
" Gue suka sama lo by... lo yang peka dong! " ucap Gevan
" *Trus gue harus kek gimana*? *salto? jungkir balik*? " Ucap Xavira datar
" *Ckk.. tuhkan ga peka* " cemberut Gevan
" *Babik kek cewek lo... Gue bukan cenayang yg bisa tau isi hati lo* " ucap Xavira
" *Ya Lo respon kek perasaan gue. Diem-diem bae* " gerutu Gevan
" *Definisi cewek selalu salah, cowok selalu benar* " sinis Xavira
" *Kebalik*- " ucapan Gevan terpotong oleh peluit pak Eko
" *Ayo anak-anak sudah jam 11 malam, kita beres-beres setelahnya masuk tenda untuk tidur. Besok kalian harus bangun pagi-pagi sekali* " ucap Bu Tiwi
" *Kalo insom gimana bu*? " Tanya Davian
" *Gausah merem dongo*! " Ucap Satria
" *Sudah...sudah... Kalian bebersih dulu dan segera masuk tenda* " ucap pak Tegar
Semua murid masuk tenda
Pukul 04.00 pagi
" AYO-AYOO BANGUN SEMUANYA... KITA SHOLAT BERJAMAAH. SUDAH MASUK WAKTU SHOLAT!! SHOLAT LAH SEBELUM DI SHOLAT KAN " teriak pak Eko menggunakan toa mengelilingi semua tenda murid
" Buset pake toa 10 kali ya? Suara nya gede bat gilaa " gerutu Raisa
" Suaranya ga enak anjerrr... Kuping gue " ucap Alesya yang mendapat lemparan bantal dari Xavira
Setelah selesai sholat murid-murid serta pembimbing pramuka senam bersama
" Aduhhh... kaki gue linu-linu " keluh Xavira
" Wehhh.. bisa ngeluh juga lo? " Ucap Alesya sambil terkekeh
" Semua manusia bisa kali" jawab Xavira
" Al, ikut gue yuk " ucap Regan tiba-tiba datang bersama Gevan
" Kemana? " Tanya Alesya
" Kepo lo kek Dora. Ikut aja deh " ucap Regan sambil menarik tangan Alesya
" Tinggal kita berdua by " ucap Gevan
Xavira hanya melirik Gevan tetapi ia menangkap sosok Qiara dan seorang siswi berjalan kearah nya
" Berempat kali... Tuh " ucap Xavira sambil mengangkat dagunya menunjuk Qiara
Ckk... Gatot lagi Gatot lagii. GAGAL TOTAL. gerutu Gevan dalam hati
" Hai. Kalian lagi ngapain? " Sapa Qiara
" Seperti yang lo liat " ucap Gevan seadanya
" Gevan, aku udah ada temen baru lohh " ucap Qiara dengan tersenyum senang
" Terus? " Ucap Gevan datar
" Kenalin aku Diana " ucap Diana memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya ke Gevan
" Gevan " ucap Gevan menerima jabatan tangannya
" Aku Diana " ucap Diana ke Xavira
" Xavira " ucap Xavira tersenyum juga menerima jabatan tangan Diana
" Ahh.. maaf Diana, Xavira memang sedikit sombong tapi dia baik kok hehee " ucap Qiara ke Diana
" Maksud lo apa ngomong gitu? " Ucap Gevan tak terima
" A-aku ga bermaksud, kan itu kenyataan nya. Xavira judes, sombong " ucap Qiara menunduk
" Gausah belagu Lo- " ucapan Gevan terpotong
" Dahlah gev, cabut " ucap Xavira santai
Gevan dan Xavira pun pergi meninggalkan Qiara dan Diana
Di dekat tenda Xavira
" *Tadi yang sholat nya sambil haha hii lo kan?? Ngaku lo* " ucap Xavira
" *Dihh... Gak ya! Gue khusyu' kalo sholat* " elak Gevan
__ADS_1
Memang tadi waktu sholat ada yang ketawa-ketawa tapi bukan Sri kunti.
" *Iya, saking khusyu' nya sujud ga bangun-bangun ternyata tidur hahaa* " ucap Xavira tertawa
Gevan tidur jam 3 dan bangun jam 4. Ia Sangat mengantuk hingga tertidur saat sujud. Darimana Xavira tau? Banyak siswi yang membicarakan kejadian Gevan
" Tadi gue ngantuk by.... Tapi gue jamin gue bisa jadi imam yang baik. Apalagi jadi imam keluarga kita by " ucap Gevan sambil mengedipkan sebelah matanya
" *Geli anjim* " ucap Xavira
" *Emang gue ngapain sampe lo geli? Kek gini*?? " Ucap Gevan sambil menggelitiki perut Xavira
" *Bhangke hahaa* "
" *Gevan dongo.. udah anjir hahaa* "
Ucap Xavira geli, Gevan masih menggelitiki perut Xavira. Tiba-tiba....
