Twins Goals

Twins Goals
Chapter 22


__ADS_3

"Kuat sekali pria seksi ini menggendong ku sejauh ini sambil terus berciuman panas" batin Aya.


Setelah sampai lift dengan aman, menutup lift dan membawa Aya ke pojok tanpa melepas gendong an hanya menempelkan tubuh di dinding lift.


"Jangan bergerak dan terus dalam kendali tubuh ku, agar CCTV-nya tidak mendeteksi wajah mu! " bisik Arish sambil tetap bercium an.


"Apa kau tidak habis nafas! " kata Aya di tengah nafas yang buruk karena belum terbiasa berciuman.


"Bukan nya bibir wanita spanyol dambaan dan incaran setiap pria! " kata Aris dengan seringai nya dan menyesa*p kuat bibir Aya.


Setelah lift terbuka dan Arish berhasil membawa wanita itu ke kamar nya, Arish menutup pintu yang otomatis terkunci itu.


klek


Kemudian Arish mendudukkan gadis itu di meja di ruangan dekat ranjang nya.


"Kau bajingan Arish! " pekik Aya saat Arish melepas ciuman itu.


"Hahaha. Payah juga ternyata gadis spanyol satu ini. Apa ini ciuman terlama mu? " goda Arish.


"Gak lucu! " pekik Aya sambil turun dari meja dan melepas sepatu cat nya kemudian menuju kamar mandi.


"Hehehe. dasar wanita bar-bar yang seenak nya sendiri! " gumam Arish sambil terkekeh.


Arish kemudian melepaskan sepatu nya dan menelpon orang hotel untuk membelikan set pakaian wanita 2 setel.


Arish melepas kaos nya dan melemparkan begitu saja di kursi nya. Kemudian Arish menuju kasur dan menghubungi Zafran.


"Hallo bos! " jawab Zafran langsung mengangkat panggilan dari bos nya.


"Putar balik, tidak usah jemput Lilian! "


"Hah! " beo Zafran kaget.


"Apa masih kurang jelas! " geram Arish.


"Tapi kenapa bos. Saya sudah hampir sampai ini! " tanya Zafran yang sebenarnya tidak terima dengan perintah yang luar biasa dari sang bos.


"Saya sudah tidak membutuhkan nya! bebaskan dia!"kata Arish.


"Surat perjanjian nya! " tanya Zafran.


"Hilangkan dari tangan kita maupun tangan Lilian! " kata Arish memerintah.


"Baik bos besok saya akan ke apartemen untuk menyelesaikan perjanjian dengan Lilian, dan menyelesaikan penyerahan apartemen pada nya! " kata Zafran.


"Oke. Selamat tidur! "


"Apa perlu saya buatkan untuk yang disana bos? " tanya Zafran hati- hati.


"No. Gadis sini memang terbiasa berhubungan tanpa menikah. Lebih gampang daripada di Asia Tenggara! "


"Oke bos. selamat bersenang- senang! "


Kemudian Arish mematikan secara sepihak dan kembali mengecek pergerakan orang suruhan Arvi maupun Kaelly.

__ADS_1


Arish tersenyum puas saat mengetahui mereka sedang mengecek di berbagai negara yang didatangi tiket atas nama dia.


"Silahkan cari sampai uang kalian habis! " gumam Arish.


"Apa yang di cari! " tanya Aya tiba- tiba datang dari kamar mandi.



Aya keluar kamar mandi dan berjalan menuju Aris yang tengah duduk bersandar di headboard kasur nya.


Aya duduk di samping menghadap Arish.


"Cantik sekali. Dasar gadis bar-bar. Berani sekali dengan laki-laki yang baru di kenal nya. Dasar memang gadis barat ini! " batin Arish melihat Aya keluar hanya dengan bikini nya saja.


Aya menyentuh rahang tegas milik Arish.


"Hmm? kenapa tak di jawab? " tanya nya dengan tetap mengelus rahang keras dan tegas milik Arish.


"Cari aku! "


"Kenapa? apa kamu seorang tahanan? sedang jadi DPO? atau kamu mencuri! " tanya Aya kaget.


"Wakakaka emang ada wajah baik- baik gini jadi DPO atau mencuri! " kekeh Arish merasa Aya sangat lucu.


"Kenapa baru sebentar saja aku sangat nyaman dengan gadis ini! " batin Arish.


