
"Kau! " pekik Arish mengangkat tangan dari meja dan tidak ingin menyentuh wanita itu.
Arish mukai sedikit berontak.
"Kau tau hak asasi manusia dijunjung tinggi di sini kan tuan? di Vatikan ini! "bisik wanita itu.
"Apa mau mu! " pekik Arish sudah mulai tidak nyaman.
"Tolong aku! "
"Kalau aku tidak ingin menolong mu! " kata Arish dengan seringai menyeramkan nya.
"Aku akan teriak dan kamu akan dihukum! " kata wanita itu.
"Heh. Dasar wanita liar. Coba saja teriak maka sudah pasti kamu akan ketahuan! " kata Arish sambil melirik banyak laki laki berpakaian hitam seperti depkolektor dengan banyak tato di wajah nya sedang berlalu lalang mencari wanita yang ada di pangkuan nya.
Sejujurnya Arish juga penasaran apa yang di alami wanita yang tengah duduk di atas tubuhnya itu, hingga dikejar- kejar banyak sekali orang suruhan ini. Tapi mengingat Arish juga dalam masa pelarian sehingga dia memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan wanita di atas tubuh nya itu.
"Kalau aku di tangkap, aku hanya akan kembali ke sangkar emas itu saja, aku tetap bisa jalan makan dan bahagia, mendapatkan apapun yang aku inginkan, sedangkan kau, kau akan kehilangan kebebasan mu! " bisik wanita itu.
"Haha Aku memang tidak ada niat untuk bebas cantik!" kata Arish.
"Baiklah aku akan teriak! " ancam hadir itu.
"Teriak lah! " bisik Arish.
Gadis itu yang mendapat perlakuan manis Arish merinding disko di buat nya, hingga tidak sadar menutup mata nya.
"Dasar gadis liat, sudah pasti dia gadis murahan yang dicari oleh majikan nya, apalagi neraka tapi bisa makan apapun! " batin Arish.
"Apa ******* ku memabukkan nona? " kata Arish.
"Hmm. Aku akan teriak sungguhan jika begini! " kata gadis itu saat kembali kesadaran nya.
"Gadis liar sepertimu pasti nya kabur karena melakukan kesalahan pada tuan mu! " ketus Arish.
Arish semakin bersemangat bermain- main dengan gadis liar dan berani yang sudah duduk di pangkuan nya sedari tadi.
"Sepertinya seru bermain dengan wanita seperti ini, akan sangat menyenangkan, dia sungguh cantik dan menarik! " batin Arish.
Gadis cantik dan sangat menarik juga aduhay tentunya.
"IYA, PUAS KAU. Maka bantulah aku! " geram gadis cantik itu.
"Apa yang akan aku dapat kan jika menolong mu dan membawamu pergi bersamaku? " tanya Arish mulai melakukan penawaran.
__ADS_1
Gadis itu terdiam sejenak sambil menatap laki- laki di depan nya.
"Apa kau laki- laki beristri? " tanya nya.
Arish hanya tersenyum dan menggeleng.
"Gadis liat yang baik hati, apa kau selalu memikirkan istri dari pelanggan mu? " batin Arish.
"Apa kau punya kekasih? " tanya nya lagi dengan ekspresi serius.
Arish kembali tersenyum dan menggeleng.
"Hanya memiliki peliharaan kecil! " jawab Arish cuek.
"Mana peliharaan mu? "
"Di Indonesia! " jawab Arish sambil menerka apa yang akan di tawarkan gadis ini.
"Kau laki- laki tua lajang yang kesepian, dan aku wanita sendiri yang menyedihkan, maka kita bisa saking membantu tuan asing! " jawab wanita itu dengan senyum.
Arish sekuat tenaga menahan senyum nya. Dia bersorak dalam hati.
"Akhirnya malam ini aku tidak kesepian! " batin Arish.
"Hmmm Aku tidak bermain dengan wanita liar sepertimu! " jawab Arish jual mahal sambil menunggu reaksi gadis itu.
