TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

Minggu pagi



" *Pa, ma... Hari ini mau jalan-jalan ga*? " Tanya Xavira



" *Waduhh.. papa sama mama mau kumpul bareng temen kantor papa, gimana dong*? " Tanya papa Dani



**Yes**! Batin Xavira



" *Gapapa pa, lain kali aja* " ucap Xavira



" *Pa, ma, kak... Aku pamit main sama temen-temen ya. Assalamualaikum* " pamit Rafael



" *Waalaikumsalam* " jawab mereka



**Doble yes**! Batin Xavira



" *Kalo gitu Xavira juga main sama temen-temen ya pa, ma*" izin Xavira



" *Boleh sayang* " jawab mama Karina



Xavira hanya membawa tas kecil saja, ia ke Bandung naik travel sendirian. Xavira harus menuntaskan rasa penasarannya



Sesampainya di Bandung, Xavira menatap sendu rumah di depannya yang merupakan rumah Bianca. Entah kenapa sekarang ia tidak punya nyali untuk memasuki rumah nya. Tiba-tiba....


" Nuju milarian saha, neng? " (cari siapa neng?) tanya seorang perempuan paruh baya


" Bi-bibi Ningsih " gumam Xavira pelan, bi Ningsih ini pembantu dirumah Bianca


" Bade angkat kamana, neng? " ( mau pergi kemana neng?) tanya bi Ningsih lagi


" S-saya mau cari Bianca bi, ini bener rumahnya Bianca kan? " ucap Xavira


" Anjeun babaturan sareng Bianca? " (apakah kamu temannya Bianca?) tanya bi Ningsih


" Aahh.. tapi teu mungkin. Neng Bianca teu boga babaturan " (aahh.. tapi ga mungkin. Bianca tidak punya teman) lanjut bi Ningsih


" Bi, saya mohon... saya ada urusan sama Bianca bi " ucap Xavira memohon, ia ingin tahu keadaan raga aslinya


" Ekhemm... begini non, emm neng Bianca teh sudah meninggal " ucap bi Ningsih yang membuat Xavira mematung


K-kok gue bisa meninggal? gue kan waktu itu sehat-sehat aja... apa mungkin karena jiwa gue di tubuh Xavira jadi raga gue kosong trus meninggal?? Batin Xavira syok atas apa yang menimpanya


" Neng? neng teh gapapa? aduh pucat gitu mukanya... sini masuk dulu atuh neng " ucap bi Ningsih yang melihat wajah pucat Xavira dan menuntunnya ke dalam rumah Bianca


" Diminum dulu neng " ucap bi Ningsih membuatkan teh


" Terimakasih bi " ucap Xavira dan meminum teh tersebut


" Bi, Tolong ceritain bagaimana Bianca bisa me-meninggal " ucap Xavira yang memelan saat mengucapkan kalimat terakhir nya


" Jadi teh 2 bulan yang lalu waktu malem-malem pas semua orang dah tidur, ada musuh perusahaan bapak yang ternyata seorang mafia teh bobol rumah ini trus masuk ke kamar non Bianca... mereka nusuk perut non Bianca trus di tembak juga sampai meninggal. Waktu itu nyonya kebangun trus minta bantuan tapi sayang nyonya juga ketusuk... tapi nyonya engga sampai meninggal " jelas bi Ningsih yang membuat Xavira berkaca-kaca menahan tangis

__ADS_1


Jadi gue beneran meninggal dong?? gue meninggal nya tragis banget. Batin Xavira ingin menangis


" Bapak sama nyonya sedih banget, dari non Bianca meninggal sampai sekarang selalu rutin ke makam non Bianca tiap hari Kamis sore " ucap bi Ningsih


Jangankan papa sama mama, gue aja terpukul.... ga nyangka gue udah mati aja padahal belom sempet ketemu Jungkook... eh belom sempet bahagiain mama papa maksudnya. Batin Xavira


" Assalamualaikum... bibi- loh ini siapa bi? " ucap wanita bersama laki-laki paruh baya dibelakangnya


Xavira mengeluarkan air matanya kala melihat kedua orangtuanya yang kini dihadapannya... ingin rasanya Xavira memeluknya


" Ini teh temennya non Bianca nyonya " jawab bi Ningsih


Dari tatapan mata gadis ini aku seperti melihat Bianca anak ku... tapi atau hanya pikiranku saja karena aku begitu merindukan Bianca? Batin ortu Bianca


" Hai nak, siapa nama mu? " tanya papa Bianca


" Xavira pa- ehh om... saya Xavira " ucap Xavira tersenyum dan menghapus air matanya. Xavira hampir kelepasan mengatakan 'papa' tapi ia langsung sadar bahwa ia berada diraga Xavira yang pastinya ortunya tak kenal


Pengen gue jawab... ini Bianca pah, anak papa sama mama... Batin Xavira


" Kamu darimana nak? kok bisa kenal sama anak saya? " tanya mama Bianca


" Saya dari Jakarta... emm saya dulu pernah masuk kampus nya Bianca, jadi saya kenal Bianca " ucap Xavira menunduk menahan tangis


