
" *Cari Xavira! gentle kan lo*?! " ucap Nesya. Gevan pun langsung pergi meninggalkan kantin menuju kelas Xavira
Setibanya Gevan dikelas IPA 1, ia tidak menemukan keberadaan Xavira. Gevan pun bertanya pada salah satu murid
" *Hehh... Lo tau Aub- Xavira dimana*? " tanya Gevan. Kalau ia menyebut dengan nama Auby pasti mereka tidak tau, pikir Gevan
" *Tadi sih Xavira izin pulang, pusing katanya* " jawab siswi tersebut
Gevan mendesah kecewa. **Gue susul Auby kerumahnya aja deh**. Batin Gevan kemudian berlalu meninggalkan kelas menuju parkiran
Disisi lain Xavira tengah keluar dari toilet dan berpapasan dengan Diana di koridor
**Diana kenapa nangis-nangis? itu kok seragamnya kek gembel**? Batin Xavira
Diana yang melihat Xavira langsung menghampiri dan berteriak
" *Puas kamu liat aku kayak gini? puas kamu*?! " teriak Diana didepan Xavira
Seketika banyak murid-murid yang mengerubungi mereka berdua
' *habis kena bully Nesya sekarang buat ulah lagi dia* '
' *ga tau malu* '
' *kalo gue jadi si cupu gue bakal anteng* '
" *Lo kenapa*? " tanya Xavira heran
" *Gausah pura-pura gatau ya! Kamu kan yang udah nyuruh Nesya bully aku? kamu pasti ga terima aku deket sama Gevan! ngaku kamu*! " ucap Diana
**Jadi gara-gara bully Diana, si Nesya dipanggil BK? ckckckck**. Batin Xavira
" *Gue ga ada nyuruh Nesya bully lo. Dan terserah lo mau deket sama Gevan kek, deket abangnya Alesya kek, terserah*! " ucap Xavira hendak pergi namun tangannya dicekal oleh Diana dan
***PLAAAKK***...
Diana menampar pipi Xavira. Xavira langsung menoleh dengan wajah datar
" *Itu balasan dari aku karna gara-gara kamu, aku dibully Nesya* " ucap Diana
Xavira menahan tawa " *Lo kalo nampar pake tenaga lah... lembek bat ga ada rasanya* " ucap Xavira mengejek
" *Kamu minta maaf sama aku sekarang! aku dibully Nesya gara-gara kamu. Harusnya kamu sadar diri untuk minta maaf*! " ucap Diana
" *D**ihh.. ngelawak* *lo*? " ucap Xavira
__ADS_1
Diana maupun Xavira tidak sadar bahwa Gevan, Nesya, Alesya, Raya, Elang, Satria, Davian dan Regan juga ikut menonton pertengkaran mereka
" *Kamu egois Xav. Kamu ga suka liat Gevan deket sama aku tapi kamu bisa deket sama cowok lain*! " ucap Diana
" *Udah gue bilang.. terserah lo mau deket siapapun dan jangan bikin hoax*! " ucap Xavira
**Ga si monyet ga ni babi, semua nuduh gue deket cowok mulu heran**. Batin Xavira
" *Hahaa kemarin deketin Albian, trus tadi pagi dianter cowok dan cowok itu cium tangan kamu... wahh wahh hebat* " ucap Diana
" *Kamu gatel banget sii... semuanya kamu embat dasar j\*l@ng* " lanjut Diana
" *Btw kamu pilih yang mana ni? Gevan? atau cowok tadi pagi? gausah maruk pilih dua-duanya* " ucap Diana yang membuat semua siswa menatap Xavira
Xavira yang dikatai seperti itu tak terima. " *Lo itu gatau apa-apa jadi gausah sok tau dan sok paling bener*! " ucap Xavira kesal
" *Cowok yang nganter gue tadi pagi itu adek gue! Lo pengen Gevan kan? ambil gihh.. gue ga butuh Gevan! adek gue lebih segalanya daripada Gevan*! " ucap Xavira
Semua murid pun menyoraki Diana. Diana yang sudah malu pun pergi ke toilet untuk membersihkan seragamnya yang noda nya sudah kering. Yang pasti nodanya sudah tidak bisa hilang
Xavira pun beranjak pergi namun berpapasan dengan Gevan yang menatapnya sendu
" *Lo benci kan sama gue? jauhin gue! gue mau hidup tenang tanpa dituduh sana sini*! " ucap Xavira dan pergi meninggalkan sekolah
" *Gue harus gimana*? " ucap Gevan dengan tatapan kosong
" *Ya Lo kejar Xavira lah bego! Lo bujuk Xavira sampe dia maafin Lo*! " ucap Nesya kesal
" *Xavira aja bisa bujuk lo terus... ya walaupun ga lo dengerin sih* " ucap Alesya
