TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


__ADS_3

" Xav, didepan ada Gevan tuh.. katanya mau berangkat bareng " ucap mama Karina


Xavira menyernyit. Gevan tidak mengabari Xavira jika ingin berangkat sekolah bersama. Xavira dan mama karina pun melangkah ke ruang tamu


" Xav pamit ma " pamit Xavira


" Gevan juga tan " pamit Gevan


" Iya hati-hati... ehh kok gendongannya ga dipake Xav? " tanya mama Karina yang melihat tangan Xavira


" Udah gapapa ma tenang aja... assalamualaikum " ucap Xavira sembari melangkah meninggalkan rumah


" Waalaikumsalam... astaghfirullah anak itu " mama Karina menghela nafas


Sesampainya disekolah, Gevan hendak membukakan pintu mobil untuk Xavira namun Xavira sudah membuka nya sendiri membuat Gevan kesal


" Gue anter sampe kelas " ucap Gevan


" Gausah.... lebay bat " ucap Xavira datar


" Yaudah bayy! " ucap Gevan kemudian pergi meninggalkan Xavira yang tengah tersenyum. Lebih enak singel ternyata, batin Xavira kemudian melangkah ke kelasnya


Dipertengahan koridor, Gevan bertemu Satria dan Elang


" Pacar lo kok lo tinggal? " tanya Satria


" Gamau gue anter ke kelas " jawab Gevan


" Astaghfirullah.. bukan temen gue " ucap Elang


" Ya jangan main tinggalin gitu aja dongo! kalo Xavira ogah sama lo gimana? " kompor Satria


" Trus gue harus gimana? " tanya Gevan dengan wajah bodoh nya


" Temuin Xavira cepet!! " ucap Elang juga mengompori. Alhasil Gevan pun berlari menuju kelas Xavira


Masih berlari, dalam kejauhan Gevan melihat tas yang familiar, ia yakini perempuan yang hendak masuk ke kelas itu adalah Xavira


Gevan menarik tangan kiri Xavira. " By " ucap Gevan dengan ngos-ngosan


" Ngapain? kok mengkis dua? " tanya Xavira heran


Gue harus ngomong apaan ni? Satria sama Elang ga ngasih tips juga. Batin Gevan


" Gapapa sih... cuma mau bilang i love you doang " ucap Gevan santai dan masih menetralkan nafasnya


" Dihh.. gue kira ada apaan " cibir Xavira


" Gue ke kelas duluan " ucap Xavira sembari menepuk bahu Gevan dan melangkah memasuki kelas. Dia ga mau balas 'i love you too' gitu? gue pastiin dia bakal bilang cinta ke gue. Batin Gevan tersenyum


" Serem Van gue liatnya " ucap Satria yang tiba-tiba sudah ada disamping Gevan bak jalangkung. Gevan menatap tajam ke Satria yang membuat Satria nyengir


" Hehee... canda Van " ucap Satria


" Kelas " ucap Gevan. Mereka pun pergi ke kelas mereka


Dikelas Xavira


" Jadi anak-anak.... acara kelulusan kalian diadakan 3 Minggu lagi.. untuk itu kelas 12 diliburkan karena sudah tidak ada kegiatan sekolah lagi " tutur Bu Mike


" Hari ini jam kosong.. tetapi kalian harus stay disekolah karena nanti jam pulang, ada pembagian tugas acara kelulusan... apakah ada yang ingin ditanyakan? " ucap Bu Mike yang mendapat gelengan dari para siswa


" Baik.. kalau begitu saya permisi karna masih ada rapat " ucap Bu Mike kemudian pergi keluar kelas


" Sedih banget... rasanya kek baru sebentar sekolah disini " ucap Alesya


" Kaga berasa bat... udah mau kerja aja " imbuh Davian


" Jangan lupain gue ya Xav " ucap Alesya sambil memeluk Xavira


" Gue kan mau sekampus sama lo " ucap Xavira datar


" Omaygat.. lo mau sekampus sama gue?? " tanya Alesya sumringah


" Lo yang minta dodol " ucap Xavira sembari melepas pelukannya


" Ngantin yok " ajak Xavira yang membuat Regan dan Davian kompak berdiri dari duduknya


" Gass! " ucap Regan

__ADS_1


Mereka tengah makan cemilan di kantin. Membahas dunia perkuliahan diselingi curhatan-curhatan Alesya


