
Makan sore telah selesai. Papa Dani, mama Karina, Rafael, Xavira dan Gevan sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka berbincang-bincang.
" *Rumah kamu dimana nak*? " tanya papa Dani
" *jalan Sudirman no.4 om* " jawab Gevan
" *kamu kok bisa temenan sama Xavira gimana ceritanya*? " tanya mama Karina
" *mama kok nanya nya gitu? kesannya kayak ngejek Xav tau* " ucap Xavira sambil cemberut
" *bukannya gitu Xav, mama malah seneng kalo kamu punya temen. jadi kamu ga kesepian terus* " ucap mama Karina.
" *tadi ngga sengaja ketemu dihalte pas hujan tante. trus kita kenalan* " ucap Gevan.
" *tapi aku heran, kok kak Xav ga pernah suka cowok ya? ga pernah tuh aku liat kak Xav main sama cowok* " heran Rafael yang langsung mendapat lemparan bantal dari Xavira.
" *apasihh.. orang fakta juga* " Rafael menjulurkan lidahnya.
" *nama orang tua nak Gevan siapa? barangkali saya kenal* " tanya papa Dani
" *ayah saya bernama Hendra Baskara dan mama saya Mira Latifa om* " jawab Gevan
" *wahhh kamu anak pak Baskara? yang benar*? " tanya papa Dani heboh
" *iya om serius, emang muka saya ga mirip ya*? " canda Gevan sambil tertawa.
semua orang ikut tertawa
" *hahaa bukan gitu. saya ga heran sih, tampang kamu memang berwibawa persis pak Baskara* " ucap papa Dani
" *hahaa om bisa aja* " kekeh Gevan
__ADS_1
" *jangan dipuji pah, nanti dia besar kepala. tuh kan dah ngefly orang nya* " ucap Xavira
" *om, anaknya minta dipuji tuh. keliatan banget sirik nya* " balas Gevan
hahahaha semua orang tampak senang.
" *kak Gevan punya kakak atau adik ga*? " tanya Rafael
" *engga. gue anak tunggal* " jawab Gevan
" *wahh anak tunggal sejahtera nih idupnya hehee " ucap Rafael.
NDERRT... NDERRTT*...
HP Gevan berbunyi pertanda ada telfon.
" *om, tante saya angkat telfon dari mama saya dulu ya* " ijin Gevan
" om, tante saya pamit pulang udah disuruh balik sama mama*" ucap Gevan
" wahh sayang sekali " ucap mama karina
" kapan-kapan main kesini lagi ya nak " ucap papa Dani
" kak Gevan harus main kesini lagi pokoknya, nanti kita main PS lagi " ucap Rafael
" iya. Gevan pamit dulu om, tan, Xav, Rafa. sampai jumpa " pamit Gevan.
" aku anterin ke depan " ucap Xavira
sesampainya di halaman rumah
" makasih udah nganterin tadi. hati-hati dijalan " ucap Xavira
" iya. makasih juga makan sore nya " ucap Gevan yang diangguki Xavira.
Gevan pun melakukan motornya, pulang kerumah.
__ADS_1
" *assalamualaikum mah, Gevan pulang* " salam Gevan
" *waalaikumsalam nak. itu baju siapa yang kamu pake*? " tanya mama Mira
" *baju adiknya temen aku mah. yang tadi aku ceritain di telfon* " jawab Gevan
" *ohh yaudah kamu sekarang mandi gih* " suruh mama Mira
" *oke ma. papa belom pulang mah*? " tanya Gevan
" *belom, papa kamu lembur* " jawab mama Mira dan diangguki Gevan
Gevan melangkah menuju kamar dan mandi
~•~•
setelah selesai mandi Gevan tiduran di kasur. pikirannya terbayang-bayang wajah Xavira.
Gevan menjadi semakin penasaran dengan Xavira. Ternyata Xavira anaknya asik meskipun di sekolah ia terlihat cuek dan unik menurut nya
*Xavira Auby Prabawa*. Batin Gevan
apakah sekarang ia menjadi teman Xavira? apakah ia bisa dekat dengan gadis itu?
oh ayolah kenapa otaknya menjadi dipenuhi wajah Xavira?
seketika ia merasa ada yang kurang. tapi apa?
ternyata...
ia belom punya nomor Xavira.
ahh dia harus minta nomor Xavira disekolah besok.
tapi jika Xavira bertanya untuk apa,ia harus menjawab apa? masa bodo dengan itu, ia bisa beralasan.
percaya lah Gevan anak yang gengsian :)
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