
Sabtu pagi, kesempatan emas untuk Xavira bermalas-malasan dan rebahan sesuka hatinya. Namun kesempatan itu ia tunda karena seseorang menghubungi nya
...Gevan...
| Bangun
| Bangun dah siang
^^^Jam 6.30 itu siang ya? baru tau |^^^
| π€π€π€
| Kamu ga mau nanya aku skrng lgi dimana?
^^^Lagi dimana emang? |^^^
| Di kantor π₯³
^^^Udah kek info WhatsApp aja πππ» |^^^
| Pacarnya lgi cari nafkah malah diejek
^^^Selamat πͺπ» |^^^
^^^Semangat π₯³ |^^^
| Emot ny kebalik π
| Btw aku lebih semangat lagi kalo kamu dateng ke kesini
^^^Kesini kemana? |^^^
| Kantor lah
^^^Kantor siapa? |^^^
| Kantor papa dong
^^^Dimana? |^^^
| Jln.xxxxxxxxxx
^^^Kantor nya kek gimana? |^^^
^^^Bentuk nya? |^^^
^^^Sebelah nya ada bangunan apa? |^^^
| Byyy π£π£
^^^By itu siapa? |^^^
^^^Apakah dia cewek? |^^^
| π π
| Tau ah
| Aku mau meng-sibuk
..." Bahh langsung sibuk dia " Xavira tertawa...
^^^Jiahh ngambek |^^^
^^^Ngambek mulu ga baek tau |^^^
| Bikin kesel pacar jg g baek
^^^Emang kamu pacar aku? |^^^
| Tuh kan mulai lagi
| Dahlah
..." Yahh ngambek dia "...
^^^Kamu itu bukan pacar aku |^^^
^^^Tapi jodoh ku π€© |^^^
^^^Blom slesai ngetik tadi nying |^^^
^^^Yahh centang 1 |^^^
^^^Yaudah smangat kerjaa π |^^^
____________________________________________
" Gevan ngambek beneran dong "
" Durhaka sekali saya "
" Mending gue ke kantor Gevan aja, kan siapa tau dia kaga jadi ngambek... tapi kalo dia terganggu gimana? gue kesana nitip makan buat Gevan terus pulang aja deh " gumam Xavira kemudian bangkit menuju kamar mandi
Setelah bersiap, Xavira langsung pergi membeli makanan favorit Gevan dan ke kantor Gevan
Xavira menulis sebuah pesan di sticky note bertuliskan ' Mas pacar makan yg banyak yaa! semoga cepet kembung... your luv eaa '. Sticky note tersebut ia letakkan dikardus makan dalam totebag
" Cari siapa mbak? "
Xavira menoleh ke sumber suara, ia melihat satpam yang juga menatap nya. Kini Xavira sampai di kantor Gevan
" Saya mau nitip makan emm... makan pagi atau siang ya, ini jam 9 sihh.. umm pokoknya saya nitip makanan buat Gevan " ucap Xavira sedikit bergumam
" Maksudnya ini untuk anak nya pak Baskara ya? " tanya satpam itu. Xavira mengangguk dan mengulurkan totebag berisi makanan tersebut ke satpam
" Atas nama siapa? biar saya sampaikan " tanya satpam. " Xavira, pacarnya Gevan... saya nitip ya pak, terimakasih " ucap Xavira kemudian keluar kantor, sedangkan satpam tersebut berjalan ke ruangan Gevan
Belum sempat mencapai pintu keluar, Xavira sudah dicegat oleh seorang laki-laki yang menggunakan jaz
" Permisi, apakah mbak nya yang menghubungi pihak kantor tadi malam? lamaran nya saya terima, dan sekarang saatnya interview mbak " ucap laki-laki tersebut
TOK.. TOKK..
