
Pagi ini Xavira memilih menutup telinganya dan segera turun ke bawah dimana Gevan dkk sudah menunggu.
" Yang lain mana Xav? " tanya Regan yang melihat hanya Xavira yang turun
" Lo kaga denger itu? " ucap Xavira malas. Mereka samar-samar mendengar suara keriuhan dari Alesya, Nesya dan Raya
' kaus kaki gue yang abu-abu mana nyet?! '
' bedak gue kok kaca nya pecah njing?! '
' mana gue tau, kan punya lo! '
' gausah ngegas kali! '
' lo juga ngegas! '
' demi apa kaus kaki gue dimana bajing! '
' udah lo pake jingan... katarak lo!! '
' disini dingin, jadi kaga berasa dah pake kaus kaki '
' pinjemin kaca WOII!! siapa sih yang mecahin! '
" Ribet banget.... kapan berangkatnya kalo gini " ucap Satria lesuh
" Mana gue dah laper lagi " imbuh Davian
" Sabar prend... namanya juga ciwik " ucap Elang
" Lah ini sebelah gue transgender gitu? " ucap Regan sembari melirik Xavira yang membuat Xavira melotot kemudian menginjak kaki Regan
" Gan... kalo udah bosen hidup bilang ke gue " ucap Gevan
" Ampun suhu " ucap Regan nyengir
" Yok gaes!!! kita berangkat! " ucap Nesya bersemangat yang baru saja turun bersama kedua curut
" Let's go.. kita nge vlog " teriak Alesya
" Ehh Xav... gue udah kece kan? " tanya Raya pada Xavira sembari memutar badannya
" Udah " jawab Xavira seadanya, sedangkan yang lain hanya menatap datar ketiga cewek tersebut
" Ayok berangkat, ngapain masih diem? " ucap Nesya
" Kita nungguin kalian udah setengah jam ya njir " dengus Davian kemudian beranjak keluar diikuti teman-temannya
Setelah makan di restoran sederhana dekat villa, mereka berjalan kaki melewati perkebunan dengan pepohonan yang sejuk. Sesekali bercanda tawa karna ulah Davian, Regan dan Satria. Bahkan saat Raya jatuh terpeleset mereka masih sempat-sempatnya nge vlog
" Ehh, itu Raya tolongin gaes.. dia jatuh, tolongin gih " ucap Nesya menyuruh Davian yang ada disebelahnya. Ia masih menyalakan kamera nya. Untungnya Xavira dan Davian membantu Raya
" Dasar sohib bhangke " gerutu Raya
" Masih mending gue teriak minta bantuan ya sist.. kalo gue ga teriak mereka kaga bakal bantuin lo " ucap Nesya
" Udah deh... kita lanjut jalan, ribut mulu kaga nyampe-nyampe! " teriak Xavira kesal
" Gausah teriak ya sat! gue kaga budek! " ucap Nesya ngegas
" Makanya gausah ribut! pake nyolot segala dihh.. pacar lo Lang " ucap Xavira melirik Elang
" Nes... Nes itu- " Alesya ingin mengatakan sesuatu namun Nesya memotongnya
" Nas Nes Nas Nes... Apa?!! " ucap Nesya
" Jingan gausah ngegas lo sat!! noh celana lo merah semua!! " ucap Alesya ketus membuat Nesya segera melihat ke belakang ke arah celananya dan melotot
" Gue kok pms sat?! perasaan kaga ada tanda-tanda nya " ucap Nesya panik
" Pake ini yang " ucap Elang sembari mengalungkan jaketnya ke pinggang Nesya
" Mana gue kaga bawa roti lagi " gumam Nesya
" Lah.. tas Segede itu lo isi apa dah " ucap Regan heran
" Lipstik, bedak, lotion, parfum, sunscreen, dan skincare lain wkwkkw " ucap Raya
" Diem lo sat! trus gimana? masa balik lagi? dah jauh njir " Nesya memelas
" Daritadi gue disebut-sebut mulu heran " gumam Satria
" Ohh jadi nama lo bangsat? " ucap Gevan datar
" Anjir bukan lah " gerutu Satria
" Gue bawa roti, gue anter lo ganti disana " ucap Xavira sambil menunjuk ada toilet didekat kebun teh
" Aaa sayang Xavira banyak-banyak " ucap Nesya sembari memeluk Xavira
" Trus celana nya gimana? " tanya Davian
__ADS_1
" Gue pake daleman celana sepaha kok " jawab Xavira. Xavira menggunakan celana training panjang dengan daleman celana sepaha
" Alhamdulillah punya temen berguna juga " ucap Nesya berjalan bersama Xavira menuju toilet umum
" Ga tau diri emang " gerutu Raya
" Iya nih sohib lo " ucap Alesya pada Raya
" Mon maap, pacarnya crazy rich yang bener " ucap Raya melirik Elang
" Mantan nya Gevan tuh " ucap Elang juga kesal dengan Nesya yang daritadi ngegas mulu
" Apa itu mantan? di otak, fikiran dan hati gue cuma kenal Xavira " ucap Gevan santai
" Anjir Gevan romantis banget aaaaa " teriak Alesya
" Bisa-bisanya gue yang baper " imbuh Raya
" Gevan bucin 2k22 " ucap Satria
" Davian kalah " ucap Regan
1Jam berlalu mereka melewati sungai yang jernih dan terdapat Arum jeram disana. Mereka yang ingin merasakan Arun jeram pun berhenti dan beristirahat di sungai itu. Xavira sangat menyukai pemandangan disana, ia pun memotret dengan kamera nya
