TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

Gevan memasuki kelas Xavira yang sepi. Hanya tersisa Xavira, Alesya, Regan dan Davian didalam kelas dengan Xavira yang sedang menyapu


" Ngapain by? " tanya Gevan heran


" Wehh Van.... pacar lo dihukum pak Anto hahaaa " ucap Regan tertawa


Gevan menyernyit " Kok bisa dihukum? Lo doang yang dihukum? " tanya Gevan menghampiri Xavira yang cemberut


" Gue ga ngapa-ngapain anjir... tadi pak Anto... " Xavira menceritakan kejadian yang membuatnya dihukum


Jadi...


Tadi pak Anto mengumumkan acara-acara serta urutan acara untuk kelulusan besok. Pak Anto berdiskusi dengan para siswa siapa yang ingin pentas dan membacakan pidato perwakilan kelas. Saat bagian pembacaan pidato, semua siswa menggeleng tidak mau mengajukan diri. Ada yang beralasan 'saya tidak bisa baca pidato pak, saya tidak pandai berekspresi, suara saya fales pak'


Pak Anto pun berniat memotivasi siswa agar ada yang mau mengajukan diri. pak Anto bilang " kalian ini sudah hampir lulus SMA, sudah dewasa. seharusnya bisa langsung siap dan siaga untuk menghargai acara ini... jangan bilang 'saya tidak bisa'... semua siswa pasti bisa.. anak cerdas pasti berani berbicara... saya yakin kalian semua anak yang cerdas... siapa yang disini merasa bodoh silahkan berdiri " ucap pak Anto dan membuat kelas menjadi hening... hingga tiba-tiba Xavira bergumam " Lah itu pak Anto merasa bodoh dong? pak Anto kan berdiri " yang membuat Davian, Regan dan Alesya menatap Xavira karena meja Xavira terletak didekat meja mereka


Tak disangka ternyata pak Anto juga mendengar Xavira bergumam. Membuat tanduk banteng muncul di kepala pak Anto dan berakhirlah Xavira disuruh piket kelas


Gevan menyentil pelan dahi Xavira. " Mampus! salah lo sendiri " ucapnya


" Tapi gue bener kan?? ga salah kan? " ucap Xavira membela diri


" Lo ga salah kok Xav.... mantap! ku pada mu " ucap Davian bangga yang langsung ditatap tajam oleh Gevan


" Yang salah pak Bolot kok Xav... " imbuh Regan


" Ini gara-gara lo... Auby jadi ketularan nakal dari lo " ucap Gevan pada Davian


" Ohh True... Lo kan bandel, mulutnya lemes... jadi bisa dipastikan bahwa Xavira ketularan Davian! " ucap Alesya setuju dengan ucapan Gevan


" Napa jadi gue dah.... salah Xavira sendiri lah, ngapain dia nyontoh sikap gue? " ucap Davian mengelak sembari menjulurkan lidahnya


" Gue diem aja... gue ngomong pasti kalah " ucap Regan yang masih memakan keripik, sedari Xavira dihukum sampai sekarang ia masih memakan keripik nya


" Lo nyalahin pacar gue haa?? " ucap Gevan yang membuat Davian menelan ludah


" Ga gitu Van... ya- ya tapi emang gitu sih... cewek lo juga nakal bro " ucap Davian tulus dari pikirannya


Sementara Xavira menatap Gevan dan Davian datar. Kemudian ia melayangkan sapu nya ke tubuh Davian dan Gevan


" Gausah ribut-ribut! gue yang salah " ucap Xavira


" Kok lo mukul gue sih yang... durhaka lo sama pacar sendiri " ucap Gevan setelah menerima pukulan sapu dari Xavira


" Balik gaes... balik, tinggalin mereka udah yok balik " ucap Regan sembari menggiring Alesya dan Davian keluar kelas


Tersisa lah sepasang kekasih dengan Xavira yang masih membawa sapu. Keduanya saling menatap satu sama lain


" Ngapain masih bawa sapu? masih mau mukul gue? " ucap Gevan menatap datar Xavira


