Twins Goals

Twins Goals
Chapter 34


__ADS_3

Aya mulai mulai meletakkan jari tangan kanan nya pada lembah itu, memutar kri*toris pelan dan tangan kiri nya meremas payudara nya.


"Ahhhh! " desa*h Aya sambil membuka mulut keenak an sambil tatapan nya terus mengincar mata Arish.


Dada Arish naik turun melihat pemandangan di depan nya yang sangat erotis.


Dada bidang yang naik turun dengan keringat menetes sedikit dan mulut yang setengah terbuka itu membuat Aya terbakar gairah pula. Aya tau dengan pasti jika Arish tengah sangat menahan diri nya.


"Akhhh! " des*ah Aya sambil terus memutar bagian bawah nya secara cepat dan merema*s dada nya dengan sedikit keras sambil antara jari telunjuk dan tengah menggapit niple merah muda itu.


Aya merasa terbang karena ulah nya sendiri. Dia sudah hampir mencapai nirwana nya.


"Arghh! " pekik Aya sambil menghentikan tangan nya di bawah sana dengan mata mengincar Arish dan mulut terbuka lebar dengan tatapan redup nya.


"Hah! " helaan nafas kasar Arish menyadarkan Aya dari ketinggian nya.


Kemudian berdiri dan berjalan menuju Arish.


"Apa kau menikmati perform ku? " tanya Aya sambil memainkan jari nya di dada bidang Arish tanpa melepaskan ikat pinggang yg mengikat tangan Arish.


"Kau menyiksaku honey! " kata Arish.


"Hahahah! " kekeh Aya sambil mengambil tangan Arish dan membuka kuncian ikat pinggang Arish.


"Kau bahagia membuatku tersiksa? " tanya Arish menggoda Aya.


"Tentu saja! " singkat Aya.


"Kau kejam honey! "


"Hahaha! " kekeh Aya lagi kasih berusaha melepas kuncian ikat pinggang Arish.


Setelah berhasil di buka tanpa aba aba Arish langsung mengangkat tubuh Aya yang sebelum nya condong padanya sambil membuka simpul ikat pinggang.


"Au! " pekik Aya kaget.


"Kita ke inti permainan honey, kau sudah menyiksaku cukup lama! " bisik Arish.

__ADS_1


Aya hanya tersenyum mendengar bisik an Arish dan sudah bisa Aya pastikan jika dia akan tepar setelah ini.


Dan benar saja Arish langsung memulai permainan panas nya menggapai indah nya pucuk nirwana surga dunia.


Entahlah surga dunia atau neraka dunia, karena hubungan haram yang terjalin pun dengan tindakan yang haram itu.


Dan belum lagi jurang pemisah perbedaan yang amat terjal, gelap dan tak tau ujung terang mana yang akan menanti mereka.


Yang ada di pikiran Aya hanya menikmati waktu yang ada sampai perpisahan itu sudah sampai di depan mata. Sedangkan Arish berfikir keras bagaimana bisa menghalal kan Aya untuk dia gauli setiap hari nya di agama nya tanpa pemaksaan, Arish ingin Aya suka rela karena dia merasa islam adalah agama yang paling benar.


Islam adalah rahmatullah.


Jauh berkilo kilo mil jarak dari sepasang pasangan tanpa status yang tengah melakukan permainan panas nya dengan panjang dan entah mau berapa ronde itu, ada seorang pemuda yang tengah menyelesaikan tugas nya di kantor.


Mempercepat pekerjaan karena Arvi mendapat kabar dari anak buah bayangan nya yang hanya dia tau dari agen CIA amerika yang stay di Swiss tempat nya kuliah dulu bersama sang kakak.


Arvi tidak pernah mengira kakak nya akan pergi ke Swiss karena pasti akan ter detect karena banyak nya teman mereka. Sehingga tidak mencari di Swiss.


