TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

Xavira tengah duduk di bangku kelasnya, ia membaca materi pembelajaran satu semester nya. Masih sama, ga ada yang berubah dari nih materi, batin nya


" Wihh... tumben berangkat pagi Xav " ucap Vika yang baru saja memasuki kelas. Xavira menoleh ke Vika, " Wa'alaikumsalam " ucap Xavira yang membuat Vika nyengir


" Assalamualaikum... rajin amat lo " ucap Vika. " Ehh.. hari ini ada ulangan harian kan ya? " tanya Vika yang dijawab anggukan dari Xavira. " Pantes lo belajar " ujar Vika. " Gue tiap hari juga belajar.. gak kek lo " sahut Xavira


Bel masuk berbunyi, tak selang lama guru pun memasuki kelas Xavira. " Selamat pagi anak-anak, mari kita awali pagi ini dengan senyuman... okey sepertinya kalian sangat antusias untuk mengerjakan ulhar, baik tanpa berlama-lama saya langsung bagikan lembar kertas nya. waktu pengerjaan 2 jam... selamat mengerjakan " ucap pak Harto


' saking antusiasnya, saya sampai lupa kalau hari ini ada mapel bapak '


' bapak salah kelas deh kek nya '


' saya izin ke UKS ya pak, tiba-tiba alergi saya kumat '


' saya alergi mapel bapak hehee.. mon maap pak '


' pak, bapak ga bosen liat muka saya terus? mending skip dari kelas saya '


' dih lo siapa ngatur-ngatur pak Harto? sadar diri sadar posisi '


Pak Harto menjadi tersungut setelah mendengar ucapan-ucapan dari murid yang tidak ramah tersebut


" CUKUP!! BAGI YANG TIDAK INGIN MENGIKUTI ULANGAN SILAHKAN KELUAR DARI KELAS!! TERSERAH KALIAN INGIN MELAKUKAN APA SAJA... SAYA HANYA PEDULI KEPADA SISWA YANG INGIN SUKSES!! " ucap pak Harto dengan nada membentak. Kelas Xavira menjadi hening seketika


' maaf pak '


' maaf pak '


' maaf pak '


' maaf pak '


Xavira pun mengerjakan ulangan dengan santai. Hadehhh... dari jaman zigot sampe sekarang soal ujiannya gini-gini aja kaga ada kemajuan... nilai gue deh yang maju, kalau dulu sering remidi sekarang anti remidi yahahaa, batin nya


Bel istirahat berbunyi


" Pusing bat Xav... habis ngerjain langsung vertigo " gerutu Vika. " Aamiin " sahut Xavira yang langsung ditabok Vika. " Jahat lo " cibir Vika



***TINGG***!!


Xavira segera membaca chat dari Gevan



...**Gevan**...



| Yang


| Kamu dah selesai kelas kan?



^^^Iyaa, kok tau |^^^



| Aku kan pegang jadwal kamu


| Ke kantin tekno info yhaa


| Mau ku jemput?



^^^Gausah |^^^


^^^Aku otw kesana |^^^



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1



" Ekhemm.. dari mas pacar Yaa? " tanya Vika meledek. Xavira mengangguk " Ke kantin tekno info yuk " ajak Xavira. Kasian kalau ditinggal sendiri, pikir nya



" Ogah.. ntar gue jadi nyamuk " tolak Vika. " Ada temen-temen gue yang lain juga kok " ucap Xavira meyakinkan



" Ada cowok nya ngga? " tanya Vika nyengir. Xavira mendengus " Ada! banyak! " ucap Xavira dan langsung menarik Vika keluar kelas menuju kantin



Sesampainya dikantin


" Widihh.. temen lo Xav? " tanya Regan yang melihat ada Vika disamping Xavira. " Iya, kenalin ini Vika " ucap Xavira



Vika pun berkenalan dengan semua teman-teman Xavira. Sedangkan Xavira duduk ke kursi dekat Gevan



" Itu kok makanan nya masih utuh? ga dimakan? " tanya Xavira yang melihat di depan Gevan ada makanan yang menganggur. Gevan berhenti memainkan game nya. " Suapin " ucap Gevan yang langsung ditolak Xavira



" Makan sendiri gausah manja! ini tempat umum " ucap Xavira. *Udah gue tunggu lama sampe cacing perut pada demo.. eh tau nya kaga mau nguapin. Anjir dah*, batin Gevan kemudian menyantap makanan nya dengan malas



' Bianca '


Xavira menoleh dan mendapati jiwa Xavira yang tadi memanggil nya



' Nesya disuruh hati-hati... karna Fany, temannya Reyna menyukai Elang dan punya niat buruk ke Nesya '




' Lo tenang aja, gue kan ada! gue akan selalu bantu lo '



' Emang temennya Reyna mau apain Nesya? ' batin Xavira



' Gue juga gatau, masih gue pantau '



' Jadi setan bisa gitu ya? up to date banget ' batin Xavira. Jiwa Xavira pun menghilang. Gue harus mencetuskan hastag \#peduliLindungiNesya, batin Xavira



" By " ..... tidak ada sahutan


Gevan memajukan wajahnya tepat didepan wajah Xavira, ' By " ucapnya yang membuat Xavira terperanjat



" A-apa Gev? " tanya Xavira memundurkan wajahnya. " Ngelamunin apa? " tanya Gevan. Xavira hanya menggeleng



" Awas aja kalo ngelamunin cowok! " ucap Gevan datar. " Ga boleh su'udzon, pamali... kalo aku didatengin banyak cowok gimana " ucap Xavira terkekeh membuat Gevan kesal



