TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

...Gevan...


| Sayang


| Yuhuu


| Camer kamu mau dateng


| Kamu jangan molor


..." Haa? " Xavira masih berfikir...


^^^Wkp |^^^


^^^U mau kesini? |^^^


| Iyess


| Mama kangen katanya πŸ˜—


^^^Mama kamu atau kamu yg kangen hayooo πŸ˜— |^^^


| Dua dua nya sih


^^^Ngaco |^^^


^^^Baru tadi ketemu dahal |^^^


| Makanya jangan keluyuran dipikiran ku


| Bikin pengen cepetΒ² halalin


^^^NO! tahan pokoknya |^^^


^^^U kerja dulu |^^^


| Udah sibuk kerja ini, walau ga disemangatin ayang


| Aku bisa aja nahan nya


| Tapi mohon kerjasamanya ya mbak pacar


| Jangan bikin ku tergoda


^^^Smangatt mas pacar πŸ™ŒπŸ» |^^^


^^^Emang saia goda apa yhaa? |^^^


^^^Perasaan, ku udah diem deh |^^^


| Iyhaa, udah semangat ini


| Oh udah diem? trs siapa yg kemarinΒ² balas ciuman ku?


^^^Oks, bsk lgi ku ndak mau balas your kiss |^^^


| Yang 😭


| Ga gitu 😭


| Jangan dong 😭


^^^Katanya mau kuatin iman |^^^


^^^Ya tahan lah |^^^


| Bisa ga, kita nikah bulan depan??


^^^Ga mauu |^^^


^^^Ku pengen kerja sebentar |^^^


| GAUSAH KERJA!


| Kan udah ada aku


| Apa guna nya aku, klo kamu kerja


^^^Aku pengen ngerasain jadi pengecara yang |^^^


^^^Ku pengen bisa nge b@cot sesuka hati |^^^


| Kamu bisa kok b@cotin aku setiap saat


^^^😢 |^^^


^^^Kamu ga ngerti ya |^^^


^^^Yaudah |^^^


| Aku ngerti

__ADS_1


| Aku ga ngekang kamu


| Lakuin yg pengen kamu lakuin


| I am always waiting for you


^^^πŸ₯ΊπŸ₯Ί |^^^


^^^Kamu cepetan ke rumah! |^^^


^^^Ku tunggu! |^^^


| Cieelah


| Segitu kangen nya sama aku


_____________________________________________


" Maaf Gev, gue pengen ngejar cita-cita gue... sabar ya " gumam Xavira merasa bersalah pada Gevan.


' Nikah aja, ntar lo raih cita-cita lo sekalian jadi emak-emak '


Kini jiwa Xavira berada di dekat jendela menemani raga nya yang diisi oleh jiwa Bianca


Xavira menoleh, " Huffhh... gue pengen fokus ke cita-cita ya fokus ke cita-cita, fokus ke merawat anak ya fokus ke merawat anak.. ga bisa di gabung-gabung, gue ga mau lalai mendidik anak. Harus satu-satu " ucap Xavira


' Serah lo dah.. yang penting raga gue aman ' ucap jiwa Xavira


" Santai... lo tinggal dampingin gue aja, gue pasti seneng " ucap Xavira sedikit tersenyum ke arah jiwa Xavira


Namun tidak disangka, mama Karina yang hendak memanggil Xavira turun pun malah melihat tingkah Xavira yang menurutnya aneh. Kok Xavira ngomong sendiri ya? kenapa Xavira menatap ke arah jendela seolah sedang mengobrol? aneh... apa Xavira bisa lihat hantu? ahh mikir apa sih aku ini..., batin mama Karina menggelengkan kepalanya


TOKK...TOKK Bunyi pintu yang diketuk oleh mama Karina membuat Xavira kaget dan menoleh


" Xav, makan malam yuk " ajak mama Karina. " Ihh mama ngagetin aja " gumam Xavira


