
Xavira dan Vika masih membuntuti Reyna, Laras dan Fany hingga mereka bertiga berhenti di depan toilet dan masuk ke dalam dengan menutup pintu toilet tentunya
Xavira dan Vika langsung menempelkan telinga mereka ke pintu toilet. Mereka pun saling memandang
" Xav, kaga kedengeran dah " bisik Vika. Xavira nampak berfikir sejenak dan setelahnya mendapat ide. " Gue masuk ke dalam aja gimana? buat memastikan " ide Xavira
Vika mengangguk setuju " Gue ngumpet ke deket gudang itu ya " usul Vika. " Okey, gue nitip HP. saku gue terlalu kecil buat naruh HP " ujar Xavira. Memang sedari tadi Xavira memegang ponsel nya karena ia tidak membawa tas kecil, sedangkan tas kuliah nya ia tinggal di kelas bersama tas vika
Vika pun menerima ponsel Xavira kemudian berlari ke dekat gudang sementara Xavira membuka pintu toilet dan masuk ke dalam.
' Mampus! '
Satu kata untuk situasi saat ini. Saat Xavira memasuki toilet, ia mendapati Reyna dkk ada didepan wastafel yang kini menatap tajam Xavira
Xavira langsung melangkah memasuki toilet dan menutup pintu. Setelahnya ia menghidupkan kran air supaya Reyna mengira Xavira benar-benar buang air
' Sialan! gue kaga bawa HP aakhh ' desah Xavira kesal. ' Gimana gue kasih tau Vika kalau gini ' batin Xavira
Xavira segera mematikan kran air dan keluar dari toilet dengan berpura-pura merapikan baju nya. Ia berjalan melewati Reyna dkk. Tapi tunggu! kok hanya ada Fany dan Laras? Reyna kemana?, pikir Xavira
Xavira pun keluar toilet dengan tidak menutup pintu toilet. Ia sengaja memberi sedikit celah agar ia bisa menguping. Setelah keluar dari toilet, Xavira menghampiri Vika di dekat gudang. Namun ia tidak menemukan keberadaan Vika disana. " Ni curut kemana dah? trus gue gimana sekarang? duhh jadi pusing " gerutu Xavira
Xavira kembali ke depan pintu toilet dengan mengindik dari selah pintu toilet dan tidak menemukan Fany dan Laras. ' Ini sebenarnya mereka pada kemana sih? kok tiba-tiba ilang semua? kalau Fany sama Laras keluar toilet otomatis gue liat mereka dong? tapi kok gue kaga liat mereka? apa gue masuk ke dalam aja kali ya? ', batin Xavira kemudian ia benar-benar masuk ke toilet
' Ihh.. masa dari tadi Lo kaga paham-paham sih nyet!! '
' Ya sorry... jadi apa? setelah Reyna manggil Niko trus apa? '
' Bego ishh... sekarang Reyna lagi ngasih pil ke Niko trus ngajak Niko kesini.. habis tuh Reyna ngajak gelud Nesya duel ditoilet ini trus ngunci nih pintu biarin Niko sama Nesya berduaan!..... Paham kaga lo?!! '
' Ohh iya-iya paham sekarang '
' Trus ngapain kita disini yah? kenapa ngga keluar aja? '
' Kita jadi tukang fotografer '
' Fakk! '
" Gue harusnya nyusul Nesya aja! " gumam Xavira hendak keluar namun samar-samar terdengar langkah seseorang hendak masuk ke toilet. Xavira pun masuk dan berlindung disebelah toilet yang Fany dan Laras tempati
Dan terdengarlah racauan tak jelas dari seorang laki-laki yang ia yakini suara dari Niko. Setelahnya terdengar pintu kembali menutup
' Pasti si Reyna lagi nyari Nesya nih... gimana caranya gue keluar dari sini ' batin Xavira memijat pelipisnya. ' Gue lupa satu lagi... si Vika kemana anying?!! ' batin Xavira sembari menendang ember berisi air
" Huhhh... Akhirnya setelah sekian abad gue nemu juga nih ruang nya si Nesya " ucap Vika sembari menetralkan nafasnya
Namun pandangan nya melihat Reyna berjalan dari arah sebrang. Vika pun mundur dan sembunyi dibalik Mading. Baru aja napas lega... ehh malah liat sayton keluyuran. Batin Vika
Berapa menit kemudian...
