
Xavira hanya pasrah dan menunggu hujan reda hingga tiba-tiba ada seseorang yang duduk disebelah nya. Xavira melihat siapa yang duduk, ternyata Gevan. Xavira kembali menatap kedepan melihat jalanan karna merasa canggung sambil tangannya mengusap-usap lengannya pertanda kedinginan.
Gevan melirik Xavira yang kedinginan dan seperti merasa pernah melihat wajah xavira pun berniat memberikan jaketnya.
*PUKKK*
Gevan membuka jaketnya dan ia berikan ke Xavira. Xavira mengernyitkan dahi, kata siswa-siswi Gevan orang yang tak tersentuh dan tak peduli pada perempuan manapun kecuali ibunya dan Qiara. Hanya Qiara yang bisa meluluhkan hati Gevan.
Dan sekarang Gevan memberi jaketnya ke orang yang tak dikenal... Hahaa lucu.
" *Tapi lo*- " ucapan Xavira terpotong
" *Pake aja, gue ga kedinginan* " ucap Gevan.
" *Makasih* " ucap Xavira
Setelah percakapan singkat mereka dilanda hening. Mungkin keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
*Uhh canggung sekali, aku benci situasi seperti ini*. Batin Xavira
Gevan POV
Gue lirik dia, kayaknya gue pernah ketemu sama ni cewek... Ah ya! Ni cewek kan yang di kantin liat keributan sambil duduk manis.
" *Nama lo siapa*? " Ucap gue penasaran. Gue jarang banget ngeliat dia, cuma liat tadi aja kalo ga salah
Gevan POV end
Xavira POV
" *Nama lo siapa*? " Tanya Gevan.
__ADS_1
*Tuh kan bener dia ga kenal gue, trus kenapa dia minjemin gue jaket*. Batin Xavira.
" *Ckk nama Lo siapa?... Biar gue tau siapa orang yang udah gue pinjemin jaket* " ucap tegas Gevan.
" *Xavira* " ucapku.
*Jangan bilang gue ditandai sama ni cowok*, batin Xavira. ia hanya berani ngomong dalam hati hahaa.
Xavira POV end
" *Ohh namanya Xavira, dia ga punya nama panjang gitu*? " Batin Gevan.
" *Nama panjang* " ucap Gevan
" *Xavira Auby Prabawa* " jawab Xavira.
" *Lo pasti udah tau gue kan* " PD gevan.
" *Nggak* " jawab Xavira
" *Lo yakin ga kenal gue*? " Bingung Gevan, pasalnya semua murid tau Gevan.
" *Nggak penting* " ucap Xavira yang mendapat pelototan dari Gevan.
Gevan cengo mendengar ucapan Xavira. Gevan dapat menyimpulkan bahwa Xavira ini perempuan yang tidak peduli terhadap sekitar. Termasuk saat melihat pertengkaran dikantin bukannya memisah malah menonton sambil makan bakso.
" *Oke.. gue Gevano Adi Baskara, panggil Gevan* " ucap Gevan memperkenalkan diri.
Xavira hanya mengangguk.
Gevan memperhatikan Xavira
*Cantik* batin Gevan. Ya meskipun mukanya datar sih.
__ADS_1
" *Lo kelas berapa*? " Tanya gevan
" *12* " jawab Xavira
Gevan cengo part 2. Ternyata Xavira seangkatan dengannya tetapi kenapa baru sekarang ia bertemu? Kemana saja ia selama ini? Atau Xavira yang tidak pernah menampakkan diri kepadanya?. Banyak pertanyaan dibenaknya.
Ia menatap langit dan menyadari bahwa hujan mulai reda.
Gevan beranjak dan berjongkok didepan Xavira sambil melihat wajah cantik nan polosan tanpa makeup.
" *Kenapa*? " Tanya Xavira
" *Hujan dah reda, gue antar lo pulang. Bus udah ga lewat jam segini* " Ucap Gevan masih jongkok depan Xavira.
*Gevan benar juga*, batin Xavira
" *Yaudah ayo* "
Gevan menarik tangan Xavira menuju ke motornya yang terparkir.
Xavira naik ke motor dan Gevan menyalakan hingga motor itu berjalan dengan kecepatan tinggi.
Xavira reflek memegang pinggang Gevan dengan erat.
Gevan tersenyum dibalik helm nya.
" *Gevan pelan-pelan*! " teriak Xavira
Gevan mengurangi kecepatannya.
" *Rumah lo dimana*? "
" *Jalan mawar block E no. 7* " jawab Xavira. Dan mengendorkan pegangannya pada Gevan.
Gevan segera mengegas kembali motornya bermaksud Xavira memeluknya lagi- ehhh?.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