" Emang kamu lagi ngapain sampe kaget gitu? " tanya mama Karina. " Lagi ngomong sama setan mah " jawab Xavira jujur. Mama Karina menatap lama wajah Xavira kemudian menggelengkan kepalanya. " Ada ada aja kamu... buruan turun gih, ntar makanan kamu dimakan setan tau rasa " ucap mama Karina


" Otw... ehh Gevan sama mama papa nya mau kesini mah " ujar Xavira yang mengingat pesan Gevan tadi


" Wahh... ada acara apa ni? yaudah nanti kita ajak makan sekalian. Mama kebawah ya Xav, nyiapin makanan lagi " sahut mama Karina dan menutup pintu kamar Xavira


Kini Gevan dan kedua orangtuanya sudah sampai dirumah Xavira



Xavira langsung memeluk Gevan. Gevan yang terkejut seketika terkekeh gemas sembari membalas pelukannya




" Eitss... apa ini! udah berani peluk-pelukan didepan mamah? " ucap mama Karina sambil menyeret baju belakang Xavira menjauh dari Gevan sedangkan yang diseret misuh-misuh tak jelas. " Mama heran deh Gev, kamu Pake pelet kota mana? kok ampuh banget " ujar mama Mira yang membuat semua tertawa kecuali Gevan yang mendengus



" Sama anak sendiri gitu banget... udah jelas Gevan ganteng, jadi banyak yang suka termasuk Xavira " ucap Gevan sok cool



Mama Karina tertawa, " Bisa aja... berarti saingan nya Xavira banyak dong ya? " ucap mama Karina. " Siapapun saingannya pasti kalah sama Xavira, bahkan putri kerajaan sekalipun " ucap Gevan tegas



" Gausah banyak omong kamu! papa kan sudah mengajarkan kamu bahwa pembuktian lah yang diutamakan, bukan omongan atau janji mulut " sahut papa Baskara. Gevan mengangguk " Gevan paham pah " ucap Gevan



" Mumpung kami memasak banyak makanan, mari kita makan malam bersama? " ajak papa Dani



Semua orang beranjak menuju ruang makan kecuali Xavira dan Gevan. " Gevan nanti aja makannya, mau makan berdua sama Xavira " ucap Gevan. Gevan dan Xavira masih diruang tamu, entah apa yang mereka lakukan



" Xavira tau? sebelum tidur, Gevan suka nyiumin foto Xavira " ucap mama Mira yang membuat semuanya tertawa. Kini mereka tengah berbincang-bincang dengan Gevan yang dijadikan sumber perbincangan


" Dia juga setiap hari nanya ' pah, gimana caranya supaya Xavira betah sama Gevan dan ga berpaling dari Gevan? ' sampe saya bosen dengernya " imbuh papa Baskara. " Dia juga nanya ' Mah, aku kurang apa? aku mau bikin Xavira biar selalu nyantol ke aku ' bikin saya geleng-geleng dengan kelakuan nya yang overthinking " sahut mama Mira


" Segitunya anak tante suka sama saya? hahahaa " ucap Xavira tertawa lepas sedangkan orang yang ia tertawakan menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Xavira. " Tega banget bongkar aib anak sendiri " gerutu Gevan


" Padahal anak saya anteng, pendiem... ga nyangka sampe dibucinin anak tunggal bangsawan " ucap papa Dani terkekeh


Xavira mengelus rambut Gevan yang masih memeluk Xavira. " Ga sekalian beli parfum yang sama kek aku? biar kalo kangen tinggal semprot aja tuh parfum " ucap Xavira. Gevan menggeleng


" Kalo kangen langsung ketemu kamu aja! " ucap Gevan yang sekali lagi membuat Xavira tersenyum. " Bucin banget sih pacar Xavira... tapi mohon dikondisikan jarak nya, jangan nempel banget " ujar mama Mira sinis ke Gevan


Gevan pun menggeser tubuhnya menjauh dari Xavira dengan wajah masam. Berani juga ni anak meluk gue didepan ortu, batin Xavira


