
" Geseran dikit woii gue kaga bisa napas " ucap Raya yang berada ditengah-tengah antara Alesya dan Xavira
Sabtu sore setelah pulang dari kantor, Alesya dan Raya datang bilang ingin menginap di rumah Xavira. Sedangkan Nesya tidak ikut karena ia sedang ada acara keluarga dengan keluarga Elang. Alesya sendiri ingin curhat sedangkan Raya ingin keluar dari pasukan babu nya emak dan nobar film horor. Dikarenakan Raya takut jadilah Raya nonton ditengah. Belum juga mulai mereka sudah teriak-teriak duluan
" Gue mau nya dempetan! ntar kalo hantunya muncul diselah-selah kita gimana woi " teriak Alesya
" Kaga bakal! mana ada hantu yang mau deketan sama lo " teriak Raya yang langsung mendapat tabokan dari Alesya. " Ya santai dong teriaknya! gausah ngereog " sahut Alesya juga teriak
" Tapi gue sesek njir... udah mengkis empat ini mah " ucap Raya memelankan suaranya. Xavira yang melihat perdebatan mereka pun ikut berteriak. " Udah woii! ntar kalo hantunya muncul gue tinju dah! kalo kek gini terus yang ada kaga jadi nobar " teriak Xavira menggerutu
" Langsung gas play Xav " sahut Alesya yang sudah tidak ingin berlama-lama, namun suara dering ponsel Xavira membuat Xavira harus mengangkat nya, terlebih lagi kekasihnya lah yang menghubunginya
' Sayang kamu free kan? kita keluar yuk, malmingan '
Xavira menatap kedua temannya yang juga menatap nya. " Maaf Gev, ini Alesya sama Raya lagi main dirumah " jawab Xavira
' Yaahh... usir aja mereka nya yang '
Perkataan Gevan barusan dapat didengar oleh Alesya dan Raya. Mereka membelalakkan mata dan langsung merebut ponsel Xavira
" Hehh kutu kupret! kita lagi girls time ya! ga usah ganggu-ganggu lo! Lo tadi juga kan udah sama Xavira " ucap Alesya ngegas
' Justru kalian yang gausah ganggu! Auby kan pacar gue! '
" Kita duluan yang ke rumah Xavira ya nying! Xavira harus sama kita, kaga bisa diganggu gugat! " sahut Raya ngegas
Suara Gevan mendengus. ' Kasih HP nya ke auby! '
Raya pun memberikan ponsel Xavira ke pemiliknya
' Sayang aku kangen... pengen malmingan ' dengan nada merengek
" Dihh.. manja banget " gerutu Alesya sembari memperagakan gerakan muntah. " Gevan tai! baru juga tadi ketemu udah kangen aja ewh " imbuh Raya. Mereka berdua sama-sama menguping sedangkan Xavira hanya memijat pelipisnya
" Kita jalan nya besok minggu aja gimana? kasian mereka berdua udah niat bawa laptop buat nobar, cemilan se-gunung, masker wajah, bantal guling kek mau pindahan. Masa aku usir kan kasian kek anak ilang " ucap Xavira. Alesya dan Raya hanya misuh-misuh tak jelas
Hening... tidak ada jawaban dari Gevan
" Gimana? besok Minggu mau ga? " tanya Xavira memastikan. Tidak ada kepastian itu rasanya sakit sekali epribadehh
' Mau lah! yaudah besok Minggu ya! pastiin tuh dua curut kaga nyempil! '
Alesya langsung berkomentar. " Xav, besok serloc ya! gue susul " ucap Alesya dan ber-tos ria dengan Raya
" Udah ya Gev, lanjut nanti " ucap Xavira yang sudah frustasi dengan kedua temannya itu
__ADS_1
' Hmm... aku nanti mau ngurus berkas-berkas kerja yang. Sampai jumpa besok, good night, mimpi indah, jangan sampe bangun kesiangan! luv u dear '
" Luv u too " jawab Xavira dan segera mematikan ponselnya. Xavira menatap kedua temannya, " Apa? mau ngejek? " tanya Xavira
Raya mendengus. " Gue iri bangsat " gerutu Raya. " Gue pengen nerima ajakan 'dia' tapi gue takut karna kita baru kenal bazenk " imbuh Alesya mengerucutkan bibirnya
" Yaudah habis ini curcol deh " ajak Xavira
TOK..TOKK..TOK!! mama Karina membuka pintu kamar Xavira
" Heyy... cute girls let's go out first, kita makan malam dulu yuk " ucap mama Karina mengajak mereka bertiga makan malam
" Okey tans,, maaf jadi repot-repot manggil " ucap Alesya
" Engga repot kok.. tante seneng Xavira punya temen deket seperti kalian, bisa main kerumah. Sering-sering nginep sini yaa " ucap mama Karina tersenyum
Setelah makan malam, mereka memutuskan untuk nobar sambil maskeran dan disambung Xavira dan Raya mendengar curhatan dari Alesya
" Gini ya gaes.. ada cowok yang dari awal masuk kuliah dia ngedeketin gue sampe sekarang. Dia juga udah pernah bilang suka sama gue tapi ga gue respon... ya gimana ya? gue masih ragu aja gitu, secara kan kita baru aja kenal seminggu.. tapi gue juga udah mulai ada rasa ke dia sih " tutur Alesya
" Ini nih foto nya " ucap Alesya sembari memperlihatkan foto cowok yang Alesya ceritakan
" Iya, kemarin dia curhat tentang adeknya yang bandel " jawab Alesya
