
Setelah tiga hari Qin Chen melewati malapetaka akhirnya fondasi kokoh dari Tahap Akhir Tingkat Raja dia dapatkan. Domain Pembunuh akan dibuka tiga hari lagi dan dia tidak perlu buru-buru untuk keluar.
Qin Chen mengumpulkan ketiga Istrinya dan mendapatkan kabar baik dari Qing Yue, dia mendapatkan esensi pohon emas dan itu adalah segumpal energi inti kekacauan. Untungnya sebagai Ras Elf Qing Yue sangat berwawasan dan energi inti kekacauan ini memang mematikan namun manfaatnya dalam mempelajari Dao akan sangat berguna dimasa depan.
"Berapa banyak energi inti Kekacauan yang bisa dihasilkan ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.
"Gumpalan itu bisa dibagi menjadi sepuluh tetes dan untuk jangka waktunya mungkin sampai 200 atau mungkin 500 tahun lebih untuk memunculkan energi inti kekacauan." Jawab Qing Yue dengan jujur.
"Bukankah itu sangat bagus untuk perkembangan Dao milikmu Suamiku." Kata Chu Lian dengan penuh semangat.
Yun Shuang setuju dan berkata, "Jika kau bisa mengungkap misteri dari Dao Takdir maka itu adalah sesuatu yang luar biasa."
"Bukan hanya itu saja... jika kedua Saudari bisa menggunakannya akan memungkinkan membangkitkan fisik khusus sesuai karakteristik utama. Kalian juga bisa menciptakan Dao sendiri dan kecepatan Kultivasi kalian akan meroket nantinya. Selama ada aku yang memandu kalian maka tingkat keberhasilannya akan menjadi 90 persen." Qing Yue menjelaskan semua manfaatnya.
"Kalian sudah dengar itu bukan... maka aku akan memberikan kalian satu tetes untuk memurnikan hal itu. Qing Yue bisa membantu dan kalian bisa berlatih dengan tenang !" Kata Qin Chen sambil mengusap kepala mereka.
"Sebenarnya kami ingin menjelajah Domain Raja Pembunuh, tapi karena kau sudah mengatakannya maka kami akan mematuhinya. Keluarga Jie pasti akan datang dan jangan bertindak gegabah mengerti ?" Yun Shuang memberikan Qin Chen peringatan.
Qin Chen mengangguk dan menarik Qing Yue untuk bergabung, "Kau sudah bekerja keras dan layak untuk mendapatkan hadiah !"
"Mulai lagi !" Yun Shuang dan Chu Lian membaca niat Qin Chen.
"Ayolah... kalian bertiga akan berlatih bersama-sama, Suami kalian ingin dimanjakan dan khususnya untuk kalian bertiga." Kata Qin Chen sambil membuka pakaiannya.
__ADS_1
"Kalau itu yang kau mau maka bersiaplah... kita harus memberikan pelajaran kepada Pria sialan ini." Kata Yun Shuang dengan sedikit kesal.
"Pria sialan ini menunggunya." Qin Chen menelanjangi mereka bertiga dan menyeretnya ketempat tidur.
Selama dua hari dia dimanjakan oleh mereka bertiga, dia merasa kalau hidupnya tidak sia-sia dan menikmati kepuasan terbesar dari mimpi terliar seorang Pria. Sampai pada akhirnya Qing Yue dan Yun Shuang terkapar ditempat tidur, Chu Lian masih sangat aktif seperti biasanya dan memeluk Qin Chen dengan nyaman diatas tubuhnya.
"Hah... hari ini aku ingin istirahat dan punggungku sangat lelah." Kata Chu Lian sambil terengah-engah.
"Aku juga... sekarang tidurlah dan pikirkan hari kapan dimana kalian bisa memulainya." Qin Chen memeluknya dengan lembut dan membantu Chu Lian tertidur.
Keesokan paginya Qin Chen pergi seorang diri dan masuk kedalam Domain Raja Pembunuh, suasana ketika memasuki penghalang sangatlah menakutkan dan tempat itu dipenuhi energi Yin yang sangat kuat.
Beberapa Kelompok tidak ingin bergaul dengan Qin Chen mengingat keberaniannya yang menyinggung Keluarga Jie. Mereka tidak ingin terlibat masalah dan lebih memilih untuk tidak menerima Qin Chen.
