TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 59 - Persiapan


__ADS_3

Didalam hutan raungan Beast yang sangat kuat menggema, Seekor Kadal Sisik Baja bertarung sengit dengan Qin Chen dan selalu dilempar kebelakang.


Kadal Sisik Baja sama sekali.tidak bisa melawan Qin Chen dan tubuhnya penuh dengan luka, tapi karena sifat alami yang dimilikinya untuk mempertahankan wilayahnya Kadal Sisik Baja terus melawan Qin Chen.


"Marah juga percuma... karena kau sudah melemah maka sudah saatnya mencoba kemampuanku !" Qin Chen menggunakan Domainya dan Kadal Sisik Baja perlahan ditelan oleh Akar Hitam yang mengikatnya.


Tubuhnya mulai mengering karena kehilangan banyak Vitalitas, bahkan jiwanya juga ikut dilahap dan Intinya hancur. Qin Chen tidak merasakan serangan balik apapun dan Kultivasinya perlahan meningkat.


Dalam sekejap Domain miliknya merubah sebagian besar hutan itu menjadi tanah yang tandus. Entah itu Beast kuat atau lemah semuanya dilahap oleh Qin Chen dan kemampuan ini benar-benar menantang Surga.


Qin Chen segera pergi dan kembali menuju Kerajaan Langit, hanya tiga bulan lagi saat Medan Perang Kuno dimulai dan Qin Chen mulai mengetahui sistemnya. Setidaknya itu adalah Dunia yang terbentuk sendiri dan lebih luas, tentunya disana adalah medan persaingan yang akan menyenangkan.


Setelah beberapa waktu Qin Chen akhirnya sampai di Kerajaan Langit, Chu Lian sedang mengasingkan diri dan berusaha menerobos Tahap Menengah Tingkat Virtual secepat mungkin. Sedangkan Yun Shuang dan Murid-Murid ketiga Sekte pergi ke luar untuk mencari pengalaman bertarung.


Tian Mo merasakan kedatangan Qin Chen dan keluar dari tempatnya, "Tuan !"


"Daratan Suci Iblis... Xia Run... apakah kau mengenalnya ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Ho... aku tidak tahu dari mana Tuan mendengar nama besar ini, dia adalah Wanita yang disebut sebagai Ratu yang menyatukan seluruh Daratan Iblis Suci. Memiliki Jiwa Binatang Mistik Rubah Surgawi dan diusianya yang sangat muda dia sudah mampu melampaui orang tua ini." Jawab Tian Mo dengan jujur.


"Apakah kau tahu jika dia sudah mati dua ratus tahun lalu dan itu disebabkan konflik internal serta dua kekuatan gabungan dari dua tempat ?" Tanya Qin Chen dengan serius.

__ADS_1


"Tuan tahu benar bawah orang tua ini terjebak ditempat itu selama ribuan tahun, adapun hidup dan matinya aku juga tidak peduli." Kata Tian Mo dengan santai.


Qin Chen memegang kepalanya dan berkata, "Aku menanyakan pertanyaan yang bodoh... bagaimana caraku untuk pergi kesana melalui Medan Perang Kuno ?"


"Membuka ruang dengan paksa." Tian Mo memberikan pengetahuan kepada Qin Chen dan lokasi Ruang itu dengan Kesadaran Ilahinya.


Qin Chen akhirnya mengerti dan pergi dari tempat itu, setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan Qin Chen akan segera pergi ke Daratan Iblis Suci untuk menemui Xia Ning. Dengan bakat dan pengetahuan yang dia warisi dari Ibunya seharusnya Kultivasinya yang sekarang sudah sangat kuat, jadi untuk sekarang lebih baik membuat persiapan lebih awal.


Setelah beberapa hari Yun Shuang dan orang-orangnya kembali, dia bergegas pergi menemui Qin Chen dan pergi ke kamarnya. Qin Chen menyambut Yun Shuang pulang dan seperti biasa mereka mengobrol dengan santai.


Qin Chen menyerahkan Cincin Ruang yang berisi banyak Batu Roh dan Pil Roh untuk sumber daya latihan mereka berdua dimasa depan. Qin Chen juga mengatakan bahwa dirinya berniat untuk pergi ke Daratan Iblis Suci untuk mencari Xia Ning.


