TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3


" *Gimana oleh-oleh nya? Suka ga*? " Tanya Gevan pada Xavira


Kini Gevan, Xavira, Alesya, Nesya, Raya, Satria dan Elang sedang duduk di kantin



" *Suka, makasih* " ucap Xavira yang dijawab deheman oleh Gevan



" *Btw dimana ni 2 sengklek? Kok ga nampak* " tanya Satria



" *Dipanggil BK, bolos mulu* " jawab Alesya



" *Lahh gue bolos mulu kok kaga dipanggil-panggil*? " Ucap Elang



" *Pasti nyogok kepsek kan lo*?! " Selidik Xavira



" *Astaghfirullah kaga ya*!! " Ucap Elang membela diri



" *Yaa siapa nyaho kan*? " Ucap Raya



" *Emang lo mau dipanggil BK*? " tanya Nesya



" *Ya kaga sih* " jawab Elang nyengir


Nesya memandang Qiara yang duduk ditengah kantin bersama Diana sambil melihat Xavira dengan tatapan sengit lalu tiba-tiba tersenyum penuh arti


**Stres tuh bocah**? Batin Nesya



Xavira melihat Nesya dan tak sengaja melihat Albian yang berada di stan bakso dan mengeluarkan sesuatu dari saku nya


Xavira tahu persis benda itu. Benda itu yang kemarin ia dan Nesya lihat yaitu racun



**Gue harus cegah**! Batin Xavira


Xavira berjalan ke sebelah tempat duduk Nesya dan membisikkan sesuatu ke Nesya



" *Nes liat Albian di stan bakso* " bisik Xavira


Nesya menoleh dan mendapati Albian yang menaburkan racun ke salah satu mangkok bakso



" *Kita labrak Albian* " ucap Nesya. Mereka pun pergi ke stan Albian tetapi Albian sudah duduk disalah satu meja kantin



" *Kita tuker bakso yang tadi*! " Ucap Xavira



" *Mampus lo albino*! " Gumam Nesya



" *E-ehh kita kasih ke Qiara aja*! " Ucap Nesya



" *Serah lo deh* " ucap Xavira



" *Buk, bakso yang dipisah sama Albian tadi yang mana ya*? " Tanya Nesya ke ibu kantin



" *Yang ini, ini sudah dipesan nanti mau diambil sendiri* " jawab ibu kantin



" *Saya temen Albian, dia nitip bakso itu ke saya... Saya ambil sekarang ya buk* " ucap Nesya berbohong



" *Ohh ya. silahkan* " ucap ibu kantin



Nesya segera mengambil bakso itu dan menyuruh ibu kantin di stan miayam untuk mengantar bakso itu

__ADS_1



" *Buk,tolong anter bakso ini ke meja itu. Ini uangnya* " ucap Nesya sambil memberi uang 200rb ke ibu kantin itu



" *Ckk... kek Elang lo* " cibir Xavira. Nesya nyengir


**Sial! Mereka kok bisa tau rencana gue sama Qiara**?! Batin seseorang yang melihat bakso yang ia kasih racun malah dilahap partnernya



Kok gue tiba-tiba mules ya? Gue kan kaga pake sambel? Apa gue PMS? Batin Qiara


" Diana, aku ke toilet dulu ya " ucap Qiara


" Ehh iya... Mau ku temani? " Tawar Diana


" Ngga usah, aku duluan " ucap Qiara yang sudah kebelet pup


Dimeja Gevan, Nesya menahan tawa melihat muka Qiara.


" Napa lo nes? " Tanya Raya heran


" Gapapa kok hahaa " ucap Nesya sambil tersenyum


" Jadi ngeri gue " ucap Satria


Xavira geleng-geleng melihatnya


" Gausah ngomong lo " ketus Nesya sambil mengacungkan jari tengahnya pada Satria



Rooftop



" *WHATT.... KOK BISA SIH ALBIAN*?! " Ucap Qiara setengah berteriak ke Albian


Albian menceritakan kejadian Xavira dan Nesya yang menukar bakso isi racun tadi



" *Gue juga gatau mereka bisa tau rencana kita* " ucap Albian



" *Lo gimana sihh... Trus rencana kita gimana sekarang?? Bego lo*! " Ucap Qiara kesal



" *Kok lo nyalahin semuanya ke gue? Gue juga gatau ya*! " Sarkas Albian




" *Lo juga mikir lah, Jangan maunya terima jadi! Semua lo limpahin ke gue, trus lo bisa apa buat mereka hancur haa*??! " Ucap Albian sambil mengusap wajahnya kasar



Di tepi lapangan


Xavira, Alesya, Nesya dan Raya tengah menonton Gevan, Satria, Elang, Davian, Regan dan siswa lain bermain basket. Mereka jamkos, para guru sibuk rapat


" Xav, nanti kita kasih tau Gevan. Biar Gevan juga jaga-jaga dari 2 kutu kupret " ucap Nesya pada Xavira


