
Dikelas Xavira
Banyak sekali pertanyaan dibenak Xavira yang tak mampu Xavira jawab... Seperti,
' *kenapa gue tiba-tiba bisa nyasar diraga Xavira*? '
' *kemana jiwa Xavira yang asli*? '
' *sampai kapan gue diraga Xavira*? '
' *apa gue bisa balik ke raga gue sebagai Bianca*? '
' *kok gaada petunjuk apapun kayak peta/denah kenapa bisa nyasar gitu*? '
Alesya sedari tadi memperhatikan Xavira yang melamun tanpa kedip
**Ga perih apa mata tu anak**? Batin Alesya bertanya-tanya
" *Xav* " panggil Alesya yang tidak mendapat respon dari Xavira
" *Xav... Lo kalo ada masalah cerita dong! Gue ga bisa liat lo gini* " ucap Alesya khawatir
Xavira menoleh
**Apa gue jujur ke Alesya kalo jiwa gue bukan Xavira? Tapi apa dia bakal percaya**? Batin Xavira
" *Iihhh Xav... Gue nangis nih*! " Ucap Alesya
" *Gue gapapa kok* " jawab Xavira tersenyum
" *Pliss gue tau lo boong* " ucap Alesya
**Sumpah kepo bat ni anak, tapi gue ga bisa nyimpen ni rahasia lama-lama**. Batin Xavira
" *Besok kalo gue dah siap cerita, gue pasti kasih tau lo* " ucap Xavira
" *Hmmm... Yaudah deh* " ucap Alesya pasrah
**Sorry Al, gue harus pulang kampung dulu buat mastiin sesuatu... Kalau udah terjawab gue bakal kasih tau lo.... Dan Gevan**. Batin Xavira
Di rooftop
Dikantin tadi Gevan mengajak Xavira ke rooftop
" By, kok lo daritadi kek murung sih? Lo kenapa? " Tanya Gevan
" Kenapa sih daritadi pada tanya itu mulu?? Gue bosen denger nya " ucap Xavira, sebenarnya Xavira bicara seperti itu agar semua orang tidak khawatir padanya
" Kalo gue bilang i love you forever lo bosen ga?? " Ucap Gevan sambil mengedipkan matanya tengil
" Gausah mulai deh " ucap Xavira sambil memalingkan wajahnya yang membuat Gevan tertawa
" Hahaahh... Kapan si lo jawab perasaan gue? Udah lumutan ni nunggunya " ucap Gevan
Xavira terdiam
Jika suatu saat jiwa asli Xavira kembali lagi bagaimana? Apa Xavira asli menyukai Gevan? Batin Xavira
" Ekhemm... kacang mahal " sindir Gevan
" Gue mau nanya.... " Ucap Xavira
" Tanya aja, pasti gue jawab dari hati yang terdalam eaa" ucap Gevan
" Kalau gue bukan jiwa nya Xavira gimana? " Ucap Xavira keceplosan
" Maksud lo?? " Tanya Gevan keheranan
" E-emm gausah dijawab hehee " ucap Xavira nyengir
Gevan mendekati Xavira dan memegang bahu Xavira
" By, gue mau lo tau kalau... Gue suka lo dari sikap, ketulusan lo, mau lo siapa pun, dari keluarga manapun gue ga peduli yang penting hati jiwa lo udah bikin gue nyaman " jelas Gevan meyakinkan
Gue harap emang begitu Gev. Batin Xavira
" Gue gatau mau jawab apa " ucap Xavira yang membuat Gevan terkekeh
" Jawabnya kalau lo udah matang sama hati lo. Tapi jangan kelamaan! " Ucap Gevan
Jumat malam
" *Xav, kamu gamau beli baju gitu*? " Tanya mama Karina
__ADS_1
" *Sebulan ini kamu ga beli apa-apa loh* " tambahnya
" *Beli perlengkapan sekolah kek, dress kek, baju santai kek*... " Gerutu mama Karina
Xavira hanya diam, ia sungguh disayang oleh keluarga Xavira tapi entah jika tau jiwanya adalah Bianca apakah keluarga ini masih mau menerimanya??... Pikir Xavira
" *Kamu sehat kan? Kalo sakit jangan diem aja, papa gamau kamu kenapa-napa* " ucap papa Dani
" *Kak, udah lama kita ga keluar... Keluar bareng yok* " ucap Rafael
" *Aku rangking 1 dari satu sekolah... Kakak gamau kasih aku hadiah gitu*? " Lanjut Rafael antusias
Bianca ingin menangis rasanya. Semua orang begitu sayang padanya, ia ingin momen seperti ini selalu datang padanya
" *Pah, aku sehat kok.. Rafa mau kado apa? Dan mama mending aku tabung uang nya... Baju ku masih bagus semua* " ucap Xavira pertanyaan mereka
" *Aku mau jalan-jalan sama kak Xav, habisin waktu bersama... Kemarin-kemarin kan aku sibuk belajar buat ujian jadi ga ada waktu buat jalan-jalan* " ucap Rafael
