TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

" Huhhh... capek banget gue " ucap Xavira sembari duduk di sofa


" Gimana kaga capek.. orang lo hiperaktif " desis Satria


" Kek kaga pernah holiday aja " cibir Davian


" Iya emang " jawab Xavira sembari memejamkan matanya


" Mandi gih... biar enak badannya " perintah Gevan pada Xavira. Xavira segera beranjak ke atas


Kini Gevan, Elang, Regan, Nesya dan Raya tengah diteras villa dekat kolam renang. Tiba-tiba Xavira datang sembari mengenakan dress warna merah merona panjang yang membuat teman-temannya heran. Pasalnya Xavira tak suka dengan pakaian yang mencolok seperti itu.



" Lo mau kemana Xav? kok rapi gitu? " tanya Nesya heran



" Wangi banget juga " imbuh Raya sembari mengusap tangannya yang merinding karena Xavira tersenyum lebar



Hening. Xavira hanya tersenyum lebar tanpa mengatakan sepatah kata pun



" By? mau kemana? " tanya Gevan mendekati Xavira



" Mau liat ketoprak " ucap Xavira kemudian melangkah maju ingin meninggalkan villa yang membuat semuanya bingung sekaligus takut



" Ketoprak dimana by? kok bisa tau kalo ada ketoprak? " tanya Gevan



" Mau ikut nggak? " tanya Xavira. Semua teman-temannya saling menatap satu sama lain. Sementara Raya memeluk lengan Nesya, ia sudah merasakan hawa tak enak



" Emang kamu hafal jalan sini? " tanya Gevan namun Xavira hanya tersenyum



" Emm.. yaudah aku ambil jaket dulu " ucap Gevan



" Yuk gais... liat ketoprak.. kasih tau Alesya, Davian sama Satria juga " imbuh Gevan



Semua pun masuk ke dalam rumah kecuali Xavira yang menunggu di teras, mereka memanggil Alesya, Satria dan Davian. Alesya dan Satria sedang menonton TV



" Yuk kita nonton ketoprak.... jarang-jarang kan kita liat " ajak Regan



" Jauh ga acara nya? " tanya Satria



" Kaga tau... Xavira yang tau " jawab Nesya



" Kok Xavira kaga bilang ke kita sih " gerutu Alesya kemudian memanggil Xavira



" Xav!! hoee Xav! sini lo " teriak Alesya



Tiba-tiba Xavira dan Davian keluar dari dapur yang membuat mereka terkejut



" Sabar kali! nyari gula dulu tadi " ucap Xavira sambil membawa teh hangat sedangkan Davian membawa pop mie



" Lohh... kok lo bisa disini sih Xav? " tanya Raya syok



Xavira mengerutkan keningnya. " Daritadi juga gue disini " jawab Xavira



" No! Lo tadi kan keluar pake dress warna merah trus ngajak kita liat ketoprak " ucap Elang


__ADS_1


" Kalo Xavira disini, Trus yang diluar siapa dong? " ucap Regan yang melihat Xavira memakai piyama tidur warna biru



" Hahh? ketoprak? gue aja kaga tau kalo ada ketoprak " ucap Xavira


Regan, Elang dan Gevan berlari keluar villa. Mereka memastikan Xavira yang mereka lihat di luar namun diluar tidak ada siapa-siapa. Mereka pun segera masuk kembali



" Ini ada apa sih? Xavira daritadi disini sama gue " ucap Davian tegas



" Iya bener... Xavira aja gue babu bikin teh sama pop mie bareng Davian " imbuh Satria



Gevan mendekati Xavira, memegang pipi Xavira dan memeluk Xavira



" Gev... ada apa? " lirih Xavira dipelukan Gevan



" Gue ga mau lo kenapa-napa by " ucap Gevan



" Tapi gue ga kenapa-napa Gev " ucap Xavira



*Apa mereka ngeliat jiwa Xavira ya? aduh Xav... Lo bisa bikin mereka jantung an bhangke*. Batin Xavira



" Kok jadi horor gini sih " ucap Raya ketakutan



" Ini villa beli nya ngutang Van? jangan bilang belum lunas " ucap Elang yang langsung ditatap tajam oleh Gevan



" Ehhh... bercanda Van hehee " cengir Elang



" Serius serem banget anjir... pantesan Xavira yang kita liat diluar tadi aneh banget.. senyum-senyum mulu " ucap Nesya




" Berdampingan sama setan ya? " lirih Raya takut



" Berdampingan sama korona " ucap Regan bermaksud memecah suasana agar tidak terlalu tegang



" Tambah merinding gue " ucap Satria



Tiba-tiba terdengar suara musik gamelan diiringi nyanyian khas pewayangan yang membuat mereka terperanjat



" I-itu apa woii " teriak Raya sembari memeluk lengan Nesya



" Kalian denger itu kan? " tanya Elang juga merinding



" Denger kok... coba kita cek keluar " usul Regan



" Jangan deh... kita di dalam aja " ucap Alesya ketakutan



" Yang cewek di dalem aja .. biar yang cowok ngecek keluar " usul Gevan kemudian mereka keluar



" Gue pengen pulang!! " rengek Nesya memeluk Raya dan Alesya. Mereka berempat saling berpelukan



Sedangkan disisi lain, Gevan bertanya pada orang-orang yang lewat depan villa nya. Dan orang-orang itu menjawab bahwa sekarang ada acara ketoprak dan acara makan daging sapi bersama dalam rangka salah satu warga ada yang panen. Mereka juga bilang acara itu sudah menjadi tradisi di kampung.