' *PANGGILAN ANESYA CAMELIA PUTRI SEGERA DITUNGGU DI RUANG BK! DARITADI KOK GA NYAMPE BK YAA?? JANGAN COBA-COBA UNTUK KABUR*!! '
Panggilan dari BK mengingatkan Nesya untuk segera ke ruang BK
" *Ckk.. gue lupa anjim* " ucap Nesya dan segera melangkah menuju ruang BK
" *Napa yang dipanggil cuma Nesya? harusnya Gevan sama si cupu juga lah*! " ucap Regan
" *Nesya mah udah biasa ngadepin alone.. paling juga cuma dikasih surat trus minta tanda tangan ortu nya* " ucap Raya
" *Kasian bat pacar gue* " ucap Elang
__ADS_1
Gevan berhasil mengejar taxi yang ditumpangi Xavira dan mengetuk jendela taxi
" By, plis ijinin gue bicara sama lo... plis by maafin gue " ucap Gevan memohon
" Males bat gue ngeliat muka Gevan " gerutu Xavira
" Lanjut jalan aja pak! " ucap Xavira pada sang sopir
Gevan segera berlari ke depan bermaksud mencegat taxi
" Gue mau bicara sama lo Auby!! " teriak Gevan yang membuat orang-orang yang berjalan menatap ke arah Gevan
" Neng, pacarnya ngajak bicara tuh " ucap sang sopir
" Huhh.. yaudah pak saya keluar. Ini uang nya " ucap Xavira
" Terimakasih neng " ucap sang sopir
Xavira pun turun dan membuat Gevan tersenyum
" By- " belom sempat Gevan ngomong sudah dipotong Xavira
" Gue udah maafin lo! " ucap Xavira to the point
" Apa yang harus gue lakuin buat nebus kesalahan gue? " tanya Gevan tulus
" Gaada " jawab Xavira
" Gue beneran nyesel by... gue egois.. gue ga akan emosi gini lagi! " ucap Gevan
" Panggil gue Xavira aja " ucap Xavira
" Tapi by- "
" Gue ga mau punya musuh Gev. Gue mau menikmati masa SMA dengan tenang " ucap Xavira
" Tapi jangan halangi gue deketin lo by.. " ucap Gevan lirih
" Lo fokus aja belajar njir.. main cinta-cintaan mah besok aja! " sarkas Xavira membuat Gevan tersenyum karna Xavira masih sama seperti dulu
Gevan mengangguk " Gue anter lo pulang " ucap Gevan sambil membukakan pintu mobil untuk Xavira
Di dalam mobil Gevan tampak hening
" By- "
" Gue ga mau ngomong sama lo kalo lo manggil gue pake nama itu " ucap Xavira
Gevan menghela nafas " Xav, jangan berubah ya... " ucap Gevan yang merasa aneh karna memanggil Xavira dengan nama itu, biasanya ia memanggil dengan nama Auby
" Tergantung... tergantung keadaan " ucap Xavira menatap luar jendela
" Gue ga mau ada yang berubah diantara kita.. Tapi kalo status kita berubah jadi pacaran gapapaa hahaa " ucap Gevan
" Garing! " ucap Xavira datar
" Bilang Aamiin kek " dengus Gevan sementara Xavira hanya diam
" Xav.. Lo ada rencana kuliah kemana, kalau lulus? " tanya Gevan
" Gue pasti lulus anjir " ucap Xavira
" Iyaa, lo mau lanjut kemana? " tanya Gevan
" Emm.. kalo lo? " tanya Xavira balik
" Gue selalu ikut lo " ucap Gevan
Xavira hanya diam dengan tatapan kosong. Gevan beneran cinta sama gue? Batin Xavira
" Lo suka sama raga atau jiwa gue? " tanya Xavira tak sadar masih dengan tatapan kosong. Ada banyak pertanyaan dibenaknya termasuk yang tanpa sadar ia ungkapkan
" Dua-duanya gue suka.. jiwa lo yang paling gue suka.. karna sikap itu lahir dari jiwa, raga hanya menggerakkan isi hati dan pikiran dari jiwa lo" ucap Gevan tulus, yang didengar Xavira
Xavira menatap Gevan dalam dan lama
Kalo jiwa gue besok balik lagi ke raga asli gue apa lo mau ikut? ta-tapi kan gue udah meninggal... Batin Xavira meringis, seketika ia mengingat bahwa raga aslinya sudah meninggal
" Kenapa sih lo selalu tanya tentang jiwa-jiwa terus? jiwa lah raga lah... kenapa Xav? ada apa? " tanya Gevan heran, ia jadi penasaran
" Engga... iseng aja nanya gitu " ucap Xavira
Gue belum siap jujur Gev.. Apa gue egois kalo gue minta jiwa asli Xavira ga ngambil raga nya kembali? Batin Xavira sendu
__ADS_1
Pasti ada yang disembunyiin sama Xavira. Kira-kira rahasia apa? Batin Gevan bertanya-tanya
🍀🍀🍀🍀