" Ohh begitu... boleh saya memeluk mu? " tanya mama Bianca


Tanpa berkata Xavira langsung bangkit dari duduknya dan memeluk mama nya. Tangis anak dan ibu itu pecah


" Hiks saya sangat merindukan anak saya hikss... anak semata wayang saya hikss " tangis mama Bianca


" Saya berharap hiks ini hanyalah mimpi... tapi hikss ini sudah takdir dan hiks saya harus ikhlas... meskipun berat " ucap mama Bianca


" Mama yang sabar, aku tau mama adalah ibu yang kuat " ucap Xavira tidak sadar


" Mama? " tanya mama Bianca sambil melepas pelukannya


Mampus! Batin Xavira


" Ma-maaf tante, saya cuma ingin menguatkan tante... anggap saja saya sebagai anak sendiri " ucap Xavira


" Maaf sudah lancang " ucap Xavira sedih


Pa... ini Bianca anak papa. Disatu sisi gue seneng papa sama mama sayang sama gue sebagai Bianca tapi hati gue sakit papa bilang gitu. Batin Xavira


Kini Xavira sudah tuntas dengan rasa penasarannya. ia sangat syok dan tak terima dengan semua ini tapi ini sudah takdir. Yang menggangu pikirannya adalah


Dimana jiwa asli Xavira? Ia belum pernah bertemu dengan jiwa Xavira



" *Neng ini turun di halte atau terminal*? " tanya sopir travel



" *Di terminal aja pak* " jawab Xavira yang tak sadar bahwa ia sudah sampai kembali di Jakarta



Setelah Xavira turun, ia duduk melamun di tempat duduk terminal, tiba-tiba...



" *Eyy.. darimana lo? kenapa bisa disini*? " tanya seseorang mengagetkan Xavira yang tak lain yaitu Albian



" *Dari sana* " ucap asal Xavira



" *Kek nya lagi ada masalah lo*? " ucap Albian


__ADS_1


" *Lo sendiri ngapain disini*? " tanya Xavira mengalihkan pembicaraan



" *Habis nganter nenek, dia mau ke Sulawesi* " jawab Albian



" *Ikut gue yuk* " ajak Albian dan Xavira hanya mengikuti nya



Itu Xavira sama Albian? mereka mau kemana? kok mereka bisa barengan? Batin Gevan bertanya-tanya


Gevan sedang duduk disalah satu kafe dekat terminal dan melihat Xavira bersama Albian. Tiba-tiba didepannya ada Diana yang ingin meminta bantuan kepada Gevan


" Gevan bisa tolong anterin aku ke rumah sakit? mama ku kumat " ucap Diana memohon


" Tapi- " belum sempat Gevan menolak Diana sudah memotong


" Plis Van, mama aku butuh aku... aku bakal berterima kasih banget kalau kamu mau nganterin aku " mohon Diana


" Yaudah gue anterin " ucap Gevan tak tega, itung-itung amal pikirnya


Dirumah sakit, Diana menangis melihat kondisi ibunya yang kritis


" *Lo yang sabar ya.. semoga mama lo cepet sembuh* " ucap Gevan



" *Makasih Van hiks* " ucap Diana


Dengan tiba-tiba Diana memeluk Gevan yang membuat Gevan terperanjat



" *Aku takut Van hiks... aku takut mama ninggalin aku hiks* " ucap Diana masih setia memeluk Gevan



" *Lo positif thinking deh... harus optimis*" ucap Gevan sambil melepas pelukan Diana



" *Gue balik duluan ya... ada urusan* " pamit Gevan



Disisi lain Albian dan Xavira sedang berbincang


" Gevan suka sama lo... Lo pasti tau kan? " ucap Albian


" Ya " jawab Xavira seadanya


" Lo gaada niatan balas perasaan nya? " tanya Albian


" Emm oke... soal yang kemarin-kemarin gue minta maaf udah berusaha hancurin lo sama Gevan... tapi gue pastiin gue ga bakal ganggu lo sama Gevan lagi " ucap Albian, Xavira hanya mengangguk


" Gue tau lo suka sama Gevan... balas perasaan Gevan gih, sebelum Lo nyesel udah gantungin dia hahaa " ucap Albian terkekeh


" Dan lo bisa ceritain masalah lo ke gue kalo lo mau " ucap Albian


" Thanks Yan " ucap Xavira


" Yaudah yuk gue anter pulang, udah mau Maghrib nih " ucap Albian


Saat mereka bangkit dari duduk dan hendak melangkah, mereka malah bertubrukan karena Albian ingin melangkah ke kiri sementara Xavira ingin melangkah ke kanan yang membuat Xavira akan terjatuh namun ditahan oleh Albian. Posisi mereka seperti saling berpelukan


" Maaf " ucap Xavira sambil sedikit menjauh dari tubuh Albian


Xavira dan Albian tidak sadar bahwa sedari tadi ada seseorang yang mengamati mereka berdua


Yess.. gue bisa gunain ni foto buat hancurin hubungan Xavira dan Gevan! siap-siap aja Xav, Gevan bakal jadi milik gue! Batin seseorang yang memotret kejadian Albian dan Xavira tadi tanpa sepengatahuan keduanya

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2