" Aku sikat semuanya " ucap Gevan dengan raut tidak ramah. Xavira mengambil tangan kanan Gevan dan menciumnya, " I am yours " ucap nya. Hal itu sukses membuat Gevan tersenyum " Of course " sahut Gevan

__ADS_1



Senyum Xavira luntur ketika arah pandang nya mendapati Reyna dan kedua temannya tengah menatap nya dan juga menatap Nesya dengan tatapan sengit



*Astaghfirullah dimana mana kok ada jalangkung sih... datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit. Harus gue bantai nih* *memedi*, batin Xavira



Reyna dan kedua temannya pun meninggalkan tempat dan ide pun muncul dari benak Xavira. *Gue ikutin aja mereka, siapa tau berfaedah*, batin nya



" Emm... gais, gue sama Vika ke kelas dulu ya... ada tugas yang gue sama Vika mau kerjain " ucap Xavira. " Kok buru-buru sih Xav? " cibir Alesya



" Kaga bisa nanti aja ngerjainnya? " tanya Raya. Sementara Vika hanya menatap Xavira. " Ga bisa ini, nanti lagi ya... see u " pamit Xavira



*Auby kenapa*? batin Gevan terheran


" Lo ngomong apa sih Xav? tugas yang mana? " tanya Vika lemot. Xavira membuang nafas nya kasar. " Jadi tadi gue liat Reyna sama 2 curut nya lagi pada liatin kita.. mereka liatinnya kaga santuy, kek mau copot tuh bola mata... jadi gue pengen ngintilin mereka, Lo mau ikut kaga? " tanya Xavira


" Yaelah si Reyna... awas aja kalo macem-macem, yaudah yuk ikutin. Mana nih anak nya? " gerutu Vika


" Sipp.. tuh anaknya ke arah taman sepi deket perpus " ujar Xavira dan menarik tangan Vika


Sesampainya di taman, mereka melihat Reyna dan dua temannya duduk di satu kursi panjang menghadap selatan. "Saatnya menjadi paparazi " bisik Vika kemudian berjalan mendekati tempat duduk yang Reyna duduki dari belakang dan menaruh ponsel nya dibawah kursi mereka


" Astaghfirullah kelakuan ni bocah " gumam Xavira. Mereka pun fokus pada berbincangan yang mengarah ke Nesya.


' Gimana kalo kita jebak Nesya aja Fan? kunci aja si Nesya di toilet bareng Niko... pasti bakal viral ' ucap Laras


' Bener tuh... kita kasih pil sekalian biar afdol, sukur-sukur bisa sampe hamil hahaahh ' ujar Reyna. ' Gue ngikut kalian aja... gue cuma fokus deketin Elang, dia anaknya gampang di sepik ' ucap Fany


Vika dan Xavira yang mendengar itu tentu terkejut. Apakah anak kuliahan se gahar ini?, pikir mereka


" Sumpah Xav.... pengen misuh tapi takut dosa anying " gumam Vika. " Astaghfirullah sebut lo... sebut hehh " ucap Xavira menggumam


" Astaghfirullah... btw kita kasih tau temen-temen lo ga nih? " tanya Vika. Xavira menggeleng, " Gue ga mau Nesya parno, dia sebentar lagi mau nikah sama Elang... gue bakal lindungi dia, gue pastiin dia aman sampe nikah sama Elang " ucap Xavira yang membuat mata Vika berkaca-kaca


" Ihhh pengen... Xav lo mau kan jadi temen gue? " tanya Vika. " Ya mau lah.. gue ga tega, lo selalu nempelin gue " ucap Xavira


Saat ini Xavira dan Vika melihat Reyna, Laras dan Fany yang merapat seperti berbisik-bisik. Setelahnya mereka pergi meninggalkan taman, Xavira dan Vika pun langsung menghampiri ponsel Vika dan melihat isi rekaman tersebut


isi rekaman yang bagian mereka berbisik....


Fany: " Gue denger besok Nesya ada jadwal siang sampe sore.. kita manfaatin waktu itu "


Reyna: " Lo masih ada pil yang buat Laily mabuk kan Ras? "


Laras: " Masih kok. tapi cara menggiring Niko nya gimana? "


Reyna: " Niko biar gue yang ngurus "


Fany: " Besok sore arahin aja mereka berdua ke toilet, trus rekam "


Laras: " Sipp! akhirnya bisa main lagi.. gue bosen anteng mulu "


isi rekaman selesai


Xavira masih heran kenapa daritadi mereka menyebut-nyebut Niko. Memangnya ada apa dengan Niko?, pikirnya


" Kenapa mereka menyangkut pautkan Niko? " tanya Xavira. Vika berdehem " Gue ga tau kalo soal itu, yang gue tau kak Laily ini pernah jadi korban bullying trus memutuskan keluar dari sini " ucap Vika


" Yang bully Laily itu mereka bertiga? " gumam Xavira yang mendengar bahwa Reyna memberi pil untuk Laily. " Iya deh... berarti mereka anteng karena kasusnya kak Laily dong " tebak Vika


" Besok kita kuliahnya cuma sampe siang Xav... berarti setelah jam pelajaran habis kita langsung pantau mereka aja " saran Vika


" Iya.. tapi masalahnya toilet sebelah mana cuy? toilet kan ada banyak " gerutu Xavira


" Kita ikutin Nesya nya aja Xav, biar mempermudah menyelematkan dia dari pergerakan Reyna " usul Vika. " Sipp! makasih Vik " ucap Xavira

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2