Akan tetapi karena dia menghubungi agen CIA nya itu di Swiss dan komunikasi dengan teman kuliahnya yang masih stay di sana, Arvi mendapat kabar jika teman nya melihat Arish di bandara siang tadi waktu sekitar Swiss.


Arvi tidak mengira akan menemukan sang kakak di Swiss lewat teman nya. Kemudian menghubungi CIA bayangan nya.


Arvi begitu bersyukur bisa bertemu dengan sang kakak yang sebelum nya rasanya mustahil untuk di temukan. Kali ini Arvi akan benar benar datang sendiri dan tidak mempercayakan masalah ini pada orang lain.


Arvi bertekad akan membawa sang kakak pulang agar abi nya bisa sembuh.


Kondisi abi Ridwan sekarang masih sama tidak ada perubahan hanya saja setiap malam sekarang sang abi sering mengigau.


Dan selalu memanggil nama kakak nya, Arvi tau jika abi sangat rindu dengan Arish. Begitupun dengan Arvi yang rindu dengan setengah dari badan nya.


Arvi juga sangat kerepotan mengurus semua nya sendiri, baik perusahaan sebesar itu, abi dan juga pencarian terhadap sang kakak.


Setelah beberapa saat semua dokumen sudah Arvi tanda tangani semua dan di tumpuk di meja kemudian memanggil asisten pribadi nya.


"Zain! " panggil Arvi dengan suara agak tinggi agar terdengar.


"Iya bos! " jawab Zain bergegas menghampiri Arvi.

__ADS_1


"Handle semua selama kepergian saya, minta tolong kepala maid di mansion untuk ke rumah sakit menunggu abi, dan lagi jika ada pertemuan alihkan ke hari kain, jika tidak bisa wakilkan saja Zain! " kata Arvi sambil berdiri dan mengambil jas nya di gantungan pinggir almari buku.


"Baik bos. Saya akan melakukan yang terbaik, semoga berhasil dan perjalanan nya lancar bos! " jawab Zain.


"Aamiin! saya duluan! " kata Arvi sambil berjalan menuju pintu tanpa mendengar kan jawab Zain.


Kemudian Arvi bergegas menuju bandara tanpa pergi kemana pun. Kebetulan sebelum berangkat kantor tadi setelah dikabari oleh anak buah nya Arvi sudah pamit dan meminta restu abi nya.


Dari Istanbul menuju Swiss, Arvi hanya perlu menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, lebih tepat nya 2 jam 55 menit. Waktu yang singkat jika dibandingkan saat mencari ke Indonesia yang memerlukan waktu kurang lebih 13 jam.


Perbedaan waktu nya pun hanya 1 jam. Turki lebih cepat 1 jam dibandingkan dengan Swiss. Jika Arvi berangkat jam 18.30 berarti di Swiss jam 17.30, waktu yang sangat indah untuk melihat pemandangan di Swiss. Ya seperti Arish yang kini menikmati senja dan permainan panas bersamaan di sebuah campervan hingga dia lalai akan keberadaan nya yang sudah terendus oleh Arvi.


Arvi pun menelpon orang nya saat sudah duduk dikursi pesawat pribadi nya dengan tenang.


"Hallo tuan! " sapa orang itu.


"Hmm. bagaimana? " tanya Arvi.


"Aman tuan. Tuan muda muda Arish tengah memadu kasih di sebuah campervan di perjalan turun dari the Uetliberg tuan. Sekarang melanjutkan aktivitas berkeringat nya di lahan kosong test area bawah the Uetliberg tuan! " lapor sang CiA bayangan.


"Huh, pantai terus jangan sampai terlihat! " perintah Arvi sambil menahan gemertak gigi nya karena sangat geram.


"Baik tuan! "


Kemudian Arvi mematikan panggilan nya sepihak tanpa pamit terlebih dahulu sambil melempar ponsel nya di kursi sebelah nya.


Dada Arvi naik turun mendengar laporan dari orang nya itu.


"Aku akan menyeret mu kak! "


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading semua nya😉


__ADS_2