Gue ke hukum aja kali ya? gue kan berpengalaman di bidang hukum.... ehh NO! NO!... kemarin aja gue remidi 2 kali... tapi gapapa deh, kita coba lagi. Batin Xavira


" Kok diem aja Xav? lo mau masuk jurusan apa? " tanya Alesya


" Hukum maybe " ucap Xavira masih sedikit ragu


" Widihh.. nice.. kalo lo Sya? daritadi lo cuma nyeritain kenangan-kenangan sekolah mulu " ucap Davian yang bosan mendengar curhatan panjang lebar dari Alesya selama 20 menit. Lalu bagaimana dengan Regan? gausah ditanya... tuh bocah setia mendengar dan menanggapi curhatan-curhatan dari Alesya


" Gue mau ke ilmu komunikasi... Karna gue mau ke jurusan yang menurut gue nyambung dengan otak gue dan kerjaannya sesuai dengan kriteria gue " ucap Alesya antusias


Takoyaki yang mereka pesan tinggal 2. Mereka hanya saling memandang satu sama lain


" Siapa nih yang mau makan? " tanya Regan. Mereka semua menggelengkan kepala


' Udah kenyang '


' Gue dah makan banyak '


' Buat lo aja '


Regan ingin memakan takoyaki tersebut namun Alesya mencegah


" Mending buat kita berdua deh " ucap Alesya sambil menunjuk Xavira karena muka Alesya dan Xavira sama-sama tak rela jika takoyaki itu dimakan oleh Regan. Alesya pun mengambil takoyaki yang tersisa dipiring


" Yaelah segala bilang 'gue dah kenyang lah.. buat Lo aja lah' kamvret " ucap Regan sembari menyuapi Xavira. Xavira menerima suapan dari Regan.


" Apa nih?!! " ucap Gevan yang datang bersama Satria dengan wajah dingin


" Hayoloo... anaknya pak Baskara murka " ucap Satria memanas-manasi


" Kaga ikut-ikutan gue " ucap Davian


" Lo kok tega sih Gan...mereka baru aja jadian loh " ucap Satria memanipulasi suasana


" Ga nyangka gue Gan.. berapa kali gue udah nasehatin- " Davian ingin bersekongkol dengan Satria namun Regan sudah bertindak


" DIEM BANGSAT!! JANGAN BIKIN GUE DIKEBIRI NAPA! " teriak Regan yang membuat mereka tertawa kecuali Xavira dan Gevan


" Ga gitu Van... jangan salah paham dulu " ucap Regan


" Mau sekalian mulut lo gue jewer haa??! " ucap Alesya


Gevan langsung menarik tangan Xavira dan membawanya ke kelas Gevan


" Yang lagi falling in love mah bawaannya sensi mulu " ucap Regan


Disisi lain, sesampainya dikelas Gevan hanya ada beberapa siswa saja. Gevan menarik Xavira ke bangku nya yang terletak dipojok belakang dan mengambil satu kursi milik temannya untuk duduk.


" Kenapa suap-suapan? " tanya Regan dengan tatapan mengintimidasi. Xavira menatap Gevan dalam. Jadi gini rasanya punya doi. Batin nya


" Tadi takoyaki nya diambil Regan... tapi sama Regan ga jadi dimakan malah nyuapin ke gue... karena gue belum kenyang, ya gue terima aja suapannya " ucap Xavira sembari menunduk. Siapa tau Gevan ga jadi marah ye kan...


Gevan yang melihat Xavira menunduk pun mengangkat dagu Xavira dengan tangan kanannya hingga wajah Xavira terangkat.


" Jangan diulang... Lo pasti tau gue cemburu " ucap Gevan sembari tangan kirinya ia gunakan untuk menyelipkan rambut Xavira ke belakang telinga Xavira


" Engga lagi kok " ucap Xavira. Gevan mengambil tas nya dan mengeluarkan bekalnya lalu ia berikan kotak bekal itu pada Xavira


" Dari mama " ucap Gevan


" Buat gue? " tanya Xavira


" Bukan.. itu buat gue " ucap Gevan tersenyum yang membuat Xavira kesal


" Ya terus ngapain dikasih ke gue? mau pamer? " ucap Xavira


" Suapin " pinta Gevan


" Tangan lo masih utuh loh " cibir Xavira


" Kalo gitu gue aja yang nyuapin lo " ucap Gevan sembari membuka kotak bekalnya


" Kok jadi gue... " gumam Xavira


" Kan udah lo wakilin ngunyah sama nelen " ucap Gevan


" Sumpah Gev... Lo romantis bat, ga nyangka gue " ucap Xavira seolah bangga dengan Gevan sembari tangan kirinya menepuk keras bahu Gevan