' Gausah nyolot lo ya! situ ngajak gelud? yok lah gue jabanin! ' teriak Nesya
' Ga sopan bat lo sama senior... ketara banget minim attitude ' ucap Reyna memancing
Setelahnya Reyna dan Nesya masih adu mulut sembari berjalan menuju toilet
" Bangsat.. gue gagal bawa Nesya aaakhh.... trus gue gimana sekarang? " gerutu Vika
***NDRRTTT.... NDRRTT***...
Suara dering dari ponsel Xavira. Vika segera mengambil ponsel Xavira
" Pas banget Gevan nelfon.. gue cerita aja deh " gumam Vika
' Sayang udah sampe rumah belum? '
" Ha-halo Gevan, ini gue temennya Xavira " balas Vika
' Ngapain lo yang angkat telfonnya? Xavira mana? '
__ADS_1
" Anu Van... pacar lo itu.. anu tadi.. mau anu- " ucapan Vika terpotong oleh bentakan Gevan
' LO KALO NGOMONG YANG JELAS! JANGAN BUANG-BUANG WAKTU GUE! '
Buset serem bat anjir... ngeri ihh, batin Vika
' Buruan ngomong! '
" Jadi.. Xavira mau bantuin Nesya yang mau dijebak sama Reyna si kating yang nuduh Xavira mecahin guci itu "
' Nesya? '
" Iya.. Fanny temennya Reyna suka sama Elang. Mereka mau jebak Nesya sama Niko, Niko sendiri sih mau dikasih pil sama Reyna trus dibawa ke toilet sama Nesya. Trus Xavira mau bantuin Nesya biar kaga kejebak " jelas Vika
' Dimana Xavira sekarang? '
" Di toilet " jawab Vika lancar
' Bangsat! Lo benar-benar buang waktu njing! '
Telfon pun dimatikan sepihak oleh Gevan. Sementara Vika menyernyit heran. " Emang salah gue dimana? bukannya makasih udah gue inpo in " gerutu Vika kemudian bola matanya membola
" OMAYGATT!!! XAVIRA DI TOILET AAAA... KALO XAVIRA KETEMU KAK NIKO YANG LAGI MENDEM GIMANAA CUQ!!" teriak Vika kemudian melangkah menuju toilet
Sementara Gevan tengah menghubungi grup SUBEDU agar teman-temannya segera ke kampus dengan Elang yang tak henti-hentinya mengumpat
" Kak Reyna "
Panggilan tersebut membuat Reyna dan Nesya menoleh ke sumber suara
" Kak Reyna dipanggil pak Tono suruh kasih keterangan kejadian kemarin " ucap perempuan yang memanggil Reyna tersebut
" Ckk.. bukannya kemarin udah gue kasih keterangan? " tanya Reyna kesal
Vika yang melihat Reyna sedang fokus berbicara pun langsung mendekati Nesya dan menarik tangan Nesya sembari mengintruksi Nesya agar diam. Setelahnya Vika mengajak lari turun ke lantai satu untuk bersembunyi di pos satpam
Sedangkan Reyna menggeram kesal ketika tidak mendapati Nesya disampingnya. Reyna pun mengabari Laras dan Fany bahwa ia gagal membawa Nesya, ia akan mencari Nesya sekarang
" Whatt!! trus kita gimana? masa disini mulu sih! "
" Gue ga betah iyuhh... bau banget ewh! "
Xavira yang mendengar Nesya lolos pun tersenyum dan membuka pintu toilet untuk keluar
***CEKLEKK***...
Pandangan pertama tertuju pada Niko yang tampak berantakan
" Kak Niko- " ucapan Xavira terpotong oleh Niko yang tiba-tiba menghampiri Xavira dan mendorong badan Xavira hingga membentur tembok
Sialan!