" Iyaa! makan nih sapu... " ucap Xavira sembari memukul Gevan yang membuat Gevan melotot


" Awww... awss.. aaaa " Xavira meringis, membuat Gevan heran. Gevan yang dipukul kok Xavira yang kesakitan, pikirnya


" Tangan gue awwhh " rintih Xavira memegangi tangannya yang masih di gips


Gevan langsung membuang sapu itu dan mengelus tangan Xavira


" Kita ke rumah sakit ya? " tawar Gevan panik


" Aduh.. gausah Gev, langsung pulang aja " tolak Xavira


" Serius? kalau parah gimana?... Lo sih durhaka sama gue, jadi kualat kan " oceh Gevan sembari merangkul Xavira pergi meninggalkan kelas


Pukul 11 malam setelah Xavira selesai Vidio call Gevan. Xavira menggosok gigi dan cuci muka kemudian ia bercermin.


Xavira melihat wajahnya sangat pucat di pantulan cermin. " *Kok muka gue pucet banget? gue kan kaga sakit* " gumam Xavira sembari tangannya mengusap wajahnya. Kemudian sedetik berikutnya Xavira terkejut dan melotot saat sadar bahwa di cermin itu dirinya tampak diam, padahal Xavira terus mengusap-usap wajahnya. Bahkan saat Xavira melotot, di cermin wajahnya tampak datar. Xavira mencoba mengedipkan matanya namun di cermin wajahnya tak berkedip. Xavira segera turun keluar dari kamarnya.



" *Gue anak baek loh.... bisa-bisa nya diteror mulu.. huhh* " ucap Xavira dengan terengah-engah


Kini Xavira tengah termenung di sofa ruang keluarga. Ia masih was-was dengan kejadian tadi

__ADS_1



" *Balik ke kamar ga ya? HP gue masih dikamar cuy* " gumam Xavira. Jika ia tak kembali ke kamar nya, ia tidur dimana? dikamar tamu tidak ada bantal dan selimut dan tampak sedikit kotor



" *Bismillahirrahmanirrahim balik ke kamar dah* " Xavira memutuskan untuk kembali ke kamarnya



Sesampainya dikamar, Xavira mencoba rileks dan tenang. Ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi WhatsApp untuk menghubungi Gevan. Namun sebelum ia menekan tombol Panggilan, ada yang memegang bahu Xavira. Jantung Xavira terasa seperti meledak. Ia memejamkan matanya dan sedetik kemudian ia memberanikan diri untuk menoleh ke belakang.


Saat ia menoleh ke belakang, ia melihat wajahnya sendiri. Ia melihat wajah Xavira tengah tersenyum namun berkulit pucat yang membuat Xavira meringis



**B@jing@n... apa lagi ini? Yaallah**. Batin Xavira dan segera bangkit dengan membawa bantal, selimut dan ponsel yang masih ia genggam, turun ke ruang keluarga



**Xavira plis... kalau tadi itu jiwa lo, gue mohon jangan ganggu gue... gue juga gatau kenapa jiwa gue bisa nyasar ke tubuh lo... plis gue gatau apa-apa**. Batin Xavira.



Kini Xavira sudah tenang. Ia mencoba masuk ke kamar tamu. Ia menyalakan lampu kamar tersebut dan berjalan mendekati ranjang.



**Gue tidur disini aja deh**. Batin nya



Saat ingin memejamkan mata, lampu kamar Xavira mati secara tiba-tiba. Membuat Xavira terperanjat dan segera menyalakan flash di ponselnya kemudian memunguti bantal dan selimut nya



' Bianca '


' Bianca '


" i-itu nama gu-gue " cicit Xavira



' Aku mau bicara Bianca '



" Cepetan! gue udah takut bangsat! " teriak Xavira reflek yang setelahnya ia membungkam mulutnya



**Sebut Xav... sebut... astaghfirullah.... astaghfirullah**. Batin Xavira kemudian suara petir menyambar membuat Xavira lari keluar dari kamar tersebut



" *Huhhh...huhhh... aduh Xavira mau ngomong apaan ya tadi? huhhh... serem bat kampret... gue tidur sini aja dah* " ucap Xavira ngos-ngosan dan meletakkan bantal serta selimut ke sofa dan merebahkan tubuhnya hingga terlelap.



