
Xavira tengah menatap ponsel nya, ia ragu untuk mengirim pesan pada Gevan.
" *Oke Xav, lo cuma perlu ngetik trus pincet kirim doang! harus bisa.. pasti bisa*! " gumam Xavira menyemangati dirinya
...**Gevan**...
^^^Gev, jangan marah lah |^^^
^^^Jangan liat dari cover nya aja |^^^
^^^Foto itu ada kejadian nya |^^^
^^^19.19^^^
^^^✓✓^^^
^^^Di read aja ni? |^^^
^^^20.15^^^
^^^✓✓^^^
^^^Fix lo jelek!^^^
^^^20.22^^^
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
**Gue ga nyangka Gevan bakal semarah ini**. Batin Xavira
" *Oke gausah dipikirin, ntar lama-lama gue sama Gevan juga baikan* " monolog Xavira agar tidak banyak memikirkannya
" *Tapi ga bisa anjiirr... kepikiran mulu aakkhh* " teriak Xavira sambil mengacak rambutnya frustasi
" *Gara-gara tuh monyet ni... bisa ga sih tuh monyet bonbin anteng bentar! seneng bat liat hidup orang hancur* " gerutu Xavira
" *Habis ini mau ngadain drama apa lagi tuh monyet?? serah dia deh.. gue ngikut alurnya Gusti ajaa* " ucap Xavira dan bangkit menuju kamar mandi
Di koridor sekolah
" Eyyo Xav... jan murung-murung bae lah " ucap Alesya baru datang
" Gausah lo pikirin tuh Gevan, ntar juga Gevan sadar kalo dia salah.. jangan lemes dong " ucap Alesya menghibur Xavira
" Gimana ga lemes... gue aja belom sarapan " ucap Xavira
" Mau ngantin ga? " tanya Xavira
" Astaghfirullah Xav... mau heran tapi lo temen gue ckckck " dengus Alesya
" Gue temen lo, otomatis gue ketularan dari lo " ucap Xavira
" Punya temen biadap bat heran " gumam Alesya tidak ngaca bahwa dirinya lebih biadap dari Xavira
Teettt...
Bel masuk berbunyi
" Bukan takdir gue makan sekarang prend " ucap Xavira menglemes
" Yaudah ke kelas yukk, sekarang mata pelajaran pak Broto.. ada PR huhh " ucap Alesya
" Gausah ngeluh, gue yang belom sarapan aja full senyum " ucap Xavira sambil menampilkan senyum nya
Dikantin
" *Ceritanya circle an ni*?? " tanya Alesya yang melihat Davian bersama Regan, Elang, Nesya dan Raya sedangkan dimeja lain ada Gevan dan Satria
" *I* *don't know, i think sih gitu* " ucap Davian sok-sok an
__ADS_1
" *Gara-gara Xavira deket Albian jadi Gevan marah* " ucap Elang yang langsung ditabok Nesya
" *Lo nyalahin bestie gue haa*?!! " ucap Nesya kesal
" *Ga gitu nes hehee maap... mulut aku suka gini* " ucap Elang nyengir sambil merangkul pundak Nesya
" *Xav, lo selesaiin deh masalah lo sama Gevan. Bikin ambyar aja* " ucap Elang yang mendapat pelototan dari Nesya
" *Maaf, gue bakal selesaiin* " ucap Xavira. Saat hendak melangkah ke bangku Gevan, Diana tiba-tiba datang ke bangku Gevan
" Gevan, aku gabung sini yaa " ucap Diana dengan suara imut yang diangguki Gevan. Diana pun duduk di samping Gevan
Xavira yang melihat itu tidak jadi ke bangku Gevan
**Nanti aja deh, gue perlu bicara 4 mata sama Gevan. Bukan sekarang**. Batin Xavira
Xavira kembali duduk ke bangku nya
Xavira melihat Gevan beranjak dari tempat duduknya. Ini kesempatan untuk bicara dengan Gevan, pikirnya
" Gevan " panggil Xavira pada Gevan yang berjalan didepannya
Gevan menoleh dengan wajah datar
" Gue mau- " ucapan Xavira terpotong kala Diana mendatangi Gevan
" Gevan, nanti aku pulang bareng kamu ya " ucap Diana sambil tersenyum lebar
" Iya " jawab Gevan tersenyum
" Gev- " belum sempat Xavira menyebut nama Gevan, Diana sudah memotong nya lagi
" Nanti sekalian mampir ke Gramedia boleh? aku mau beli buku " ucap Diana
" Boleh " ucap Gevan
Jadi gini rasanya dicuekin crush? kok sakit? Batin Xavira
Gevan ingin melangkah ke kelas namun Xavira segera memanggilnya
" Gevan... gue mau bicara " ucap Xavira lirih
Gevan menoleh, " Apa lagi? gue sibuk! " ucap Gevan ketus
Segitunya lo marah sama gue gev? Batin Xavira
" Kalo mau ngomong ya ngomong lahh... Lo buang-buang waktu gue tau ga sih! " ucap Gevan
" Gue ga ada hubungan sama Albian seperti yang lo liat di foto itu gev " ucap Xavira
