
Sesampainya dikelas
" *Hehh ntar yg buat alesan bolos si ketua kelas aja ya*" ucap Alesya
" *Aman.. tapi gue orangnya grogian kalo bohong gimana dong* " ucap Davian
" *Halahh alibi ke pacar kedua aja lo lancar yakali cuma alasan bolos Lo ketar-ketir ngab* " ucap Xavira
Tingg!
...**Gevan**...
| By
| Gue sakit masa
^^^Bisa sakit juga lo? |^^^
| Lo gamau nanya gue sakit apa?
^^^Kaga |^^^
| :(
| Sakit tapi ga berdarah
^^^Korona? |^^^
| By 😭
^^^Lo napa si? gjls bat |^^^
| Lo yg gajelas, ngapain berangkat bareng cowok?
^^^Fix lo beneran gila |^^^
| Iya! dan itu karena lo!
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Gevan suka gue? Batin Xavira
Di kantin
" Gini aja,gimana kalo kita bolosnya gausah bilang-bilang? " ucap Davian
" Namanya bolos ya ga bilang-bilang lah ngab " ucap Xavira
" Gausah alesan. Kita langsung meluncur ngikutin Qiara aja " bisik Alesya
" Ribet banget. Tinggal ngikutin dia juga " dengus Regan
Saat Xavira hendak memakan baksonya
Happ
Gevan memakan bakso yang hendak Xavira makan
" Ni garpu bekas gue anjer " ucap Xavira kesal
" Ya terus? " Ucap Gevan santai
" Ehh sejak kapan lo deket sama Gevan? " Tanya Davian
" Ada hubungan apa lo sama gevan xav? " Tanya alesya
" Jangan bilang lo jadian sama ni cewek van? " Ucap Satria
" Gue gaada hubungan sama Gevan " bantah Xavira
" Apa karena cewek ini kamu kemarin kasar ke aku? " Tanya Qiara matanya berkaca-kaca
" By... Aaaa "
" Apuaan suih gev! " Ucap Xavira sambil mengunyah bakso
" Xav, kok dia manggil lo 'by'? " Tanya alesya
Gevan sialan. Batin Xavira
Tetttt!!
Bel masuk berbunyi
" Ud-udah bel. Mending masuk kelas " ucap Xavira sambil menggandeng alesya pergi
Gevan tersenyum smirk
" Sialan siapa nih yang bayar semua bakso sama es nya jingan " ucap Regan
" Biar gue aja. Gue juga mau bayar pesenan gue tadi " ucap Elang rendah hati dan tidak sombong :)
" Wuiss thanks daapp " ucap Davian sambil ber tos ria dengan Elang
Qiara mengepalkan tangan dan pergi izin ke ruang guru
Dikelas Xavira
" *Sejak kapan lo deket sama Gevan*? " Tanya alesya
__ADS_1
" *Tuh anak sinting gausah lo ladenin. Soal dia manggil gue 'by' itu Auby, nama tengah gue* " Ucap Xavira
" *Yaudah kita bolos sekarang sebelum guru masuk* " ucap Regan
Qiara dan om-om memasuki kamar hotel
" Wahh ga waras tuh bocah prikk" ucap Regan
" Kan bener lagi check in, dapet berapa juta tuh anak?" Kekeh Davian
" Dah gue vidioin dia. Mampus tuh bocah " ucap Alesya
" Untung kita pake hoodie. Kalau seragam kita keliatan bisa abis kita" ucap Xavira
" Mending kita ke resepsionis minta dibukain pintu kamar Qiara " ucap ucap Davian
Menuju resepsionis
" Mbak tolong bukain kamar nomor 007 bisa? " Tanya Regan
" Maaf ga bisa mas, harus izin yang nyewa kamar " ucap mbaknya
" Dobrak aja lah " ucap Alesya
" Dobrak pala lo. Kita bukan Elang yang bisa ganti rugi pake dollar ya" ucap Davian
" Mbak, yang masuk kemar itu masih SMA mbak. Saya takut diapa-apain sama om-om tadi " ucap Xavira
" Waduhh baik mbak. Saya ambil kunci duplikat nya " ucap mbaknya
" Siapin kamera gaes " ucap Alesya
" harusnya bawa popcorn tadi " ucap Davian
" gue bawa buku Yasin aja dah " ucap Regan
CEKLEKK....
" ASTAGHFIRULLAH " ucap mereka
Kalian tau? Gunung Qiara terlihat dan ada merah-merah bekas kecupan disana
Untung hanya melepas kancing seragam dan BH nya saja. Tidak sampai bertelanjang.
Tapi tetap saja itu menjijikkan. Kelakuan Qiara tidak seperti tampangnya yang polos dan lemah lembut
Regan segera menutup mata alesya
Jangan lupakan kamera alesya yang masih menyala :)
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