Keesokan harinya


" *Xav*? "



" *Bangun Xav* "


Xavira pun mengucek matanya dan bangun



" *Kamu ngapain tidur disini Xav*? *itu TV nya kok nyala*? " Tanya mama Karina. Mama Karina lah yang membangunkan nya tadi

__ADS_1



" *Emm.. tadi malem nonton film ma, trus kepikiran mau tidur disini makanya bawa bantal. Seinget Xav, udah ku matiin deh TV nya* " ucap Xavira berbohong. Semalem aja TV nya mati kok tiba-tiba paginya idup? remot juga kaga ada di deket gue tuh. Pikir Xavira



" *Ada-ada aja kamu... yaudah sholat subuh dulu gih.. udah jam 5* " ucap mama Karina. Xavira segera bangun dan masuk ke kamarnya



TINGG!


Bunyi bel rumah Xavira, segera Xavira membukanya


" Ngapain pada kesini? " tanya Xavira saat melihat Alesya, Nesya dan Raya lah tamunya


" Lah.. tadi kan gue udah chat lo.. kita mau beli jajanan buat ke villa " ucap Alesya


" Paketan gue habis " ucap Xavira


" Yaudah yuk belanja " ajak Nesya


Sesampainya di mall, ternyata sudah ada Gevan, Elang, Satria, Regan dan Davian yang tengah duduk dan mengobrol bersama seorang gadis yang Xavira dkk tidak tahu siapa gadis tersebut. Elang dan gadis itu terlihat saling mengaitkan tangan mereka satu sama lain


Nesya langsung menghampiri meja Gevan dkk dan menggebrak nya


BRAAKK...


" APA-APAAN LO BERDUA!!! " teriak Nesya membuat semua orang kaget


Elang langsung melepas kaitan tangannya dengan gadis itu


" Kamu salah paham yang " ucap Elang


' Ohh ternyata Elang playboy '


' Jahat bat sih... gue sebagai sahabat Nesya merasa sedih '


' Putus Sabi kali '


' Cari cowok lain Nes '


' Mau gue liatin fotonya Jaehyun ga Nes? '


Xavira, Alesya dan Raya mengobarkan gejolak mulut mereka


" DIEM LO PADA! " ucap Nesya menatap tajam ketiga temannya yang memperpanas suasana. Ketiganya pun langsung terdiam


Nesya mengambil spidol dari dalam tas nya dan hendak menulis sesuatu di dahi Elang namun Elang menahan kedua tangan Nesya


" Mau ngapain yang? " tanya Elang panik


" Mau nulis di jidat lo kalo LO PACAR GUE!! " ucap Nesya sambil menekan kalimat terakhirnya


" Jangan dong yang... nanti muka aku jelek " ucap Elang


" Bodo amat! " sarkas Nesya dan menuliskan kalimat 'Bucinnya Nesya!' di dahi Elang. Elang hanya pasrah, sedangkan semua teman-temannya tertawa keras


" Gue sampe nangis anjir " ucap Davian masih tertawa


" Mantap Nes! " ucap Raya


" A-aku pergi dulu ya " ucap gadis tadi, kemudian pergi


Sementara Gevan mendekati Xavira


" Lo ga mau kek Nesya? " tanya Gevan


" Ga " jawab Xavira masih menatap Nesya tanpa menoleh ke arah Gevan


" Nes, pinjem spidol lo " ucap Gevan dengan merebut spidol Nesya dan memberikan kepada Xavira


Xavira menatap spidol itu dan mengambilnya. Ia meraih tangan Gevan dan menulis 'ily 3000' di tangan Gevan, membuat Gevan tersenyum.

__ADS_1


" Ekhemm... pait pait pait pait pait " ucap Regan sembari mengipasi wajahnya dengan tangannya


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2