__ADS_1


Pagi harinya, Xavira berangkat sendiri tanpa Gevan. Xavira sendiri yang meminta pada Gevan untuk berangkat sendiri karena hari ini Gevan tidak ada jadwal kuliah dan juga Gevan harus ke kantor papa nya



" Xav, temen lo di kelas lantai berapa sih? " tanya Vika yang sudah capek. Sedari tadi mereka mengelilingi gedung fakultas fashion untuk mencari Nesya



" Gatau, dia belom baca pesan gue... telfon aja kali ya? " gumam Xavira. Xavira dan Vika berniat ingin mengajak pulang Nesya agar terhindar dari rencana Reyna, Fany dan Laras



" Tapi.. mumpung masih siang, kita nyegerin tenggorokan dulu yuk " ajak Vika. Xavira menimang ajakan Vika, pasalnya ia tak mau kehilangan jejak Nesya. Oh iya kan ada jiwa Xavira, ntar tinggal manggil dia aja. Batin Xavira



" Yaudah ayuk " jawab Xavira. Mereka pun melangkah menuju kantin



Setelah membeli minum


" Berdua doang nih? temennya mana? "


Ucapan seseorang mengagetkan Vika dan Xavira



Vika dan Xavira pun menoleh, " Ehh kak Niko ngagetin aja " ujar Vika yang menghentikan acara minumnya. " Kalian sih diem-diem aja " ucap Niko tersenyum garing



" Namanya menelan air ya diem dong kak " dengus Vika greget. " Btw kak Niko deket sama kak Reyna ya? " tanya Vika ceplas ceplos



Niko mengerutkan keningnya, " Dulu pernah deket sebentar, sebelum dia suka buly orang... kenapa? " ucap Niko. Vika hanya ber oh ria, " Kok kak Reyna kek benci gitu sama kak Niko? " tanya Vika lagi



" Kok lo kepo gitu, nanya-nanya mulu? " sahut Niko terkekeh pelan. Vika mendengus, " Nanya doang elah kak... siapa tau ntar ku bisa nolongin kakak dari bahaya nya kak Reyna " gerutu Vika yang tidak dapat didengar oleh Niko



Niko menatap Xavira, " Lo baik-baik aja kan Xavira? " tanya Niko yang melihat Xavira hanya diam. Xavira tersenyum tipis, " Gapapa kak " jawabnya



" Dia emang gitu kak... ga banyak omong " ujar Vika nyengir namun seketika cengir nya hilang saat mendapati Reyna, Fany dan Laras berjalan dengan tertawa-tawa



Vika menyenggol lengan Xavira, " Itu kak Reyna.. kita ikutin aja " bisik Vika yang diangguki Xavira



" Emm kak, kita permisi ya... sampai ketemu besok " ucap Vika terburu-buru sembari menggandeng tangan Xavira melangkah mengikuti Reyna dkk membuat Niko heran



" Gue telfon Nesya aja ya? chat gue belum dibaca astaga " gumam Xavira lirih



***DRRTT... DRRTT... DRRTT***...



' Iya Xav, ada apa? '


" Akhirnya diangkat juga... lo ada dimana Nes? " ucap Xavira to the point


' Masih dikelas, tadi habis fashion show kaki gue sedikit linu '


" Okey.. Lo dikelas aja ya? jangan keluar-keluar " peringat Xavira


' Kenapa? ini bentar lagi gue mau pindah ruangan ke ruang make up, masih ada kelas '


Xavira menepuk jidatnya


" I-iyaudah.. ruangan nya sebelah mana? " tanya Vika


' Kenapa sih? kok tumben nanya? '


' Ehh.. udah dulu ya, dosen ku udah dateng '


Telfon dimatikan sepihak oleh Nesya



" Mending ngikutin kak Reyna aja, kalo sama Nesya kaga di inpo cuy " bisik Xavira. Mereka pun melangkah kembali mengejar Reyna

__ADS_1



πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2