Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah
Eps. 34 Pembeli Aneh


__ADS_3

Guk! Suara gonggongan anjing di depan rumah Eric.


Gwen membawa pulang anjing jenis Beauceron tersebut ke rumah. Ia membawanya sembari memegang erat lengan Mervin. Karena lelakinya itu belum pulih benar dari lukanya.


“Suara anjing siapa di luar rumah? Jangan bilang si Mervin yang bawa pulang anjing kemarin.” Eric keluar dari rumah dengan menggerutu untuk memastikannya sendiri secara langsung.


Benar saja kali ini menantu sampahnya itu pulang dengan seekor anjing, meskipun yang membawa anjing itu adalah Gwen. Tapi menurutnya sama saja anjing itu pastilah dari Mervin.


Guk! Anjing itu malah melompat turun dari tangan Gwen saat Eric datang.


“Max, kembali!” teriak Gwen, memanggil. Ia khawatir ayahnya akan menendang anjing kecil itu.


Ia dan Mervin baru saja menamainya Max di jalanan tadi setelah pulang dari rumah Kakek Ethan. Menurutnya itu nama simple dan pas untuk anjing itu.


“Siapa yang mengizinkanmu membawa anjing ke rumah?!” hardik Eric langsung.


Membuat Mervin yang sebelumnya ingin menyampaikannya agar pria itu tak marah padanya, seketika membeku karena sudah keduluan dimarahi.


Gwen langsung maju sembari mengambil Max.


“Ayah, menurutku rumah ini butuh pengawasan dan anjing itu bisa melaksanakan tugas tersebut. Selain itu anjing ini bukan anjing biasa. Anjing ini termasuk salah satu jenis anjing langka jenis Beauceron,” tutur Gwen.


Eric yang memang tidak suka dengan binatang, makanya di rumahnya tak ada hewan peliharaan satupun tak mengerti jenis anjing langka yang disebut oleh Gwen.

__ADS_1


“Bagaimana Ayah, apakah aku boleh memeliharanya di sini? Aku harap Ayah mengizinkan binatang kecil yang pintar ini tinggal di sini. Jika tidak... mungkin aku akan pindah dari sini.” ucap Gwen lagi, karena kayaknya itu diam terlalu lama.


“Pindah? Pindah ke mana?”


“Pindah ke rumah baru bersama Mervin, Ayah. Kami berencana untuk membeli rumah baru,” racau Gwen asal. Padahal dia tak pernah membicarakan hal itu sama sekali dengan Mervin sebelumnya. Terpaksa ia melakukan itu untuk menggertak ayahnya saja.


“Kau boleh membawanya tinggal bersama di sini asalkan dengan syarat rumah ini tetap bersih. Jika anjingmu itu sampai buang kotoran di mana-mana aku akan langsung membakarnya!” Terpaksa Eric memberikan izin daripada putrinya itu pergi dari rumah bersama Mervin. Kalau bisa yang dia inginkan bukan Gwen yang pergi, tapi Mervin saja.


Ck!


Gwen tersenyum tipis menatap Mervin, kemudian beralih menatap Max.


“Ayo max kita masuk.”


Guk!


Mervin tampak berada di tokonya. Luka ditubuhnya sudah pulih dan dia bisa kembali berjalan dengan sempurna seperti sebelumnya.


Tampilan tokonya setelah kejadian terakhir pencurian sudah berubah total. Sekarang banyak pelindung berlapis yang dipasang di setiap sudut toko. Juga ia menempatkan beberapa petugas security di depan sana. Security yang dipekerjakannya bukanlah security biasa namun mantan dari sebuah anggota mafia.


“Aku sudah menatanya di etalase lain. Coba lihat ke sini. Apakah ini sudah pas, Mervin?” tanya Gwen.


Ia memesan etalase baru, meskipun etalase yang sebelumnya masih cukup. Sengaja ia membeli etalase lain untuk memisahkan barang antik yang beberapa waktu lalu didapatkan oleh Mervin. Karena jenisnya berbeda, jadi agar mudah saja dalam pengelompokannya.

__ADS_1


“Sempurna! Apa saja yang kau tata bagus hasilnya,” jawab Mervin, hanya lirik sebentar dan tak begitu memperhatikannya. Baginya ia tak permasalahkan hal kecil begitu.


Gwen kini beralih menatap ponselnya. Seperti yang sudah-sudah wanita itu memposting barang-barang baru yang didapatkan lelakinya di media sosialnya.


“Baru tiga jam yang lalu aku posting, sudah banyak sekali yang meninggalkan komentar di dinding.”


Ada ribuan komentar di dinding akun media sosial Gwen. Banyak di antara mereka yang menawar barang-barang yang diposting dengan harga 'wah'.


Ada juga yang ingin melihat lihat barang itu dulu. Ada juga yang ingin memborong barang itu. Namun ada satu komentar yang aneh. Komentar yang lain daripada yang lain.


“Kenapa dia bilang semua barang ini bukan barang asli tapi hanya tembakan saja?!” pekik Gwen membaca komentar yang ditinggalkan oleh akun bernama black ash.


Yang lebih mencengangkan lagi akun itu menyampaikan jika dia mempunyai salah satu barang yang sama persis dengan barang yang dipostingnya dan itu asli. Parahnya lagi ia akan mendatangi toko ini untuk membuktikannya sendiri.


Guk-guk! Tiba-tiba saja Max menyalak.


Anjing itu selalu ikut ke manapun Mervin dan Gwen pergi, termasuk ke toko. Khawatir jika ditinggal di rumah, Mervin akan melakukan sesuatu pada Max.


“Apa ada yang datang?” celetuk Mervin. Karena biasanya Max hanya akan menyala jika ada orang baru yang datang dan tidak dikenalnya.


Baru saja Mervin terdiri dari tempat duduknya untuk memeriksa, di depannya sudah berdiri seorang pria asing mengenakan mantel hitam dan membawa cerutu.


“Bisakah aku bertemu dengan Nona Gwen?”

__ADS_1


__ADS_2