
Yun Shuang kembali dengan rencana dan setelah beberapa waktu semua orang sudah siap sepenuhnya untuk bertarung. Kegilaan mereka menggema dan Qin Chen bersama dengan Xia Ning pergi lebih awal menuju Keluarga Gong Lie dan Kuang Shi.
Komando akan dipegang oleh Yun Shuang dan Chu Lian, sedangkan medis akan dimiliki oleh Qing Yue didalam dunia milik Qin Chen. Qin Chen dan Xia Ning tidak akan turun tangan diawal dan tujuan mereka hanya satu yaitu melawan Kaisar Ding Yue.
Pusat Kota Keluarga Gong saat ini dikepung oleh banyaknya Ahli, jelas ini membuat banyak orang panik namun Yun Shuang segera meredakannya dengan perkataannya.
"Kami adalah Pasukan Pemberontak... disini kami hanya mencari keadilan dan yang kami inginkan adalah Keluarga Gong. Bagi mereka yang bersekutu dengan Keluarga Gong maka hanya ada kematian, tapi jika kalian semua diam dan patuh maka aku jamin tidak ada dari kalian yang mendapatkan kerugian." Yun Shuang melambaikan tangannya dan memberikan perintah untuk menyerang.
Long Teng dan para Ahli lainya tidak sabar memulai pertarungan, mereka maju dengan kecepatan penuh dan menuju kediaman Keluarga Gong. Sisanya yang belum menerobos Tingkat Saint mereka hanya mengincar beberapa ikan kecil.
"Bajingan mana yang berani menyerang Keluarga Kekaisaran, apakah kalian tidak takut jika Kaisar turun tangan !" Teriak salah seorang Pria yang tidak lain adalah Tetua Agung Keluarga Gong.
Sekitar dua puluh Ahli Tahap Awal Tingkat Saint keluar dan 3 diantaranya berada di Tahap Akhir Tingkat Saint termasuk Tetua Agung, namun Long Teng tidak peduli sama sekali. Jumlah mereka lebih unggul dan dia akan menyerang mereka bersama Bawahan Xia Ning.
"Kaisarmu hanya sampah termasuk dirimu !" Long Teng melempar Tombak sekuat tenaganya dan Naga Api yang besar terbentuk.
Ketiga Tetua itu bergegas mengaktifkan Array Pelindung, benturan yang dahsyat disertai gelombang panas menghancurkan keduanya secara bersamaan. Pertarungan tidak mungkin bisa dihindari dan gemuruh ledakan yang besar menyebar.
__ADS_1
Semua orang bergegas untuk berlari mencari keselamatan, gelombang pertempuran terjadi ditengah Kota dan tetap tinggal sama saja dengan mencari kematian.
Hanya dalam hitungan jam semuanya berhasil dibunuh, Pasukan Pemberontak memiliki lima Ahli Tahap Akhir Tingkat Saint dan mustahil ada kesempatan menang untuk Keluarga Gong. Long Teng menusuk dada Tetua Agung dan Tombaknya bermandikan darah.
"Tugas selesai... sayangnya tidak ada Pemimpin mereka, apa yang harus kita lakukan Nyonya untuk menghadapi situasi ini ?" Tanya Long Teng dan yang lainya menunggu perintah Yun Shuang.
"Ambil semua harta mereka dan kita lakukan pembersihan. Chu Lian dan yang lainya pasti juga sudah selesai, Pemimpin mereka mungkin berada disamping Kaisar dan kita harus bergegas menuju tempat Suamiku." Kata Yun Shuang dengan tegas.
Yun Shuang sudah memberikan perintahnya dan semua orang bergegas menjarah harta mereka, adapun Keluarga lain yang berhubungan dengan Keluarga Gong semuanya tidak luput dari pemusnahan. Dalam perang tidak perlu ada rasa simpati, Yun Shuang tidak akan mengampuni musuhnya dan akan menyelesaikan rencananya demi kemenangan.
