Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah
Eps. 47 Mencari Jalan Kembali


__ADS_3

“Max! Cepat kemari,” panggil Mervin. Ia bangkit dari tempat duduknya setelah kepergian Anthony.


Guk! Max yang makin tegaskan untuk menunggu satu tas besar barang bawaannya, berada di sudut trotoar kemudian berlari mendekatinya dengan menyeret tas bawaan majikannya yang berisi harta karun dan sebagainya.


“Kau memang anjing pintar!” Mervin mengusap puncak kepala peliharaannya itu. “Ayo kita sudah berada di sini dan segera kembali ke masa depan.”


Mervin mengambil tas yang diseret oleh Max lalu memikulnya. Ia kemudian berjalan menyusuri jalanan bersama Max


Sudah jauh ia berjalan menyusuri jalanan yang panjang dan berdebu pada siang hari. Mobilitas di jalanan saat itu padat. Asap nampak mengepul di jalanan. Selain itu banyak bangunan gedung pencakar langit yang sudah dia lewati.


“Max, aku haus. kita Berhenti sejenak baru teruskan perjalanan setelahnya.”


Mervin berhenti di depan sebuah toko kecil namun lengkap, mungkin lebih mirip dengan minimarket pada masa depan.


“Apa kau mau minum juga?” tanga Mervin.


Guk!


“Baik, tunggu di sini dan jangan kemana-mana aku akan kembali dan membawakanmu minuman.”


Beruntung tadi Mervin tak membelanjakan semua uang hasil penjualan berliannya. Masih banyak sisa uang di kantongnya.


“Tolong dua kaleng susu dan dua kaleng minuman isotonik,” pesan Mervin pada pelayan toko di sana.


Sebenarnya ia akan mengambil sendiri barang yang dibelinya namun setelah toleh ke kanan dan toleh ke kiri semua pembeli di sana tak ada yang mengambil sendiri dan hanya menyebutkan pesanan pada pelayan toko, maka ia melakukan hal yang sama.

__ADS_1


“Ini Tuan, pesanan Anda. Totalnya sekian.” Pelayan toko menyerahkan minuman yang baru memberikan slip tagihan.


Mervin mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayarnya. Sebelum keluar, ia kemarin melihat-lihat sebentar di toko itu.


Di sini ada makanan tahun 1935. Aku tidak tahu seperti apa bentuk dan rasanya. Aku akan membelinya beberapa nanti akan kuberikan pada Gwen.


“Nona, tolong ambilan lima coklat dan lima snak di belakang itu,” ujar Mervin sembari menunjuk.


“Silahkan Tuan.”


Mervin membawa semua pesanannya lalu bergegas menemui Max.


“Max, ini minum untukmu. Kau pasti juga haus sama seperti diriku.”


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita.” Mereka berdua kembali menyusuri jalan yang terasa panjang sekali, seperti tak ada ujungnya.


Hingga Mervin merasa lelah setelah mencari kemungkinan di mana dia bisa menemukan jalan kembali. Karena beberapa waktu yang lalu dia mencoba menghentikan waktu yang berputar di jam tangannya namun tak urung jua membawanya kembali ke masa depan.


Di tengah asanya, ia lalu duduk di trotoar yang agak sepi. Di samping timurnya ada seorang pria tua dengan baju yang sedikit kumal dan lusuh. Tubuhnya terlihat kurus, seperti belum makan selama beberapa hari.


Kasihan sekali pengemis itu.


Mervin ya iba melihat penampilan pengemis tadi kemudian mendekatinya.


“Terimalah ini. Ini tidak banyak tapi mungkin bisa kau pakai untuk membeli beberapa bungkus makanan dan juga minuman.” Ia mengeluarkan tiga lembar uang kertas lalu memberikan pada pengemis tadi.

__ADS_1


“Terima kasih, Tuan. uang yang kau berikan padaku ini sangat berarti, akan kugunakan sebaik mungkin,” kata pengemis berambut putih penuh memenuhi kepala itu.


Mervin kemudian kembali ke tempatnya duduk semula, namun pengemis tadi menghentikan langkahnya dan memberitahunya sesuatu.


“Tuan, sepertinya engkau mencari jalan kembali. jangan yang kau cari itu letaknya tidak jauh lagi dari sini. Sepuluh meter di depan sana, ada galian. Jalan kembali ada di sekitar sana. Tapi hati-hati,” tutur pengemis.


Mervin mengangguk saja merespon perkataan pengemis itu. Rasanya ia sendiri merasa mustahil menemukan jalan kembali, jadi mana mungkin pengemis tadi mengetahui jalan kembalinya. Terlebih dia bukan berasal dari zaman ini.


“Permisi.” Mervin kemudian kembali berjalan.


Tak terasa sudah ia berjalan sejauh 10 meter dan benar seperti yang dikatakan oleh pengemis tua tadi. Di depannya saat ini ada banyak galian jalan. Entah perbaikan apa.


“Aku harus hati-hati seperti yang diucapkan oleh pria tadi.”


Mervin menghindari beberapa kalian yang ada di sisi kiri dan di sisi kanan jalanan. Namun tiba-tiba saja Max yang berada jauh di belakangnya berlari mengejarnya.


Sialnya, Max berani terlalu cepat hingga menabrak kakinya dan membuatnya jatuh terperosok ke sebuah galian.


Hiss! Mervin jatuh bersama Max.


“Kenapa kau tidak hati-hati?” Mervin bermaksud keluar dari lubang galian tersebut bersama Max.


“Akh! Kenapa ini?!” pekik Mervin.


Ia tidak bisa keluar dari lubang itu dan malah seperti ada yang menarik kakinya ke bawah bersama Max.

__ADS_1


__ADS_2