan menghilang dari dunia.


Jie Xuyi datang dan menghadap mereka berdua, "Kaisar... tolong bantu kesulitan Bawahan ini !"


"Katakan... kenapa kau menggangguku sekarang dan bantuan apa yang kau minta ?" Tanya Ding Yue dengan ekspresi yang tidak senang.


"Bawahan ini dijebak oleh Anak yang bernama Qin Chen, dia membunuh banyak Ahli Tingkat Saint dari Keluarga Jie dan memiliki dua Ahli Tahap Akhir Tingkat Saint disisinya. Bawahan ini hanya bisa bertarung sebentar dan berakhir kalah jumlah." Kata Jie Xuyi dengan pasrah.


"Menyedihkan sekali dirimu itu." Kaisar Ding Yue merasa tidak senang dan tidak seharusnya Keluarga Jie bertindak sendiri tanpa adanya perintah darinya.


Tian Mo tertawa dengan keras dan berkata, "Hahaha... aku tahu Bocah itu sangat luar biasa tapi aku masih terkejut dengan keberuntungannya sampai sekarang."


"Ho... Senior mengenal Anak bernama Qin Chen ini ?" Tanya Ding Yue yang sedikit tertarik.


"Tentu saja... dia berasal dari Benua Utama dan Jenius nomer satu. Selebihnya aku tidak tahu apapun." Tian Mo tidak ingin berbicara lebih jauh mengenai Qin Chen.


Fakta bahwa dia adalah Pelayan Qin Chen sekarang adalah sesuatu yang memalukan, jika dia memancing kemarahan Ding Yue maka akan sangat sulit untuk pergi dari tempat ini nantinya.


"Kalau begitu Anak ini harus segera dibunuh sebelum menimbulkan masalah untukku." Ding Yue meminta Jie Xuyi mengirim perintah perburuan dan mencari Qin Chen.

__ADS_1


Tian Mo tidak ingin tinggal lebih lama dan pergi dari tempat itu, Ding Yue tidak akan memiliki kemampuan untuk menahannya dan lebih baik mencari jejak Qin Chen. Setelah keributan yang Qin Chen sebabkan Benua Utama menjadi tempat yang ekstrim hingga memaksa tokoh besar untuk keluar dari Pengasingannya.


__ADS_2