" Masuk " ucap Gevan
Satpam itu pun masuk, " Ini ada kiriman dari mbak Xavira, mbak nya bilang pacar nya pak Gevan " ucap satpam tersebut dan menaruh totebag nya di meja Gevan
__ADS_1
Gevan tersenyum. Peka juga pacar gue, batinnya
" Terimakasih " ucap Gevan. Satpam itu pergi keluar dari ruangan Gevan. Sedangkan Gevan langsung membuka totebag nya
" AAARGHH " teriak Gevan setelah membaca sticky note tersebut. Ia pun mengambil ponselnya hendak menghubungi kekasihnya, ternyata ada beberapa pesan dari Xavira yang belom ia baca dan sialnya membuat ia tersenyum. Ia segera menghubungi Xavira
" Maaf mas, saya bukan mau ngelamar pekerjaan... saya tadi cuma nganter makan ke Gevan " ucap Xavira.
" Ohh maaf mbak... saya kira mau ngelamar kerja, saya permisi mbak " ucap pegawai tersebut. Xavira hanya tersenyum dan suara dering ponsel Xavira terdengar
*Dari Gevan ternyata*, batinnya. Diangkat lah ponsel itu
' *Sayang kenapa langsung pulang*? '
" Aku ga mau ganggu kamu, ntar bukannya fokus malah bikin kantor bangkrut lagi " ucap Xavira
' *Engga lah.. kamu dimana sekarang*? '
" Masih dikantor kamu, tadi pegawai kamu ngira aku mau ngelamar kerja "
' *JANGAN KEMANA-MANA! TUNGGU DISITU*! ' ucap Gevan
*Mau ngapain lagi nih bocah*, batin Xavira dan sesaat kemudian ada sebuah tangan yang merangkul pinggangnya
" Harusnya tadi kamu sekalian masuk ke ruangan aku aja " ucap Gevan dan menarik tubuh Xavira masuk ke ruangannya
Gevan segera mengunci pintu ruangan dan mengangkat tubuh Xavira. Ia pun mendudukkan tubuh Xavira di sofa dan menghisap bibir Xavira membuat Xavira terperanjat
Gevan tersenyum kala Xavira membalas ciumannya. *Gak sia-sia gue ngajarin dia*, batin nya
Hampir 2 menit, kini ciuman mereka berakhir karena Xavira mual. " Kamu kenapa by? " tanya Gevan panik
" Toilet Gev " jawab Xavira. Gevan pun menuntunnya ke toilet ruangan nya. Dan Xavira pun muntah, Gevan segera memegang rambut Xavira dan memijat pelan pundak Xavira
" Hadehh... baru ciuman sebentar aja udah jackpot, gimana kalo lebih " ujar Gevan memijat dahi Xavira. Xavira mendengus
" Pusing ga? " tanya Gevan, Xavira menggeleng. " Aku gapapa, cuma bibir aku rasanya kebas " jawab Xavira. Gevan mengalihkan pandangannya. *j@ncuq,,, kalo gini terus bisa khilaf gue jingan*!, batin Gevan mengusap dahinya yang berkeringat
" Kamu ga mau makan? " tanya Xavira
" Makan dong, kita makan bareng... kamu suapin aku " ucap Gevan sembari mengambil totebag itu dan duduk kembali
" Aku pulang aja ya Gev " tawar Xavira. " Ga boleh. Kamu temenin aku disini, ini cuma bentar kok " tegas Gevan
" Tapi ini dah siang Gev " sahut Xavira. " Masih siang kan? belum malem " ucap Gevan santai. Xavira hanya diam dipangkuan Gevan sembari membuka ponselnya. Ternyata ada pesan yang membuat nya syok.
...**SUBEDU (SUmberBEbanDUnia**)...
**Nesya**
| Assalamualaikum gaes
| Gue ada undangan buat kalian
**Regan**
| Waalaikumsalam
| Wihh Nesya sekarang jadi ukhtiΒ²
**Davian**
| Waalaikumsalam
| Undangan apa Nes?
**Nesya**
| Minggu mingdep gue sama Elang nikah
| Jam 9 pagi gaes
| Salam sejahtera π
**Ale**
| WHATT
| SERIOUSLY??
