
" Loh, heels kamu kemana Xav? kok nyeker gitu? " tanya mama Karina saat melihat anaknya berjalan tanpa alas kaki
Xavira menengok ke bawah " Ohh iya.. ketinggalan dimobil Gevan mah " ucap Xavira menepuk jidatnya
" Bibir kamu kenapa Van? kok keluar darah? " pertanyaan papa Dani sukses membuat semua mata tertuju pada bibir Gevan. Gevan mengusap bibirnya ' si ayang gigitannya ganas bat ' batin Gevan sedikit tersenyum sembari menatap Xavira dengan tengil sementara Xavira sudah panik
Hening sesaat. Papa Dani, Mama Karina dan mama Mira tertawa bersama. " Ohh i understand oke.. oke.. " ucap papa Dani. " Gevan udah berani ya sekarang! mentang-mentang udah lulus... mama bilangin papa kamu " ucap mama Mira yang memperlakukan Gevan layaknya anak kecil
" Ya gimana lagi udah terlanjur... tapi Gevan ga lebih lebih kok " jawab Gevan sambil mengangkat jarinya membentuk peace sementara Xavira hanya diam menunduk
" Xav.. kamu ganti baju gih " perintah mama Karina. Xavira segera ke kamar, sementara Gevan membuka jas nya dan menampilkan kaos putih lengan pendek
" Ekhem.. seperti nya kita perlu bicara Bu Mira.. sebaiknya kita bicara bersama ya ma? " ucap papa Dani. Mama Karina mengangguk setuju " Mari kita bicara " ajak mama Karina. " Ahahaa iya... saya tau kearah mana kita akan bicara.. mari-mari " ucap mama Mira sembari tertawa canggung.
" Gevan, itu diminum dong.. jangan dianggurin " ucap mama Karina
" Kok sepi? mama papa kemana? " tanya Xavira sembari mendudukkan tubuhnya ke sofa sebelah Gevan dengan membawa cemilan
" Lagi pada rapat " ucap Gevan sembari mengangkat tubuh Xavira dan memangku nya
Xavira melotot dan memukul bahu kekar Gevan. " Udah berani Lo ya " ucap nya. Gevan tersenyum " Pacar Xavira kan pemberani " ucap Gevan menempelkan wajahnya ke wajah Xavira
Xavira menjauhkan wajahnya dari wajah Gevan. " Gausah macem-macem deh! " peringkat Xavira sembari menyentil telinga Gevan
" Gue kan cuma mau pacaran sama lo " gerutu Gevan mengusap telinga nya
" Btw gigitan lo bikin merem melek.. segitu semangatnya Lo nyium gue " ucap Gevan, lidahnya menyapu bibirnya yang berdarah. Xavira memukul pelan bibir Gevan " Gue gigit bibir lo karena bibir lo ngolet-ngolet mulu kaga bisa anteng! bikin napas gue kesumbat anjir " teriak Xavira
Gevan cemberut. " Ya jangan kejam-kejam napa... yok kita ulangi lagi, gue ajarin biar ga pengap " ucap gevan. " Ogah! mengkis dua gue " jawab Xavira cepat.
Gevan terkekeh. " Ntar kalo udah terbiasa juga lo ketagihan " ucap nya.
" WHAT THE HELL!! KAK XAV KENAPA? KAKA SAKIT? "
Tiba-tiba datanglah bocil bernama Rafael dengan berteriak sembari memasang wajah panik dan menghampiri Xavira. " Kak Xav kok dipangku kak Gevan kenapa? kak Xav sakit? " tanya Rafael.
__ADS_1
Gevan dan Xavira memasang wajah datar. Xavira turun dari pangkuan Gevan. " Gue baik-baik aja, kaga sakit kok " ucap Xavira. " Trus kenapa kaka dipangku kak Gevan? kek anak kecil aja " ucap Rafael
" Lo kali yang anak kecil... makan sana gih " ucap Xavira berniat mengusir adiknya yang masih volos ini
" Dih ngusir " gerutu Rafael dan berjalan pergi meninggalkan Xavira dan Gevan
Gevan turun dari sofa dan tiduran di karpet. Xavira terperanjat " Kotor Gev.. ke kamar Rafa aja gih " ajak Xavira. " Gausah.. sini aja " gumam Gevan. Xavira segera turun kebawah duduk disamping Gevan
" Kemarin sore gue diajak papa ke kantornya, gue dikenalin ini itu disana .. dan malemnya gue belajar-belajar ngurus perusahaan sampe ga sadar udah jam 4 pagi " curhatan Gevan.
" Sama.. saking asiknya nonton drakor yang baru gue download, gue ga sadar udah jam 2 pagi " Xavira ikut curhat. Gevan menatap Xavira dan mencubit hidung Xavira " Kurang-kurangin tuh nonton drama " ucap Gevan
" Gev.. Lo kan dah pinter, jadi cepet bisa tuh ngurusin perusahaan bapak lo " ujar Xavira sembari mengelus rambut Gevan
" Sini sini sini.. ya lo sih nyium nya lama, gue kan kaga bisa menghirup oksigen " gerutu Xavira. Gevan tersenyum " Iya deh.. pacar Gevan selalu benar " ujar Gevan
" By... jangan galak-galak ya? ngomongnya yang romantis. Biar kalo kita jalan tuh orang-orang pada tau kalo kita pacaran.. kaga debat mulu " ucap Gevan
" Emang kita kek orang debat? " tanya Xavira. " Iya.. Lo ngomongnya kek orang ngajak tawuran " ucap Gevan yang langsung mendapat...........................
