TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang membuat Xavira tegang. Ia terus berkomat-kamit membaca buku.


" Kamu Gausah tegang Xav, dibawa rileks aja... santai " ucap papa Dani


" Mama, papa pasti do'a in kamu sama Rafa " ucap mama Karina


" Rafa juga do'a in kak Xav kok... semoga lancar dan diberi kemudahan kak " ucap Rafa


Xavira menarik nafas dan membuang nya " Hehee makasih semua... Kaka juga do'a in Rafa semoga hasil punya Rafa memuaskan " ucap Xavira


" Yaudah kalian berangkat gih... nanti telat loh " peringat mama Karina


" Xav berangkat pa, ma... assalamualaikum " pamit Xavira


Setibanya dikelas, Xavira melihat teman-temannya sibuk dengan buku nya. **Kalo udah gini aja pada rajin belajar.. coba kalo ga ujian, ga bakal kek gini**. Batin Xavira



" *Xav.. gue takut Xav* " ucap Alesya lemes



" *Gue juga deg-degan* " balas Xavira



" *Kita nanti ga satu ruangan huhuu* " ucap Alesya



" *Iya lah... absen Lo kan depan sedangkan gue belakang* " ucap Xavira



" *Gue bisa dong kontak-kontak an sama Xavira* " ucap Regan bangga



" *Anjir gue ga se ruangan sama Raisa juga* " keluh Davian



" *Fokus ke ujian dulu tai*! " sarkas Alesya



" *Fighting buat kita* " ucap Xavira



" *Semoga berhasil* " ucap Alesya



***TEEEETTTT***!!... Bel masuk berbunyi



Semua siswa masuk ke ruangan masing-masing dan mengerjakan ujian dengan komputer yang sudah tersedia



**Bismillahirrahmanirrahim.. dengan restu mama dan papa.. pasti bisa**! Batin Xavira meyakinkan diri


Semua siswa tampak serius mengerjakan ujian. Namun ada juga yang bersantai-santai



1 Jam lebih 15 menit Xavira telah selesai mengerjakan. Ia pun mengecek kembali untuk mengoreksi jawaban-jawaban nya. Hingga 10 menit sebelum waktu habis semua siswa dipersilahkan mengirimkan jawaban masing-masing dan pulang karena kantin ditutup. Semua siswa kelas 10 dan 11 diliburkan agar tidak mengacaukan para siswa yang sedang ujian



Diluar kelas ternyata ada Gevan dkk yang sedang berbincang-bincang



" *Ehh Xav ikut kita ke kantin yuk* " ajak Alesya



" *Bukannya kantin tutup*? " tanya Xavira



" *Iya.. kita nongkrong aja belajar-belajar bareng gitu* " ucap Nesya



" *Iya deh* " jawab Xavira



Sesampainya dikantin mereka duduk dan membuka buku matematika. Jadwal hari esok adalah mapel ter-uwu dari pak Broto



" *Gue udah bener rumus nya.. tapi kenapa jawaban nya ga ada woii*? " ucap Nesya yang sedang berlatih mengerjakan soal matematika



" *Anu Nes... dibagi angka yang penyebut nya* " jawab Alesya



" *Anjir kok lo bisa sih.. gue harus bisa biar ga cuma Alesya aja yang bisa*! " ucap Raya iri



Sementara Xavira kalem.. membaca materi, menghitung jari matika, mencoret-coret dibuku nya. Dan tak sadar jika Gevan memperhatikan nya dan berkali-kali memotret Xavira. Hingga saat Xavira hendak mengeluarkan minum dari tas nya, ia menyadari Gevan tengah menatapnya dengan tersenyum



Xavira menaikkan satu alisnya. **Pa maksud ni bocah**? Batin Xavira



" *Napa lo? ga belajar*? " tanya Xavira



" *Ini lagi belajar... belajar meluluhkan hati mu* " ucap Gevan sambil mengedipkan sebelah matanya


__ADS_1


" *Gara-gara pusing ujian tadi jadi stres lo*? " ucap Xavira lalu meminum minum nya



" *Gue ga pernah pusing ngerjain soal* " ucap Gevan santai



" *Iya yang rangking 2 dari satu sekolahan* " ucap Xavira menyindir



" *Lo juga pinter kali* " ucap Gevan



" *Tapi gue masih dibawah lo... gue pengen maju didepan lo* " ucap Xavira sambil sedikit terkekeh



" *Hahaa salip aja.. taruhan mau*? " tanya Gevan



" *Gausah aneh-aneh* " ucap Xavira



" *Nanti kalo nilai gue lebih bagus, Lo harus mau jadi pacar gue.. tapi kalo nilai lo yang bagus lo harus conves ke gue* " ucap Gevan



" *Sama aja*! " ucap Xavira mendengus



" *Oke deal*! " ucap Gevan



" *Apaan anjir gue belom jawab* " ucap Xavira



" *Yaudah Lo mau ga taruhan kek yang gue bilang tadi*? " tanya Gevan sabar



" *Oke gue mau* " ucap Xavira santai yang membuat Gevan melotot



" *Sama aja! segala bilang 'apaan anjir gue belom jawab' PRIKK* " ucap Gevan. Sementara Xavira tengah berfikir, **Iya juga ya? sama aja gue nerima Gevan anjir... tau ah gue lanjut belajar aja**. Batin Xavira



**Yess!! jadi Xavira tetep bakal jadi pacar gue bahhahahaahaa**. Batin Gevan tersenyum



" *Ehh.. ujian tadi gue banyak yang ngawur prend... so sad* " ucap Satria




" *Idih.. diboongin Xavira mampus lo* " ucap Elang sirik



" *Ehh anjir.... Xav lo kaga ngawur kan tadi? jangan bilang lo blasukin gue*?! " tanya Regan panik



