
Gwen mencoba untuk duduk di kursi lainnya yang ada di ruang baca. Namun bisa dilihat dengan jelas jika wanita itu gelisah. Sedari tadi dia nampak cemas bahkan berulang kali menggigit bibirnya.
“Ke mana Mervin sebenarnya? Dia bilang padaku tak akan pergi ke masa lampau dulu sampai lukanya sembuh, tapi dia baru saja bohong padaku. Awas nanti kalau kau kembali.” Gwen sampai kesal hingga meremat tangannya.
Di tengah rasa khawatir dan dan rasa marahnya, Gwen mencoba untuk duduk di kursi yang tadi dijadikan Mervin sebagai tempat duduk.
Ia membuka buku yang diambil oleh Mervin tadi. Ada yang menarik perhatiannya, sebuah buku tentang traveler time. Langsung saja dibacanya buku itu mungkin saja dia bisa menemukan petunjuk untuk membawa lelakinya itu kembali.
“Tunggu, buku ini menyatakan seseorang yang bisa pergi ke masa lampau, ada kemungkinan akan terjebak di masa lampau. Dan mengenai waktu kembalinya tak bisa diprediksi. Bisa sebentar ataupun lama,” lirihnya saat membaca.
Phak! Langsung saja ditutupnya buku itu dengan kesal plus rasa khawatir tingkat tinggi. Bukannya dia mendapatkan informasi yang berguna, malah membuatnya semakin cemas tak karuan.
“Mervin, cepatlah kembali.” panik Gwen tak bisa dilukiskan lagi.
***
Mervin yang merasa lelah berpindah duduk di bawah pohon dan bersandar.
“Aku tidak tahu, apakah ini mimpi atau bukan. Atau memang aku sedang melakukan perjalanan waktu sungguhan. Tapi aku berharap jika memang ini mimpi, aku bisa segera bangun dari mimpiku dan segera bertemu Gwen kembali.
Angin berhembus lembut, membuat Mervin tidur beberapa saat setelahnya. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu Kakek Ethan.
“Mervin.... Kakek senang kau bisa menggunakan jam tangan itu dengan baik. Jagalah jam tangan itu baik-baik jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah dan serakah. Dunia bisa hancur.”
__ADS_1
“Kakek, jadi sebelumya Kakek sering bepergian ke masa lampau dengan jam tangan ini?!”
“Jam tangan itu hanyalah perantara saja. Suatu saat kau akan memahaminya sendiri. Semua kunci ada pada dirimu. Kau tinggal mengambilnya saja dan gunakan itu.”
“Kakek, jangan pergi! Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu.”
“Kakek! Jangan pergi!” teriaknya.
Zap! beberapa detik setelahnya Marvin kembali berpindah dari masa lampau.
Guk-guk!
Mervin membuka matanya kembali saat mendengar suara lolongan anjing. Bahkan anjing itu serasa menggigit celananya.
“Mervin!”
“Apa ini sungguh kau? Aku ada di mana sebenarnya?” imbuhnya, masih bingung sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya.
Guk-guk! Belum sempat ia mencari kebenaran informasi tentang itu dia kembali dikejutkan dengan suara gonggongan anjing.
Tak hanya Mervin yang terkejut melihatnya, namun Gwen pun juga ikut terkejut kenapa tiba-tiba ada anjing di sana.
“Mervin, dari mana kau mendapatkan anjing ini?”
__ADS_1
Guk! Anjing itu malah berpindah mendekati Gwen dan menjilat kakinya.
“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu. Karena aku sendiri juga bingung. Dia tadi ada di masa lampau tapi kenapa bisa dia ikut denganku kembali?” Mervin sendiri masih bingung.
“Tunggu! Anjing ini kan jenis anjing langka, Beauceron? Kita rawat saja anjing jantan ini.” Bahkan Gwen pun sampai tahu jenis anjing itu.
Di rumah Eric memang tak ada hewan peliharaan apapun jadi tak ada salahnya memelihara anjing itu di rumah. Bisa dijadikan penjaga juga di rumah.
Guk! Anjing itu kembali menggonggong, seperti menyetujui perkataan Gwen.
“Aku sudah bilang padamu jangan pergi ke sana dulu kau masih terluka dan butuh waktu untuk pemulihan!” ucap Gwen, tersadar pada tujuan awalnya.
“Gwen, aku tidak pergi ke masa lampau. Untuk berjalan saja susah. Mana mungkin aku pergi ke sana? Tapi entah kenapa tiba-tiba saja aku terlempar ke masa lampau. Tunggu!” Mervin tiba-tiba teringat pada semua barang yang tadi diambilnya, setelah melirik anjing Beauceron yang mengikutinya.
Ia langsung merogoh saku bajunya. Uang koin juga uang kertas kuno yang tadi diambilnya ada di saku bajunya.
“Ini, aku mendapatkan ini di sana tadi.” Ia menyerahkan uang itu pada Gwen.
Tak hanya menyerahkan uang yang di bawanya, Mervin juga menyerahkan perangko yang tadi ambilnya dari beberapa surat yang dia temukan, juga barang kecil lainnya.
“Mervin, semua yang kau berikan padaku adalah barang antik! Astaga! Aku benar-benar tak percaya ini.” Gwen sampai melihatnya berulang kali untuk memastikannya.
Gwen juga Melihat barang lainnya yang dibawa oleh lelakinya itu.
__ADS_1
“Astaga, cermin ini juga barang antik. Meskipun bukan barang baru!” pekik Gwen, masih takjub dengan barang yang dibawakan oleh Mervin untuknya.
Sepertinya ia lupa untuk memarahi lelakinya itu karena beberapa barang antik tersebut.