Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah
Eps. 46 Pengakuan Anthony


__ADS_3

“Tunggu! Tuan jangan pergi!” teriak Mervin. Masih mencoba memanggil pria tadi untuk menghentikannya.


Namun ternyata pria tadi tidak bergeming dan meneruskan langkahnya menjauh dari Mervin.


Astaga, aku tak boleh sampai kehilangan dia!


Mervin kemudian berlari menerobos kerumunan untuk mengejar pria tadi.


Pria yang ada di depan sana menoleh ke belakang begitu mendengar ada derap langkah kaki beradu dan beton kasar.


Kenapa pria itu berlari mengejarku?


Bukannya dia berhenti namun malah mempercepat langkah kakinya untuk menjauh dari Mervin. Beruntung, Mervin dengan langkah kaki lebarnya berhasil menarik kerah belakang baju pria itu.


Kena kau!


“Tolong berhenti dan dengarkan dulu penjelasan dariku,” ujar Mervin.


Ia tak melepaskan kerah baju pria tersebut meskipun pria itu sudah berhenti.


Pria dengan potongan model baju yang hampir mirip dengan potongan model baju yang dikenakan oleh Marvin di masa depan itu berbalik. Menatapnya.


“Kenapa kau menahan langkahku dan menghentikan ku seperti ini?”


Mervin tak langsung menjawab. Ia menyapukan bola matanya ke sekitar.


Di sini banyak orang. Mungkin akan mencolok jika aku membicarakan hal itu di sini. Terlebih mereka bisa mendengar semuanya. Bisa gawat nanti.


“Sebaiknya kita bicara di sana.” Mervin menunjuk sebuah jalan yang nampak sepi di seberang sana.

__ADS_1


Pria itu mengangguk dan baru lah Mervin melepaskan tangannya dari kerah baju pria tersebut.


Mereka berdua kini berada di seberang, duduk di sebuah kursi besi panjang berwarna hitam di dekat lampu jalanan, dengan pejalan kaki yang berlalu lalang tanpa berhenti.


“Aku rasa kau dan aku berasal dari waktu yang sama.” Mervin langsung saja mengutarakan maksudnya tanpa basa-basi.


Pria di sampingnya itu memindainya dengan cepat dari ujung kaki hingga ujung rambut sebelum menjawabnya.


Hah! Pria itu juga mendesahkan napas panjang sembari menangkupkan wajahnya.


“Kurasa memang kita berasal dari waktu yang sama. Jadi kau juga time traveler?”


Mervin menautkan kedua sudut alisnya melengkung membentuk busur panah. Ia tak tahu bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini bertemu dengan seseorang dari waktu yang sama mungkin juga berprofesi yang sama dengan dirinya.


Seorang Treasure Hunter.


“Katakan padaku apa kau sedang mengumpulkan sesuatu di sini?” tanya Mervin.


Mengumpulkan banyak barang berharga di masa lampau kemudian membawanya ke masa depan.


“Tidak.” Pria tadi menggeleng. “Aku sudah tidak mengumpulkan barang seperti itu lagi.”


Kontan, pernyataan pria itu semakin menambah kepingan penasaran dalam benak Mervin. pemicu banyaknya hal yang ingin dia pertanyakan pada pria tadi.


“Apa aku tidak salah dengar? Kenapa aku tidak mengumpulkan barang di sini?”


Pria itu raut mukanya kini nampak pias, menatap jalanan beton kasar di depannya.


“Aku sudah cukup mengumpulkan itu semua.”

__ADS_1


“Tunggu. Kau bilang sudah cukup mengumpulkan semua? Itu artinya saat ini kau sudah menjelajah waktu ke manapun?”


Pria yang belum dia ketahui siapa namanya itu mengangguk pelan.


“Apa aku boleh tahu namamu?”


“Anthony. Lalu kau?” Pria itu sampai menolehkan kepala ke kanan untuk menatap Mervin.


“Mervin.” Ia lalu kembali menatap pria berambut seperti ombak di sampingnya. “Apa kau berasal dari tahun yang sama denganku?”


Pria itu dia dan berpikir sejenak. Nampak ragu. “Aku berasal dari tahun 1970?”


Mervin terperanjat mendengarnya. Ternyata pria itu berasal dari masa lampau. Tapi Kenapa pakaian yang dikenakannya mirip dengan pakaian di waktunya berada? Bahkan usianya pun terlihat sama dengan dirinya saat ini.


“Kau yakin tidak berasal dari tahun 2035 sepertiku?” tegas Mervin.


Anthony kembali menggelengkan kepala. Membuat kesan misterius tampil semakin lekat pada pria itu.


“Aku sedang mencari jalan kembali ke masaku.” Tiba-tiba saja pria itu bangkit dari duduknya. “Sebaiknya jika sudah tak ada keperluan di sini segera kembali ke tempatmu berada. Sebelum kau terjebak.”


Setelah mengatakan demikian, Anthony bergegas pergi tanpa mengatakan apapun pada Mervin.


“Hey, Anthony. Tunggu! Aku belum selesai bicara denganmu kenapa kamu tidak pergi begitu saja?” pekik Mervin.


Namun Anthony kali ini tak menghiraukan panggilan dari Mervin dan terus berjalan di tengah keramaian.


“Kenapa dia tak mau mendengar panggilanku?” desau Mervin. Ia sampai bangkit dari tempat duduknya lalu mengejar pria tadi. Namun sialnya, Anthony sudah enak di tengah lautan manusia.


“Apa yang dimaksud oleh pria itu? Terjebak? Maksudnya dia memberitahuku terjebak di masa ini atau aku yang akan terjebak di sini, begitu maksudnya?”

__ADS_1


Tiba-tiba sekujur tubuh Mervin meremang mendengarnya saja. Apakah ia akan ikut terjebak di sini?


__ADS_2