" *Mampus panik kaga lo*! " ucap Alesya



" *Kaga.. gue jawab sesuai jawaban punya gue* " ucap Xavira jujur



" *Alhamdulillah.. baek bat lo Xav... besok gue kasih Starbucks deh* " ucap Regan



" *Bajeng... Regan hoki bat monyet*! " kesal Davian



" *Kok lo kasih jawaban*? " tanya Gevan pada Xavira



" *Dia cuma tanya 3 nomor* " jawab Xavira. Gevan agak kesal mendengarnya



" *Gais, gue pulang duluan ya* " pamit Xavira



" *Yahh kok cepet banget sih* " ucap Raya



" *Udah sejam kita disini anjir* " ucap Xavira



" *Besok lagi deh* " ucap Xavira kemudian tos ke semua teman-teman nya



Malam ini Xavira belajar bersama Rafael di ruang keluarga agar terpantau oleh kedua orangtua nya, pikir papa mama nya


Suasana sedikit hening namun terkadang Rafael bertanya pada Xavira. Tiba-tiba...


NDERRTT... NDERRTT... Ponsel Xavira berdering, menyatakan Panggilan telefon dari Gevan. Papa dan mama Xavira melihat nama Gevan tertera di ponsel Xavira


" Angkat dulu Xav " ucap papa Dani


" Iya pa.. Xav ke belakang sebentar " pamit Xavira

__ADS_1


" Gak boleh! kamu angkat disini! " ucap tegas papa Dani yang diangguki Xavira


Perasaan gue ga enak. Batin Xavira


" Halo Gev? " ucap Xavira mengangkat telefon dari Gevan


' Kok lama angkat nya? lo pasti sibuk belajar ya? 'ucap Gevan


" Iya.. gue lagi belajar, kenapa telfon? " tanya Xavira


' Gapapa sih.. cuma kangen aja, ya meskipun besok ketemu lagi, tapi gue pengen denger suara lo- ' TUUTT... Sambungan diputuskan sepihak oleh Xavira. papa, mama dan Rafael mendengar apa yang Gevan bilang di telefon tadi


Gevan bangsat! Batin Xavira


" Kamu pacaran sama Gevan Xav? " tanya mama Karina


" Engga ma " Xavira menggeleng cepat


" Kamu jujur deh Xav... kami ga akan marah, kami ngerti kamu sudah dewasa " ucap mama Karina


" Engga ma... beneran, Xav cuma fokus ke belajar doang " ucap Xavira


" Kamu suka sama Gevan Xav? " tanya papa Dani


Xavira hanya diam


" Diam berarti iya " ucap papa Dani menghela nafas


" Hayoo loo kakk " ucap Rafael kompor


" Kamu mirip sama mama " ucap mama Karina tersenyum. Xavira hanya menatap mama nya


" Dulu mama juga selalu diam jika ditanya soal percintaan " ucap mama Karina


" Bahkan nerima cinta papa pun mama kamu cuma mengangguk aja... ga bilang 'iya' atau 'aku mau' " ucap papa Dani yang membuat mama Karina tertawa


" Xav, saran papa ni ya... kamu sekarang fokus belajar dulu, setelah selesai ujian baru kamu bebas mau pacaran sama Gevan atau cowok mana pun.. tapi harus pilih-pilih yang bener-bener baik attitude nya dan tulus ke kamu " ucap papa Dani


" Iya pa.. Xav ngerti " ucap Xavira


" Yaudah.. ini udah jam setengah 10 malem, kalian ke kamar gih " ucap mama Karina. Xavira dan Rafael pun pergi ke kamar masing-masing



" *Xav pamit pa, ma.. Assalamualaikum* " pamit Xavira



" *Waalaikumsalam.. hati-hati* " ucap papa Dani dan mama Karina



" *Tarik napas... huhhhh.. okey sukses buat hari ke-2* " ucap Xavira tersenyum



Sesampainya diruangan komputer, ternyata sudah ada Regan



" *Lo makin rajin aja* " ucap Xavira pada Regan



" *Iya nih.. mapel pak Broto kan gue selalu minggat* " ucap Regan



" *Semangat*! " ucap Xavira



" *Yoii.. asli sih rasanya lemes bat* " gerutu Regan



Bel pun berbunyi. Semua siswa sudah mulai mengerjakan ujian



Setengah jam berlalu, Regan terus menatap Xavira yang duduk di depannya namun sedikit ke kanan yang memudahkan Regan berkontak-kontak an dengan Xavira



Xavira yang menotis pandangan Regan pun menaikkan satu alisnya pertanda bertanya. Regan pun menunjukkan jarinya membentuk angka 7 yang dijawab Xavira dengan menunjukkan jari angka 3 alias ' C ' kemudian Regan mengangguk.



Beberapa saat kemudian Xavira melihat Regan bertanya lagi padanya... Saat Regan menunjukkan jarinya membentuk angka 13 ia tak sengaja menyenggol komputernya.. Dan



***BRRAAAKKK***.... Komputer milik Regan jatuh tengkurap



Semua siswa menatap ke arah Regan yang membuat Xavira mati-matian menahan tawa



" *Regan Sagara.. apa-apaan kamu? bagaimana bisa komputer itu jatuh*? " tanya pak guru



**Pengen bilang mampus tapi kasian bahh**. Batin Xavira



" *Maaf pak.. ga sengaja* " ucap Regan



" *Yaudah kamu pindah ke komputer yang kosong disana* " ucap pak guru



**Anjir jauh dari Xavira.. kalo gini mana bisa gue kontak-kontak an sama Xavira**... Batin Regan


**Apakah ini yang dinamakan karma? uhh sungguh apes sekali epribadii**. Batin Regan sambil memijat pelipisnya



🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2