
Hari Senin adalah hari yang dihindari kebanyakan murid. Banyak yang izin ke UKS mengaku sakit agar terhindar dari upacara
" *Skincare gue udah kayak nonton konser BTS. MELELEH ANYING* " ucap Alesya
" *Ihh kulit gue belang anjir* " tambah Raisa
" *Cewek emang gitu ya? Lebay* " ucap Satria
" *Kek gatau cewek aja lu* " ucap Davian
" *Gausah belagu Lo pada jadi cowok kalo kaga bisa beliin skincare ke cewek*! " ucap windy ngegas
" *Dihh... Sapa Lo? Sodara bukan, cewek gue bukan ngapain gue mesti beliin skincare*?" Ucap Elang
" *Wahh bangsat ni cowok, gelud lah hayu mumpung di lapangan ni* " ucap Alesya sambil menggulung lengan seragam nya seperti preman
Lapangan yang di tempati Xavira terletak di bagian barat sementara anak IPS di bagian timur
" *Kalo yang maju alesya jelas mundur gue* " ucap Elang mendengus
" *Udah deh... Ngeluh mulu Lo pada. Nenek moyang kita udah berjuang, perang sampe merdeka. Seharusnya bersyukur kita kaga ikut perang dan cuma dijemur 1 jam di lapangan. Malu lah sama mereka yang berjuang daapp* " ucap Regan
Hayo ngaku siapa yang setiap upacara ngeluh mulu???
yang jelas author nya juga :')
" *Anjir wahyu nya dateng lagi... Btw yang nganter wahyu masih Jibril*? " Ucap Davian
" *Gini nih kalo pelajaran agama malah bolos ckk..ckk*" ucap Regan
" *Gausah sok lo. Lo juga selalu bolos pelajaran agama ya nyet*! " Ucap Davian. Regan nyengir
" *Lo pikir selain malaikat Jibril siapa yang nganter wahyu haa? Malaikat Atid*?" Ucap Xavira
" *Yang ada nambah catetan dosa bhangke* " ucap Satria ngakak
" *Gevan kaga berangkat*? " Tanya alesya
" *Kaga. Lagi demam dia* " jawab Elang
" *Bahh... Bisa sakit juga tuh anak*? " Canda Alesya
" *Ya bisa lah, Dia kan manusia. Emang elo? Sayton* " ucap Davian
" *Asyu Lo semua. Abis Lo ditangan gue. Gedeg gue punya temen modelan Lo berempat. Seenggaknya kek si Regan kek. Kaga ada manis-manisnya akhlak Lo pada* " gerutu alesya sambil menatap tajam para cowo
" *Shodakallahul'adzim* " ucap Xavira
Membuat semua nya tertawa
" *ITU YANG DIBELAKANG KETAWA-KETAWA MAJU*! " Ucap pembina upacara
**Mampus**. Batin semua yang tertawa. Mereka hanya saling melirik
" *BAIKLAH. SEKIAN DARI SAYA WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB* " ucap pembina upacara
" Lo sih bikin perkara " ucap Alesya pada Xavira
" Lo duluan kali yang ngeluh " ucap Xavira
" Dih.. Regan noh ceramahnya panjang " ucap Alesya tak mau kalah
" Salahin Jibril ngasih Wahyu dadakan, kaga bilang-bilang " ucap Regan
" Wahyu Aldebaran anak silat IPA 2 maksud lo?" Ucap Satria
" Maksudnya hidayah bhangke. Bukan Wahyu orang " ucap Davian
Tingg!
Xavira segera melihat hp nya
...Gevan...
| By
| Gue sakit nih :(
__ADS_1
^^^Oh |^^^
| Oh doang? :(
| Padahal gue sakit karena mikirin Lo :(
^^^Lo nyalahin gue? |^^^
^^^Sakit kok main hp |^^^
| Bukan gitu. Lo gaada inisiatif jenguk gue?
| Gue cuma demam by. Kaga mati :(
^^^Masih jam pelajaran anjer |^^^
| Ya pulang sekolah lah! :(
^^^Dih maksa |^^^
^^^Ya ntar kalo inget |^^^
| :(
________________________________________________
Brukkk...
Buku- buku yang dibawa Nesya jatuh di koridor
" *Maaf, Ga sengaja. Sini gue bantu* " Ucap Elang sambil memungut buku-buku yang berjatuhan
" *Lo sih kaga punya mata kaki* " gerutu Nesya
" *Imut* " ucap elang sambil tersenyum ke arah Nesya
Nesya melirik Elang
" *Dibawa kemana buku nya*? " Tanya Elang
" *Ke perpustakaan kelas IPS* " ucap Nesya
Sesampainya di perpustakaan
" *Taruh sini. Makasih* " ucap Nesya
" *Sama-sama. Mau ke kantin*? " Tanya Elang
" *Gue temenin* " ucap Elang
Nesya ingin mengambil novel di rak yang atas. Tetapi tingginya tidak sampai. Ia sudah berjinjit-jinjit, Dan....
Dukk..