" Pohon sama sungai mulu yang difoto... aku nya mana? " ucap Gevan didepan kamera Xavira
" Apa sih aku kamu " ucap Xavira geli
" Padahal lebih lembut pake aku kamu " ucap Gevan memperhatikan Xavira
" Ga terbiasa " jawab Xavira kemudian mengarahkan kameranya ke wajah Gevan dan memotretnya
" Indahnya pemandangan " ucap Xavira terkekeh
Gevan tersenyum " Aku ganteng ya? " ucap nya
" Kamu jujur banget sih " ucap Gevan sembari mencubit hidung Xavira
" Gue ga bisa napas " ucap Xavira sambil mencoba melepas tangan Gevan dari hidungnya
" Biar mancung " ucap Gevan
" Udah mancung ini " jawab Xavira. Gevan tertawa saat melihat hidung Xavira sedikit memerah
" Gue mau ke sungai... ke sungai yuk " ajak Xavira
" Kamu disini aja! cuma para laki-laki yang dibolehin " ucap Gevan berbohong tentunya
" Dihh kamu kamu kamu kamu " gerutu Xavira
" Gue pengen kesana Gev " ucap Xavira kemudian beranjak menuju ke tepi sungai
" Astaga pacar gue " gumam Gevan mengusap wajah nya
A few minutes later~
__ADS_1
' *WOOHOOOO* '
' *RAMBUT GUE KEK IKLAN SHAMPO* '
' *ARUS NYA KENCENG BAT* '
' *WEGELASEHH* '
' *KBL KBL KBL... KECE BANGET LOHH* '
' *KECE PALA LO*! '
' *PERAHU NYA TENGKURAP, KELAR KITA* '
Gevan, Xavira, Davian, Satria dan Regan naik Arum jeram ditemani 1 penjaga yang duduk didepan
" Buset Xavira anti mainstream bat gila " ucap Alesya terkagum
" Mau heran tapi itu Xavira " imbuh Raya
" Kalah lo sama Xavira huuuuu " sorak Satria pada Elang
" Biarin... udah bosen gue naek Arum jeram mulu " ucap Elang sok cool
" gue mau ke yang sebelah sana deh " ucap Xavira menuju ke stan flying fox
" Itu baju sama celana lo udah basah by " peringat Gevan, namun Xavira sudah melangkah jauh
" Van... pacar Lo karungin gih " ucap Nesya
" Pacarnya aktif ya om " ucap Alesya yang tak dihiraukan oleh Gevan. Gevan mengejar Xavira
" Ga mau! " ucap Xavira
" Harus mau! kalo ga mau gausah nyoba! " ucap Gevan kekeh
" Gue mau nya sendiri Gev " ucap Xavira memelas. Jadi Gevan tidak memperbolehkan Xavira naik flying fox sendirian karena menurutnya itu sangat tinggi untuk Xavira. Berhubung flying fox ini bisa buat 2 orang, ia memperoleh Xavira naik asal berdua dengannya
" Yaudah kalo gamau berdua gausah naik! " ucap Gevan mencoba keras ke Xavira. Xavira terdiam dengan menatap sengit Gevan
" Mas, mba.. udah belum debatnya? antrian panjang nih " ucap penjaga nya
" Yaudah iya! " keputusan final Xavira
Xavira terus berteriak kesenangan sementara Gevan sibuk mencium pipi Xavira dari samping. Nyaman, itulah yang Gevan rasakan
" Dah puas kan? " ucap Gevan pada Xavira sembari menyuapi sosis bakar yang dibelinya
" Gue pengen lompat dari sana ke sungai... kek nya seger " ucap Xavira sembari melihat sungai dengan orang yang melompat dari atas
" Hahh, seger katanya... badan lo seger, tapi nyawa Lo seger kaga? " ucap Davian
" Udah deh Xav anteng dikit napa " ucap Regan
" Biar sekalian basah ini " ucap Xavira sembari menunjukkan pakaian yang basah
" Ga sekalian lompat dari tempat flying fox yang tadi aja? " ucap Alesya tak habis pikir dengan Xavira
" Boleh juga " ucap Xavira bercanda yang langsung disentil oleh Gevan
" Gausah aneh-aneh... gue telfon bonyok lo " ancam Gevan
" Dihh Cepu " gerutu Xavira
" Kalian ga mau berenang gitu? " tanya Xavira pada ketiga temannya
" Mager gue " ~ Raya
" Ga bawa ganti " ~ Alesya
" Gue nyebur auto merah semua tuh air " ~ Nesya
" Yaudah kalo gitu kita aja yuk " ajak Xavira sembari melirik Gevan, Regan, Davian, Elang dan Satria. Namun semuanya melengos
" Gue capek Xav.. lo kaga capek apa " ucap Satria. Sementara Gevan sibuk mengikat tangan Xavira dengan tangan Gevan menggunakan tali Pramuka pendek
" Kok diiket sih... ga jelas banget " Xavira cemberut. Seumur-umur jadi Bianca, gue ga pernah main ke sungai, naik wahana, bahkan gue belum pernah jalan kaki masuk pelosok kebun-kebun gini. Giliran udah kesini malah kaga dibolehin ini itu. Mereka engga kagum berada disini gitu?. Batin Xavira
" Nice idea Van.. yang anteng ya Xav " ucap Nesya
" Mending kita ke bukit cita-cita aja skuy " ajak Davian
" Bentar.. kita foto-foto dulu " ucap Raya yang langsung mendapat sorakan
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