" Oke " jawab Xavira


Saat semua mata tertuju pada cowok-cowok yang adu basket, mata Nesya malah menangkap sosok perempuan yang menaburkan sesuatu ke minuman di tas Gevan. Nesya melotot


"Xav... Kita ga bisa diem aja!! " ucap Nesya yang masih menatap Qiara. Xavira yang mendengar ucapan Nesya pun ikut menatap kearah pandang Nesya


Disamping Qiara ada Albian dan Diana


" Nes, itu Diana ngapain ikut-ikutan Qiara sama Albian? " tanya Xavira


" Gatau... gue udah gedeg Xav, suer! " ucap Nesya


woooooo


jagoan gue menang dong


aaa Gevan nikahin gue plis


tergevan-gevan ga tuh


glowing amat keringet nya


Sorakan para cewek-cewek membuat Nesya dan Xavira menyadari bahwa permainan basket sudah berakhir


Gevan berjalan menuju tas nya


" Nes! lo bawa minum kan? Lo kasih minum itu ke Gevan, biar gue cegat tuh 3 anak " ucap Xavira


" Tapi minum ini buat Elang Xav " ucap Nesya


" Kalian kenapa sih? siapa yang mau lo cegat Xav? " tanya Raya


" Nih gue bawa 2 minum " ucap Alesya


" Gue gaada waktu buat cerita, pokoknya.. Nes, Lo kasih Gevan minum baru. Gue mau labrak mereka " ucap Xavira dan berlari kearah tas Gevan berada

__ADS_1


Sesampainya di tempat Gevan, Xavira mengambil minum Gevan dan menarik tangan Albian dengan kencang ke arah belakang sekolah yang sepi


" By, gue haus... Mau kemana lo? " ucap Gevan yang tak didengar Xavira


" Nih Van, Lo minum ini aja " ucap Alesya


" Kenapa Auby narik Albian? " tanya Gevan heran


" Jadi Albian sekongkol sama Qiara ngasih lo racun. Awalnya Qiara ngasih tuh racun buat Xavira tapi Albian malah ngasih ke lo. Tadi di kantin Albian ngasih racun ke bakso lo tapi gue sama Xavira nukar bakso yang ada racunnya ke bakso punya Qiara. Dan tadi gue sama Xavira liat mereka ngasih racun ke botol minum lo " jelas Nesya


" Wahh ga bisa dibiarin nih " ucap Davian


" Sarap ya mereka " ucap Satria


" Ga bisa berkata-kata lagi gue, mereka udah keterlaluan " ucap Raya


" Kecil-kecil udah kriminal " sahut Regan


" Gini nih kalo masa kecil kurang asupan uang " ucap Elang sambil geleng-geleng kepala


" Lo gausah ngomong deh... gue sembur lo " ucap Alesya


" Emang masalah gue, Xavira sama mereka apa? Albian beneran suka Xavira? " gumam Gevan



Ditaman belakang



Xavira menghempas kasar tangan Albian



" *Gue tanya baik-baik, masalah lo sama Gevan apa haa*? " tanya Xavira dengan nafas naik turun



" *Lo ga perlu ikut campur* " ucap Albian sinis



Xavira membuka tutup botol minum Gevan dan mengguyurkan ke wajah Albian


" *Lo itu pengecut! status doang lakik tapi mental cewek! dasar Banci*! " teriak Xavira



Albian menatap sengit Xavira lalu mencengkram kerah seragam Xavira


" *Maksud lo apa ngomong gitu*?!! " ucap Albian emosi



Xavira tersenyum miring


" *Lo mau hancurin Gevan lewat gue kan?!! apa itu dinamakan gentleman?? cihhh* **banci**! " Xavira meremehkan dengan senyum meledek



**Sial**. Batin Albian



" *Itu namanya trik! yang penting Gevan hancur*! " ucap Albian menatap tajam



" *Uww tidak semudah itu ferguso... banci mah banci aja kali hahahh* " ejek Xavira sambil melepas cengkraman Albian



" *Lo gausah sok berani kalo ga mau gue kasarin! Lo beruntung kaga jadi gue kasih racun*! " ucap Albian



" *Lakik kok kasar ke cewek? fakk yu men* " ucap Xavira dengan meninju pipi Albian dengan keras



" *Gue udah sabar ke lo ya! masalah lo sama Gevan apa? sebesar apa masalah Lo sama Gevan*? " tanya Xavira



" *OKE! GEVAN UDAH BIKIN ADEK GUE HANCUR! ADEK GUE SAKIT HATI SAMPE STRES! GEVAN HARUS TANGGUNG JAWAB*! " ucap Albian menggebu-gebu



" *A-apa*?? " Xavira tertegun



" *Lo selesaiin baik-baik sama Gevan. Lo omongin dengan kepala dingin* " saran Xavira



" *Gue ga butuh saran lo. Liat Gevan gila gue udah seneng* " ucap Albian sambil tersenyum miring. Xavira langsung menendang perut Albian dan pergi meninggalkan Albian



" *Gue harus bicara sama Gevan* " gumam Xavira mengacak rambutnya pelan


__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2