"Pasti... Tian Mo akan tinggal disini sebagai Penjaga kalian berdua. Jika sesuatu yang buruk terjadi ketika aku tidak ada maka kalian masih akan tetap aman." Kata Qin Chen sambil merangkul Yun Shuang.


"Ya." Yun Shuang tidak memiliki keinginan lain dan berharap Qin Chen tetap sehat.


Lagi pula Xia Ning adalah wanita pertama Qin Chen dan akan tidak adil jika dia menahannya hanya demi keegoisannya. Karena Qin Chen tidak bersedia membawa mereka maka tempat itu mungkin akan sangat berbahaya.


Setelah beberapa bulan berlalu akhirnya Medan Perang Kuno akan segera dibuka, Qin Chen mendapatkan jemputan dari Sekte Api Pemurnian dan mereka berangkat bersama-sama menggunakan Array Teleportasi.


Hanya mereka yang berada di Tingkat Virtual atau Spirit yang mampu untuk berpartisipasi, Fan Ping sudah mendapatkan tugas dari Ayahnya dan untuk memberikan pengawalan terhadap kedua Wanita Qin Chen.

__ADS_1


Semua Ahli Tingkat Virtual dan Spirit berkumpul disatu tempat, jumlah sekitar jutaan dan mereka sudah siap untuk pergi. Mata mereka saling memandang satu sama lain dan yang menjadi pusat perhatian adalah ketiga Pewaris dari Kekuatan utama yang duduk disebuah kursi paling atas.


"Siapa mereka bertiga ?" Tanya Qin Chen kepada Fan Ping.


"Sheng Yan dari Sekte Jurang Naga, Yao Jun dari Sekte Jiwa Ilahi dan Lin Dong dari Sekte Samudra. Ketiganya adalah Putra Suci dan Murid langsung dari ketiga Pemimpin. Mereka mungkin masih berada di Tahap Akhir Tingkat Virtual namun ada rumor mengatakan jika mereka dapat bertarung seimbang melawan Ahli Tahap Awal Tingkat Raja." Fan Ping mengatakan identitas ketiganya.


"Sekuat itukah mereka ?" Qin Chen tersenyum dan lebih memilih tidak peduli.


"Ya... Saudara Qin sudah pernah bertarung dengan Duan Wuya, kekuatan mereka hampir dapat disetarakan namun jika berbicara soal kekuatan maka Duan Wuya lebih menakutkan dari mereka." Kata Fan Ping sambil melirik kearah Qin Chen.


Duan Wuya berasal dari Sekte Dewa Iblis dan jauh lebih kejam, dia tidak seperti Putra Suci yang dimanjakan dengan sumber daya yang sejak awal sudah tersedia. Duan Wuya ataupun Qin Chen memperoleh kekuatan dengan dirinya sendiri, jika mereka memiliki kondisi yang sama maka bisa dipastikan kalau ketiga Putra Suci tidak ada apa-apanya.


"Aku harus memberikan salam kepada mereka, apakah Saudara Qin Chen ingin ikut ?" Tanya Fan Ping dengan santai.


"Tidak akan." Qin Chen mempersilahkan Fan Ping untuk pergi dan mengambil tempat duduk.


Untungnya Chu Lian dan Yun Shuang memakai cadar dan tidak menjadi pusat perhatian, mereka duduk disisi lain bersama orang-orang dari Kerajaan Tingkat Tiga. Qin Chen berada ditempat Kultivator Independen dan menunggu dengan tenang.


Memberikan penghormatan kepada mereka bertiga itu sama sekali tidak layak, dia akan mengambil posisi pertama dan untuk mereka yang menghalangi jalannya maka Qin Chen sudah sangat siap untuk menyingkirkannya.


Didalam Medan Perang Kuno ada banyak sekali harta dan mereka akan saling membunuh dan bersaing satu sama lain. Rasa hormat hanya dimiliki oleh mereka yang punya kemampuan, jadi Qin Chen tidak terlalu takut menyinggung perasaan mereka dan bertarung habis-habisan.

__ADS_1


__ADS_2