**Raya**
| Demi dewa~ /pake nada neneknya tapasya
__ADS_1
**Satria**
| Ku terkejut πΆ
| Baru masuk kuliah aja dah belagu mau nikah π€ππ»
**Elang**
| Gue kan udah bisa nafkahin Nesya π€
**Nesya**
| Ditunggu kehadiran nya π»
| Ini pada ga mau ngucapin selamat gitu?
**Ale**
| Selamat
^^^Moga langgeng |^^^
**Raya**
| Happy wedding
**Davian**
| ^2
**Regan**
| ^3
**Satria**
| Happy wedding bro, istri mu penyemangat ku π₯°π₯°
**Elang**
| @**satria** SIALAN LO!!!
**Nesya**
| Ga niat bgt ngucapinnya dihh
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
" Gev, Nesya sama Elang mau nikah " ucap Xavira. " Ohh.. jadi juga ternyata " gumam Gevan.
" Jadi apa? " tanya Xavira. " Kan Nesya udah cemburu akut ke Elang, over thingking karna banyak cewek-cewek di kampus, trus kemarin minta nikah " sahut Gevan masih fokus ke laptopnya
" Kamu ga mau minta nikah yang? " tanya Gevan terkekeh. Xavira mematikan ponsel nya dan meletakkan kepalanya ke bahu Gevan. " Aku masih pengen jalan-jalan, masih pengen jadi remaja, masih pengen seneng-seneng menikmati hari sebelum jadi ibu " jawab Xavira
Gevan mencium kening Xavira, " Iyaa, aku bakal nunggu kamu... tapi kamu ga cemburu kalo aku dideketin cewek kampus maupun cewek kantor hmm? " tanya Gevan menggoda. " Engga " ucap Xavira memejamkan matanya
" Kalo aku diambil cewek lain gimana? " tanya Gevan jail, " Aku rebut balik lah.. gampang kan " ucap Xavira santai yang membuat Gevan tak bisa menahan senyumnya
" Kalo aku milih cewek lain gimana? " tanya Gevan lagi. Balas dendam soal chat nya tadi ceritanya
" Yaudah aku juga milih cowok lain " gumam Xavira yang sudah merem melek akibat mengantuk. " Will never! you are mine and I am yours. Forever! " tegas Gevan sedangkan orang yang ia pangku sudah terlelap dalam tidurnya.
2 jam kemudian. Gevan sudah selesai dengan pekerjaan nya. Ia pun melirik ke arah Xavira dan tersenyum. *Pantesan anteng, mana tidurnya pules banget*. Batin Gevan mengelus pipi Xavira
Gevan pun menggendong Xavira dan ia tidurkan disofa. Tiba-tiba mata elangnya melihat 2 kancing baju Xavira bagian atas terbuka. Ia menelan ludahnya dan berniat mengancingkan kembali agar tak disangka yang tidak-tidak.
Saat tangan Gevan hampir memegang kancing baju Xavira, Xavira terbangun. " Ini masih dikantor ya? " gumam Xavira sembari mengucek matanya
" Iyaa... se-empuk apa sih pundak aku? sampe pules banget " goda Gevan. " Pulang yuk " ajak Xavira sedikit ingin bangkit namun seketika ia melotot saat sadar bahwa kancing bajunya terbuka
Xavira segera memasangnya. " Kamu liat ya? kamu ga macem-macem kan? kok kancing baju kamu juga kebuka? kamu ga jahat kan Gev? " tanya Xavira bertubi-tubi dengan nada panik
Gevan tertawa lepas. " Nikah yuk " ucap Gevan sedangkan Xavira menatapnya kesal. " Kancing aku kan emang daritadi kebuka, kamu ga liat aku gerah? dan coba kamu rasain, tubuh kamu sakit-sakit ga? " ucap Gevan lembut. Xavira menggeleng
" Kita ga ngapa-ngapain sayang... udah ya gausah parno, itu kancing kamu kebuka pas tidur " ujar Gevan menahan senyumnya. Baginya wajah Xavira sangatlah menggemaskan, wajah ngebug dan wajah bangun tidur wahh perpaduan yang sempurna
__ADS_1
ππππ