"Siapa tau? kan wajah bisa menipu! " kata Aya dengan jari yang mulai turun berputar- putar pada dada bidang dengan bulu halus milik Arish.


"Kau bener- bener berani ya! " kata Arish sambil menangkap tangan Aya dan menarik nya hingga Aya menabrak dada bidang Arish.


"Oh. begini kah rasanya rasanya dekat dengan laki laki. kenapa seperti ahhh gak tau lah" otak Aya sedang berperang dengan hati nya.


"Kenapa diam! tadi berani sekali! " kata Arish.


"Wahaha Anda belum tau saja tuan asing. Aku hanya sedang memikirkan gaya apa yang akan mampu memuaskan Anda! " kata Aya mengelak.


"Mari, tunjukkan keahlian mu kepada ku! " bisik Arish.


"Apa kau suka terang seperti ini Ar! "


"Ar? " tanya Arish sedikit tertegun karena tak pernah ada yang memanggil nya Ar.


"Hmm! " kata Aya sambil menganggukkan kepala nya.


Arish kemudian tersenyum sesaat karena memikirkan panggilan yang lucu dari Aya.


"Kalau di gabungin? " tanya Arish sambil mengusap sensual bibir tipis Aya.


"Apa nya? " tanya Aya tidak paham dengan maksud Arish.


"Gah ah. Lupakan! "


"Dasar tuan asing yang tidak jelas! " ketus Aya sambil menjauh dari dada bidang Arish.


Dan Arish menarik Aya kembali. Arish tidak membiarkan kenyamanan itu berakhir begitu saja. Arish memeluk Aya dalam pelukan nya cukup lama.

__ADS_1


"Nyaman sekali! " bisik Arish.


Sedangkan Aya yang diperlakukan sangat manis oleh Arish begitu luluh dan membalas pelukan Arish. Aya juga merasakan kenyamanan yang sama.


"Benar- benar nyaman. Ini dada ternyaman yang aku miliki. Miliki dari hongkong? mampir aja Aya. Sadar!. Apa akan nyaman pada semua laki-laki! "batin Aya.


"Apa kau hanya akan memeluk ku tuan asing? " tanya Aya karena Arish tak kunjung melepas pelukan nya.


Aya merasakan takut akan terbuai kehangatan Arish ini.


"Rupanya kau sangat tidak sabar menikmati milik ku!" gumam Arish.


"Aku hanya ingin segera menyelesaikan janjiku, dan akan tidur karena sudah lelah sekali olahraga dari pagi! " kata Aya malas.


Sungguh Aya malas berdebat atau menjelaskan diri nya dari pandangan mata Arish.


"Berapa orang pelanggan mu hari ini, hingga lelah olahraga dari pagi! " ketus Arish. Ada rasa atau suka menjalar di hati Arish saat mendengar Aya berolahraga dengan laki- laki lain.


Sedangkan di pikiran Aya, olahraga yang dia maksud adalah berlari karena di kejar orang suruhan dady nya.


"Hah! " beo Aya.


"Berapa orang yang berolahraga dengan mu! "


"Tidak terhitung, lebih dari sepuluh pokok nya!" jawab Aya santai.


Arish yang merasakan sesuatu yang tidak nyaman mengusik hatinya kini semakin menghimpit dada dan kesal memenuhi hati nya langsung mengangkat tubuh Aya dan memutar sehingga Aya berasa dalam kendali tubuh Arish.


"Mulai sekarang, dalam pelarian kita, kau hanya boleh di sentuh oleh ku seorang! " pekik Arish kemudian langsung mulai melum*at kembali bibir sensual milik Aya sedikit kasar.


Tipis, mungil, dan manis.


Tiga kata yang yang mampu Arish ucapkan untuk melambangkan rasa yang tengah di nikmati nya.


"Arish. PELAN- PELAN! " pekik Aya saat dia rasa sesap an dari bibir Arish sangat kuat.


"Ahh. nikmati baby! " desah Arish di tengah ciuman panas itu.


Kemudian perlahan Arish turun sambil menyes*ap dan sampai pada dua bongkahan padat kenyal yang sangat pas di tangan Arish.


Arish menyes*ap puncak bukit kembar itu dengan pelan dan memutar hingga Aya tak dapat menahan desa*han nya.


"Ahh! "


"Apa pelanggan mu tak ada yang tau cara membentuk ceri disini! "


.


.


.


.


Happy Reading semuanya

__ADS_1


__ADS_2