Elang berada dibelakang tubuh Nesya dan mengambilkan buku yang Nesya inginkan
" *Nih. Makanya tumbuh ke atas bukan ke samping* " ucap Gevan Lang sambil mengacak pelan rambut Nesya
**Demi apa gue baper aakkh**. Batin Nesya menjerit
" *Gausah body semriwing deh* " ucap Nesya menahan salting
" *Body shaming kali* " ucap elang sambil mengambil buku untuk ia baca
Nesya membaca novel dengan raut kesal
" *Ga jelas bat si protagonis tai*! " Gerutu Nesya
Tiba-tiba tangan elang terulur mengelus pipi Nesya
" *Cup..cup.. cup jangan baper, cuma novel* " ucap Elang
" *Ya tapi alur nya ngajak geseh anying! Ogah baca novel itu lagi gue*! " ucap Nesya
" *Udah ya.. ntar gue boikot yang bikin novel nya* " ucap santai Elang
**Ihhh salto di perpus boleh ga si?? Help mak**! **anak mu ga kuadd**! Batin Nesya sambil menatap wajah Elang
Xavira menekan bel rumah Gevan. Ia bertanya alamat rumah Gevan kepada Satria
__ADS_1
Ia juga sudah membeli buah-buahan untuk Gevan
" Siapa ya? Cari siapa dek? " Tanya wanita paruh baya yang menyandang peran sebagai mama nya Gevan aka 'Mira'
" Assalamualaikum Tante. Saya Xavira temennya Gevan. Mau jenguk gevan " ucap mama Mira
" Ohh temennya Gevan, yuk masuk " ramah mama Mira
Ceklekk...
" Van, ini ada temen kamu jenguk " ucap mama Mira
Gevan membuka mata
" Gevan daritadi belom makan. Tadi pagi sih udah, tapi yang siang belom " ucap mama Mira
" Daritadi dia nyebut nama 'Auby' terus. Oh iya... Kamu kenal yang namanya Auby gak nak? " Tanya mama Mira
" Emm saya Auby tante " ucap canggung Xavira
Ia takut dituduh orang ke3 dalam hubungan Gevan dan Nesya
" Hahh? " Bingung aman Mira
" Nama dia Xavira Auby Prabawa mah. Dia yang Gevan maksud " ucap Gevan
" Oohh... jadi kamu yang membuat anak saya sampe bucin? Kamu harus tanggung jawab! PACARIN ANAK SAYA! " ucap mama Mira
" Dia selalu nyebut nama kamu nak. Hiss Anak ini alay sekali " ucap mama Mira sambil terkekeh
" Apaan si ma. Mama keluar deh " usir Gevan
" Durhaka ya kamu! Yang ngerawat kamu sakit mama kalo kamu inget " ucap mama Mira
" Nak Xavira, tolong Gevan nya suruh makan. Kalo gamau tebas aja pala nya " ucap mama Mira
" Iya tante " ucap Xavira
Mana Mira keluar dari kamar Gevan
" By. Suapin " ucap Gevan memelas
" Punya tangan kan? Makan sendiri " ucap Xavira
Xavira tidak ingin merusak hubungan Gevan dan Nesya
" Tadi kan mama bilang nitip gue ke elo... gue lagi sakit juga " gerutu Gevan
Xavira mengambil bubur di nakas
" Buka mulut " ucap xavira
Xavira menyuapi Gevan hingga makan nya habis
" Nih obat nya. Kalo pahit liat muka gue aja" ucap Xavira sambil terkekeh
" Iya, Muka lo manisnya tiada tara. Gula aja kalah " ucap Gevan sambil melihat dalam wajah Xavira
" *Ekhemm... ini mama bikin bolu. Coba Xavira cobain*" ucap mama Mira sambil menyodorkan piring berisi bolu
" *Nyicip ya tan*" ucap Xavira sambil menggigit dan mengunyah bolu itu
" *Wahh enak tan, Tante jago masak ya*" ucap Xavira memuji
" *Ya begitulah. Tante seneng kamu suka bolu nya. Ambil lagi Xav*" ucap mama Mira senang
" *Iya tante. Xavira kalo makan gabisa berhenti loh* " ucap Xavira sambil memakan lagi
" *Habisin aja Xav, Gevan gausah disisain* " ucap mama Mira
" *Paan sih. Gevan ga minat* " cemberut Gevan
" Xavira pamit Tante. Makasih kue nya " ucap Xavira di depan pintu
" Iya sama-sama. Kapan-kapan mampir sini lagi " ucap mama Mira
" Siap tan" ucap Xavira dan pergi meninggalkan pekarangan Gevan
" *KOK KAMU GA BILANG PUNYA GEBETAN CANTIK HA*?!! " teriak mama Mira pada Gevan dan melempar bantal ke badan Gevan
" *Kan mama ga nanya* " ucap Gevan
" *CEPET TEMBAK XAVIRA! MAMA COCOK SAMA DIA TITIK*! " ucap mama Mira
Gevan tersenyum
" *Tapi Gevan kan di jodohin sama Nesya ma* " ucap Gevan lesuh
" *Ehh iya ya? Alah pokok nya nanti mama akan bilang ke papah kamu* *dan kita bicarakan dengan keluarga Nesya*" Ucap mama Mira
" *Aaaa... I love you ma! Sayang mama banya-banya* " ucap Gevan
" *Kamu cepet sembuh deh dan langsung tembak Xavira. Kalau Xavira nolak kamu. Nanti mama buatin bolu lagi* " ucap mama Mira
" *Ckk mainnya sogok* " gumam Gevan
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