
Zahra meremang karena perlakuan Arvi. Kemudian Arvi kembali mencium bibir istri nya yang memabukkan itu dengan lembut.
"Ternyata berciuman seenak ini! " batin Arvi terus m e l u m a t dan m e n y e s a p bibir tipis istri nya dengan api g a i r a n yang meletup-letup.
Arvi mulai menurunkan tangan nya dari leher istri nya menuju bukit kembar istrinya yang menantang di balik lingerie warna hitam yang kontras dengan kulit nya.
Arvi memutar telunjuk nya di puncak bukit ranum itu
"Ahhh...! " d e s a h a n Zahra lolos di sela-sela l u m a t a n nya membakar gairah Arvi karena suara itu begitu mendayu dan sangat sexy di telinga Arvi.
Arvi kemudian melepas baju koko nya dan melepas pengait sekaligus resleting celana hitam nya. Arvi kemudian menurunkan dengan kaki nya sendiri dan tangan nya mulai m e r e m a s kedua bukit istri nya.
"Ahhhs..! " d e s a h Zahra yang baru saja merasakan bukit kembar nya j a m a h suami nya. Arvi terus m e l u m a t lembut juga memainkan ujung bukit kembar istri nya yang masih padat dan bulat.
"Masihh....!" d e s a h Zahra semakin membakar g a i r a h Arvi yang ada di puncak nya. Arvi kemudian menuntun istrinya duduk di kasur tanpa melepas l u m a t a n dan s e s a p an di bibir tipis yang sekarang sudah terasa kebas dan mungkin bengkak.
Arvi melepas perang bibir nya saat istri nya sudah duduk di kursi kemudian Arvi bertumpu pada dengkul nya di lantai dan kembali m e l u m a t bibir istri nya yang membuat kecanduan.
__ADS_1
Tangan Arvi tak tinggal diam dan kembali memainkan bukit kembar itu. Ciuman Arvi pun mulai turun ke leher dan meringsek ke bukit kembar itu sampai tangan Zahra bertumpu pada kasur.
Arvi m e l u m a t dan m e n y e s a p puncak ranum itu seperti seorang bayi.
"Mashh..! " d e s a h Zahra yang kelimpungan dengan ulah suami nya. Tubuh nya seperti bergetar dan tak bisa di jelaskan, hanya bisa Zahra luapkan dengan d e s a h a n.
Kemudian Arvi semakin turun ke permukaan perut istri nya dan mencium i perut istrinya.
"Mash..! " d e s a h Zahra kembali saat suami nya semakin turun menuju inti tubuh nya. Arvi memegang p a h a istri nya dan menatap mata istri nya yang sudah di penuhi kabut gairah sambil menuntun p a h a nya agar terbuka.
Zahra pun mengikuti permintaan suami nya walaupun sangat malu, membiarkan inti tubuh nya dilihat dari dekat oleh suami nya. Kemudian Zahra membuka p a h a dan Arvi menaikkan kaki Zahra di pundak nya.
"Mash...! " d e s a h an dan pekik an Zahra saat Arvi mendekat kan bibir dan lidah nya di inti tubuh nya. Zahra sangat kaget dengan apa yang di lakukan suami nya. Zahra merasa suami nya tak pantas melakukan hal itu.
Arvi terus memainkan lidah nya di bawah sana, m e n g h i s a p dan memainkan lidah nya hingga semakin intens saat Zahra semakin m e n d e s a h.
"Ahh.. Mash...! " pekik Zahra saat dia berasa pipis dan Arvi mendiamkan lidah nya di saat cairan bening itu keluar karena Arvi tau Zahra sudah mencapai puncak nya.
__ADS_1
Kemudian Zahra terkulai lemas di kasur itu, tangan nya tak mampu menopang tubuh nya lagi. Kemudian Arvi berdiri dan melepaskan kain terakhir di tubuh nya.
"Kita mulainya dek! "
"Hah! "
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
__ADS_1
hahha please part malam pertama ini jangan ada bocil yang baca tolong!!!
warning bener-bener warning!!!