" Emm.. mending coba lo tunggu seminggu an, kalo dia tambah terbuka ke lo yaudah gass.. kalo sikap dia berubah dan menjauh mending jangan " saran Xavira. " Nah bener tuh.. ikutin saran Xavira, kalo gue mah kaga berpengalaman dalam gituan. Gue masih seneng singel " ujar Raya bangga
" Ashiapp bestie.. terimakasih sudah mendengar dan menyarankan curcol an saya.. saya jadi teruha" ujar Alesya dramatis
" Terhura geblek! " sentak Raya namun langsung ditabok Xavira. " Punya temen kok kaga lurus semua heran.. harusnya kan nih dua curut ketular otak encer gue " gerutu Xavira bergidik
" Cari temen yang lurus itu sulit sob... btw jangan sampe kebablasan singel nya Ray " ucap Alesya
__ADS_1
Pagi nya Alesya dan Raya sudah pamit ke ortu Xavira dan pulang ke rumah masing-masing. Kini giliran Gevan yang datang meminta izin ke ortu Xavira untuk mengajak jalan anaknya yang kemudian mendapat persetujuan dari ortu Xavira
Gevan memandang Xavira yang menggunakan rok hitam sepaha dan sweater panjang. " Ga bisa ya, pake baju yang bagusan dikit? " ucap Gevan datar
" Makanya beliin! " ucap Xavira ngegas. Gevan mendengus " Pake rok yang panjang gih.. yang menutupi aurat " tegas Gevan
" Dihh... panas, males ganti juga. Yuk jalan! " sahut Xavira sembari melangkah menuju mobil Gevan namun Gevan tidak kunjung berjalan
Xavira menoleh, " Ganti baju atau ga jadi jalan? " ucap Gevan menekan kalimat nya. Xavira melotot, apa-apaan ini? apakah cewek harus selalu nurut sama cowoknya?, pikir Xavira. " Yaudah ga jadi, aku balik tidur aja " ujar Xavira santai. Gevan yang mendengar seketika langsung menghampiri Xavira
" Kita jalan sekarang! " ucap Gevan membukakan pintu mobil dan mendorong Xavira masuk. " Anjir sadis bat " gerutu Xavira
Sesampainya di mall, Gevan menjadi tersungut karena beberapa laki-laki menatap kagum kekasihnya. Ini tdak bisa dibiarkan!, pikirnya
Gevan mengeratkan genggaman tangannya dan Xavira. " Sayang, tuh banyak buaya-buaya yang natap kamu! " ucap Gevan dengan nada tak suka
" Kamu juga salah satu buaya nya dong.. kamu juga natap aku tuh " ucap Xavira bercanda agar pacarnya ini tidak terlalu ovt. " Aku kan pacar kamu, boleh dong aku natap kamu sepuasnya... dan aku juga boleh dong, cium kamu disini " ucap Gevan tersenyum, seketika ia memikirkan ide brilian
Cupp!
Gevan mencium pipi Xavira. Garis bawahi itu, hanya pipi yang Gevan cium. Sementara Xavira menatap malas sang pelaku yang kini tersenyum lebar. Udah biasa kek gini, gue orangnya sabar kok. Punya pacar posesif dan manja juga gue selalu sabar. Batin Xavira
Gevan menarik Xavira menuju penjual borgol dan membelinya. Xavira menatap heran Gevan. Gevan memasang borgol itu ke tangan kirinya dan tangan kanan Xavira. " Masyaallah Gev... aku ga habis pikir se posesif itu kamu sama aku " gumam Xavira
Gevan malah tersenyum lebar. " Biar mereka tau kamu milik aku " ucap nya. Xavira hanya mengangguk malas " Serah deh " lirihnya
Xavira menghabiskan waktu dari pagi hingga sore bersama Gevan. Meskipun merasa risih dengan borgol yang mengalung ditangan nya, namun Gevan tetap membuat Xavira bahagia
" Pulang yuk Gev " ajak Xavira. " Hmm.. beli martabak dulu ya " ujar Gevan sembari berjalan menyebrang jalan bersama Xavira
Saat berjalan mencari tempat duduk, Xavira tak sengaja menyenggol bahu laki-laki yang membawa beberapa cat botol dan banyak kuas. Alhasil cat dan kuas tersebut jatuh berserakan
Xavira melirik Gevan sebentar kemudian berjongkok untuk memunguti cat tersebut, Gevan yang melihat itu ikut memungut kuas. " Maaf mas, ngga sengaja " ucap Xavira. Namun laki-laki yang ditabraknya hanya menatap Xavira dengan tersenyum tipis dan melihat ke tangan Xavira dan Gevan yang masih terborgol
" Iya mba, gapapa... saya duluan " ucap laki-laki tersebut setelah mengambil cat dan kuas yang dipungut Xavira dan Gevan
" Permisi mba " ucap laki-laki tersebut dan melenggang pergi
" Ciee.. yang di pamitin cuma kamu ciee " ucap Gevan datar. Sementara Xavira memutar bola matanya malas " Ga usah mulai deh.. positif thinking dia ga ngeliat kamu hahaa " ucap Xavira sambil tertawa dan dihadiahi jitakan pelan dari Gevan
Xavira mengelus rambutnya " Ohh jadi mainnya kekerasan.. oke cukup tau " ucap Xavira melipat bibirnya
" Mas saya ulangi lagi, ini martabak rasa coklat keju 1 sama coklat kacang 1 ya? " Tanya sang penjual namun tidak ada jawaban dari Gevan maupun Xavira
__ADS_1
Gevan malah melepas kaitan borgolnya dan mengelus rambut Xavira yang membuat penjual itu mendengus " Sepertinya pesanan nya martabak rasa kacang semua deh yang benar " gumam sang penjual
🍀🍀🍀🍀