" Itu doang?? ckk.. lo udah bilang itu banyak kali " ucap Gevan lalu pergi meninggalkan Xavira
Harusnya lo hargain penjelasan gue gev... Batin Xavira
Xavira melangkah menyusul Gevan dan berhenti tepat didepan Gevan
" Oke... terserah lo mau marah, mau mikir yang engga-engga, ga mau dengerin gue.. oke ga masalah. Yang gue tau,, lo egois gev! lo egois! " ucap Xavira kesal dan berlalu pergi menuju kelasnya
Cewek emang gitu ya? napa dia jadi marah? harusnya gue yang marah kali. Batin Gevan
Diparkiran
" *Lo dijemput kan Xav*? " tanya Alesya
" *Iya* " jawab Xavira
" *Gue duluan ya Xav* " ucap Alesya
" *Iya, hati-hati* " ucap Xavira
" *Lo yang hati-hati... langit dah mendung gelap, bentar lagi pasti hujan deras* " ucap Alesya
__ADS_1
" *Beres* " jawab Xavira
Setelah kepergian Alesya, Xavira melihat Gevan yang memakaikan helm kepada Diana
**Yahh malah liat uwu-uwu an... mending gue minggat dah**. Batin Xavira, Xavira berjalan menuju halte dan menunggu jemputan disana
Motor Gevan berlalu didepan Xavira yang tak selang lama turun lah hujan
**Anjir ni alam semesta kek ngejek gue bat dah**. Batin Xavira
Xavira pun menghidupkan ponselnya tetapi ponselnya mati.
" *Yahh.. jangan sampe kejadiannya kek dulu, Gevan udah pulang Yaallah* " gumam Xavira
" *Ni Rafa mana dah? kok ga dateng-dateng*? " gumam Xavira gelisah
***JEDAARRR***...
Itu bukan Jessica Iskandar melainkan suara petir, yang membuat Xavira ngilu mendengarnya
" *Gue harus apa? hp gue mati.. ga bisa hubungin siapapun, gue ga bawa payung juga* " gumam Xavira panik, langit juga sudah gelap
" *Gev.. gue tau lo ga akan dateng kesini seperti dulu pertama kali lo nganter gue* "
" Ini tempat dimana gue pertama kenalan sama Gevan, pertama kalinya kenal Gevan, dibonceng Gevan, ngajak Gevan ke rumah... Kalo diinget-inget indah juga ya " monolog Xavira sambil flashback bagaimana kedekatannya dengan Gevan bermula
1jam berlalu
" *Rafa lo dimana?? Gev,, plis dateng*.. " gumam Xavira
" *Gue emang salah berharap gitu ke Gevan yang jelas ga bakal dateng kesini dan gue ga boleh berharap sama Gevan lagi!.. dia aja masih marah* " lanjutnya
" *Gue sadar sekarang... Gue sayang sama Gevan* " ucap Xavira bersamaan air matanya jatuh. Xavira langsung menghapus air matanya, ia bukan cewek lemah.. pikirnya
" *Gue trabas aja ni hujan.. Bodo amat mau gue flu kek, demam kek bodo amat! loss bae lahh* " gumam Xavira
Dan Xavira pun nekat menerobos hujan Sampai rumah. Sementara jarak sekolah ke rumah Xavira tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 6Km
Wait for minutes ago...
' *Hacihh* '
' *Haciihh* '
' *Uhhuuk uhuukk* '
Sesampainya dirumah, Xavira demam dan flu
Pagi hari
" Kamu gausah berangkat sekolah dulu " ucap mama Karina
" Kamu kok bisa ngide nrabas hujan segala si?? " ucap papa Dani tak habis pikir
" Maafin aku kak, gara-gara aku Kaka jadi gini " ucap Rafael merasa bersalah karena tidak bisa menjemput Xavira. Rafael sudah mengirim Xavira pesan namun ponsel Xavira mati
" Bukan salah kamu Rafaa.. kaka gapapa " ucap Xavira
" Besok ulangin lagi ya! pas hujan badai angin ribut halilintar sekalian kamu trabas!! " ucap mama Karina
" Rafa ayo sekolah... papa ada meeting pagi ini " ucap papa Dani
" Sekali lagi Rafa minta maaf ya kak... Rafa pamit " ucap Rafa
" Ini salah Kaka sendiri Rafa... Haaciihh" ucap Xavira sambil bersin
" Xav, mama mau nengok keadaan nenek dulu gapapa kan? kamu ga sendiri kok, ada bibi kalo kamu butuh sesuatu " ucap mama Karina
Rafael jadi teringat tadi malam saat dirinya mengompres dahi Xavira, Xavira mengigau nama Gevan beberapa kali. Ia punya ide untuk menghubungi Gevan agar kakaknya ada yang menemani
__ADS_1
Kak Xav pasti seneng aku datengin mas crush nya. Batin Rafael sambil mengirim pesan ke nomor Gevan
🍀🍀🍀🍀