" *Ekhemmm* " deheman Bu Sita
Gevan dan Xavira menoleh
" *Sejak kapan disitu Bu? Mau jadi mamarazi*? " Ucap Gevan asal
" *Enak ya berduaan, ketawa-tawa, mesra-mesraan... Enak*? " Ucap Bu Sita
" *Enak lah. Yakali kaga bu*" ucap Gevan nyengir
" *Sejak kapan kamu pandai menjawab Gevan? Biasanya kamu diem aja kalo ibu omelin* " ucap Bu Sita
" *Ibu ga liat ada doi saya disini? Yakali saya diem aja diomelin sama ibu. Ga ada harga dirinya bat depan doi* " ucap Gevan
" *Saya sama Gevan ga pacaran bu* " ucap Xavira
" *Gausah malu-malu kali. Segala ga mau ngaku kita pacaran lagi... ibu sih bikin Xavira malu* " ucap Gevan tengil
**Wahh bangsat ni anak**. Batin Xavira
" *Haduhh remaja jaman korona emang yahh... Yang sabar ya Xav , ibu tau kamu anak kuat* " ucap Bu Sita prihatin dengan Xavira
" *Mohon perhatian semuanya... Sekarang kalian memasak sayur dan lauk atau terserah kalian, untuk kalian makan. Kalau kalian tidak memasak maka kalian tidak bisa makan* " ucap Bu Tiwi
" *Sekarang kalian kembali ke tenda masing-masing. Yang cowok ke tenda sebelah cowok. Jangan melipir-melipir ke tenda cewek* " ucap pak Eko menyindir Gevan
" *Balek ke habitat lo.. huss... huss* " usir Alesya
" *Gue balik by* " ucap Gevan
" Gue yang buat prekedel fix gabisa diganggu gugat " ucap Windy
" Gue sama Xavira bikin sayur asem " ucap Raisa
" Anjir trus gue ngapain? " Ucap Alesya
" Masak nasi sama ngerebus air gih " ucap Xavira
" Iya deh " pasrah Alesya
" *Gila prekedel nya enak bat* " ucap Alesya
" *Ga nyangka gue* " ucap Xavira
" *Gue yang ngajarin ini* " sombong Raisa
__ADS_1
" *Bapak lo ngajarin. Gue sendiri ye*! " Ucap Windy
" *Bercanda jingan* " gerutu Raisa
Mata Xavira menemukan Gevan yang duduk di kursi panjang bawah pohon sendirian didekat lapangan
" *Gue ke tepi lapangan ya* " pamit Xavira
" *Ngapain lo*? " Tanya Windy
" *Boker* " jawab Xavira asal
" *Ukhuk..ukhuk... jijik bhangke* " ucap Alesya tersedak makanannya
" Sendirian aja ngab " ucap Xavira duduk dekat Gevan
Entah kenapa Xavira menghampiri Gevan
" Iya nih. Belom ada gandengan " ucap Gevan
" Doi saya nge gantungin saya nih... Mbaknya mau sama saya? " Ucap Gevan
" Gimana ya ngab... Saya belom berpengalaman " ucap Xavira terkekeh
" Mbaknya cantik masa gaada yang suka? Saya aja kecantol loh... Pake pelet apa sih? " Ucap Gevan bercanda
" Sembarangan Lo " gerutu Xavira sambil menggeplak bahu Gevan
" Lo lucu " ucap Gevan
" Iya, dari lahir " ucap Xavira
" Kenapa ga Lo tunjukin sikap lo? Orang-orang mikir Lo pendiem" ucap Gevan
" Emang gue pendiem... Gue bakal lucu cuma ke orang yang gue cinta eaa.. " ucap Xavira
" Bucin juga ya lo " ucap Gevan sambil mengacak rambut Xavira
" Gue pengen jadi orang beruntung yang lo cintai " ucap Gevan
" Silahkan.. coba aja " ucap Xavira tersenyum
" Kode nih? " tanya Gevan
Xavira mengerutkan dahinya bingung
" Lo ngasih gue kesempatan buat ngisi hati lo? " Tanya Gevan
" Ya gitu " ucap Xavira memalingkan wajahnya
" Ya gitu gimana? " Ucap Gevan menggoda
" Ckk... Iyaa " ucap Xavira
" Iya apaa? " Ucap Gevan masih menggoda
" ckk.. gajadi " sarkas Xavira
Gevan tertawa terbahak bahak
" Serius Lo lucu by" ucap Gevan
" Ehh btw cobain deh nasi goreng gue. Ni gue sendirian yang masak " ucap Gevan
" Boong " ucap Xavira tak percaya
" Asli gue yang masak. Satria, Elang sama Aldi cuma liatin doang, kaga bisa masak mereka " ucap Gevan
" Nih cobain " ucap Gevan sambil menyuapi Xavira
" Widihh. Jago masak juga ya lo " ucap Xavira
Tak bisa bohong bahwa masakan Gevan emang enak ya walau cuma masak nasgor doang
" Iya lah. Anak bunda Mira harus bisa masak " ucap Gevan terkekeh
" Gue kira cuma jago jadi buaya doang lo " ucap Xavira
" Dihhh sejak kapan gue jadi kang buaya? Anak papa Baskara ga kenal buaya " ucap Gevan
" Tapi lo suka tuh ngedipin mata lo, gombal-gombal mulu " ucap Xavira
" Itu cuma ke lo by. Cewek lain ga ada yang gue gituin " ucap Gevan
" Tuh kan kumat lagi penyakit buaya nya... Dulu-dulu lo suka deket sama Qiara tuh " ucap Xavira
" Kan dulu, gue cuma kasian dia dibuli Nesya. Trus juga gue belom tau dia jual diri " ucap Gevan
Hening...
" By "
" By "
" Bales perasaan gue napa by " ucap Gevan tiba-tiba merengek seperti anak kecil
" Lah.. Napa jadi gini? " Xavira heran
Tadi sok cool, trus jadi buaya, sekarang jadi kek anak kecil.. dia punya kepribadian berapa bangsul??? Jadi merinding gue. Batin Xavira
🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1