" *Besok Sabtu kamu les kan? Berarti besok Minggu aja kita jalan-jalan nya* " ucap Xavira
" *Oke deh* " ucap Rafael
**Besok ini gue harus ke Bandung! Gue pengen liat situasi di rumah ortu**. Batin Xavira
" *Mama sama papa ikut jalan-jalan ya besok* " ajak Xavira
" *Besok deh kalau ga males* " jawab mama Karina
Sabtu pagi
" Kak Xav, ayo ke pasar malem.... aku pengen ke pasar malem " ucap Rafael
" Les nya libur... yaudah kita ke pasar pagi aja yuk " ucap Rafael
" Ampun deh.. mama ini anaknya ihh " ucap Xavira menglelah
" Kalian main keluar gih... biar ngga dikandang mulu" ucap papa Dani
" Yukkk kita ke pasar.. " ucap Rafael dengan polosnya
Mama Karina langsung menabok pahanya
" Kamu yang bener deh... ke taman kek, ke bioskop, ke Timezone, ke mall " ucap mama Karina
" Yaudah aku ikut kak Xav, terserah kak Xav mau bawa aku kemana " ucap Rafael
" Gue ajak sungkem ke kuburan wali songo? atau ke hutan mauu? " ucap Xavira sambil terkekeh
" Iya kak... serah " ucap Rafael tersenyum dengan arti kesal
" *Gausah ngadi-ngadi dehh... kamu itu masih bocil, belom boleh belajar mobil* " ucap Xavira tak habis pikir
" *Aku cuma mau ngerasain nyetir doang kak* " ucap Rafael keras kepala
" *Ni bocah adiknya siapa sih*!! " ucap Xavira kesal
" *Ayo lah kak... mumpung jalanan disini sepi* " ucap Rafael
" *hufff... yaudah kaka ajarin* " uap Xavira
" *Ini buat gini, yang itu buat gini, jangan pake ini, atau ini bisa gini...... blabalblaa* " jelas Xavira mengajari Rafael nyetir mobil
Xavira tersenyum kala melihat Rafael bisa melajukan mobilnya, walaupun hanya bisa maju mundur doang
**Gagal deh rencana gue ke rumah ortu.... yaudah kapan-kapan aja deh**. Batin Xavira
Tiba-tiba....
__ADS_1
***BRAAKKK***...
Mobil yang dikendarai Rafael mundur dan menabrak motor seseorang yang terparkir dipinggir jalan tersebut
" *Bukan adek gue tuh... serius bukan adek gue* " gumam Xavira walaupun kenyataannya begitu
" *KAKAK INI GIMANAA*?? " teriak Rafael tanpa malu
Lalu Rafael memajukan mobilnya supaya motor itu tidak rusak parah tapi saat memajukan mobilnya malah...
***BRAAKKK***
Mobil yang di setir Rafael mengenai motor seseorang yang ada didepannya
" *KAKAK BANTUIN INI KOK MAJU-MUNDUR NABRAK MULU*?!! " teriak Rafael
**Demi apa... semua orang liatin gue anjir**. Batin Xavira malu
Tiba-tiba
" *Itu adek lo ga dibantuin*? " tanya seseorang yang membuat Xavira terperanjat
" *Sini gue bantu* " ucap Gevan menghampiri Rafael
Yapp orang yang bertanya pada Xavira ialah Gevan, entah datang darimana
Gevan membantu Rafael meminggirkan mobil Xavira
" *Mas, ini motor saya roboh nii... tolong ganti rugi*! " ucap bapak-bapak yang motornya disenggol Rafael
Xavira menghampiri Rafael
" *Ini motor saya juga mas... spion nya sampe bolong, mana standar nya miring lagi* " keluh bapak-bapak satu nya
" *Yaelah pak, standar kan emang miring! kalo lurus gabisa menyangga badan motor*! " gerutu Rafael
Xavira menyikut pelan Rafael
" *Lo diem aja deh, gue buang juga lo* " gumam Xavira
" *Iya pak, saya ganti kerugiannya* " ucap Xavira sambil membuka tas nya ingin mengeluarkan uang
" *Ini pak buat ganti rugi* " ucap Gevan sambil menyodorkan beberapa lembar kepada 2 bapak-bapak tersebut
" *Terimakasih*" ucap bapak tersebut lalu pergi
" *Rafa gapapa kan*? " tanya Gevan
" *Gapapa kok kak* " jawab Rafael
" *Iya lo gapapa, tapi motor tadi yang kenapa-napa*" gerutu Xavira
" *Lanjut belajar nyetir lagi yok kak* " ajak Rafael tanpa dosa
" *Gausah gausah gausah.... gue jual lo tau rasa*! " ucap Xavira
" *Kak Gevan tuh pacarnya*! " adu Rafael ke Gevan yang membuat Gevan tersenyum lebar
" *By, lo mau*- " belom sempat Gevan bertanya sudah dipotong oleh Xavira
" *Apa lo mesem-mesem*??! " ucap tajam Xavira
🍀🍀🍀🍀
__ADS_1