Qin Chen berbalik dan hanya dengan tatapan matanya gelombang kekuatan jiwa menyembur dan menghancurkan cakar hantu. Qin Chen menatap Pria itu dengan dingin dan merasa tidak senang.
"Kekeke... Keluarga Jie sudah bersiap untuk datang kemari, jika aku bisa menangkapmu dan menyerahkannya kepada mereka bukan hal yang mustahil untuk mendapatkan harta." Kata Pria itu dengan tawa yang menakutkan.
"Orang lemah sepertimu ingin menangkapku... coba saja jika kau memiliki kemampuan !" Qin Chen melesat kedepan dan tubuhnya diselimuti kobaran api.
Basis Kultivasi mereka sama dan Qin Chen percaya diri bahwa dia dapat membunuh Pria itu dengan mudah. Namun Pria itu sama sekali tidak khawatir dan terlihat siap untuk bertarung dengan Qin Chen.
Ketika jarak mereka sudah cukup dekat tiba-tiba Pria itu mengeluarkan manik hitam dan sebuah kubah kegelapan mengurung Qin Chen didalamnya. Tawa hantu menggema ditelinganya dan Qin Chen merasa kalau dirinya sudah dipermainkan.
__ADS_1
"Hahaha... kau bisa membunuh Ahli Tingkat Saint dan hanya orang bodoh saja yang mau bertarung denganmu. Tapi kau sekarang sudah terjebak dan mustahil kau bisa keluar dari Kubah Kegelapan." Pria itu tertawa dengan geli.
*Boom.*
Ledakan yeng besar mengguncang tanah dan raungan Binatang Suci menggema, nyala Api Petir yang kuat meledak dan menghancurkan Kubah Kegelapan dengan mudah. Seekor Jiwa Phoenix Api yang perkasa melayang diudara dan menatap kearah Pria itu dengan penuh penindasan.
"Ini memang sangat menjengkelkan tetapi aku sangat berterimakasih, berkatmu aku sadar akan kekuranganku dan sebagai ucapan terimakasih aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit." Qin Chen melambaikan tangannya dan Jiwa Phoenix menyemburkan Api Petir yang ganas.
Pria itu disapu oleh Api dan tidak ada sisa apapun dari tubuhnya. Qin Chen sadar bahwa semakin dia memiliki kekuatan maka arogansinya semakin tinggi, melihat orang dibawahnya membuatnya yakin bisa menang dengan mudah tanpa memikirkan trik apa yang dimiliki musuhnya.
Tentunya hal itu adalah sesuatu yang tidak baik dan untungnya dia memiliki Jiwa Binatang Suci yang dapat menghancurkan Kubah itu. Dimasa depan siapapun musuhnya Qin Chen harus tetap waspada dan tidak meremehkannya. Qin Chen mengambil Manik itu dan memeriksanya.
"Saudaraku bisakah kita berbicara sebentar !" Kata seorang Pria dengan Pedang dipunggungnya yang bernama Rong Hui bersama 30 orang dibelakangnya.
"Bicara atau bertarung ?" Qin Chen menatap mereka dengan dingin, "Aku sudah muak dengan hal semacam ini, sekalipun kau adalah Ahli Tahap Awal Tingkat Saint aku masih mampu melawanmu !"
"Kami tidak memusuhimu dan niat kami hanya berbicara, Saudaraku memiliki Artifak yang bagus dan aku ingin menawarnya. Jujur saja kami berasal dari Cabang Pasukan Pemberontak." Kata Rong Hui dengan penuh pertimbangan.
"Dimana aku bisa pergi menemui Pemimpin kalian ?" Tanya Qin Chen dengan senyum yang lebar.
"Kami hanya sebatas Pasukan Cabang dan tidak memiliki akses, paling banyak hanya orang pusat yang akan datang selebihnya kami hanya menunggu waktu pertarungan akhir dan mengumpulkan informasi." Kata Rong Hui dengan sedikit curiga.
Qin Chen memberikan Artifak itu dan berkata, "Itu untukmu... sekarang pergilah dari sini dan sampaikan ini kepada Pemimpin kalian. Pria ini bernama Qin Chen... aku sangat merindukanmu tapi jangan mencariku, ketika kau melihatku untuk kedua kalinya maka apa yang ada didepanmu adalah sosok yang pantas."
__ADS_1