__ADS_1


Gevan, Davian, Satria, Elang dan Regan speechless. Berarti setan Xavira tadi memberitahu pada mereka? pikir mereka. Mereka pun kembali masuk ke villa



" Gimana? " tanya Xavira



" Ada acara ketoprak " jawab Satria yang membuat Alesya, Nesya dan Raya menjerit



" Jaehyun..... gue takut.. bawa gue pergi dari sini!! " teriak Alesya



" Xav... Lo kaga kesurupan kan? aman kan? " tanya Davian pada Xavira



" Hehhh... Lo tau kan daritadi gue sama lo mulu? emang ada tingkah gue yang aneh? ngadi-ngadi lo kampret " gerutu Xavira



" Iya juga sih... " desis Davian



" Kita ikut ke acara sini kuy... gue laper, pengen daging sapi " ucap Regan



" Ide bagus Gan, lumayan geratis " ucap Satria setuju dengan Regan



" Kita nonton yuk " ajak Xavira pada ketiga temannya. Mereka mengangguk



Sesampainya di acara, di sana terlihat sangat ramai dan heboh. Kebanyakan warga sangat sopan dan ramah, membuat mereka lupa dengan rasa takut yang mereka alami tadi. Para cewek sibuk dengan kamera nya, ada beberapa remaja yang mengajarkan tari pada mereka, ada yang menceritakan sejarah atau acara-acara seperti ini, ada juga yang tutor untuk makeup di acara-acara kampung, bahkan mereka juga menyuruh Xavira dkk mencicipi berbagai hidangan disini. Sementara yang laki-laki bermain petasan dan melahap berbagai makanan.


" Aaaa " Gevan membuka mulutnya dihadapan Xavira bermaksud ingin disuapi. Xavira yang peka pun menyuapi Gevan


" Wahhh.. kalian sepasang kekasih ya? " tanya salah seorang ibu


Xavira tersenyum. " Iya buk " ucapnya


" Kalian serasi sekali... yang cowok tampan dan yang cewek cantik. Apalagi ceweknya seperti turunan cindo.. Mata yang sipit dan bola mata hitam pekat " ucap ibu tersebut yang membuat teman-teman Xavira bingung


" Tapi mata Xavira lebar buk " ucap Alesya


" Bola matanya juga warna coklat bukan hitam pekat " imbuh Nesya


Xavira dan ibu itu sama-sama memasang wajah bingung. Mata sipit? hitam pekat? itu kan mata gue waktu masih jadi Bianca... kok ibu itu bisa liat sih? Indihome kali ya? Batin Xavira. Sementara ibu itu melihat mata Xavira dalam yang membuat Xavira panik. Apa ibu itu bisa tau kalau ada jiwa yang berbeda diraga Xavira? pikirnya


" Kenapa Xav? kok tegang gitu? " tanya Raya. Xavira hanya menggeleng


Gevan mengusap rambut Xavira. " Kita pulang aja gimana? udah jam 11 nih.. besok kita harus bangun pagi kan " ucap Regan yang sudah menguap pertanda sudah mengantuk


" Ehh iya... maaf buk, kami permisi pulang dulu karena besok pagi kita mau pulang ke Jakarta " ucap Raya pamit


Selesai berpamitan dengan beberapa warga, mereka pun kembali ke villa


" Oke gaes... yang ga capek, sekarang kita beberes pakaian-pakaian dan peralatan yang lain. Yang capek ya besok pagi aja beberesnya " ucap Nesya


" Gue besok deh " ucap Regan dan berjalan masuk ke kamarnya


" Habis kenyang langsung tepar tuh bocah " cibir Alesya


Dikamar Xavira


" Lo belom selesai Xav? " tanya Alesya


" Ini dikit lagi selesai kok... Lo tidur duluan aja " ucap Xavira masih mengemasi barang-barang nya


" Yaudah gue tidur duluan ya " ucap Alesya dan tertidur


Setelah selesai berberes Xavira melamun. Ia terus memikirkan kebohongannya ini. Sampai kapan gue disini? sampai kapan gue bohong? kenapa sulit banget buat jujur, terlebih jujur ke keluarga Xavira, bagaimana kalau sampai mereka tau? Xavira memijat pelipisnya. Samar-samar ia melihat seseorang didekat pintu kamarnya, ia pun menoleh


' Mau ngomong apa lo? nih ambil tubuh lo! ' batin jiwa Bianca


' Lo udah ga takut sama gue? ' tanya jiwa Xavira


' Gue capek mau teriak, lagian lo kaga serem kek kemarin-kemarin ' batin jiwa Bianca


' Tubuh gue udah jadi punya lo.. gue ga bakal ngambil itu dari lo ' ucap jiwa Xavira


' Kenapa gitu? kenapa gue bisa ke tubuh lo? Kenapa juga lo ganggu temen-temen? ' batin jiwa Bianca


' Gue cuma pengen main sama mereka doang ' ucap jiwa Xavira


' Yaudah lo balik ke tubuh lo gih ' batin jiwa Bianca


Jiwa Xavira menggeleng. ' Gue nemenin lo aja ' ucap nya


' Yaudah serah deh... gue mau tidur ' batin jiwa Bianca

__ADS_1


Jiwa Xavira pun menghilang. Sementara Xavira bersiap untuk tidur. Apapun keputusan dari jiwa Xavira gue ngikut aja... daripada digentayangin, bisa mampus 2 kali gue. Batin Xavira


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2