Disisi lain Chu Lian juga menyerang Keluarga Kuang Shi tanpa ampun, kekacauan yang besar terjadi melanda Kota namun Kun Shan dan anggota Rasnya membantai banyak orang-orang Keluarga Kuang Shi.
Kaisar Ding Yue yang menerima kabar ini merasa tidak senang dan Aura membunuhnya meledak, "Segera persiapkan Pasukan... kita akan memulai serangan balik terhadap mereka semua, entah itu Qin Chen ataupun Xia Ning mereka semua harus mati ditangan Kaisar ini !"
Keempat Bawahan Kaisar segera pergi dan melakukan perintah, semua Pasukan ditarik mundur dan walaupun kekuatan tempur mereka berkurang drastis karena Keluarga Kang dan Gong hancur namun mereka masih memiliki banyak elit yang siap untuk bertarung.
Qin Chen menunggu disebuah tempat yang cukup luas, disana dia duduk disebuah tebing bersama dengan Xia Ning. Sebelumnya dia sudah melalui perang kecil dan sekarang dia harus melakukan hal yang sama, baginya tidak ada yang berbeda sama sekali mengingat tujuannya hanya satu yaitu membunuh Kaisar Ding Yue dan mengakhiri Perang dengan cepat.
__ADS_1
"Apakah kau takut ?" Tanya Qin Chen sambil memegang tangan Xia Ning.
Xia Ning bersandar dibahu Qin Chen dan mengangguk, "Aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu."
"Begitu pula denganku... hukum dunia sangat kejam dan untuk mendapatkan kedamaian yang aku impikan perang harus dilakukan. Karena Kaisar tidak menerima kehadiran kuat yang ada diatasnya maka sudah dipastikan bahwa dimasa depan kita akan saling berbenturan, perang ini bukan hanya sekedar balas dendam saja melainkan demi kebebasan." Qin Chen mengatakan niatnya.
"Memangnya apa yang Suamiku ini harapkan ?" Tanya Xia Ning dengan penasaran.
"Setelah merasakan memiliki kekuatan jujur saja aku sudah tergila-gila untuk mengejar kekuatan, rasa dari menentukan takdir diri kita sendiri adalah hal yang bagus. Tapi apa yang paling aku inginkan adalah menjalani hidup yang damai bersama Keluarga kecilku, untuk alasan itulah aku menginginkan kekuatan lebih." Kata Qin Chen dengan jujur.
Setelah mendapatkan berbagai pengalaman entah itu didunia yang sebelumnya atau sekarang dia sadar bahwa apa yang dia inginkan adalah mengisi kekosongan hatinya. Orang yang dulunya sakit-sakitan dan tidak memiliki Keluarga sepertinya hanya hidup dengan penuh kesendirian.
Namun sekarang semuanya sudah berbeda sejak dia datang kemari, seiring bertambahnya umur dia sudah semakin dewasa dan memiliki teman dan Keluarganya. Sekalipun dia harus menjungkir balikan dunia dibawah tangannya maka Qin Chen bersedia melakukannya demi apa yang sudah dia harapkan.
"Kalau begitu mari kita wujudkan mimpi itu bersama-sama, hidup damai dan berlatih bersama sepertinya juga tidak buruk. Mungkin kita juga bisa memiliki keturunan !" Kata Xia Ning yang mencoba membayangkan masa depan.
"Bukan ide yang buruk." Qin Chen juga memiliki ide yang sama.
__ADS_1
Tapi sebelum itu Qin Chen berniat membereskan Benua Utama, setelah dia melewati Kaisar Ding Yue maka tujuan selanjutnya adalah Benua Utama. Mereka sudah terang-terangan mengincarnya dan sekarang dia memiliki kekuatan untuk melawan, dia juga harus membuat perhitungan kepada mereka semua dan menunjukan taringnya.
Setelah beberapa hari menunggu akhirnya semua orang berkumpul, Chu Lian dan Yun Shuang menyerahkan Cincin Ruang yang berisi semua harta dari kedua Keluarga Kekaisaran. Sekarang apa yang perlu mereka lakukan hanya menunggu musuh datang dan melakukan pertarungan secara adil dan terbuka.