"Tentu saja, dengan baju seksi mu dan di kejar oleh pada orang berbadan besar itu, apa lagi? " kata Arish.
"Kau salah besar tuan sok tau. Aku bukan gadis liat dan aku masih suci! " batin gadis itu.
"Sesuai yang kau pikirkan tuan, tolonglah aku dan kau akan mendapat malam yang tidak terlupakan! " bisik gadis itu.
Arish menyeringai dan semakin senang menggoda gadis ini. Entah kenapa Arish ingin berlama- lama menggoda gadis ini.
Arish melirik orang- orang di bawah yang mulai curiga di lantai dua dan seperti akan ke lantai dua.
"Shiit. Aku harus menyembunyikan gadis ini! " batin Arish.
Tiba- tiba Aris menyambar tangan orang yang sedang berjalan.
"Tolong istri ku, dia kedinginan dengan baju mininya. Boleh aku beli jas mu tuan? " tanya Arish sambil menatap orang tua itu.
"Ambilah, lain kali gunakan baju yang lebih panjang jika malam! " kata laki laki itu memberikan jas nya dan mengambil uang yang di berikan Arish.
Kemudian Aris menutup kan jas itu pada wanita itu dan mencium bibir nya sambil berbisik.
"Jangan bergerak, orang itu di belakang mu! " bisik Arish dalam ciuman nya.
__ADS_1
"Hmm! " kata gadis itu tertahan saat bibir nya bersatu dengan bibir pria asing ini.
"Siapa namamu? " bisik Arish sambil terus mencium, meluk*at bibir seksi gadis itu.
"Aya, panggil saja Aya! " kata Aya tersengal di tengah lum*atan dahsyat Arish.
"Arish. Panggil Arish! "
"Hah. hah! " hanya nafas tersengal yang bisa Aya jawab dari perkataan Arish.
Kemudian Aris yang melihat orang itu menjauh tapi tak kunjung pergi dari sana. Dia menaruh uang di meja dan mengangkat tubuh Aya tanpa melepas lum*atan nya.
Aya pun melingkarkan kaki nya pada pinggang Arish sambil masuk ke dalam pusara panas nya cumbu an lelaki asing yang baru ditemui nya karena seorang diri dan yang baru dia tau namanya Arish.
"Arish. Nama yang bagus. Seperti orangnya yang tampan dan baik. Kau akan mendapat hadiah mu malam ini Arish, dan aku berhasil mengecewakan laki- laki bangsat itu. Kita impas dan aku dapat bonus first kiss dan first se*x dari laki laki tampan seperti mu." batin Aya.
Arish membawa masuk Aya yang ada dalam gendongan masuk ke dalam lift dan menekan angka 1.
Setelah di dalam dan Lift berjalan Arish menempelkan tubuh Aya ke dinding melepas pangg*utannya tanpa menurunkan dari gendongan nya. Kemudian menatap dan berkata.
"Kau harus menepati janji mu untuk malam yang tak akan ku lupakan itu! " kata Arish menggoda dengan seringai nya itu.
"Kau tidak akan menyesal membantuku! " jawab Aya dengan seringai yang tak kalah menyebalkan nya.
"Kau akan mendapat jackpot Arish, dan malam yang tak akan aku lupakan pula! " batin Aya.
"Siap-siap. Kau harus mencium ku sampai kamar ku di lantai paling atas. Jangan lepas karena banyak sekali orang yang mencarimu di bawah! " kata Arish.
Kemudian Lift terbuka dan Aris kembali memanggut bibir Aya dan berjalan menuju lift Residenza Paolo.
"Susah pula ternyata berciuman sambil berjalan sejauh ini" batin Arish.
"Kuat sekali pria seksi ini menggendong ku sejauh ini sambil terus berciuman panas" batin Aya.
Setelah sampai lift dengan aman, menutup lift dan membawa Aya ke pojok tanpa melepas gendong an hanya menempelkan tubuh di dinding lift.
"Jangan bergerak! "
.
.
.
.
Happy Reading semuanya.
__ADS_1