Saat ini Gevan dan Xavira tiba di rumah Elang. Mereka janjian makan-makan dirumah Elang jam 4 sore
" Widih.. tumben kaga pada ngaret " ucap Xavira yang melihat semua temannya sudah berkumpul dan ia serta Gevan menjadi orang yang terakhir datang
" Iya lah... kita kan teladan, gak kek lo berdua " ucap Raya. " Gue baru kali ini aja kali telat nya " ujar Gevan datar
" Ngapain nih kita woi? masa cuma liatin para cowok main PS? ga asik " gerutu Alesya. " Nge drakor yuk... habis download kemarin malem " ajak Xavira
__ADS_1
" Gausah drakor-drakor an! ga baik " sahut Gevan. Para cewek seketika menatap sengit Gevan. " Lo juga gausah main PS! ga baik " ujar Nesya menirukan Gevan. Gevan menatap malas para cewek " Ckk... cewek gitu ya? susah banget diatur " gumam Gevan
" Ehh Van... gue ada foto Xavira main basket waktu kelas 11, waktu pengambilan nilai praktek " ucap Regan. " Mana? tunjukin " perintah Gevan. Regan pun menunjukkan nya
" Kok lo ada foto Xavira sihh? Lo paparazi in Xavira ya? " tuduh Alesya memicingkan matanya
" Mana cuma Xavira doang yang difoto anjir " kompor Raya. Saatnya berulah, pikir Raya
" Si Regan kan dulu ngincer Xavira... dia mau ngedeketin Xavira tapi takut karena wajah Xavira datar dan kaga pernah ngomong.. bahkan Regan ngira Xavira itu hantu " ucap Davian tertawa
" Wahh.. bangsat lo gan, hantu darimana nyet? " dengus Xavira. " Sorry elah... itu kan dulu " cengir Regan
" Ekhem... kalo sekarang masih ngincer ga tuh? " ucap Raya kompor part 2
" Diem lo kaga usah ngomong! bikin kiamat aja " gerutu Regan menatap sengit Raya
" Sekarang udah kaga kok Van, itu udah dulu-dulu " ucap Regan pada Gevan
" Ngomongin apaan ni? " tanya Elang ikut bergabung
" PS nya kaga dimainin? kasian tuh nganggur " sinis Nesya. " Bahahaa Mampus! kaga ikut-ikut gue " sahut Satria tertawa
" Lo ya Sat yang ngajak main " ucap Elang. Alesya menatap malas mereka " Udah Napa woii! gue mau nanya ke kalian ini " gerutu Alesya
" Nanya ya tinggal nanya atuh " ujar Satria
" Gini... kalian pada mau lanjut kuliah dimana? " tanya Alesya. " Gue mau ke Jepang " jawab Satria cepat. Sementara Elang tertawa
" Gue tau kalo lo wibu... tapi Lo serius mau kesana? " tanya Elang melanjutkan tawa nya. Satria mendengus tak menjawab omongan Elang
" Yang pasti gue ngikut Raisa " ucap Davian yang langsung mendapat sorotan dari teman-temannya. " Lo serius sama Raisa? ragu gue " ujar Raya. " Jadi lo lebih milih Raisa timbang kita Dav? oke.. cukup tau " ucap Nesya dramatis
" Parah lo Dav " imbuh Elang menggelengkan kepalanya
" Gue paham kok... kita kan baru aja deket jadi wajar kalo lo lebih milih Raisa " ucap Xavira
" Iya juga ya... kita bisa deket karna apa sih? " gumam Regan
" Justru gue mikirnya kita baru aja deket tapi udah mau pisah aja " ucap Alesya sedih
" Ntar juga lo pada dapet temen baru.. ribet amat " sahut Davian
" Setiap orang itu beda-beda borr... emang ada yang bisa gantiin salah satu dari kita? kalaupun ada, pasti ada perbedaan yang gak bisa sama serupa " ucap Satria. " Gue dari SD satu sekolah mulu sama Gevan Elang... waktu SMP kita beda-beda kelas. dan gue ada temen kelas yang satu server sama gue, asik dan sikapnya kek Elang tapi... tetep aja Elang ya Elang, dia ya dia... mereka beda sob " imbuh Satria
" Gue dah terbiasa bareng Gevan Elang... tapi kali ini gue ga bisa bareng kalian, gue harus ngurus perusahaan kakek gue di Batam... pasti hidup gue ada yang kurang hahahaahhh " ucap Satria terkekeh sendu. Gevan dan Elang yang mendengar itu pun memeluk Satria
" Emak lo pernah bilang gitu tapi gue kira perusahaan yang di Jakarta anying... ternyata lo harus pergi " ujar Gevan menepuk-nepuk bahu Satria. " Sohib gue dari orok kaga bakal tergantikan pokoknya " sahut Elang. Regan yang melihat persahabatan mereka pun ikut memeluk Satria
" Napa jadi mellow gini sih... sialan " gerutu Alesya menghapus air matanya yang turun membasahi pipi nya
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