__ADS_1


" Sini gue suapin " ucap Xavira dengan mengambil alih bekal Gevan.. tangan kanannya sudah bisa digerakkan sedikit demi sedikit


Gevan membuka mulutnya dan menerima suapan dari Xavira


Tiba-tiba Satria, Elang, Nesya dan Raya datang dihadapan Gevan dan Xavira


" Jadi tambah spesial tuh makanan ya Van ya... " ucap Elang


" Gue juga mau dong Xav " ucap Satria menggoda


" Pergi lo pada! " ucap Gevan menatap kesal keempat temannya


" Woles Van... woles " ucap Raya


" Ckk... By, lo betah ga disini? " tanya Gevan pada Xavira. Jika Xavira mengatakan 'tidak betah' maka Gevan akan mengajak Xavira keluar dari kelasnya


" Betah kok " jawab Xavira


" Dihh.. udah pacaran kok masih lo-gue... ga romantis bat ya ga yang? " ucap Nesya sembari merangkul lengan Elang


" YOII... tidak mencerminkan remaja so sweat " imbuh Elang


" Serah kita lah... yang kaga so sweat kita kok lo yang sewot " ucap Xavira datar


" Kaga rugi juga kan buat lo berdua " tambah Gevan


" Astaghfirullah.. sabar gue ngadepin pasangan mulut rawit " ucap Elang sembari mengelus tangan Nesya


BRAAKK.... Tiba-tiba Gevan berdiri dan menggebrak bangku nya


" CEWEK INI... YANG NAMANYA XAVIRA AUBY PRABAWA... DIA PACAR GUE! KALO LO SEMUA BERMASALAH SAMA XAVIRA BERARTI LO BERURUSAN SAMA GUE!! " teriak Gevan yang membuat semua siswa berbisik


" Sorry ya prend... attention please... ini pak Dito otw kelas, udah mau sampai " ucap seorang siswa yang merupakan ketua kelas dikelas Gevan


" Gue balik ya Gev " ucap Xavira dan berdiri


" Pulang, gue jemput ke kelas lo " ucap Gevan yang diacungi jempol oleh Xavira


Belum sempat Xavira keluar kelas, ia sudah dihadang oleh laki-laki yang ia yakini satu kelas oleh Gevan


' Mau kemana neng? '


' Itu pacarnya disitu kok ga ditemenin '


' Disini aja.. gausah balik kelas '


Mereka menggoda Xavira yang membuat Gevan tersenyum. Ia bangga karena kini semua teman-temannya mengetahui status nya dengan Xavira


" Gausah halangin jalan gue! " ucap Xavira masih tenang


" Disini aja elah... itung-itung nemenin mas pacar " ucap salah satu laki-laki yang membuat sebagian siswa bersiul menggoda Xavira


" Minggat ga lo pada?!! " ucap Xavira menekan kalimatnya. kemudian menendang tulang betis mereka satu persatu yang tadi menghalangi jalannya hingga mereka kesakitan


' Pacar Lo Van... anjim! '


' Sangar bre '


' ogah main sama pacarnya Gevan lagi gue '


' Kapok gue... engga lagi deh, satu kali ini aja '


Kemudian Xavira pun menendang pintu kelas Gevan hingga terbuka yang ternyata sudah ada pak Dito didepan pintu yang membuat Xavira terkejut


" Ehh bapak udah disitu.. maaf pak... sengaja tadi, bapak cuma kaget doang kan? kaga ngapa-ngapa kan? aman pak? " tanya Xavira dengan santai dan menyalimi tangan pak Dito pertanda sungkem lalu pergi melangkah ke kelasnya yang membuat semua teman-teman Gevan cengo..


' Pacar Gevan swag njir '


' Bad bat aura nya '


' Manggil Gevan juga ga romantis '


' Ohh Gevan suka cewek bandel ternyata '


Bisik para siswa


Jangan bilang Auby kalo dikelas suka bikin onar? Kaga deh, Auby kan anteng. Batin Gevan menggelengkan kepalanya. pacarnya ini nakal sekali, pikirnya


" Nesya ngapain di kelas IPA? mohon masuk ke kelas yang benar karena ada pengumuman dari wali kelas! " ucap pak Dito

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2