Xavira mengatur nafasnya agar ia tetap santai tidak panik. Namun Niko semakin mendekatkan tubuhnya ke Xavira kemudian tangannya bergerak mengusap leher Xavira yang membuat Xavira merinding. Xavira pun langsung menepis kasar tangan Niko
" Kak.. sadar kak " ujar Xavira sembari menampar pipi Niko beberapa kali namun Niko malah memegang pinggang Xavira
__ADS_1
" AAAAA.. B@JING@NNNN " teriak Xavira yang panik dan reflek menendang kem@lua@n Niko dan menonjok rahang Niko. Xavira menatap ada selang air dibawah wastafel. Ide brilian muncul di otak nya. Xavira segera memasang selang tersebut ke wastafel dan menghidupkan kran air setelahnya ia menyemprotkan ke wajah Niko
" Kak Niko sadar dong! " gerutu Xavira kemudian netra nya menangkap ada kamera ponsel di atas pintu toilet yang ia yakini Laras dan Fany sedang beraksi
Xavira langsung mengarahkan selangnya ke ponsel tersebut dan menyemprot kan hingga ponsel tersenyum terjatuh
" AAAA... HP GUE RUSAK ANJING! "
Teriak sang pemilik ponsel dan keluarlah Laras beserta Fany dengan muka merah emosi
Fany langsung menjambak rambut Xavira. " Maksud lo apa semprot HP gue ha?! " bentak Fany. " Maksud lo juga apa video-video gitu ha?!! " sahut Xavira tak mau kalah
Xavira yang masih memegang selang pun menyemprotkan air ke wajah Fany dan Laras bergantian
" LO NGAPAIN NYIRAM GUE JUGA??!! GUE DIEM AJA YA PERASAAN!! " teriak Laras
" LO KAN TEMENNYA DIA (menunjuk Fany) BIAR IMPAS!! " jawab Xavira juga teriak
" IMPAS PALA LO! GUE KAGA IKUT-IKUTAN NYET! " teriak Laras kemudian merebut selang air dari genggaman Xavira dan menyemprotkan ke tubuh Xavira
" Anjing! Lo juga dalang dari semua ini, gausah sok ngelak! " sarkas Xavira sembari menutup matanya karna perih terkena air
" ANJING GILA JAMET! " latah Fany yang terkejut kala kakinya disentuh oleh Niko
Niko berdiri dan mengusap paha Fany yang membuat sang empu berteriak. Oh rupanya Niko belum sadar dari pengaruh pill nya
Laras segera menyemprotkan air ke wajah Niko. Sedangkan Xavira mencoba mendobrak pintu toilet
" Aakkhh.. pintu nya keras anying! " teriak Xavira hingga beberapa tendangan kemudian pintu toilet berhasil terbuka dengan Xavira yang terjatuh akibat kaki nya hilang keseimbangan
Xavira segera bangkit dan menutup pintu toilet meninggalkan Laras dan Fany yang panik didalam toilet karena mereka masih bersama Niko yang mabuk
Xavira tertawa. Kemudian membukakan pintu toilet. Laras dan Fany segera keluar dengan nafas tak beraturan
" XAV... LO GAPAPA?? "
Teriakan dari beberapa orang membuat Xavira menoleh dan mendapati Vika, Gevan, Nesya, Elang, Regan, Alesya dan Raya dengan raut wajah panik
" Sayang kamu ga diapa-apain Niko kan? kok rambut sampe kaki kamu basah semua? kamu ganti pakaian sekarang sebelum sakit! " ujar Gevan yang khawatir sembari mengelus rambut kekasihnya
" Maaf... maaf dan makasih Xav, gue berhutang sama lo " ucap Nesya sembari menggenggam tangan Xavira
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